Desa Cijulang, Ciamis 18 mahasiwa, 5 dusun, 1 cerita

RT 5 RW V Dusun Ciwaru Desa Cijulang

Dalam waktu yang sama dengan udara yang dihirup sama, di bawah langit yang sama, pijakan kaki yang sama pula dan dalam naungan almamater serta bendera yang sama. Kita SATU UNPAD UNTUK INDONESIA ! Dari berbagai Fakultas seperti FKG, FE, FISIP, FKEP, FAPET, FTG dan FPIK berbagai karakter berbeda. Sebulan penuh hidup bersama, makan minum bareng, hiruk pikuk keadaan Desa menjadi tak aneh, kita membuat masalah hingga memecahkan permasalahan, kita bermain back stamper, monopoli, Uno, gapleh, remi, ditipu afgan-bruno, sharing-sharing mulai dari perkenalan, cita-cita dan rencana ke depan. Disana kita tertawa, menangis, ngobrol obrolan dewa larut malam sampai acting yang membuat suasana ricuh karena skenario jauh dari yang dibayangkan. Rapat evaluasi dan rencana kegiatan esok yang tak lepas dari namanya jam karet atau waktu Indonesia Cijulang (WICJ) entah itu ada yang masih mandi, bangun tidur, nonton tv, ngerokok dulu sambil ngebajigur dan masih tidur. Tak lupa forum-forum dengan suasana cukup mencekam sekaligus menegangkan dengan tingkat emosional melebihi batas optimal membuat semua terdiam sejenak untuk berpikir dan mengevaluasi diri serta perdebatan-perdebatan mulai dari yang kerja sehari-hari hingga lahir *acung, anak kecil yang kadang-kadang nyebelin dan masalah kekompakan anak cewe. Selain itu rute-rute perjalanan liburan Cijulang-Pangandaran dengan coltbak Budi Daya L300 mulai dari Batu Karas, Terapi Ikan, Pangandaran-Pasir Putih, Batu Hiu, Body Rafting Citumang, Festival layang-layang-belanja Pangandaran, ngaliwet Batu Hiu dengan video-video meteor gargil yang diketua pak kordes sampai greencanyon/cukang taneuh-Batu Karas lagi dengan pulang diiringi lagu-lagu yang dinyanyikan bersama menunggu tiba di nasi goreng aki. Kurang lebihnya semua ini yang membuat satu rangkaian cerita indah selama sebulan di tempat yang sama Desa Cijulang, tapi apakah kita pernah sadar dimana kita tinggal?kita tidur?kita mandi?kita becanda sampai warga datang ke rumah saat hujan?mungkin bagi yang sudah tahu ya Alhamdulillah tapi mungkin juga ada yang tahu ketika akhir-akhir kita menuju pulang, tepatnya malam persiapan untuk “Jalan Gembira” yang besoknya akan diadakan oleh panitia HUT RI ke-66.

RT 5 RW V DUSUN CIWARU DESA CIJULANG di sini lah kita tinggal 2 rumah pemondokan anak KKNM DESA CIJULANG untuk laki-laki dan perempuan. Untuk perempuan pemondokan yang luar biasa seperti istana di desa dengan 4 kamar 3 kamar mandi, perlengkapan hampir semua ada baik alat masak, nyuci, jemur dan lain-lainnya. Sedangkan untuk laki-laki lebih sederhana kami tinggal bersama pak RT yaitu Aqi Andy dengan istrinya dan anaknya Alfat, rumah yang hangat dengan 3 kamar, dan perlengkapan yang mungkin cukup lengkap bagi kami serta yang lebih menarik kamar mandi tanpa pintunya(program pertama yang kami jalani). Pemondokan kami letaknya di belakang dan pinggir mesjid dekat dengan akses jalan, terminal, alfamart, rumah makan, pabrik/home industry coco, kerupuk, terasi, ikan asin, pasar tradisional dan sebagainya. Sungguh sangat ironi dengan cerita teman-teman desa lain yang sempat terdengar atas pemondokan dan desa mereka yang jauh dari sempurna, entah apa desa yang kita yang sudah maju dan desa mereka yang masih perlu dikembangkan lagi atas potensi-potensinya atau sekedar antara beruntung dan kurang beruntung dengan desa yang kita dapatkan, yang pasti beda desa, beda orang, beda warga beda cerita, yaa mungkin dengan ceritanya masing-masing akan lebih menarik. Ini lah yang mungkin dikatakan KKN, apa itu tentang liburan, pindah tempat tidur/transit, cinta lokasi dan program-program kemasyarakatan baik dari dpl maupun mahasiswa sendiri. RT 5 RW V Dusun Ciwaru Desa Cijulang nama di balik cerita segala kehidupan sehari-hari mahasiswa KKN yang katanya harus belajar dengan masyarakat. Bisakah kita artikan belajar dengan masyarakat itu seperti apa?apa belajar dengan anak-anak?apa bergaul dengan pemuda-pemudinya?apa setiap hari pergi ke mesjid setiap mendengar adzan?apakah apabila tiap ada kegiatan/program segera menghubungi yang bersangkutan?apakah dengan bergaul dengan orang-orang kantor desa?atau menjalankan program-program yang kita miliki?itu semua menjadi bagian dalam pembelajaran  kami dalam bermasyarakat yang mungkin saja bisa menjadi angin lalu dan formalitas selama sebulan tapi ada yang lebih berharga dari apa yang kami jalani adalah saling mengenal, mengerti dan menghargai setiap individu dengan karakter-karakter yang berbeda sehingga menciptakan suasana yang nyaman, keributan dan permasalahan menjadi bumbu terbentuknya kebersamaan dalam hangatnya keluarga. Gosip-gosip dan cela mencela menjadi suatu kebiasaan agar suasana ini terus dan terus hangat sampai akhirnya tiba. Di sana lah kita memulainya dan di mana-mana kita akan berjumpa serta di sana insya Allah kita akan berkumpul kembali.

“Sebulan ternyata tak cukup membuat semua warga menangis dengan kehadiran kita, sebulan tak cukup untuk lebih mengenal desa cijulang dengan segala potensinya, sebulan juga tak cukup untuk kita saling mengenal lebih jauh namun sebulan dengan segala keterbatasannya lebih dari cukup untuk memulai persahabatan kita.” “Ini awal pertemuan kita kawan !” Teringat soal cita-cita kita di malam hari teringat salam perjuangan untuk menjadi sukses saudara-saudara Cijulangers. Gapai dan berusaha untuk meraihnya serta menjadi orang-orang yang bernilai agar sukses. Coretan oleh pena tak cukup menuliskan curahan pikiran hati yang tak sinkron bahkan menjadi suatu yang acak-acakan. Ini bukan cerita bukan pula puisi, pokonya disana laut disini laut di tengah-tengahnya Desa Cijulang, anak-anak bingung warga desa apa lagi lebih bingung, yang penting bisa membaca…

“Hidup bersama tak kan pernah indah tanpa Senyuman !”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

33 − = 25

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>