Sisingaan merupakan kesenian tradisional dari Kota Subang. Sisingaan itu sendiri adalah budaya kesenian tradisional yang terdiri dari rangkaian acara pencak silat yang diiringi musik gamelanĀ  dan dilanjutkan dengan arak-arakan. Arak-arakan dilakukan dengan menaiki tandu boneka singa yang ditumpangi oleh anak-anakĀ  yang dikhitan ataupun tamu-tamu yang diistimewakan. Tandu boneka singa yang digunakan untuk arak-arakan diharuskan untuk berjumlah genap dan tidak diperbolehkan untuk berjumlah ganjil dengan alasan pamali.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi pencak silat adalah kendang, bonang dan kecrek. Musik gamelan yang dilantunkan diiringi juga oleh nyanyian seorang sinden atau yang umum dikenal di Desa Cibeusi dengan nama juru kawih.lagu-lagu yang dilantunkan saat pentas adalah lagu-lagu khusus yang wajib dilantunkan setiap pementasan. Lagu-lagu khusus yang dilantunkan di antaranya adalah kembang gadun, buah kaum, dan kembang bereum.

Saat ini, budaya kesenian sisingaan di desa Cibeusi dikelola oleh Ibu Titi dengan nama kelompok sisingaan Giri Mekar Saluyu. Awalnya, budaya kesenian sisingaan ini memasuki desa Cibeusi dibawa oleh bapak dari ibu Titi yang berasal dari Subang. Anggota kelompok yang dikelola oleh Ibu Titi berasal dari warga sekitar Desa Cibeusi yang beberapa orang merupakan anggota keluarga dari Ibu Titi. Lamanya kesenian yang dikelola oleh Ibu Titi ini membuat pengalaman anggota kesenian ini menjadi semakin profesional, sehingga latihan yang dilakukan untuk pentas tidak dilakukan secara rutin tetapi dilakukan hanya satu kali sebelum tampil apabila ada undangan untuk melakukan pentas

Pementasan yang pernah dilakukan oleh kelompok sisingaan yang dikelola oleh Ibu Titi ini tidak hanya dipenaskan Desa Cibeusi saja, tetapi ke desa-desa tetanga bahkan ke Jakarta, Banten, Bandung dan daerah-daerah lainya.

Sisingaan Atau Singa Depok