• Sample Page
  • Archives
  • Categories
  • Archive for February, 2012

    Jika Kami Menjadi Warga Desa Leles


    2012 - 02.16

    Jika kami menjadi warga desa Leles, terlebih dahulu kami akan memajukan dari aspek pendidikannya. Kenapa? karena pendidikan adalah hal utama dalam mencerdaskan generasi penerus, apabila pendidikan kurang akan berdampak juga ke aspek-aspek yang lainnya. Tingkat pendidikan di desa Leles terbilang masih rendah, rata-rata pendidikan terakhir warganya adalah SD dan SMP. Tingkat pendidikan yang rendah disebabkan oleh dua hal, yang pertama rendahnya kemampuan ekonomi keluarga untuk menyekolahkan anaknya, hal yang kedua adalah minimnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya arti sekolah. Meskipun demikian, dibanding dengan desa lain di Sagalaherang, desa leles merupakan desa yang cepat berkembang. Dilihat dari hasil orientasi, pendidikan di desa Leles cukup baik akan tetapi harus terus berkembang dari tahun ke tahun. Pendidikan adalah kunci sukses untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

    Di desa Leles banyak potensi yang harus dikembangkan dan mendapat permodalan yang memadai. Dilihat dari hasil orientasi ekonomi, LED kurang merangkul masyarakat desa Leles dan kurang mendapat kepercayaan dari warga. Kenapa? Dapat disebabkan banyak hal, salah satunya karena sudah hampir 5 tahun masa jabatan dari awal didirikan LED belum dilakukan pergantian jabatan. Potensi dari desa Leles seperti terdapat UKM ukiran kayu, GAPOKTAN dan KWT yang sudah maju.

    Adapula permasalahan pada aspek lingkungan, kesehatan dan infrastruktur jalan. Dalam hal ini kurangnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan dan kesehatan. Kurangnya air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga atau tidak adanya MCK. Kemudian permasalahan dalam infrastruktur jalan dikarenakan apabila infrastuktur jalan baik, maka lalu lintas perekonomian akan lancar sehingga masyarakat terutama para petani bisa memasarkan hasil panennya ke pasar atau keluar desa.

    Begitu terenyuhnya hati kami ketika mengingat warga desa yang menaruh harapan begitu besar pada kami dan seringkali mengatakan “kalau nanti sudah sukses jangan lupa pada desa ini”. Kurang lebih 30 hari kami berada di desa ini, merasakan pahit dan manisnya menjadi bagian dari Desa Leles. Namun tidak banyak yang bisa kami, para mahasiswa KKNM, yang dapat dilakukan untuk desa ini. Kami, yang kini telah menjadi sebagian dari desa ini, alangkah menginginkan adanya perubahan yang lebih baik untuk desa ini, hingga kiranya suatu hari nanti. Desa Leles bisa memiliki hal-hal yang dimilik oleh desa-desa lain. Potensi alam yang luar biasa dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dengan dukungan aparat desa dan pemerintah setempat.

    Menjadi bagian dari desa Leles ini, membuat kami selalu bersyukur dalam berbagai hal yang belum pernah kami lakukan dikehidupan sehari-hari di perkotaan. Meninggalkan desa ini, membuat kami sangat malu. Betapa sedikitnya perbaikan yang bisa kami lakukan dan segitu saja yang bisa kami lakukan dengan semaksimal mungkin. Mungkin suatu saat nanti, kami akan kembali lagi ke desa Leles dengan penuh harapan. Doa dan harapan kami, selalu bersama desa ini. Sekian dan terima kasih.

    Potensi UKM (Ukiran Kayu) Desa Leles


    2012 - 02.16

    Salah satu potensi yang ada di desa Leles, Kec. Sagalaherang, Kab. Subang, Jawa Barat adalah kerajinan tangan ukir kayu. Kerajinan kayu ini bukanlah kerajinan asli desa ini, karena di adopsi dari ukiran ukiran daerah lain, namun memiliki ciri khas tersendiri yaitu pada teknik penyelesaiannya (finishing). Kayu yang di pesan dari para petani kayu di daerah kota subang kemudian kayu dibentuk kedalam beberapa bentuk pahatan, yang kebanyakan berbentuk binatang, seperti macan, jerapah, kura-kura, bebek dll. Setelah kayu dibentuk dengan proses pahat dan ukir, kayu dikeringkan dengan menggunakan mesin oven. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kadar air yang ada di dalam kayu sehingga kayu tidak cepat melapuk. Setelah proses pengeringan masuk ke proses terakhir yaitu finishing. Proses ini yang menjadi ciri khas dari ukir kayu desa leles ini.karena ukiran tidak di cat ataupun di furnish. Kayu yang telah dikeringkan langsung di hias dengan menggunakan alat seperti solder listrik, yang kemudian di gores-gores pada ukiran. Yang nantinya goresan goresan tersebut akan membentuk menyerupai bulu dan rambut-rambut pada ukiran. Setelah proses inilah ukiran siap dipasarkan.

    Kerajinan di desa ini terhitung masih muda, karena kerajinan ini baru ada di desa leles pada tahun 2003 yang dipelopori oleh seorang yang memiliki kemauan untuk maju. Dimulai dari seorang warga yang belajar memahat, mengukir dan kemudian menghiasnya, lama kelamaan hasil kerajinannya mulai menarik pembeli. Semakin banyaknya permintaan yang masuk yang kemudian mengakibatkan kesulitannya pemahat untuk memenuhi permintaan, maka pemahat ini mulai memberdayakan pemuda-pemuda di desa leles ini. Pemuda-pemuda yang kebanyakan pengganguran ini mulai di latih hingga sekarang, dan kemudian bekerja bersama, ada juga diantara mereka yang membuat usaha baru di rumahnya.

    Namun masih banyak kesulitan yang dirasakan oleh para pemahat ini, seperti kurangnya perhatian dari pemerintah, kurangnya penyuluhan tentang pengembangan mutu dan yang terutama pengetahuan tentang teknik pemasaran. Teknik pemasaran yang dilakukan oleh para pengrajin ini masih mengandalkan orang lain yang membeli borongan pada mereka dengan harga yang murah, hanya sekitar 20 ribu/buah hingga 100 ribu/buah tergantung ukuran. Yang nantinya barang-barang tersebut akan di jual lagi oleh para pemborong di daerah wisata, seperti lembang, tangkuban perahu, ciater, di kota Subang, di kota Bandung, dll dengan harga yang sangat tinggi berkisar 30-50 ribu/buah untuk ukuran yang paling kecil dan 100-200 ribu/buah untuk ukuran yang sedang hingga besar. Bayangkan jika saja para pengrajin ini dapat menjualnya langsung ke konsumen, mereka akan memiliki omset yang sangat besaar perbulannya. Omset mereka 15 juta/bulan, bayangkan jika mereka bias memasarkannya langsung ke konsumen, omset mereka bias naik hingga 2x lipat. Ini adalah peluang bisnis yang sangat besar sebenarnya, tetapi karena factor-faktor kesulitan tadilah yang menghambat mereka untuk maju.

    Potensi Pertanian Desa Leles


    2012 - 02.16

    Potensi Pertanian

    Tanaman Pangan

    1.  Pemilikan Lahan Pertanian Tanaman Pangan

    Jumlah keluarga memiliki tanah pertanian 834       keluarga
    Tidak memiliki 327       keluarga
    Memiliki kurang 1 ha 826       keluarga
    Memiliki 1,0 – 5,0 ha 8           keluarga 
    Total Keluarga Petani 834       keluarga

    2. Luas Tanaman menurut Komoditi pada tahun ini

    Jagung 7              ha 2              ton/ha
    Kacang Panjang 30            ha 3              ton/ha
    Ubi Kayu/singkong 4              ha 2              ton/ha
    Ubi Jalar 1              ha 2              ton/ha
    Cabe 1              ha 1              ton/ha
    Tomat 2              ha 4              ton/ha
    Mentimun 2              ha 6              ton/ha
    Buncis 1              ha 2              ton/ha
    Bayam 0,5           ha 1              ton/ha
    Kangkung 0,5           ha 1              ton/ha
    Umbi-umbian lain 2              ha 2              ton/ha
    Talas 3              ha 2              ton/ha

     3. Jenis Komoditi Buah-buahan yang dibudidayakan

    a. Kepemilikan Lahan Tanaman Buah-buahan

    Jumlah Keluarga Memiliki Tanah Perkebunan 742         keluarga
    Tidak memiliki 416         keluarga
    Memiliki kurang dari 10 ha 742         keluarga

    b. Hasil tanaman dan luas tanaman buah-buahan 

    Jeruk 0,5           ha 1              ton/ha
    Alpukat 1              ha 2              ton/ha
    Mangga 2              ha 2              ton/ha
    Rambutan 4              ha 3              ton/ha
    Manggis 2              ha 3              ton/ha
    Pepaya 2              ha 4              ton/ha
    Durian 4              ha 2              ton/ha
    Kokosan 3              ha 2              ton/ha
    Pisang 4              ha 7              ton/ha
    Jambu air 0,5           ha 2              ton/ha
    Nangka 2              ha 5              ton/ha
    Melinjo 3              ha 2              ton/ha
    Nenas 1              ha 1              ton/ha

     

     

     

     

     

     

     

     

    4. Pemasaran hasil tanaman pangan dan tanaman buah-buahan

    Dijual melalui KUD Tidak
    Dijual melalui pengecer Ya
    Dijual ke lumbung desa/kelurahan Tidak

     Tanaman Apotik Hidup dan sejenisnya

    Jahe 1     ha 2  ton/ha
    Kunyit 2     ha 2  ton/ha
    Lengkuas 1     ha 2  ton/ha
    Mengkudu 2     ha 1  ton/ha
    Temulawak 0,5  ha 2  ton/ha
    Daun Sirih 0,5  ha 1  ton/ha
    Daun Sereh 2     ha 1  ton/ha
    Kencur 0,5  ha 2  ton/ha

    Potensi Perkebunan Desa Leles


    2012 - 02.16

    Potensi Perkebunan

    1. Pemilikan Lahan Perkebunan

    Jumlah keluarga memiliki tanah perkebunan 426     keluarga

    2. Luas dan Hasil Perkebunan menurut Jenis Komoditas

    Kelapa 2          ha 3          kw/ha
    Kopi 4          ha 5          kw/ha
    Cengkeh 2          ha 5          kw/ha
    Jarak 8,5       ha 2          kw/ha
    Kapuk/kapas 2          ha 2          kw/ha
    Kemiri 4          ha 3          kw/ha

    3. Pemasaran Hasil Perkebunan

    Dijual langsung ke konsumen Tidak
    Dijual melalui tengkulak Tidak
    Dijual melalui pengecer Tidak
    Dijual ke lumbung desa/kelurahan Tidak
    Tidak dijual Tidak

    Potensi Kehutanan Desa Leles


    2012 - 02.16

    Potensi Kehutanan

    1. Luas lahan menurut kepemilikan

    Milik Negara - ha
    Milik adat 36 ha
    Perhutani/instansi sektoral - ha
    Milik masyarakat perorangan - ha

    Total                                       70      ha

    2. Hasil hutan

    Kayu 1.080 m3/th
    Madu lebah - ltr/th
    Bambu 5.760 m3/th
    Jati - m3/th
    Nilam - ton/th
    Enau - ton/th
    Mahoni - ton/th
    Cemara - ton/th
    Albazia 5.760 ton/th
    Sarang burung - m3/th
    Minyak kayu putih - m3/th
    Gula enau - ton/th
    Gula kelapa - m3/th
    Arang - m3/th

     

    3. Kondisi Hutan

    Kondisi Hutan Baik Rusak Total
    Hutan bakau/mangrove -          ha -          ha -          ha
    Hutan produksi -          ha -          ha -          ha
    Hutan Lindung 0,5      ha -          ha -          ha
    Hutan suaka margasatwa -          ha -          ha -          ha
    Hutan suaka alam -          ha -          ha -          ha

    4. Dampak Yang Timbul Dari Pengolahan Hutan

    Pencemaran udara Tidak
    Pencemaran air Tidak
    Longsor/erosi Tidak
    Bising Tidak
    Kerusakan biota/plasma nutfah hutan Tidak
    Kemusnahan flora, fauna, dan satwa langka Tidak
    Hilangnya sumber mata air Tidak
    Kebakaran hutan Tidak
    Terjadinya kekeringan/sulit air Tidak
    Berubahnya fungsi hutan Tidak
    Terjadinya lahan kritis Tidak
    Hilangnya daerah tangkapan air (catchment area) Tidak
    Musnahnya habitat binatang hutan Tidak

    5. Mekanisme Pemasaran Hasil Hutan

    Dijual langsung ke konsumen Tidak
    Dijual ke pasar tidak
    Dijual melalui KUD tidak
    Dijual melalui tengkulak Ya
    Dijual ke lumbung desa/kelurahan tidak
    Tidak dijual tidak

    Potensi Perikanan dan Peternakan Desa Leles


    2012 - 02.16

     

    Potensi Sumber Daya Air

    A. Potensi Perikanan

    1.  Potensi Air dan Sumber Daya Air

    Sungai Debit : Kecil
    Mata air Volume : Kecil

     

    2.  Sumber Air Bersih

    Mata Air 4 unit 600 KK Kondisi baik
    Sumur Gali 48 unit 48 KK Kondisi baik
    Perpipaan 2 unit 2 KK Kondisi baik

    3. Kualitas Air Minum

    Mata Air Baik
    Sumur Gali Baik
    Perpipaan Swadaya Baik
    Sungai Baik

    4. Sungai

    Jumlah Sungai                                           2 buah

    Kondisi

    Tercemar tidak
    Pendangkalan/pengendapan lumpur tinggi tidak
    Keruh tidak
    Jernih dan tidak tercemar/memenuhi baku mutu air tidak
    Berkurangnya biota sungai

     

    B. Potensi Peternakan

    1. Jenis Populasi Ternak

    Sapi 8 Orang 4 ekor
    Kerbau - Orang - ekor
    Babi - Orang - ekor
    Ayam Kampung - Orang - ekor
    Ayam Broiler 4 Orang 36.000 ekor
    Bebek 8 Orang 4.000 ekor
    Kuda - Orang - ekor
    Kambing - Orang 20 ekor
    Domba - Orang 500 ekor
    Angsa - Orang - ekor
    Burung puyuh - Orang - ekor
    Kelinci - Orang - ekor
    Burung wallet - Orang - ekor
    Kelinci 10 Orang 150 ekor
    Burung Walet 1 Orang 1.000 ekor
    Anjing 5 Orang 10 ekor
    Kucing 50 Orang 60 ekor
    Burung Langka lainnya 10 Orang 100 ekor

    2.  Ketersediaan Hijauan Pakan Ternak

    Luas Tanaman Pakan Ternak - ha
    Produksi Hijauan Makanan Ternak - ton/ha
    Luas lahan gembalaan - ha
    Dipasok dari luar desa/kelurahan Tidak
    Disubsidi dinas - ton

    3. Pemasaran Hasil Ternak

    Dijual melalui KUD Tidak
    Dijual melalui tengkulak Tidak
    Dijual ke lumbung desa/kelurahan Tidak

    Potensi Umum Wilayah Desa Leles


    2012 - 02.16

    Potensi Umum

    1. Atas Wilayah

    Sebelah Utara Desa Curug Agung
    Sebelah Selatan Desa Dayeuhkolot
    Sebelah Timur Desa Sagalaherang Kaler
    Sebelah Barat Desa Cinta Mekar

    2. Luas Wilayah Menurut Penggunaan

    Luas Pemukiman 541.420 ha/m2
    Luas Persawahan 1.719.277 ha/m2
    Luas Perkebunan 2.901.321 ha/m2
    Luas Kuburan 28.471 ha/m2
    Luas Pekarangan 19.829 ha/m2
    Luas Taman - ha/m2
    Perkantoran 720 ha/m2
    Luas Prasarana Umum lainnya 234.659 ha/m2

    Total Luas                                                                  5.445.697      ha/m2

    Tanah Sawah

    Sawah irigasi teknis - ha/m2
    Sawah irigasi ½ teknis 407.697 ha/m2
    Sawah tadah hujan 1.311.539 ha/m2

    Total Luas                                                                  1.719.237          ha/m2

    Tanah Kering

    Tegal / Ladang 2.901.321 ha/m2
    Pemukiman 541.420 ha/m2
    Pekarangan 19.829 ha/m2

    Total Luas                                                                   3.462.570       ha/m2

    Tanah Basah

    Tanah rawa - ha/m2
    Pasang surut - ha/m2
    Lahan gambut - ha/m2
    Situ / waduk / danau -

    Tanah Perkebunan

    Tanah Perkebunan Rakyat 360.000 ha/m2
    Tanah Perkebunan Negara - ha/m2
    Tanah Perkebunan Swasta - ha/m2
    Tanah Perkebunan Perorangan 2.541.321 ha/m2

    Tanah Fasilitas Umum

    Kas Desa/Kelurahan ………………. ha/m2
    -  Tanah Bengkok 21.723 ha/m2
    - Tanah Titi Sara 360.000 ha/m2
    - Kebun Desa - ha/m2
    - Sawah Desa - ha/m2
    • Lapangan Olah Raga
    8.000 ha/m2
    • Perkantoran Pemerintah
    720 ha/m2
    • Ruang Publik / Taman Kota
    - ha/m2
    • Tempat Pemakaman Desa/ Umum
    28.741 ha/m2
    • Tempat Pembuangan Sampah
    - ha/m2
    • Bangunan Sekolah/ Perguruan Tinggi
    5.591 ha/m2
    • Pertokoan
    - ha/m2
    • Fasilitas Pasar
    - ha/m2
    • Terminal
    - ha/m2
    • Jalan
    320.000 ha/m2

    Total Luas                                                                          744.505        ha/m2

    Tanah Hutan

    Hutan produksi - ha/m2
    Hutan produksi tetap - ha/m2
    Hutan terbatas - ha/m2
    Hutan konservasi - ha/m2
    Hutan adat - ha/m2
    Hutan asli - ha/m2
    Hutan sekunder - ha/m2
    Hutan buatan - ha/m2
    Hutan mangrove - ha/m2
    Hutan suaka - ha/m2
    a. Suaka Alam - ha/m2
    b. Suaka Margasatwa - ha/m2

    3. Iklim

    Curah hujan 343 Mm
    Jumlah bulan hujan 5 Bulan
    Suhu rata – rata harian 22 oC
    Tinggi tempat dari permukaan laut 560 – 700 Mdl

    4. Jenis dan Kesuburan Tanah

    Warna Tanah (sebagian besar) Merah, hitam
    Tekstur Tanah Lempungan/pasiran/debuan
    Tingkat Kemiringan Tanah 20 – 40

    Derajat

    Lahan Kritis -

    Ha/m2

    Lahan Terlantar -

    Ha/m2

    Tingkat erosi tanah

    Luas tanah erosi ringan 5 ha/m2
    Luas tanah erosi sedang 5 ha/m2
    Luas erosi tanah berat - ha/m2
    Luas tanah yang tidak ada erosi 242 ha/m2

    5. Topografi

    1. Bentangan Wilayah

    Desa / Kelurahan Dataran Rendah 200 ha/m2
    Desa / Kelurahan Berbukit-bukit 240 ha/m2
    Desa / Kelurahan Dataran Tinggi/ Pegunungan - ha/m2
    Desa / Kelurahan Lereng Gunung - ha/m2
    Desa / Kelurahan Tepi Pantai/Pesisir - ha/m2

    2. Orbitasi

    Jarak ke ibu kota kecamatan 3

    Km

    Lama jarak tempuh ke ibu kota kec. dengan kendaraan bermotor 0,5

    Menit

    Lama Jarak tempuh ke ibu kota kec. dengan kendaraan non bermotor 2

    Jam

    Kendaraan umum ke ibu kota kecamatan 4

    Unit

    Jarak ke ibu kota kabupaten 25

    Km

    Lama jarak tempuh ke ibu kota kab. dengan kendaraan bermotor 2

    Jam

    Lama jarak tempuh ke ibu kota kab. dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor 12

    Jam

    Kendaraan umum ke ibu kota Kabupaten -

    Unit

    Jarak ke ibu kota provinsi 55

    Km

    Lama jarak tempuh ke ibu kota Provinsi dengan kendaraan bermotor
    Lama jarak tempuh ke ibu kota Provinsi dengan berjalan kaki atau kendaraan non bermotor 3

    Jam

    Kendaraan umum ke ibu kota provinsi 24

    Jam

    Kendaraan umum ke ibu kota provinsi

    Tidak ada

    Data Geografis dan Geologi Desa Leles


    2012 - 02.16

    Letak dan Luas Wilayah

    Topografi dan Keadaan Tanah

    Pemanfaatan Tanah

    Perhubungan

    Desal Leles terletak ± 3 km ke arah selatan dari Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten SubangBatas-Batas Desa:

    • Utara : Desa Curug Agung
    • Selatan : Desa Dayeuhkolot
    • Timur : Desa Sagalaherang
    • Barat : Desa Cinta Mekar

     

    Luas Wilayah:

    ± 464 ha

    Desa/Kelurahan Dataran Rendah 200 haDesa/Kelurahan Berbukit-bukit 240 haSelainnya dataran tinggi/Pegunungan
    • Areal Persawahan 1.719.237 ha
    • Perkebunan 2.901.321 ha
    • Fasilitas Umum 744.505 ha

     

    Pemanfaatan tanah sebagian besar untuk mata pencaharian sehari-hari masyarakat Desa Leles adalah petani.

    • Transportasi masih terbatas tetapi ada angkutan desa sebanyak 4 unit, pangkalan ojek yang beroperasi sampai maghrib.

     

    • Komunikasi: TV ada, sinyal handphone cukup baik, tidak ada telepon rumah.

     

    • Jarak Tempuh dari Kecamatan: ± 10 km

    Desa Leles adalah desa yang dikategorikan sebagai desa pegunungan dan dataran tinggi menurut tipologi atau letak geografisnya, yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani, peternak, guru, karyawan pabrik, tentara dan polisi yang termasuk ke dalam wilayah Kecamatan Sagalaherang yang terletak dibagian selatan Kabupaten Subang.

    Suhu rata-rata harian di wilayah Desa Leles adalah 22-24 oC. Iklim Desa Leles, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau dan penghujan, dengan rata-rata curah hujan 343 mm/tahun. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Leles, Kecamatan Sagalaherang. Iklim suatu daerah sangat berpengaruh dalam kehidupan utamanya untuk pertumbuhan tanaman dan kelangsungan hidup binatang ternak.

    Data Demografi Desa Leles


    2012 - 02.16

    Desa Leles merupakan desa yang mempunyai jumlah penduduk 3.659 jiwa, 1.285 KK yang terbagi ke dalam 4 dusun dan 5 RW serta 20 RT. Jumlah penduduk laki-laki adalah 1.843 jiwa dan penduduk perempuan adalah 1.816 jiwa. Dengan rincian sebagai berikut :

    Jumlah Penduduk dan Kepala Keluarga (KK)

    Dusun I

    Dusun II

    Dusun III

    Dusun IV

    Jumlah

    Jumlah Penduduk

    1134 orang

    724 orang

    1330 orang

    471 orang

    3659 orang

    Jumlah KK

    409 KK

    269 KK

    446 KK

    161 KK

    1285 KK

     

    Mata Pencaharian Penduduk

    Petani

    :

    834

    Orang

    Peternak

    :

    5

    Orang

    Buruh

    :

    293

    Orang

    PNS

    :

    116

    Orang

    Pegawai Swasta

    :

    52

    Orang

    Pedagang

    :

    123

    Orang

    Wiraswasta

    :

    135

    Orang

     

    Klasifikasi Penduduk menurut Umur dan Jenis Kelamin

    Kelompok Umur

    (tahuh)

    Laki-laki

    Perempuan

    Jumlah

    0-4

    113

    110

    223

    5-6

    38

    37

    75

    7-12

    124

    123

    247

    13-15

    78

    77

    155

    16-18

    74

    73

    147

    19-25

    173

    171

    344

    26-64

    950

    935

    1.885

    > 64

    293

    290

    583

    Jumlah

    1843

    1816

    3.659

     

    Kepemilikan Ternak

    Ayam/Itik

    :

    3.574

    Ekor

    Domba

    :

    520

    Ekor

    Sapi

    :

    12

    Ekor

    Kerbau

    :

    24

    Ekor

    Kuda

    :

    -

    Ekor

    Angsa

    :

    12

    Ekor

    Ayam Petelur

    :

    -

    Ekor

    Lahan dan Penggunaan Lahan

    Tanah Sawah :

    171,9

    Ha

    Tanah Pemukiman :

    54

    Ha

    Tanah Pekarangan :

    1,9

    Ha

    Hutan Negara/Tanah Desa :

    38,1

    Ha

    Kuburan :

    2,8

    Ha

    Ladang/Tegal :

    196,3

    Ha

    Jumlah :

    464

    Ha

    Sarana dan Prasarana

    Jalan Desa :

    7

    Km

    Masjid :

    4

    Unit

    Balai Desa :

    1

    Unit

    Posyandu :

    4

    Unit

    Mushola :

    10

    Unit

    Jalan Kec. :

    -

    Km

    Jalan PU Kab. :

    3

    Km

    Permasalahan Sosial Kemasyarakatan


    2012 - 02.15

    Permasalahan yang dialami oleh warga desa Leles, seperti tingkat pendidikan masih rendah, kurangnya air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga, kurangnya manajemen peternakan yang baik, kurang baiknya akses jalan, sangat rentannya pertanian warga terserang hama dan kurang berjalannya fasilitas koperasi yang dapat dijadikan sebagai pegangan hidup warga. Permasalahan utama yaitu kurangnya air bersih, tingkat pendidikan dan infrastruktur jalan.

    Tingkat pendidikan di desa Leles terbilang masih rendah, rata-rata pendidikan terakhir warganya adalah SD dan SMP. Tingkat pendidikan yang rendah disebabkan oleh dua hal, yang pertama rendahnya kemampuan ekonomi keluarga untuk menyekolahkan anaknya, hal yang kedua adalah minimnya pengetahuan orangtua tentang pentingnya arti sekolah. Meskipun demikian, dibanding dengan desa lain di Sagalaherang, desa leles merupakan desa yang cepat berkembang. Sedangkan, permasalahan dalam infrastruktur jalan dikarenakan apabila infrastuktur jalan baik, maka lalu lintas perekonomian akan lancar sehingga masyarakat terutama para petani bisa memasarkan hasil panennya ke pasar atau keluar desa.