Blog KKNM UNPAD 2012 di Desa Cijambe, Paseh, Sumedang

Anggota KKNM UNPAD Desa Cijambe 2012

Teuku Mochammad T
“Divi”
(110110080416 HUKUM)
Adhimasya Trinanda P
“Aca”
(110110080236 HUKUM)
Sefanya J K Bulo
“Anya”
(110113080103 HUKUM)
Rhyan Kharisma Adhi
“Rhyan”
(120110090064 EKONOMI)
Dimas Fadhlan
“Dimas”
(120210090076 EKONOMI)
Estie Meitasari
“Meta”
(120210080037 EKONOMI)
Siska Anggraeni Nur
“Siska”
(120210080100 EKONOMI)
Sayid Noval Akbar Em Nur
“Daddy”
(170210080189 HI)
Zico Rizki
“Zico”
(170210090090 HI)
Matahari Febryanti M
“Tari”
(170310090014 FISIP)
Riyanti Kusumawardani
“Riyanti”
(170310090035 FISIP)
Denji Baskoro
“Denji”
(170410090001 FISIP)
Febby Wanda Alrianty
“Pepe”
(180610090052 SASTRA)
Tiara Annisa Gurnita
“Titi”
(180610090056 SASTRA)
Annisa Tyas Hutami
“Icha”
(180610090057 SASTRA)
Paramitha Nurapriliani
“Mita”
(180610090065 SASTRA)
Romy Riswan Taufik
“Omi”
(200110090007 FAPET)
Ferdian Wibisono
“Wibi”
(200110090021 FAPET)
Faris Akbar R
“Faris”
(200110090034 FAPET)
Muhammad Fadhlullah
“Dudu”
(260110093009 FARMASI)
Nur Atiqah Binti Abd Rashid
“Tika”
(260110093013 FARMASI)
Dosen Pembimbing Lapangan:
Erni Suminar, SP.,M.Si (FAPERTA)

Tags: ,

Photo album

%%wppa%%

Tags:

Pisang Cavendish

PROGRAM KERJA BIDANG PERTANIAN

Kultur jaringan

Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian dari tanaman seperti sekelompok sel atau jaringan yang ditumbukan dengan kondisi aseptik, sehingga bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri tumbuh menjadi tanaman lengkap kembali.

Prinsip kultur jaringan

Invitro.

Teknik kultur jaringan memanfaatkan prinsip perbanyakan tumbuhan secara vegetatif. Berbeda dari teknik perbanyakan tumbuhan secara konvensional, teknik kultur jaringan dilakukan dalam kondisi aseptik di dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Karena itu teknik ini seringkali disebut kultur invitro. Dikatakan invitro (bahasa latin) berarti “di dalam kaca” karena jaringan tersebut dibiakkan dalam botol kultur dengan medium dan kondisi tertentu. Teori dasar dari kultur invitro ini adalah totipotensi. Teori ini mempercayai bahwa setiap bagian tanaman dapat berkembang biak karena seluruh bagian tanaman terdiri atas jaringan-jaringan hidup. Oleh karena itu, semua organisme baru yang berhasil ditumbuhkan akan memiliki sifat yang sama persis dengan induknya.

Pisang Cavendish

Pisang Cavendish.

Pisang Cavendish merupakan komoditas buah tropis yang sangat populer di dunia, di Indonesia, pisang ini lebih dikenal dengan sebutan Pisang Ambon Putih. Pisang Cavendish banyak dikembang-biakkan dengan metode kultur jaringan. Keunggulan bibit pisang hasil kultur jaringan dibandingkan dengan bibit dari anakan adalah bibit kultur jaringan terbebas dari penyakit seperti layu moko akibat Pseudomonas solanacearum dan layu panama akibat Fusarium oxysporum cubense. Dalam kultur jaringan pisang, sampai saat ini yang banyak dikenal adalah kultur dengan eksplan bonggol.

Karakteristik

Pohon Pisang Cavendish memiliki tinggi batang 2.5-3 m dengan warna hijau kehitaman. Daunnya berwarna hijau tua. Panjang Tandan 60-100 cm dengan berat 15-30 kg. Setiap tandan terdiri dari 8-13 sisiran dan setiap sisiran ada 12-22 buah. Daging buah dari pisang ini putih kekuningan, rasanya manis agak asam, dan lunak. Kulit buah agak tebal berwarna hijau kekuningan sampai kuning muda halus.

Kondisi pertumbuhan

Suhu merupakan faktor utama untuk pertumbuhan tanaman Pisang Cavendish. Suhu optimum untuk pertumbuhannya adalah sekitar 27oC, dan suhu maksimumnya 38oC. Tanaman ini tumbuh di daerah tropis dan subtropis, pisang ini tidak dapat tumbuh di dataran tinggi, ketinggian di atas 1600 m dpl. Kebanyakan pisang tumbuh baik di lahan terbuka, tetapi kelebihan penyinaran akan menyebabkan terbakar matahari (sunburn). Tanaman ini juga sangat sensitif terhadap angin kencang karena dapat menyebabkan daunnya rusak dan robek, distorsi tajuk dan merobohkan pohonnya. Untuk pertumbuhan yang optimal, curah hujan diperlukan sekitar 200-220 mm, dan kelembapan tanahnya tidak kurang dari 60-70% dari kapasitas lapangan. Tanah yang paling baik untuk pertumbuhan Pisang Cavendish adalah tanah liat yang dalam dan gembur serta memiliki pengeringan dan aerasi yang baik. Tanaman ini toleran terhadap pH 4.5-7.5.

Penyakit

Salah satu penyakit yang kerap menyerang Pisang Cavendish adalah layu panama atau sering dikenal dengan nama layu fusarium. Penyakit ini membuat daun pisang menjadi layu dan mudah putus. Jamur penyebab penyakit ini adalah Fusarium oxysporum f.sp. cubense, yang mampu bertahan lama di dalam tanah sebagai klamidospora sehingga sulit untuk dikendalikan. Sejumlah cara pengendaliannya telah diteliti, namun belum memberikan hasil yang memuaskan. Contohnya adalah pengendalian hayati patogen yang ditularkan melalui tanah dan penggunaan jenis bakteri tertentu untuk mengendalikan patogen yang ditularkan melalui tanah tersebut. Selain layu panama, tanaman Pisang Cavendish juga dapat terkena penyakit Mycosphaerella Leaf Disease Complex (MLDC). Gejala-gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini adalah perkembangan tanaman yang buruk, daun-daun menjadi layu dengan cepat, jumlah daun-daun yang sehat semakin berkurang, timbulnya tandan yang buruk, buah-buah yang dihasilkan tidak baik, dan perkembangan buahnya menjadi prematur. Sedangkan contoh-contoh lain dari penyakit Pisang Cavendish adalah Yellow Sigatoka yang disebabkan oleh M. musicola dan Black Leaf Streak atau Black Sigatoka yang disebabkan oleh M. fijiensis.

Proses penyuluhan dan penanaman Pisang Cavendish

Pada tanggal 21 Januari 2012 pukul 13:00-15:30 WIB diadakan penyuluhan tentang Pisang Cavendish di Balai Desa Cijambe. Pembicara adalah Erni Suminar SP,M.Si, Dr. Hj. Anne Nuraini Ir., MP., dan Murgayanti, S.P., M.P.. Rapat dihadiri oleh Bapak Kepala Desa, para perangkat desa, dan perwakilan dari masing-masing kelompok tani yang ada di Desa Cijambe. Sebelum penyuluhan dimulai, para peserta penyuluhan diminta untuk mengisi lembar kuisioner mengenai pengetahuan mereka tentang kultur jaringan dan Pisang Cavendish. Para peserta penyuluhan terlihat antusias. Setelah penyuluhan selesai, para peserta diberi lagi lembar kuisioner mengenai hal yang sama. Para peserta yang datang diberikan masing-masing satu bibit Pisang Cavendish untuk dibawa pulang.

Setelah penyuluhan berakhir, program penanaman Pisang Cavendish dijalankan. Lokasi terletak di salah satu lahan kosong yang berada di Dusun Parugpug yang kemudian ditanami dengan 50 bibit Pisang Cavendish.

Penyuluhan Pisang Cavendish.

Pembagian bibit Pisang Cavendish.

Pak Kepala Desa ikut menanam Pisang Cavendish.

Mahasiswa KKN menanam Pisang Cavendish.

Foto bersama di lokasi penanaman Pisang Cavendish.

Source:
Wikipedia. Kultur Jaringan. http://id.wikipedia.org/wiki/Kultur_Jaringan. 27 Januari 2012.
Wikipedia. Pisang Cavendish. http://id.wikipedia.org/wiki/Pisang_Cavendish. 27 Januari 2012.

Tags: , ,

Seni dan budaya

Budaya di Desa Cijambe tetap terjaga dan terlestarikan, meskipun ada beberapa budaya yang hampir ditinggalkan oleh penduduknya. Budaya tradisional ternyata masih sangat kental dalam kehidupan penduduk Desa Cijambe. Budaya Sunda merupakan budaya satu-satunya yang berada di dalam Desa Cijambe ini dengan konsensus yang tetap bertahan dan tidak terlalu dimodifikasi oleh penduduknya. Hal ini sangat memengaruhi bahasa yang paling dominan digunakan di desa ini, yaitu Bahasa Sunda.

Dalam bidang budaya, hal yang paling disorot adalah bidang seni, mengingat Desa Cijambe disebut sebagai gudang seni di Kecamatan Paseh. Hal ini dikarenakan banyaknya variasi seni unik yang bisa ditemukan di Desa Cijambe.

Seni yang ada di Desa Cijambe merupakan seni tradisional yang berasal dari budaya Sunda dan dikembangkan oleh penduduk Desa Cijambe tanpa mengubah nilai-nilai yang terkandung di dalam seni tersebut. Sebagai contoh, Seni Longser, Seni Doger, Seni Reog, Seni Umbul, Seni Pantun, dan Seni Calung. Namun Seni Longser, Seni Doger, dan Seni Reog telah hilang keberadaannya dikarenakan pelestarian dari seni-seni tersebut sangat kurang. Berikut ini akan dipaparkan seni-seni tradisional yang masih dikembangkan.

Seni Umbul merupakan seni tari yang ditampilkan khusus oleh perempuan. Seni ini secara murni memang bukan berasal dari Desa Cijambe, namun dikembangkan sendiri di Desa Cijambe pada tahun 1990-an oleh Bapak Dirmansyah setelah beredar isu bahwa Seni Umbul hilang keberadaannya di Desa Cijambe.

Seni Pantun adalah seni tradisional yang khusus ditampilkan oleh satu orang ahli pantun di daerah tersebut. Pantun sudah dimulai dari tahun 1940-an. Ahli pantun di Desa Cijambe adalah Bapak Arinta.

Seni Calung merupakan seni musik khas Sunda yang dikembangkan di Desa Cijambe. Calung merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipukul. Permainan musik calung di Desa Cijambe dikombinasikan dengan alunan pukulan gendang dan tiupan terompet. Mempelajari Seni Calung ini bukan merupakan hal yang mudah. Seni Calung dapat dimainkan oleh kalangan muda dan dewasa, tetapi kebanyakan Seni Calung dimainkan oleh kalangan dewasa di Desa Cijambe ini.

Di Desa Cijambe beberapa aktivitas dapat disebut sebagai budaya, diantaranya budaya bertani, budaya berumah tangga, budaya hukum, dan budaya keamanan. Dalam budaya bertani dideskripsikan lebih pada cara bercocok tanam di Desa Cijambe ini. Cara bercocok tanamnya masih tradisional yang digabungkan dengan cara bercocok tanam standar pemerintah. Dalam kehidupan/budaya berumah tangga dapat dijelaskan terdapat suatu konsensus yang telah dilaksanakan warga Desa Cijambe seperti tidak adanya nikah muda, nikah kontrak, dan nikah siri. Dalam konteks hukum, Desa Cijambe ini menetapkan konsensus yang berujung pada perilaku sadar hukum. Hal ini telah dilaksanakan oleh warga Desa Cijambe yang ditujukan untuk meminimalisasi adanya kejahatan yang mungkin terjadi. Dalam keamanan, ronda yang dilakukan setiap hari disebut juga sebagai budaya yang ditetapkan oleh desa ini.

PROGRAM KERJA BIDANG SENI DAN BUDAYA

Seni Pantun

Bapak Arinta.

Seni Pantun merupakan seni tradisional yang ditampilkan dengan memainkan sebuah kecapi dengan diiringi oleh syair dan nyanyian tentang legenda. Pantun hampir mirip dengan Wayang Golek namun tidak terdapat pelakon atau wayang di dalamnya, hanya sebuah cerita legenda bernarasi panjang yang dilantunkan dengan Bahasa Sunda. Untuk tempat pelaksanaan, pantun bisa dilaksanakan dimana saja, seperti di panggung atau di rumah. Cerita dalam pantun sendiri dapat sangat terasa jika didukung dengan lakon dan pakaian pencerita yang sesuai.

Seni Pantun memiliki dua faktor yang membuatnya khas, yakni bagaimana pencerita atau pelakon merupakan tuna netra, dan lama ceritanya yang bisa dimainkan sehari semalam tanpa henti. Di Desa Cijambe, Seni Pantun dimainkan oleh satu-satunya maestro Seni Pantun di Desa Cijambe yaitu Bapak Arinta.

Kami dibantu oleh Bapak Dirmansyah dalam menghubungi Bapak Arinta dalam mempersiapkan beberapa kebutuhan untuk prosesi Seni Pantun tersebut. Sebelum memulai kegiatannya kami harus menyiapkan beberapa sesajen yang terdiri dari bubur merah putih, pisang, kopi manis, kopi pahit, kelapa, jarajan pasar, dan lain-lain. Kami hanya menonton beberapa syair yang dilantunkan oleh sang maestro Seni Pantun dengan menggunakan kecapinya. Lantunan pembuka dan syair yang diucapkan dari mulut sang maestro sangat memukau di usianya yang renta. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Arinta melantunkan syair dan sedikit ceritanya sekitar satu setengah jam saja.

Sesajen dalam Seni Pantun.

Dimulai dengan mengucapkan syukur kepada Tuhan YME dan dilanjutkan dengan pembukaan yang berasal dari petikan kecapi. Setelah itu, dilantunkanlah beberapa syair yang merupakan cerita legenda yang berasal dari Sunda, yaitu Prabu Ratu Galuh yang menugaskan Paman Lengser untuk melihat segala keadaan dari berbagai aspek yang ada di dalam masyarakat. Keadaan yang paling diperhatikan dalam hal ini adalah kehidupan perekonomian dan keamanan. Prabu Ratu Galuh menugaskan Paman Lengser untuk memastikan masyarakat (negara) tersebut subur makmur, gemah ripah, lohjinawi, teu kurang sandang, teu kurang pangan. Berikut ini adalah potongan dari beberapa baris syair yang dilantunkan sang maestro pantun:

Dandan dandan dandan
Paman Lengser dandan
Baju tujuh dipake kabeh 
Dijubang dijabing dibaju kukulitmuning
Kangaro brendel sawidak lima…
…Leumpang ti peuting lain rek maling,
Lain rek neangan seseula pingping…

Setelah melihat beberapa prosesi dari Seni Pantun sendiri, dapat disimpulkan bahwa Seni Pantun bukan seni yang mudah untuk dipelajari dan bukan sembarang orang bisa mempelajarinya. Diperlukan beberapa keahlian dimulai dari penggunaan Bahasa Sunda yang lancar, hafalan cerita, mimik pencerita, kemampuan memetik kecapi dan lain-lain. Selain keahlian, hal penting lainnya adalah bagaimana orang tersebut memiliki niat untuk mempelajari seni ini dan segala konsekuensi yang nantinya dia dapat.

Seni Umbul

Seni Umbul merupakan seni tari yang ditampilkan khusus oleh perempuan. Seni ini secara murni memang bukan berasal dari Desa Cijambe, namun dikembangkan sendiri oleh desa ini pada tahun 1990-an oleh Bapak Dirmansyah setelah isu bahwa Seni Umbul hilang keberadaannya di daerah ini.

Seni Umbul dari Cijambe berbeda dengan Seni Umbul yang ada sejak dahulu. Hal yang membedakannya adalah pada letak gerakannya yang lebih sopan dan mengedepankan gerakan tari pada tangan dan pola langkahnya. Seni Umbul yang dibawakan oleh Desa Cijambe pernah mendapatkan prestasi ketika ditampilkan, dan merupakan seni yang sangat dilestarikan oleh pemerintah Jawa Barat sebagai seni lokal.

Mempelajari Seni Umbul dapat dilaksanakan melalui dua tahap, tahap pertama adalah mempelajari gerakan tarinya tanpa diiringi lagu dan tahap kedua dengan diiringi lagu. Mempelajari Seni Umbul bukan merupakan hal yang sulit, namun harus dengan keterampilan dan bakat seni yang terdapat pada penarinya. Jika tidak terdapat bakat, diprediksikan gerakan umbul ini tidak akan terlihat maksimal. Dalam melaksanakan Seni Umbul ini, tarian biasanya diiringi dengan pukulan gendang sebagai pengatur tempo serta suling dan sinden.

Dalam pelaksanaan program mempelajari Seni Umbul, kami dibantu oleh Pak Dirmansyah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai desa. Kami belajar Seni Umbul bersama anak-anak dan ternyata anak-anak sudah mengetahui gerakan Seni Umbul tersebut. Gerakan Seni Umbul ini diwariskan dari sesepuh Desa Cijambe kepada Pak Dirmansyah, kemudian Pak Dirmansyah membagi ilmu tari tersebut kepada orang dewasa. Anak-anak belajar gerakan Seni Umbul tersebut di Sekolah Dasar masing-masing. Kami pun menari bersama anak-anak dengan bimbingan Pak Dirmansyah. Lama waktu tarian yang kami lakukan adalah 15 menit. Setelah mengamati gerakan umbul, ternyata ada empat gerakan utama di tarian tersebut. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 16.00-17.00 WIB. Mempelajari Seni Umbul ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.

Anak-anak SD menari umbul bersama Pak Dirmansyah.

Gerakan lain Tari Umbul.

Tags: , , ,

Keagamaan

Dalam bidang keagamaan, masyarakat Desa Cijambe semuanya merupakan umat muslim. Terdapat 10 masjid dan madrasah yang tersebar di Desa Cijambe yaitu:

  1. Madrasah dan Musholla Al-Barakah, Parugpug Kidul
  2. Masjid Al-Mujahid, Parugpug Kidul (Balai Desa)
  3. Masjid dan Madrasah Al-Ikhlas, Parugpug
  4. Masjid Al-Hidayah, Cijambe
  5. Masjid Al-Isro, Parugpug Kidul
  6. Masjid At-Taubah, Parugpug
  7. Madrasah Miftahulhoir, Cijambe
  8. Masjid Al-Huda, Cijambe
  9. Masjid Riyadusolihin, Cijambe
  10. Masjid Ulul Al-Bab, Cijambe

Masjid Al-Mujahid.

Masjid Al-Isro.

Masjid Al-Ikhsan.

Masjid Al-Ikhlas.

Di antara semua masjid yang ada di Desa Cijambe, hanya lima masjid yang dipakai untuk Shalat Jum’at. Pembangunan masjid di Desa Cijambe ini mendapat perhatian yang baik dari pemerintah desa dengan adanya rehabilitasi bagi masjid-masjid yang sudah tidak layak ataupun rusak. Seperti contoh, Masjid At-Taubah yang didirikan pada tahun 1983, dan direhab pada tahun 2006. Mayoritas masyarakat disini beraliran NU, namun ada sebagian yang beraliran Persis tetapi tidak ada konflik antar dua aliran agama tersebut. Masing-masing saling menjaga keharmonisan antar masyarakat. Terdapat dua madrasah yaitu Madrasah Al-Barokah yang memiliki 8 pengajar dengan 92 murid dan Madrasah Miftahulhoir yang memiliki 4 orang pengajar dengan 151 murid yang dibagi ke dalam 4 kelas dan 1 kelas TTA.

PROGRAM KERJA BIDANG KEAGAMAAN

Kegiatan Masjid Desa Cijambe

Masjid-masjid di Desa Cijambe ini terlihat sepi pada siang dan sore hari, karena pada waktu tersebut mayoritas masyarakat sedang bekerja atau bertani. Suasana masjid terlihat berbeda pada saat waktu  Shalat Maghrib dan Shalat Isya karena masjid dipenuhi oleh bapak-bapak yang datang untuk melaksanakan shalat berjamaah. Oleh karena itu, kami merencanakan untuk menjadi Muadzin untuk mengisi Adzan pada waktu shalat Dzuhur dan Ashar.  Kegiatan pengajian di Desa Cijambe sebagian besar diikuti oleh para ibu. Setelah pengajian, biasa dilanjutkan dengan ceramah atau mubaligh oleh tokoh keagamaan yang bertempat tinggal dekat dengan masjid. Pengajian tersebut rutin dilaksanakan oleh warga dalam waktu yang telah ditentukan, misalnya, pengajian di masjid Al-Mujahid setiap hari Jumat pagi sekitar pukul 8 hingga pukul 10.Untuk para bapak, biasa melakukan pengajian atau berkumpul bersama untuk berdiskusi dan berbincang-bincang selepas Shalat Isya berjamaah.

Madrasah Desa Cijambe

Madrasah Al-Ihsan terletak di Dusun Parugpug Kidul dan telah mendapat izin pengajaran pada tahun 2006 oleh Departemen Agama. Madrasah Al-Ihsan dibangun pada tahun 2007 melalui sumbangan wakaf dari dua puluh orang warga masyarakat. Bangunan madrasah ini memiliki tiga ruang kelas dan satu ruang guru. Madrasah Al-Ihsan dikepalai oleh H.Taip selaku kepala madrasah dan pengajar, serta empat orang pengajar lainya, yaitu Bapak Wawan Kastawan, Ibu Cucu Sahru Rojabiah, Ibu Heni Rohaeni, dan Ibu Cici Sri Yuniawati. Madrasah Al-Ihsan memiliki 130 murid yang dibagi menjadi delapan kelas dengan rincian sebagai berikut:

[TABLE=7]

Sistem pembelajaran di Madrasah Al-Ihsan adalah memisahkan delapan kelas tersebut menjadi dua golongan pembelajaran, yaitu kelas PAUD sampai Kelas 2 SD digolongkan dalam golongan Idadiyah/TPA, dan kelas 3 SD sampai kelas 6 SD golongan MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah). Masing-masing kelas memiliki waktu belajar selama satu jam mulai pukul 11:00 WIB untuk anak-anak PAUD sampai pukul 16.30 WIB untuk anak kelas 6 SD. Pendapatan setiap bulan Madrasah Al-Ihsan diperoleh dari bayaran infaq orang tua murid yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing, mulai dari Rp5.000,00; Rp7.500,00; hingga  Rp10.000,00. Total pendapatan madrasah setiap bulannya mencapai Rp500.000,00 dan digunakan untuk menggaji Guru Idadiyah sebesar Rp50.000,00 per bulan dan guru MDA sebesar Rp15.000,00 per jamnya.

Untuk golongan Idadiyah/TPA, para guru mengajarkan baca tulis Al-quran sesuai dengan buku iqro.

Untuk MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah), para guru mengajarkan berbagai mata pelajaran sesuai dengan buku pelajaran agama yang didapat dari Departemen Agama, antara lain:

  1. Fiqih, meliputi: Rukun Islam, wudhu, adzan, tata cara Shalat Fardhu dan Shalat Sunnah, puasa, zakat, dan sadaqoh, haji dan umrah, qurban, aqiqah, dan khitan, jual beli dan pinjam meminjam, serta kewajiban terhadap jenazah dan ziarah.
  2. Aqidah Akhlak, meliputi: Rukun Iman, sifat-sifat Allah, adab berdoa, dan pengertian tentang Al-quran.
  3. Al-Quran dan Hadis, mempelajari tajwid, kandungan surat-surat pilihan, dan mempelajari Hadis-hadis.
  4. SKI (Sejarah Kebudayaan Islam),  mempelajari sejarah masuknya Islam ke Indonesia, kekhalifahan Walisongo, negeri-negeri Arab dan bentuk kepercayaan bangsa-bangsa, membina masyarakat Islam di Makkah dan Madinah, keteladanan Rasulullah, Isra’ Mi’raj, Hijrah Nabi Muhammad, fathul Makkah, dan Haji Wada’.
  5. Bahasa Arab, mempelajari kosakata Bahasa Arab, mengartikan Hadis, kata perkenalan dalam Bahasa Arab, dan mengartikan kata-kata dalam Bahasa Arab.

Tags: , , ,

Kepemudaan

Di Desa Cijambe terdapat dua karang taruna yang berada di desa dan di dusun, karang taruna yang ada di desa bernama Mayang Mekar dan yang berada di dusun bernama Taruna Karya. Di Desa Cijambe, karang taruna yang masih aktif adalah karang taruna Mayang Mekar yang diketuai oleh Bapak Ating dan Bapak Ajat dengan masa jabatan selama 5 tahun.

PIK-R.

Sedangkan karang taruna yang berada di Dusun Cijambe adalah Taruna Karya yang diketuai oleh Bapak Yudi. Namun sayangnya karang taruna ini sedang tidak aktif dalam kegiatan kepemudaan dikarenakan kaderisasi yang berjalan dengan tidak baik.

Dalam rencana ke depan, Desa Cijambe akan memiliki cabang dari Karang Taruna Mayang Mekar yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kesehatan masyarakat, Keluarga Berencana, dan narkoba serta kenakalan remaja, yang dinamakan PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) dan dibina langsung oleh BLKB.

PIK-R diketuai oleh Bapak Anjar yang saat ini masih berumur 22 tahun, namun sayangnya PIK-R ini masih belum berjalan dikarenakan kesibukan dari para anggotanya. Selain belum memiliki kesibukan pasti, kantor dari PIK-R ini juga masih baru didirikan dan belum lengkap terisi, yang akan diresmikan bulan Februari 2012.

Pemuda di Desa Cijambe aktif melakukan kegiatan olahraga bersama yang dilakukan di GOR balai desa, seperti bulu tangkis dan tenis meja. Setiap pagi, siang, dan malam GOR selalu ramai. Hal ini memperlihatkan kebersamaan dari kaum pemuda sampai kaum orang tua, dari perempuan hingga laki-laki pun ikut berperan dalam olahraga ini. GOR di balai desa sangat terawat, bersih, dan sangat nyaman. Biaya pembangunan sarana dan prasarana di Desa Cijambe sebagian besar berasal dari dana yang diberikan oleh pemerintah dan sebagian lagi berasal dari dana swadaya masyarakat.

GOR Desa Cijambe.

Potensi yang dimiliki para pemuda di Desa Cijambe ini sangat besar meski terdapat beberapa hambatan, salah satunya adalah persoalan modal, pemasaran, dan pengembangan usaha dimana mereka kesulitan dalam memperoleh mitra bisnis serta keterbatasan ilmu untuk mengembangkan usaha mereka. Sebagai contoh para pemuda di Desa Cijambe mempunyai potensi usaha, yaitu membuat kon block (batu untuk jalanan). Namun pemuda di Desa Cijambe kekurangan mitra untuk mengembangkan bisnisnya, sehingga penghasilannya kurang maksimal. Selain itu, karang taruna juga membina beberapa jenis usaha masyarakat desa. Salah satunya, usaha membuat berbagai macam rajutan pakaian. Kualitas rajutan cukup bagus dan berkompeten untuk bersaing dengan usaha pakaian yang lain. Namun usaha ini terhenti karena tidak konsisten dalam menjalani bisnis ini, juga pemasaran yang kurang meluas, yaitu hanya ditingkat desa saja.

Bisnis binaan karang taruna yang masih berjalan hanya satu, yaitu bisnis jamur drum dan budidaya ikan mas serta mujair. Namun bisnis ikan mas mujair hanya berjalan ketika musim penghujan.

PROGRAM KERJA BIDANG KEPEMUDAAN

Kami menyelenggarakan kegiatan turnamen bulu tangkis antar warga sebagai sarana silaturahmi antara warga dengan warga dan warga dengan mahasiswa KKNM. Bertujuan untuk mengenal lebih dekat warga masyarakat Desa Cijambe, turnamen tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at, 20 Januari 2012-Selasa, 21 Januari 2012, dan diikuti oleh 32 peserta perempuan dan 40 peserta laki-laki.

Turnamen bulu tangkis sangat diminati oleh warga, terlihat dari antusiasme warga yang datang ke GOR Cijambe. Pertandingan puteri kami selenggarakan pada pukul 13.30 WIB sampai selesai, dan pertandingan putera diselenggarakan setelah Isya sekitar pukul 19.30 WIB sampai selesai. Pada pertandingan putera, ibu-ibu datang meramaikan GOR yang kira-kira dipenuhi sekitar 60 orang.

Pak Kades memberi sambutan.

Pak Cahya memberi ucapan terimakasih.

Panitia turnamen adalah mahasiswa KKN.

Turnamen ini diikuti oleh semua kelas, kelas B dan kelas A. Kelas A adalah pemain yang sudah lama bermain dan dapat dibilang sudah pro, sedangkan kelas B adalah pemain pemula atau beginner.

Namun, menurut kami perpaduan yang dibuat oleh Bapak Burit selaku pembina GOR kurang seimbang kombinasinya, ada yang sangat dominan dan ada yang sangat lemah, akhirnya finalisnya adalah finalis yang selalu menjadi juara pada setiap turnamen, yaitu Bapak Ajat.

Foto mahasiswa KKN bersama para finalis.

Tags: , , ,

Kesehatan

Dalam hal kesehatan, Desa Cijambe telah memiliki Puskesmas dan Posyandu. Masyarakat di desa ini termasuk masyarakat yang sehat. Namun ada beberapa penyakit yang sering dialami warga seperti maag karena pola makan yang kurang sehat.

Meski Puskesmas Pembantu juga bisa digunakan untuk memeriksa kehamilan, tapi lebih banyak yang datang langsung ke bidan. Di Puskesmas Pembantu segala pemeriksaan tidak dikenakan biaya, kecuali bagi ibu hamil yang dianjurkan memberikan/menyumbang uang sebesar Rp2.000,00 untuk kotak kas.

Posyandu.

Selain itu, Puskesmas Pembantu juga melayani program Keluarga Berencana (KB). Namun sebelumnya harus didata terlebih dahulu, siapa saja yang ingin mengikuti program KB, baru kemudian dirujuk ke kota. Jenis KB yang dipakai biasanya suntik, pil, dan spiral. Program KB Puskesmas bekerjasama dengan BKKBN.

Posyandu dilakukan setiap tanggal 20 setiap bulannya untuk menimbang berat badan. Jika mau mendapatkan imunisasi harus ke dokter di kota. Posyandu terdapat di 3 RW. Yaitu RW 1 (Posyandu Dahlia), RW 3 (Posyandu Mawar), dan RW 5 (Posyandu Melati).

Tenaga ahli yang ada di Desa Cijambe:

  1. Perawat: Ibu Intan
  2. Bidan: Ibu Tutin, Ibu Rukmini

Puskesmas pembantu biasanya buka setiap hari kecuali hari Minggu dari jam 8.00-12.00 WIB.

PROGRAM KERJA BIDANG KESEHATAN

Data terbanyak di Puskesmas Pembantu mengenai penyakit yang sering dialami warga adalah Gastritis (maag) karena pola makan yang sembarangan, makan tidak teratur (selama bulan November), dan juga menu makan mereka yang lebih sering menghidangkan makanan pedas.

Penyakit yang umumnya diderita warga Desa Cijambe adalah sebagai berikut:

  1. Gastritis (maag) karena pola makan sembarangan, tidak teratur
  2. ISPA (infeksi saluran pernafasan atas) seperti flu disertai batuk
  3. Arthritis (pegal-pegal) karena kebanyakan masyarakat sini bekerja sebagai petani.

Obat yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit adalah sebagai berikut:

  1. Gastritis: Parasetamol, Antacid, Vitamin B6
  2. ISPA: CTM, Parasetamol, Griserilguanovela
  3. Arthritis: Antalgin, Vitamin B1 & B2, Parasetamol

Puskesmas Pembantu.

Biasanya jika penyakit tidak sembuh setelah perawatan lebih dari 3 hari, akan diberi antibiotik berupa Amoxicillin dan Kotride, sedangkan yang lebih parah diberikan Tetrasiklin.

Data yang diperoleh dari pemantauan Posyandu adalah ada satu bayi yang menderita gizi buruk. Setelah mencari data lebih jauh, ternyata bayi tersebut sudah ditindaklanjuti oleh pihak kesehatan yang ada di Posyandu tersebut. Pihak kesehatan tidak mengizinkan kami melakukan tindak lanjut karena kasus tersebut sudah ditangani.

Tags: , ,

Pendidikan

Di Desa Cijambe terdapat dua sekolah dasar, satu taman kanak-kanak, satu pendidikan anak usia dini, dan tiga madrasah. Sekolah dasar yang terdapat di Desa Cijambe adalah SDN Sukasirna dan SDN Cijambe I. Taman Kanak-kanak Mekar Galih terletak di dekat balai desa, PAUD Al-Barokah terletak di sebelah Posyandu.

Kondisi kelas SDN Cijambe I.

Di SDN Cijambe I terdapat 8 orang guru yang terdiri dari 2 guru laki-laki dan 6 guru perempuan. Jumlah murid November 2011 adalah 221 murid. Kondisi perkakas sekolah tergolong kurang baik melihat banyaknya perkakas yang berada dalam keadaan rusak.

Di SDN Sukasirna terdapat 12 orang guru yang terdiri dari 4 guru laki-laki dan 8 guru perempuan. Jumlah murid November 2011 adalah 155 murid. Kondisi perkakas sekolah tergolong lebih baik dibandingkan dengan SDN Cijambe I.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Desa Cijambe yang merupakan mantan kepala sekolah, Bapak Ence Casyadi, masalah pendidikan yang umum dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Perbedaan kemampuan anak menerima pendidikan antara murid-murid kelas 1 SD yang telah menerima pendidikan di taman kanak-kanak sebelumnya dan yang tidak.
    • Menimbulkan kesenjangan kemampuan dalam berpikir (tertinggal pelajaran)
    • Menyulitkan guru yang mengajar karena pelajaran yang diberikan sama.

      Kondisi kelas SDN Sukasirna.

  2. Pendidikan di luar sekolah, seperti di rumah, kurang didukung oleh orang tua.
    • Ada beberapa orang tua yang bertindak masa bodoh terhadap masalah pendidikan anaknya seperti tidak mengecek pekerjaan rumah dan nilai anak-anaknya (hasil belajar anak di sekolah).
    • Menimbulkan rasa ketidakpedulian dengan sekolah dan prestasinya dalam diri si anak.
    • Tidak semua anak memiliki kesadaran untuk mengerjakan tugas-tugasnya sendiri.
PROGRAM KERJA BIDANG PENDIDIKAN

SDN Cijambe I.

SDN Sukasirna.

Sebelum program kerja dimulai, kami telah melakukan survey ke semua sekolah dasar yang ada di Desa Cijambe yaitu SDN Cijambe I dan SDN Sukasirna masing-masing dua kali, yaitu Minggu, 8 Januari 2012 dan Senin, 9 Januari 2012. Namun karena lokasi SDN Sukasirna yang jauh dari Dusun Parugpug tempat rumah KKN berada, kami tidak sempat mengadakan program kerja di SDN Sukasirna lebih lanjut. Sebaliknya SDN Cijambe I lokasinya dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki sehingga kami dapat melaksanakan program kerja kami dengan baik.

Program kerja kami di SDN Cijambe I adalah sebagai berikut:

Mengajar ekstrakulikuler Bahasa Inggris kepada anak kelas 3, 4, dan 5 SDN Cijambe I. Mulai dilaksanakan pada tanggal 11 Januari-17 Januari 2012, setiap hari Senin-Rabu sepulang sekolah (kelas 3 pukul 11:00-12:00 WIB, kelas 4 dan 5 pada pukul 12:30-13:30 WIB) di ruang kelas 1 SDN Cijambe I. Pemberian materi berupa pengenalan Bahasa Inggris dasar, menyanyi bersama, dan games seperti yang terdapat dalam tabel berikut ini:
[TABLE=9]

Jumlah murid kelas 3, 4, dan 5 SDN Cijambe I bulan Januari tahun 2012 adalah sebagai berikut:

[TABLE=10]

Jumlah pengajar ekstrakulikuler Bahasa Inggris berkisar antara 2-7 mahasiswa, peminat berkisar antara 11-47 murid seperti dalam tabel berikut:

[TABLE=11]

Keterangan:
L = laki-laki
P = perempuan

Mengajar anak-anak kelas 3 SDN Cijambe I.

Berdasarkan tabel-tabel diatas, tingkat respon dan partisipasi murid-murid cukup tinggi meski belum mencapai 100%. Kendalanya adalah kurangnya tenaga pengajar sehingga penyampaian materi belum maksimal. Selain itu, tingkat kesadaran murid-murid untuk menghadiri kegiatan masih kurang sehingga harus selalu diingatkan. Materi-materi yang disampaikan menambah wawasan murid-murid tentang lagu anak-anak berbahasa Inggris, mendapat kosakata baru dan cara pelafalan yang lebih baik.

Membantu murid-murid SDN Cijambe I mengerjakan pekerjaan rumah. Dilaksanakan pada 11 Januari-19 Januari 2012 di rumah KKNM (Desa Cijambe, RW3 RT1 No.103) sekitar pukul 15:00-20:00 WIB.

Mahasiswa KKN membantu mengerjakan PR.

Tingkat partisipasi amat tinggi dan hampir setiap hari ada anak-anak yang datang untuk belajar bersama, mengerjakan pekerjaan rumah bersama, ataupun hanya datang untuk bermain. Kendala yang dihadapi adalah tempat yang kurang memadai dari segi luas tempat. Selain itu, konsentrasi murid-murid sering terganggu dengan lingkungan sekitar. Dengan diadakannya kegiatan ini, anak-anak dapat mengerjakan pekerjaan rumah mereka dengan lebih mudah, bersemangat, dan menyenangkan. Beberapa anak juga mulai berani menanyakan pelajaran kepada mahasiswa-mahasiswa KKN untuk dijelaskan lebih lanjut. Kegiatan ini juga membantu mendekatkan mahasiswa-mahasiswa KKN dengan anak-anak sekolah dasar.

Membuat dan menghias tong sampah sekolah. Diadakan pada tanggal 19 Januari 2012 di SDN Cijambe I. Mahasiswa KKN menyediakan 6 tong bekas cat yang telah diberi dasar cat berwarna putih yang kemudian akan dihias semenarik mungkin oleh para murid. Pelaksana adalah murid-murid kelas 3, 4, dan 5 dengan penanggung jawab mahasiswa KKN. Dibagi ke dalam 6 kelompok, masing-masing kelas dibagi menjadi 2 kelompok, kegiatan ini berhasil diselesaikan dalam waktu 4 jam dengan pembagian kerja sebagai berikut:

  1. Kelas 3, penanggung jawab Paramitha dan Zico.
  2. Kelas 4, penanggung jawab Annisa dan Tiara.
  3. Kelas 5, penanggung jawab Paramitha dan Febby.
  4. Penanggung jawab logistik: Dimas.

Tong sampah perkelas hasil proker pendidikan di SDN Cijambe I.

Tingkat partisipasi sangat tinggi namun kurangya tenaga bantuan menyebabkan sulitnya memantau pergerakan murid-murid dan terjadi kesalahpahaman mengenai informasi yang diberikan. Kelompok yang dibiarkan tanpa pengawas cenderung meninggalkan pekerjaannya. Kekurangan bahan-bahan seperti spidol gambar, tisu, kuas, dan thinner menyebabkan kegiatan ini memakan waktu yang cukup lama, terutama kurangnya kuas karena anak-anak tidak membawa kuas dari rumah meskipun telah beberapa kali diberikan info mengenai hal ini. Dengan dilaksanakannya program ini, sekolah tidak lagi kekurangan tong sampah sekolah dan anak-anak diharapkan dapat memulai hidup yang lebih sehat dengan cara membuang sampah pada tempatnya.

Bermain bersama anak-anak sekitar rumah KKN. Dilaksanakan dari tanggal 11 Januari-27 Januari 2012 di rumah KKN. Kegiatan beragam seperti main békel, congklak, kartu remi, kwartet, menonton video, melihat foto-foto, dan sebagainya. Respon dan tingkat partisipasi amat baik, namun kebanyakan permainan telah dikuasai oleh anak-anak setempat sehingga mahasiswa KKN sering kalah bermain. Kegiatan ini mendekatkan mahasiswa KKN dengan anak-anak setempat, juga pertukaran budaya, bahasa, dan teknologi.

Tags: , , , , ,

Perekonomian

Aktivitas ekonomi masyarakat Desa Cijambe umumnya berasal dari sektor pertanian. Sekitar 70% masyarakat di Desa Cijambe berprofesi sebagai petani yang memanfaatkan sawah tadah hujan dan 30% sisanya berkeja di luar Desa Cijambe (perantau) yang diantaranya di kota-kota besar seperti Bandung, Jakarta serta sampai ke Irian Jaya dan Jambi.

A. Sub Sektor Pertanian

  1. Tanaman Padi dan Palawija
  2. Luas tanaman padi tahun ini 19,79 ha
  3. Nilai produksi tahun ini Rp1.680.000.000/ha
  4. Biaya pemupukan Rp1.850.000
  5. Biaya bibit Rp1.300.000
  6. Biaya obat Rp1.200.000
  7. Biaya lainnya Rp2.500.000

B. Sub Sektor Perkebunan Kelapa

  1. Luas tanaman tahun ini 6,5/ha
  2. Nilai produksi tahun ini Rp97.500.000
  3. Biaya pemupukan -
  4. Biaya bibit -
  5. Biaya obat -
  6. Biaya lainnya Rp4.320.000

C. Sub Sektor Peternakan

  1. Total nilai produksi tahun ini Rp510.800.000
  2. Total nilai bahan baku yang digunakan Rp110.000.000
  3. Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp20.000.000
  4. Jumlah total ternak tahun ini 230 ekor

D. Sub Sektor Perikanan

  1. Total nila produksi (lele sangkuriang) Rp70.000.000
  2. Total nilai bahan baku yang digunakan Rp30.300.000
  3. Total nilai bahan penologan yang digunakan Rp5.200.000
  4. Total biaya antara yang dihabiskan Rp26.000.000
  5. Total jumlah jenis usaha perikanan 1 jenis

E. Sub Sektor Kerajinan (Mebel)

  1. Total nilai peroduksi Rp450.000.000
  2. Total nilai bahan baku yang digunakan Rp320.000.000
  3. Total nilai bahan penolong yang digunakan -
  4. Total biaya antara yang dihabiskan Rp320.000.000
  5. Total jenis kerajinan rumah tangga 5 jenis

F. Sub Sektor Industri Pangan (Emping Singkong)

  1. Total nilai produksi Rp120.000.000
  2. Total nilai bahan baku yang digunakan Rp51.500.000
  3. Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp2.700.000
  4. Total biaya antara yang dihabiskan Rp54.200.000
  5. Total jumlah jenis industri pangan 1 jenis

G. Industri Ukiran Akar Kayu

  1. Total nilai produksi Rp300.000.000
  2. Total nilai bahan baku yang digunakan Rp40.000.000
  3. Total nilai bahan penolong yang digunakan Rp20.000.000
  4. Total biaya antara yang dihabiskan Rp60.000.000
  5. Total jumlah jenis industri 1 jenis

H. Sektor jasa-jasa
Sub Sektor Jasa Hiburan dan Rekreasi (Bang Reng)

  1. Jumlah jenis jasa hiburan dan rekreasi 1 jenis
  2. Nilai Transaksi jasa hiburan dan rekreasi Rp130.000.000
  3. Biaya antara yang dikeluarkan Rp95.000.000

I. Sektor Angkutan dan Komunikasi
Sub. Sektor angkutan

  1. Jumlah jenis kegitan pengangkutan orang dan barang dengan alat angkut kendaraan jalan raya, laut, rel, udara, dan sungai/danau/penyebrangan 2 jenis
  2. Jumlah total kendaraan angkutan 19 unit
  3. Nilai Total Transaksi Pengangukan Rp450.000.000
  4. Nilai total biaya yang dikeluarkan Rp150.000.000

Di Desa Cijambe secara umum aktivitas ekonominya dapat dibagi menjadi lima kelompok, yaitu: pertanian padi, perkebunan tembakau, home industry pengolahan emping singkong, ukiran dan mebel. Lima kelompok besar ini memiliki cakupan penjualan yang dapat dikatakan luas, yakni di dalam maupun di luar Desa Cijambe. Kelompok usaha pertanian misalnya hasil tani yang dihasilkan di Desa Cijambe didistribusikan ke Bandung dan Jakarta. Kemudian hasil tembakau juga sudah mulai diminta oleh masyarakat di luar Desa Cijambe, terlihat dengan adanya pendistribusian tembakau ke Pasar Tanjungsari.

Selain kelima aktivitas ekonomi tersebut, masih terdapat aktivitas ekonomi lain yang pemasarannya masih di dalam Desa Cijambe seperti bawang, timun, jamur, dan lain-lain. Hasil pertanian tersebut biasanya hanya dijual di wilayah sekitar Desa Cijambe, karena mereka menanam tanaman tersebut tidak dalam jumlah yang relatif banyak, sehingga hanya dapat memenuhi konsumsi masyarakat setempat saja.

Di Desa Cijambe terdapat beberapa lembaga keuangan yang menunjang aktivitas ekonomi masyarakat setempat, diantaranya adalah Koperasi Simpan Pinjam Mekar Jaya, BKD, SPP Perempuan, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Selain itu juga terdapat koperasi kecil di tingkat RT yang biasa disebut Beas Perelek. Beas Perelek ini memiliki sistem layaknya koperasi pada umumnya, tetapi dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Setiap kepala keluarga yang menjadi anggota wajib memberikan simpanan berupa beras sebanyak 1 liter setiap bulannya, yang nantinya oleh pengelola, beras yang dikumpulkan tersebut dijual, dan uang hasil penjualannya dijadikan sebagai dana pinjaman untuk anggotanya.

KSP Mekar Jaya.

Koperasi Simpan Pinjam Mekar Jaya ini pada mulanya adalah Koperasi Orang Tua Murid yang berdiri pada tahun 1985. Di tahun 2000, koperasi ini berubah badan hukumnya menjadi Koperasi Umum dengan cakupan anggota yang lebih luas, tidak hanya dari orang tua murid di SD itu sendiri, dengan modal awal Rp50.000.000,00 yang diberikan oleh pemerintah setempat. Di tahun 2007, koperasi mendapatkan tambahan modal sebesar Rp100.000.000,00 dan berubah lagi badan hukumnya menjadi Koperasi Simpan Pinjam. Hingga saat ini jumlah anggotanya mencapai 400 orang terdiri dari kelompok petani, pedagang kecil dan masyarakat setempat. Jumlah pengurus koperasi ini berjumlah 6 orang. Setiap anggota dari koperasi ini memberikan simpanan wajib sebesar Rp10.000,00 dan simpanan pokok Rp15.000,00. Koperasi Simpan Pinjam ini juga bekerja sama dengan Bank Jabar-Banten. Sebagian besar dari kelompok tani yang ada di Desa Cijambe ini ikut dalam keanggotaan koperasi ini

Selain Beas Perelek dan Koperasi Simpan Pinjam Mekar Jaya, di masing-masing kelompok usaha seperti di kelompok tani juga memiliki koperasi simpan pinjam tersendiri yang anggotanya berasal dari kelompok usaha tersebut.

Dalam aktivitas pembangunannya, warga setempat sering kali dilibatkan dalam aktivitas tersebut seperti pembangunan jalan dan madrasah. Mereka bekerja secara bergotong royong atau sukarela dalam proses pembangunan yang dilakukan, yang disebut juga sebagai tenaga kerja swadaya murni.

PROGRAM KERJA BIDANG EKONOMI

Alur kegiatan ekonomi home industry emping singkong

Aktivitas ekonomi dari home industry emping singkong diawali dengan pembelian bahan baku utama berupa singkong dan bahan pendukung seperti cabe keriting, garam, gula, dan lain-lain. Singkong tersebut diperoleh melalui pembelian dari petani setempat ataupun dari pasar terdekat. Singkong yang dibeli kemudian diolah melalui proses produksi yang dilakukan di rumah industry Ri & Ci (Sinar Utami). Setelah itu dikeringkan dengan proses alami yaitu dengan menggunakan sinar matahari. Terkadang juga jika cuaca tidak mendukung, singkong tersebut dikeringkan dengan menggunakan sinar lampu. Singkong yang telah dicetak dan sudah kering tersebut kemudian digoreng dan dibumbui.

Emping hasil olahan singkong di home industry Ri & Ci memiliki dua varian rasa, yaitu rasa keju dan manis pedas. Bumbu yang digunakan dalam proses produksi emping ini menggunakan bahan-bahan alami dan bebas pengawet.

Tahap selanjutnya adalah pengepakan. Emping yang telah digoreng dan dibumbui tersebut kemudian dimasukkan ke dalam dua kemasan. Satu kemasan dengan berat 250 gram dan kemasan yang kedua memiliki berat 200 gram.

Harga jual yang ditetapkan dari home industry ini untuk kemasan dengan berat 200 gram adalah Rp5.000,00 sedangkan untuk kemasan dengan berat 250 gram adalah Rp7.500,00 gram. Home industry ini telah memiliki hak paten atas produksinya dan mendapat sertifikasi halal dari MUI, Badan POM, dan sejenisnya.

Produksi Emping Singkong.

Aktivitas ekonomi selanjutnya adalah penjualan. Penjualan emping singkong Ri & Ci dilakukan melalui agen-agen penjualan. Agen penjualan kemudian mendistribusikan kembali Emping singkong Ri & Ci di beberapa toko atau minimarket. Cakupan pemasaran dari emping singkong Ri & Ci sudah masuk ke wilayah Majalengka, Bandung, dan Sumedang. Di Bandung, Ri & Ci bisa didapatkan di Griya dan Toko Olivia di Majalengka.

Permintaan akan emping singkong relatif tinggi. Ada beberapa minimarket yang melakukan permintaan emping singkong tersebut. Akan tetapi kini hambatan terjadi pada ketersediaan bahan baku utama yaitu singkong. Dikarenakan pada saat ini sedang musim hujan sehingga tidak cocok untuk dilakukan penanaman singkong. Faktor lainnya yaitu banyak petani yang merubah lahan garapannya untuk perkebunan kayu. Selain itu, bila bahan baku singkong harus dibeli dari pasar, harganya relatif lebih mahal.

Alur kegiatan Beas Perelek

Kegiatan Beas Perelek ini hampir serupa dengan kegiatan Koperasi Simpan Pinjam. Namun, Beas Perelek tidak memiliki badan hukum seperti layaknya koperasi dan jumlah cakupannya pun relatif lebih kecil. Beas Perelek merupakan kegiatan pra koperasi di tingkat RT yang dikoordinasi oleh Ketua RT setempat.

Masing-masing warga yang ingin menjadi anggota dan mengikuti Beas Perelek diharuskan untuk menyimpan tabungan berupa beras sebanyak 1 Liter selama satu bulan. Ketua kegiatan Beas Perelek kemudian mengumpulkan semua beras yang disetorkan dan menjualnya.

Uang yang diperoleh dari hasil penjualan beras digunakan sebagai dana simpanan. Dana simpanan digunakan untuk proses pemberian pinjaman ke masing-masing anggota.

Seperti halnya koperasi, setiap anggota yang melakukan peminjaman uang diharuskan untuk mengembalikan uang tersebut dalam jangka waktu tertentu dan ditetapkan jumlah angsuran yang harus dibayar perbulannya oleh masing-masing peminjam. Keunikan dari Beas Perelek di Desa Cijambe, karena hampir seluruh mata pencaharian warganya adalah petani, maka pembayaran atas pinjaman yang dilakukan oleh para petani pun bisa dibayar hanya pada saat panen. Atau yang biasa disebut sebagai yarnen (bayar penen).

Sisa hasil usaha atau keuntungan yang didapatkan dalam kegiatan ini seperti layaknya koperasi dibagikan kepada para masing-masing anggotanya sesuai porsi simpanannya masing-masing.

Alur kegiatan home industri Jamur Merang

Jamur merang.

Aktivitas kegiatan ekonomi Jamur Merang ini berada di dusun 1. Alur pembuatan Jamur Merang terdiri dari beberapa tahap, yakni pengumpulan serbuk gergaji. Serbuk gergaji berasal dari limbah ukiran kayu di sekitar tempat pengembangan jamur. Serbuk gergaji yang terkumpul dimasukan ke dalam kantung plastik dan dipadatkan secara manual. Serbuk gergaji yang telah dibungkus kantung plastik dimasukkan ke dalam pemanggang yang dibuat khusus. Serbuk gergaji yang sudah dibungkus dan dipanggang biasa disebut log.

Setelah dipanggang biasanya log tersebut disimpan di ruangan yang lembab sampai warna serbuk gergaji tersebut berubah menjadi putih. Biasanya serbuk gergaji berubah warna menjadi putih memerlukan waktu selama kurang lebih 1 bulan. Jika serbuk gergaji sudah berwarna putih, sudah bisa dipindahkan ke ruangan khusus dan tinggal menunggu jamur tersebut panen. Panen bisa dilakukan setiap hari, karena setiap log tidak panen secara bersamaan.

Pemasaran Jamur Merang sampai saat ini belum begitu luas, hanya di daerah Sumedang saja. Biasanya jamur hasil produksi tersebut dijual dengan harga Rp10.000,00/kg dan lognya pun bisa dibeli dengan harga Rp3.000,00/buah. Selain menjual jamur mentahnya, dijual juga jamur olahan seperti kerupuk jamur.

Kerupuk jamur.

Permasalahan di home industry Jamur Merang adalah segi modal dan tempat produksi. Pemilik sekaligus pengelola Jamur Merang membutuhkan modal yang lebih besar serta membutuhkan tempat penyimpanan yang lebih luas agar dapat memproduksi lebih banyak jamur. Selain itu, saat ini juga pengelola sedang mencoba mencari dan mengembangkan produk olahan lain agar produk yang dijualnya menjadi lebih variatif dan menarik.

Alur kegiatan Home Industry Ukiran

Usaha rumahan berupa ukiran di Desa Cijambe dimiliki oleh Bapak Ujang. Beliau sebagai pemilik juga pekerja di usaha mebel keluarga di daerah Paseh. Produk hasil usaha ini juga telah dipromosikan secara online/melalui internet.

Beberapa tahun yang lalu, untuk memenuhi bahan baku produksinya, Pak Ujang mencari sendiri bahan baku yang ingin digunakan, akan tetapi kini aktivitas produksi ukiran didasarkan dari adanya pesanan pelanggan. Bapak Ujang sebagai pemilik sekaligus penghasil kerajinan ukiran biasanya mendapatkan bahan baku produksinya secara langsung dari Konsumen. Konsumen yang tertarik untuk membeli ukiran terlebih dahulu mengirimkan bahan bakunya misalnya berupa akar pohon ke tempat produksi.

Ukiran.

Setelah menerima bahan baku dari konsumen, Pak Ujang kemudian mengerjakan pesanannya tersebut sesuai spesifikasi yang diminta oleh konsumen. Pak Ujang tidak memproduksi secara rutin ukirannya. Jadi, jika ada permintaan dari konsumen, beliau baru mengerjakan ukiran tersebut.

Hasil ukiran yang telah selesai kemudian diambil oleh konsumen dan dilakukan pembayaran. Jadi, konsumen sendiri yang mengambil ukiran tersebut ke tempat produksi.

Home industry ukiran Desa Cijambe telah mengirimkan hasil ukirannya ke beberapa daerah, diantaranya adalah Bandung, Jakarta, Sumedang, Subang, dan yang terjauh sampai saat ini adalah Bangka. Semua order dari konsumen tersebut dikerjakan sendiri oleh Bapak Ujang dan dibantu oleh beberapa orang rekannya untuk tahap pengasahan dan pengecatan.

Selain membuat ukiran, Bapak Ujang juga membuat lukisan sebagai hasil kerajinan lainnya. Tetapi, belum banyak orang yang tahu akan hal tersebut, tidak seperti ukiran yang telah dikenal luas. Hal ini dikarenakan promosi yang kurang dan membutuhkan biaya yang besar untuk membuat pameran agar lukisannya tersebut menjadi lebih dikenal.

Proses Pembukuan Usaha Perdagangan Desa Cijambe

Kami mengambil beberapa sampel untuk mengetahui bagaimana pembukuan pada usaha perdagangan di sekitar Desa Cijambe. Hasil observasi kami di lapangan, pada umumnya, pembukuan untuk usaha perdagangan di Desa Cijambe dilakukan secara tradisional.

Usaha perdagangan warung dan home industry di Desa Cijambe biasanya hanya mencatat dan mengelompokkan antara pemasukan dan pengeluaran. Akan tetapi seringkali pencatatan tidak dilakukan secara mendetail. Hal ini disebabkan karena skala usahanya yang masih termasuk ke dalam usaha rumahan atau kecil-kecilan.

Mereka tidak secara mendetail mencatat dan mengelompokkan biaya-biaya yang dikeluarkan, misalnya saja terkait biaya depresiasi peralatan yang digunakan.

Selain itu, kurangnya pelatihan menyebabkan rata-rata mereka tidak mengetahui secara jelas bagaimana seharusnya membuat laporan keuangan usaha mereka. Meskipun ada diantaranya yang sudah mengikuti pelatihan sebelumnya, tetapi mereka merasa kurang mengerti dengan sepenuhnya mengenai cara pembuatan laporan keuangan yang seharusnya. Pelatihan yang sebelumnya dilakukan berupa seminar, sehingga masing-masing home industry tidak bisa menanyakan secara mendetail bagaimana pelaporan keuangan untuk usaha mereka masing-masing.

Sosialisasi Online Shop pada Home Industry Emping Singkong dan Jamur Merang

Kami mengadakan sosialisasi online shop yang didasarkan pada hasil wawancara kami dengan home industry yang ada di sekitar Dusun Parugpug, Desa Cijambe. Dari hasil wawancara, kami mendapatkan informasi bahwa mereka tertarik dengan penjualan produk melalui media online, yakni internet. Berdasarkan hal tersebut, kami mencoba untuk memberikan gambaran tentang seluk beluk penjualan dengan media online dan media apa saja yang dapat dimanfaatkan untuk penjualan mereka.

Kami kemudian memberikan tiga contoh media online yang dapat dimanfaatkan untuk media promosi dari produk mereka. Tiga media online yang kami coba perkenalkan adalah media online Facebook, Kaskus, dan TokoBagus. Dari ketiga media online tersebut, Facebook adalah media yang paling sering digunakan, dan rata-rata produsen sudah memiliki akun dalam media online tersebut. Kami memperlihatkan tampilan dari masing-masing media promosi online.

Kami memberikan contoh dengan memperlihatkan secara langsung tahapan-tahapan yang harus diikuti dalam melakukan penjualan melalui internet. Tahap pertama yang dilakukan adalah pemilihan website yang ingin digunakan, seperti pada paragraf sebelumnya. Kami memberikan perbandingan antara media online yang satu dengan yang lainnya.

Tahap selanjutnya, kami memperlihatkan bagaimana langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menyelesaikan tahapan registrasi di dalam website tersebut. Registrasi tersebut dilakukan untuk memperoleh account di dalam website yang akan dimanfaatkan saluran promosinya. Di sini kami juga memberikan informasi bagaimana mencantumkan kata kunci/password yang benar agar tidak terjadi peristiwa yang tidak diinginkan sebagaiman kejahatan dunia maya yang sekarang marak dilakukan.

Setelah kami memperlihatkan cara registrasi terhadap media promosi online tersebut, kami juga memperlihatkan bagaimana cara mengaktivasi akun yang telah mereka buat melalui email untuk selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan postingan ke media promosi online tersebut. Kami memperlihatkan email aktivasi yang dikirimkan oleh website tersebut dan link yang harus dituju untuk melakukan aktivasi.

Setelah aktivasi selesai, tahap terakhir yang kami lakukan adalah kami memperlihatkan bagaimana cara untuk membuat atau memasang iklan atau promosi produk mereka pada masing-masing website. Kami juga memberikan saran bagaimana seharusnya mereka menampilkan iklan atau penawaran yang mereka buat dan bagaimana agar transaksi yang terjadi aman dan menguntungkan oleh kedua belah pihak.

Akan tetapi, masih terdapat persoalan yang harus dihadapi, yakni kurang memadainya jaringan internet di Dusun Parugpug. Hanya beberapa provider yang dapat memberikan sinyal dengan baik dan di lokasi tertentu saja. Selain itu juga akibat kurangnya sinyal, sulit untuk memantau perkembangan dari penjualan mereka melalui internet tersebut.

Tags: , , , , ,

Info wilayah dan kependudukan Desa Cijambe

Balai Desa

Desa Cijambe merupakan desa yang terletak di Kabupaten Sumedang, Kecamatan Paseh. Desa ini memiliki 3 Dusun, 29 RT, dan 6 RW. Dusun-dusun yang ada adalah Dusun Cijambe, Dusun Parugpug Kidul, dan Dusun Parugpug Kaler. Asal usul nama Desa Cijambe diambil dari nama Pohon Jambe yang tumbuh di sekitar wilayah desa. Sedangkan nama Dusun Parugpug diambil dari kata ‘rempug’ yaitu dari Bahasa Sunda yang berarti ‘berkumpul’. Kata ini diambil karena sifat masyarakatnya yang suka bermusyawarah dan bergotong-royong. Meskipun pusat kegiatan masyarakat ada di Dusun Parugpug, namun nama desa menggunakan nama Cijambe karena menurut cerita turun temurun, Cijambe merupakan nama pemberian seorang bangsawan yang datang ke desa ini. Orang-orang yang mengerti tentang pemerintahan bertempat tinggal di Dusun Cijambe. Oleh karena itu pula, kepala desa harus merupakan keturunan dari penduduk asli Dusun Cijambe.

Lambang Desa Sadar Hukum.

Bapak Olot merupakan kepala dusun yang lebih dikenal sebagai Pak Olot yang diangkat melalui pemilihan oleh masyarakat dusun dan ditetapkan oleh Kepala Desa serta dilaporkan ke Camat.

Desa Cijambe telah mendapatkan penghargaan dari kabupaten sebagai desa peradaban sehingga mendapatkan bantuan sebesar 1 Milyar Rupiah. Dana bantuan ini digunakan untuk pembuatan GOR, pembangunan Balai Desa, Puskesmas, perbaikan jalan, dan pembangunan Badan Usaha Milik Desa. Desa ini juga mendapatkan penghargaan sebagai Desa Sadar Hukum yang diberikan oleh Menteri Kehakiman karena tidak adanya laporan kejahatan dan pelanggaran di desa serta terpenuhinya realisasi pungutan PBB 100%. Di sini pun sudah ada beberapa tokoh masyarakat, aparat desa, serta masyarakat yang sudah bergelar Sarjana.

Kondisi desa sangat bersih, karena kesadarannya tentang kebersihan, dan telah bebas dari buang air besar sembarangan. Kekerabatan masyarakat di sini begitu erat. Mereka sudah menganggap setiap warga sebagai keluarga sendiri.

Kondisi jalan di Desa Cijambe sudah sangat baik, jalan menuju Desa Cijambe melalui jalan Suyeh yang bermula dari jalan raya Paseh sudah diaspal sampai ke jalan Buyut Lidah Suryanegara hingga balai desa. Kondisi jalan paving block di gang-gang kecil di sekitar pemukiman pun sudah sangat baik.

Kondisi jalan Dusun Parugpug.

Kondisi jalan Dusun Cijambe.

Luas wilayah Desa Cijambe yang secara total seluas 357,21 Ha sebagian besar digunakan untuk tanah perkebunan dan pertanian. Sedangkan 18,59 Ha berupa pemukiman warga.

Batas Wilayah Desa Cijambe

[TABLE=3]

Jumlah penduduk di Desa Cijambe berdasarkan laporan perkembangan penduduk sebanyak 3805 orang dan 1230 KK dengan rincian sebagai berikut:

[TABLE=4]

Keterangan:
RW01 – RW02: Dusun Cijambe
RW03 – RW04: Dusun Parugpug Kaler
RW05 – RW06: Dusun Parugpug Kidul

Tags: , ,