0

Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKNM Desa Bungurjaya

Posted by bungurjaya on March 7, 2011 in LRK |

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA
PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DOSEN
INTEGRATIF
PERIODE JANUARI – FEBRUARI 2011
“BELAJAR BERSAMA MASYARAKAT
MELALUI KULIAH KERJA NYATA INTEGRATIF”
Desa : Bungurjaya
Kecamatan : Pondok Salam
Kabupaten : Purwakarta

Disusun oleh :
No. NPM Nama Mahasiswa
1. 110110070447 Muhammad Syafari
2. 110110070577 Panji Gumilar
3. 110110070603 Ricky K Barus
4. 110110080138 Mulyana
5. 110110080211 Trifosa Br Sitepu
6. 110113080101 Mochamad Gilang
7. 170310080046 Zulfahmi
8. 170310080076 Jeffri Yosep S
9. 170310080089 Bani Akbar
10. 180110080029 Sopian Fitriady
11. 180610070034 Aji Nugroho
12. 180610080029 Dian Fitriahwati
13. 180610080042 Adhisty Miranda P
14. 190110070105 Henry Wijaya
15. 190110070124 Muhammad Rizky
16. 200110080075 Fahmi
17. 200110080076 Umaris Santoso
18. 230210075001 Kirana Agustina
19. 260110070004 Devi Agustian
20. 260110070156 Aris Permana
21. A10040237 Hirson Kharisma

PUSBANG PENGELOLAAN DAN PENGEMBANGAN
KULIAH KERJA NYATA MAHASISWA
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
HALAMAN PENGESAHAN
Dengan telah selesainya rencana kegiatan KKNM yang kami kerjakan, maka kami :
No. NPM NAMA MAHASISWA TANDA TANGAN
1. 110110070447 Muhammad Syafari Afiatna 1.
2. 110110070577 Panji Gumilar 2.
3. 110110070603 Ricky Kinarta Barus 3.
4. 110110080138 Mulyana 4.
5. 110110080211 Trifosa Br Sitepu 5.
6. 110113080101 Mochamad Gilang A 6.
7. 170310080046 Zulfahmi 7.
8. 170310080076 Jeffri Yosep S 8.
9. 170310080089 Bani Akbar 9.
10. 180110080029 Sopian Fitriady 10.
11. 180610070034 Aji Nugroho 11.
12. 180610080029 Dian Fitriahwati 12.
13. 180610080042 Adhisty Miranda P 13.
14. 190110070105 Henry Wijaya 14.
15. 190110070124 Muhammad Rizky Harahap 15.
16. 200110080075 Fahmi 16.
17. 200110080076 Umaris Santoso 17.
18. 230210075001 Kirana Agustina 18.
19. 260110070004 Devi Agustian 19.
20. 260110070156 Aris Permana 20.
21. A10040237 Hirson Kharisma 21.
Telah menyelesaikan laporan rencana kegiatan kami selama di lokasi KKNM Desa Bungur Jaya, Kecamatan Pondok Salam, Kabupaten Purwakarta.
Mengetahui/Menyetujui, Mengetahui/Menyetujui,

Maulana Yusuf Maria Komariah
Kepala Desa Bungur Jaya Mengetahui/Menyetujui, DPL Bungur Jaya

Fauzi, S.E
Camat Pondok Salam
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan Laporan Rencana Kegiatan (LRK) ini dapat diselesaikan.
Laporan ini disusun untuk membuat rencana kegiatan program Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM), selama satu bulan sebagai komponen nilai KKNM Universitas Padjadjaran. Dengan dibuatnya Laporan Rencana Kegiatan ini diharapkan bisa terprogram dan terealisasi dengan baik.
Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Maria Komariah S. Kep,. M. Kes. selaku dosen pembimbing lapangan (DPL), Bapak Maulana Yusuf selaku Kepala Desa (Kades) Bungur Jaya dan aparat desa yang telah membimbing dan membantu kelancaran kegiatan KKNM.
Demikianlah laporan ini kami susun, kritik dan saran yang membangun terbuka lebar bagi kami untuk melakukan perubahan yang lebih baik lagi kedepannya. semoga laporan rencana kegiatan ini bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat desa dan bisa bermanfaat. Amin.

Purwakarta, Februari 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman

Cover 1
Halaman Pengesahan 2
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4-5
BAB I Hasil Orientasi Wilayah & Tata Pemerintahan Desa 6-16
BAB II Rencana Kegiatan KKNM 17-21
BAB III Belajar Bersama Masyarakat 21
3.1 Kerja Bakti & Penanaman Pohon Di Areal Makam Umum 21
3.2 Aktivitas Ekonomi Masyarakat Desa di Persawahan 22
3.3 Pondok Pesantren di Desa Bungurjaya 23
3.4 Sosial Budaya Masyarakat Desa Bungurjaya 24
3.5 Kehidupan Pemuda Desa Bungurjaya 26
3.6 Kegiatan Orientasi Wilayah 27
3.7 Kegiatan Lembaga Kesehatan 28
3.8 Kegiatan Pemerintahan Desa 28
3.9 Kegiatan Lembaga Pendidikan 29
3.10 Kegiatan PKM Dosen 29
3.11 Malam Perpisahan KKNM 30
BAB IV Pelaksanaan Kegiatan 34
4.1 Bimbingan Belajar 34
4.2 Pembuatan Tempat Sampah dan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan 37
4.3 Vaksinasi Hewan Ternak dan Penyuluhan Kebersihan Kandang 39
4.4 Revitalisasi Tugu Pembatas Desa 40
4.5 Pembuatan Buku Administrasi Pemerintahan Desa untuk RT/RW 41
4.6 Pembuatan Blog Profil Desa dan Kegiatan KKNM 42
BAB V Penutup 45
5.1 Kesimpulan 45
5.2 Saran 45

BAB I
HASIL ORIENTASI WILAYAH & TATA PEMERINTAHAN DESA

Profil Desa Bungur Jaya
Tahun 2010-2012
Desa : Bungur Jaya
Kecamatan : Pondok Salam
Kabupaten : Purwakarta
Provinsi : Jawa Barat

1. Latar Belakang
Desa Bungur Jaya adalah salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pondoksalam Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Secara umum Desa Bungur Jaya merupakan kawasan dengan mayoritas penduduk adalah etnis sunda dengan mata pencaharian sebagai buruh dan petani. Sumber perekonomian masyarakat desa Bungur Jaya sangat potensial dalam pertanian dan perkebunan, hal ini disebabkan oleh lingkungan desa yang masih luas areal tanah pertanian dan juga dekat dari pusat perkotaan. Luas areal pertanian dan perkebunan 160,58 Ha. Hasil dari lahan sawah bisa menghasilkan padi sejumlah 90 ton/thn sedangkan untuk areal perkebunan komoditas utamanya adalah manggis dengan produksi 10 ton/thn, cengkeh 3 ton / thn. Dari pemaparan tersebut dapat kita lihat bahwa desa Bungur Jaya sangat potensial dalam bidang pertanian dan perkebunan, namun permasalahannya adalah ketika akan dilakukan pemasaran terbentur dengan alat transportasi yang akan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Jalan yang ada juga kurang menunjang untuk dilalui dalam proses pengangkutan hasil komoditas yang ada.
Dalam lima tahun terakhir, setidaknya terdapat beberapa program yang telah diterima oleh Desa Bungur Jaya, yakni PNPM Mandiri Perdesaan pada tahun 2007, 2009 dan 2010. Namun demikian, secara umum bantuan tersebut belum menyentuh dan merata di seluruh wilayah desa terutama dalam hal pembangunan infrastruktur wilayah seperti jalan desa, jalan lingkungan, sarana kesehatan, sarana air besih, serta kelembagaan masyarakat baik lembaga sosial, ekonomi, adat maupun agama.
Melalui Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) yang diterima Desa Bungur Jaya di tahun 2010 ini, diharapkan dapat membantu Desa Bungur Jaya untuk mengatasi permasalahan yang disebabkan oleh keterbatasan dan kerusakan sarana dan prasarana infrastruktur pedesaan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan publik. Kami menyadari bahwa hal tersebut tidak bisa dilaksanakan dalam kurun waktu singkat, hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran biaya yang tersedia. Dalam kaitan tersebut, Pemerintah Desa Bungur Jaya senantiasa memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat akan arti penting dari Swadaya Masyarakat dan Budaya Gotong Royong.
Dalam tugas dan fungsinya Pemerintah Desa Bungur jaya, membuat landasan program yang berupa APBDes yang dibuat dan disusun dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) bersama-sama dengan Bamuspeda, para tokoh masyarakat, Agama dan Pemuda yang menjdi landasan kegiatan Jangka Pendek (per Tahun), Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) dan Program Jangka Panjang (PJP).
Untuk pertanggungjawaban dan evaluasi program yang telah dilaksanakan pemerintah Desa Bungur Jaya secara rutin melaksanakan dan membuat Laporan Pertanggungjawaban Tahunan yang disampaikan dihadapan Badan Musyawarah Desa (Bamusdes) serta lembaga masyarakat yang ada.

2. Visi dan Misi Pembangunan Desa
2.1 Visi
Visi dan misi yang ingin dicapai dalam pembangunan desa Bungur Jaya ingin meningkatkan taraf hidup masyarakat desa supaya sejahtera, mempunyai akses yang mudah dalam kehidupan kegiatan sehari-hari, meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
2.2 Misi
• Menyelenggarakan pemerintahan yang transparan, akuntabilitas, partisipatif dan rensponsif.
• Membangun sarana dan prasarana berbasis pada ekonomi pertanian yang produktif.
• Meningkatkan dan memperdayakan pera n wanita dan pemuda serta taraf hidup warga miskin.
• Menciptakan kondisi lingkungan yang kondusif dan agamais.

3. Kondisi Penduduk Desa
A. Budaya Masyarakat
Untuk mengetahui lebih dalam tentang budaya masyarakat Desa Bungurjaya, kami akan menjelaskannya dalam tujuh unsur universal kebudayaan, yaitu:
a. Agama (Religi)
Masyarakat Desa Bungurjaya seluruhnya beragama Islam. Hal ini didukung oleh keberadaan sarana ibadah berupa pondok pesantren, masjid, dan majelis- majelis ta’lim maupun sekolah diniyah (keagamaan).
b. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial.
Secara kekerabatan, masyarakat Desa Bungurjaya tumbuh dan berkembang dalam stelsel bilateral atau parental, dimana hubungan kekerabatan melalui pihak ibu dan pihak ayah. Dilihat dari proses dan bentuk perkawinan yang ada, sebagian besar bersifat monogami dan semi esogami. Monogami berarti dalam menentukan jumlah istri atau suami sebagian besar hanya satu orang saja, sedangkan semi esogami berarti bahwa dalam menentukan istri atau suami tidak ada larangan untuk memilih dari yang luar daerah.
Sistem organisasi sosial terbentuk karena faktor- faktor seperti tujuan tertentu, kepentingan khusus, tata pemerintahan desa yang baik, serta kesamaan kepentingan. Berbagai organisasi yang ada didesa Bungurjaya antara lain; Karanag Taruna, RT/RW, dusun, majelis ta’lim, dan sebagainya.
c. Mata Pencaharian
Banyaknya lahan pertanian menjadikan sebagian besar penduduk desa Bungurjaya lebih banyak yang menjadi petani disawah atau petani teh. Selebihnya ada yang bermata pencaharian sebagai pedagang, merantau ke Jakarta dan ada juga yang menjadi TKI di Arab Saudi. Untuk yang merantau ke Jakarta, kebanyakan pemuda desa Bungurjaya sendiri.
d. Sarana dan Prasarana Pribadi
Pada dasarnya sarana dan prasarana hidup yang dimiliki oleh masyarakat desa Bungurjaya sudah cukup modern. Misalnya saja terdapat televisi lengkap dengan UHF, sebagian kecil bahkan sudah memiliki handphone.
e. Bahasa
Dalam kesehariannya, masyarakat desa Bungurjaya menggunakan bahasa Sunda. Meskipun demikian, tidak jarang pula dalam pertemuan atau rapat- rapat di Balai Desa digunakan bahasa campuran antara bahasa Sunda dengan bahasa Indonesia.
f. Kesenian
Di Desa Bungurjaya terdapat unit atau grup kesenian yang berlokasi di RW 03 yang mengembangkan kesenian berupa grup kasidah.
g. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Secara umum, sebenarnya masyarakat desa Bungurjaya memiliki peluang yang sangat besar untuk mengakses informasi dan teknologi-teknologi yang berkembang saat ini. Hal ini didukung oleh sikap masyarakat yang terbuka terhadap perubahan dan reaktif terhadap progresif. Namun, kurangnya daya tangkap dan sarana yang diperlukan menjadi kendala bagi masyarakat desa Bungurjaya.
Aspek teknologi yang sangat diperlukan oleh masyarakat kemungkinan terkait dengan hasil pertanian yang memerlukan penanganan atau pengelolaan lebih lanjut agar nilai ekonomisnya pun lebih tinggi.
4. Profil Desa
2.3 Data Penduduk
a. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk desa Bungur Jaya sebanyak 2.025 jiwa, terdiri dari 495 kepala keluarga.
Tabel Jumlah Penduduk
Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Jenis Kelamin Jumlah (orang)
Laki-laki 1.020
Perempuan 1.005
Total 2.025

b. Jumlah Penduduk/ Kepala Keluarga Miskin
Tabel Jumlah Penduduk
Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Kepala Keluarga Miskin Jumlah (KK)
Jumlah Penganguran tidak tetap 33
Jumlah Keluarga Pra KS dan KS 441
Jumlah Keluarga Sejahtera 21
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

c. Mata Pencaharian
Tabel Penduduk berdasarkan Mata Pencaharian
Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Mata Pencaharian Jumlah (orang)
Buruh Tani 168
Petani 441
Pedagang Keliling 20
Pengrajin 15
PNS 7
TNI/Polri -
Pensiunan PNS/TNI/Polri 4
Pengusaha kecil & menengah -
Karyawan Swasta 12
Peternak 15
Montir 2
Bidan swasta 1
Perawat swasta -
Pembantu Rumah Tangga 3
Dosen swasta -
Seniman/ artis -
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

2.4 Data Monografi Desa
a. Profil
Secara astronomis, lokasi Desa Bungurjaya berada pada 06o 36’ 10’’-06º 39’ 36” LS dan 107º 31’ 34’BT. Secara umum kondisi geografis Desa Bungur Jaya, dapat disajikan sebagai berikut :
• Desa : Bungur Jaya
• Kecamatan : Pondok Salam
• Kabupaten : Purwakarta
• Provinsi : Jawa Barat
• Luas Wilayah : 183,7 Ha
• Jarak dari :
- Ibu Kota Provinsi : 84 km
- Ibu Kota Kabupaten : 23 km
- Ibu Kota Kecamatan : 8 km
• Adapun batas administratif Desa Bungur Jaya berbatasan dengan :
- Utara : Desa Ciawitali Kec. Wanayasa
- Selatan : Desa Legok Huni Kec. Wanayasa
- Timur : Desa Sindang Panon Kec. Bojong
- Barat : Desa Pondok Bungur Kec. Pondoksalam
Desa Bungurjaya terletak di daerah pegunungan sehingga perjalanan menuju kesana sangat sulit dan terjal. Transportasi yang paling efektif digunakan oleh masyarakat adalah kendaraan beroda dua (motor atau ojeg). Jika dilihat dari luasnya, Desa Bungurjaya terbagi dalam tiga kampung utama, yaitu Kampung Pamundayan I, Pamundayan II, dan Pamundayan III. Terdiri dari 2 dusun, 4 RW, dan 9 RT.
Secara morfologi, Desa Bungurjaya memiliki kemiringan lereng yang terjal. Desanya memanjang vertikal, semakin ke puncak bukit. Rata- rata ketinggian tempat Bungurjaya berada pada titik 450- 500 mdpl. Daerahnya bukit bergelombang dan dialiri oleh sungai yang masih alami, yaitu sungai Ciherang dengan karakteristik daerah hulu sungai. Penggunaan lahan Bungurjaya terdiri atas sawah (serang/ istilah petani Bungurjaya) dan hutan sebagian besar masih menutupi desa Bungurjaya.

5. Potensi Sumber Daya Alam & Permasalahan Desa
1. Pertanian
a. Tanaman Pangan
Adapun tanaman pangan yang dihasilkan penduduk desa Bungurjaya ini beranekaragam, yaitu padi sawah mendominasi, padi ladang, jagung, kacang panjang, ubi jalar, dan cabe.
b. Perkebunan Rakyat
Desa tetangga dari Pondokbungur ini memiliki penggunaan lahan perkebunan teh. Tak heran sebagian dari masyarakat Desa Bungurjaya berkebun teh. Selain itu, saat ini perkebunan yang sedang dikembangkan masyarakat Bungurjaya adalah perkebunan manggis yang dicanangkan pemerintah sebagai buah khas Kabupaten Purwakarta.
2. Kehutanan
Dengan luasnya hutan yang menutupi daerah Desa Bungurjaya, maka dapat dikatakan desa ini memiliki potensi yang besar untuk kehutanan. Hasil hutan yang biasa diupayakan masyarakat adalah kayu mahoni dan bambu. Dirasakan perlu ada perbaikan pengelolaan hutan yang ideal.
3. Peternakan
Banyak jenis populasi ternak yang banyak dikembangkan di antaranya adalah kambing, domba, ayam, dan bebek.
4. Sumberdaya Air
Desa Bungurjaya memiliki mata air langsung dari mata air pegunungan yang dimanfaatkan banyak Kepala Keluarga (KK) serta majelis-majelis ta’lim dan mesjid. Selain itu, Desa Bungurjaya dilalui dua aliran sungai, yaitu sungai Ciherang dan sungai Cirukem. Dalam segi kualitas dan kuantitas air di sungai tersebut masih alami sehingga kejernihan dan pemandangan yang indah terpancar dari sungai tersebut.
Tabel Luas Wilayah Menurut Penggunaannya Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Peruntukkan Lahan Luas (Ha/m2)
Pemukiman 4,2
Persawahan tadah hujan 100,28
Kuburan 2,5
Perkantoran/ Pabrik 0,05
Perkebunan 60,30
Pekarangan 1,5
Prasaran Umum lainnya 0,12
Kehutanan 17,87
Sumber : Profil Desa Tahun 2009
b. Potensi Desa
• Peternakan
Tabel Potensi Peternakan Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Jenis Ternak Jumlah (ekor)
Kerbau 16
Sapi -
Ayam Kampung 2000
Bebek 170
Domba 265
Kambing 70
Kelinci 15
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

• Perikanan
Tabel Potensi Perikanan Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Jenis Ikan Ton/ thn
Mujaer 0,5
Nila 2
Mas 1
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

• Pertanian
a. Tanaman Pangan Tabel Tanaman Pangan Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Jenis Pangan Ton/ Ha
Jagung 1,5
Kacang Panjang 2
Padi Sawah 90
Padi Ladang -
Ubi Kayu 3
Mentimun 5
Kacang Kedelai -
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

b. Tanaman Buah-buahan Tabel tanaman Buah-buahan Desa Bungurjaya Tahun 2009
Jenis Tanaman Ton / Ha
Manggis 10
Rambutan 1
Durian 0,5
Pisang 10
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

c. Permasalahan Desa
• Infrastruktur
- Perbaikan terhadap jalan desa, jalan lingkungan, yang dapat membantu meningkatkan akses perekonomian, pendidikan, dll.
- Perbaikan rumah tidak layak huni.
- Perbaikan fasilitas-fasilitas umum seperti MCK, Posyandu, dll.
• Sosial Budaya
- Kurangnya bantuan pemerintah dalam bidang pelatihan terutama dalam hal pemeliharaan lingkungan dan Sumber Daya Alam.
- Kurangnya bantuan pemerintah dalam bidang pendidikan, yang menyebabkan masih rendahnya kompetensi dan daya saing penduduk usia produktif dalam memenuhi harapan dunia usaha.
- Masih Kurang memuaskannya kualitas pelayanan umum yang dirasakan oleh sebagian besar masyarakat desa, dalam hal pendidikan, kesehatan, kependudukan dan perizinan, karena keterbatasannya keahlian aparat desa dan sarana pendukung lainnya.
• Ekonomi
- Kurangnya bantuan modal usaha mikro kecil menengah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui pengembangan wirausaha mandiri menyebabkan masih banyaknya jumlah masyarakat desa yang berada di bawah garis kemiskinan.

6. Data Infrastruktur
a. Jalan
Tabel Jalan dan Jembatan Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Jalan Jumlah Kondisi
Panjang Jalan Aspal 4 km Baik
Panjang Jalan Makadam - -
Panjang Jalan Beton 300 m Rusak
Panjang Jalan Beton (Rusak) - -
Panjang Jalan Berbatu - -
Jembatan Gantung - -
Jembatan Beton 1 bh Rusak
Jembatan Kayu - -
Sumber : Profil Desa Tahun 2009
b. Air Minum
Tabel Potensi dan Daya Sumber Air Desa Bungur jaya Tahun 2009
Sumber Air Bersih Jumlah (unit)
Mata air 3
Sumur gali 8
Sumur pompa 2
Sumber : Profil Desa Tahun 2009
c. Prasarana dan Sarana lainnya
Tabel Sarana dan Prasarana Desa Bungur Jaya Tahun 2009
Sarana dan Prasarana Satuan / unit
Kantor Desa 1
Masjid 8
Puskesmas -
Posyandu 2
Gedung SD/sederajat 1
Gedung SMP/ Sederajat 1
Balai Pertemuan 1
Sumber : Profil Desa Tahun 2009

7. Kelembagaan Masyarakat Desa
a. Kelembagaan Desa
Kelembagaan desa yang terdapat di Bungurjaya dapat dikatakan lengkap, terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, BPD, Kepala Dusun, Ketua RT/RW, PKK atau Dharma Wanita, LPMD.
b. Kelembagaan Keagamaan
Desa Bungurjaya memiliki cukup banyak lembaga keagamaan, baik untuk anak- anak, remaja, maupun orang tua. Beberapa majelis ta’lim yang ada antara lain Al Huda, Al Ikhlas, Riyadul Muftadhin, dan sebagainya.
c. Kelembagaan Kepemudaan
Di desa Bungurjaya terdapat Karang Taruna yang merupakan lembaga Kepemudaan yang berfungsi sebagai wadah kreasi dan pengembangan diri para pemuda desa Bungurjaya. Berdasarkan observasi yang kami lakukan, kegiatan- kegiatan yang diselenggarakan oleh Karang Taruna cukup diminati oleh pemuda- pemuda setempat, dan tingkat partisipasi pemuda desa Bungurjaya pun cukup bagus.

d. Struktur Organisasi Kepengurusan Desa
• Kepala Desa : Maulana Yusup
• Sekretaris Desa : Ibih
Staff : 1. Bendahara : Mujamar
2. Umum : Andri
3. Operator : Iyan
• Kep. Urusan Pemerintahan : Mumuh Muhidin
• Kep. Urusan Ekonomi : Tatang
• Kep. Urusan Kesra : U. Mahmudin
• Kep. Tantrib : Asep Falah
• Kep. Pembangunan : Yusri
Lain-lain :
• Jumlah Anggota Bamusdes : 5 orang
• Jumlah Anggota Karang Taruna : 20 orang
• Jumlah Anggota PKK : 11 orang
• Jumlah RW : 4 unit
• Jumlah RT : 9 unit

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Bungurjaya Tahun 2010

Ket:—————- (garis koordinasi)
(garis perintah)
BAB II
RENCANA KEGIATAN KKNM

• Nama Kegiatan
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Desa Bungurjaya dari KKNM Unpad Periode Januari-Februari 2011

• Bentuk Kegiatan
Bentuk kegiatan orientasi aktivitas kemasyarakatan yang akan kami kerjakan yaitu terkait dengan aktivitas masyarakat desa yang biasa dilakukan secara rutin maupun bersifat tentatif (spontan). Agenda kegiatan kemasyarakatan ini juga disesuaikan dengan kegiatan yang sedang dilakukan di masyarakat maupun kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya. Berikut Rencana Kegiatan yang akan kami dikerjakan selama 1 (satu) bulan kedepan terdiri dari PKM Mahasiswa dan PKM Dosen:
PKM KKNM ini disusun dengan urutan prioritas, antara lain:
1. Bimbingan Belajar untuk anak-anak SD Kelas 1-6;
2. Sosialisasi Kebersihan lingkungan & Pembuatan Peralatan Kebersihan (Tong Sampah);
3. Revitalisasi Tugu Pembatas Desa;
4. Vaksinasi Hewan Ternak dan Penyuluhan Kebersihan Kandang setiap RT/RW;
5. Pembuatan Buku Administrasi Pemerintahan Desa untuk RT/RW;
6. Pembuatan Blog Profil Desa Bungurjaya;
PKM Dosen terdiri dari 2 program kegiatan, diantaranya:
1. Kesiapan dan Pelaksanaan Program Desa Siaga di Desa Bungurjaya;
2. Penyuluhan dan sosialisasi pemakaian tabung gas LPG 3kg di Desa Pondok Bungur.

• Tujuan
Pengabdian Kepada Masyarakat adalah suatu media pembelajaran mahasiswa di tengah-tengah masyarakat di luar kampus yang bermuatan Tri Darma Perguruan Tinggi yang relevan dengan proses pembangunan menuju masyarakat gemar belajar dan membangun. Secara eksplisit, PKM mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Memberikan pengalaman pembelajaran langsung kepada mahasiswa sebagai agen pembaharuan di masyarakat.
b. Meningkatkan kepribadian serta penambahan wawasan kepada mahasiswa tentang pembangunan masyarakat
c. Membantu meningkatkan laju pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi.

• Sasaran Kegiatan
Sasaran kegiatan KKNM ini dipersembahkan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bungurjaya, berupa:
1) Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran dalam bidang Iptek, Agama dan Seni dalam perencanaan pelaksanaan pembangunan
2) Memperoleh cara-cara baru yang diperlukan untuk merencanakan, merumuskan dan melaksanakan pembangunan.
3) Memperoleh pengalaman dalam menggali dan menumbuhkan potensi swadaya masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan
4) Mendapatkan kader-kader penerus pembangunan di masyarakat
5) Memperoleh manfaat dari bantuan yang diberikan mahasiswa dalam pelaksanaan program pembangunan di daerahnya.

• Waktu & Tempat
Kegiatan ini dilaksanakan pada :
Tanggal : 14 Januari – 13 Februari 2011
Waktu : Pukul 08.00 – 17.00 WIB
Tempat : Sekitar Desa Bungurjaya yang terdiri dari: Wilayah Desa Bungurjaya terdiri dari 3 wilayah, yaitu pamundayan 1, pamundayan 2, dan pamundayan 3.

• Pelaksanaan
Kegiatan PKM Mahasiswa ini dilaksanakan dalam kurun waktu berturut-turut 3 (tiga) minggu sampai berakhirnya pelaksanaan KKNM. Pelaksanaan setiap program disesuaikan dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Perencanaan Program Kerja dari kami diantaranya:

Bidang Pendidikan
- Nama Kegiatan : Bimbingan belajar Anak SD
- Tujuan :
1. Memberikan motivasi belajar kepada siswa dan membantu siswa dalam menggapai prestasi
2. Agar siswa bisa menambah wawasan dan untuk meningkatkan semangat belajar
- Khalayak sasaran : Siswa-siswi kelas 1-6 SD Bungurjaya
- Waktu : 23 Januari – 10 Februari 2011
- Tempat : Pondokan rumah KKNM
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya
- PJ : Trifosa, Henry, Dian, Adhisty.

Bidang Administrasi Desa
- Nama Kegiatan : Pembuatan buku administrasi RT/RW
- Tujuan :
1. Untuk membantu merapihkan administrasi perangkat desa di tingkat RT/RW Desa Bungurjaya
2.Untuk pencatatan kegiatan administrasi di tingkat RT/RW dengan form yang disamakan.
- Khalayak sasaran : 9 RT & 4 RW di Desa Bungurjaya
- Waktu : 24-30 Januari 2011
- Tempat : Balai Desa
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya dan Aparat Desa
- PJ : Kirana, Aris, Mulyana

Bidang Pembangunan Desa
- Nama Kegiatan : Revitalisasi Tugu Pembatas Desa
- Tujuan :
1. Untuk mengetahui batas wilayah desa bungurjaya
2. Menjadikan tugu pembatas desa sebagai pintu masuk maupun pintu keluar desa
– Khalayak sasaran : Masyarakat Bungurjaya
- Waktu : 5 – 6 Februari 2011
- Tempat : Tugu Pematas Desa di bagian barat dan bagian timur
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya
- PJ : Jefri, Panji, Safari

Bidang Kebersihan/Sanitasi Lingkungan
- Nama Kegiatan : Pembuatan Tempat Sampah dan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan
- Tujuan :
1. Membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya
2. Terjaganya kebersihan lingkungan dan terhindarnya dari penyakit
- Khalayak sasaran : Tempat fasilitas umum, seperti: sekolah, posyandu, balai desa, pondok pesantren, pos ronda
- Waktu : 8-10 Februari 2011
- Tempat : Tempat fasilitas publik
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya
- PJ : Hirson, Barus, Sopian

Bidang Peternakan
- Nama Kegiatan : Vaksinasi hewan ternak (domba) dan penyuluhan kebersihan kandang setiap RT/RW;
– Tujuan :
1. Memberikan Vaksinasi terhadap domba untuk mengingkatkan daya tahan dan kesehatan domba lebih baik
2. Pentingnya kebersihan kandang sehingga dombanya sehat dan bugar sehingga nilai jual domba bisa tinggi
- Khalayak sasaran : Pemilik domba setiap RT/RW
- Waktu : 12-13 Februari 2011
- Tempat : Desa Bungurjaya
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya & Pemuda Desa
- PJ : Umar, Fahmi, Mulyana

Bidang Teknologi Informasi
- Nama Kegiatan : Pembuatan Blog Profil Desa Bungurjaya;
- Tujuan :
1. Untuk mempromosikan potensi Desa Bungurjaya melalui internet
- Khalayak sasaran : Potensi Desa, Profil Desa dan kegiatan KKNM
- Waktu : Mulai Minggu Ke-2
- Tempat : Pondokan KKNM
- Pelaksana : Mahasiswa KKNM Desa Bungurjaya
- PJ : Bani, Dian, Kirana

BAB III
BELAJAR BERSAMA MASYARAKAT (BBM)

3.1 Kerja Bakti & Penanaman Pohon Di Areal Makam Umum & Makam Keramat

kerja bakti & penanaman pohon di makam umum
Kerja bakti di Desa Bungurjaya ini dilakukan setiap hari jumat pagi disebut juga dengan Jum’at bersih (jumsih). Kerja bakti jum’at ini kebetulan dilakukan di area makam keramat dan makam umum dimana makam keramat dilakukan pembersihan rumput yang menutupi sekitar makam. Di makam tersebut terdapat 3 (tiga) makam keramat diantaranya makam mbah Raden Jaya Perkasa atau biasa disebut makam mbah Sumedang dimana menurut penduduk sekitar mbah Sumedang yang pertama kali menganut agama islam dan menyebarkan secara langsung kepada penduduk desa Bungurjaya tetapi Mbah Sumedang belum menyebarkan secara langsung.
Mbah Sumedang mempunyai putra bernama Raden Surya Praja yang terdapat di salah satu makam dan mempunyai anak bernama KH. Muhammad Rafe’i yang menikahi seorang wanita bernama Nyi Imer yang dimakamkan juga di tempat tersebut karena jasa-jasa dalam menyebarkan agama islam dan menurut kepercayaan dimana cucu mbah Sumedang yaitu KH. Muhammad Rafe’i yang menyebarluaskan agama islam secara langsung kepada masyarakat sekitar. Dari ketiga makam tersebut dijaga oleh juru kunci makam/kuncen yang bernama Bapak Ust. Otami Harja atau biasanya dipanggil Pak Ust. OO.
Setelah pembersihan rumput dilanjutkan dengan penanaman pohon dengan pohon jati, pohon mahoni, pohon jejen, pohon honja, dimana pohon tersebut dimanfaatkan juga untuk kebutuhan masyarakat di dalam pembangunan seperti mesjid, rumah, sekolah, serta untuk fasilitas umum lainnya. Bibit-bibit pohon tersebut sengaja dikembangkan oleh para petani untuk reboisasi pohon-pohon yang sudah gundul. Sebagian bibit pohon ini juga berasal dari bantuan perum perhutani.
Kegiatan penanaman pohon ini dilakukan bersama-sama dengan aparat desa Bungurjaya sebagai bagian dari program kerja desa dalam bidang lingkungan hidup. Penanaman pohon ini dilakukan sebulan sekali untuk memenuhi kebutuhan penghijauan di lingkungan makam yang kita lihat masih belum banyak pepohonan untuk mencegah terjadinya longsor. Untuk itu, pentingnya penanaman pohon ini sifatnya bukan hanya untuk proyek yang berjangka pendek tetapi untuk menciptakan keseimbangan dan kelestarian lingkungan hdup yang berjangka panjang demi memenuhi pembangunan yang berkelanjutan dan bewawasan lingkungan.
3.2 Aktivitas Ekonomi Masyarakat Desa di Persawahan

kegiatan ekonomi masyarakat bungurjaya
Di desa Bungur Jaya terdapat banyak areal persawahan, sebagian besar mata pencahariannya adalah bertani. Pada musim tanam dan musim panen kebanyakan petani menanam padi yang menghasilkan beras merah. Karena hasil panennya lumayan mahal, kurang lebih dihargai Rp 400.000,- per-karung dan masa panen padi merah lebih singkat cuma ¾ bulan. Kebanyakan petani yang mengolah lahan adalah buruh tani sewaan. Buruh tani tersebut tidak dibayar, namun ketika panen mereka diberikan hasil panen dengan perbandingan 4:2. Dalam membajak sawah pun warga Bungur Jaya tidak memiliki kerbau, mereka menyewa kerbau yang satu petak sawah dihargai Rp40.000,-. Selanjutnya, Para petani pun menjelaskan cara menanam padi yang baik dan benar kepada mahasiswa, diantaranya :
1. Benih padi yang bagus diambil dan digunakan untuk menjadi bibit.
2. Bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung atau wadah.
3. Lalu bibit disimpan atau direndam ke dalam air yang jernih ± 30 hari.
4. Setelah 30 hari bibit diangkat dari dalam air.
5. Apabila sudah tumbuh, bibit tersebut disebarkan di lahan yang sudah disiapkan.
6. Agar benih padi dapat ditanam merata ± 2 – 3 minggu tergantung jenis padi.
7. Setelah benih padi sudah mencukupi untuk ditanam, dilakukan pengambilan. Untuk dilakukan penanaman sesuai jarak yang ditentukan/ sistem tandur (tanam dengan cara mundur). Adanya jarak pada saat sistem tandur bertujuan agar padi yang sudah besar tidak terlalu berdekatan dan pemberian pupuk atau obat-obat hama padi tidak susah dilakukan, serta sewaktu panen tidak menyulitkan buruh panen (petani yang mengambil hasil panen), serta tidak merusak padi itu sendiri dari serangan hama penganggu seperti tikus, keong emas, belalang, kupu-kupu serta wereng yang dapat merusak hasil panen.
Hasil panen padi yang sudah di ani-ani dikumpulkan untuk digiling menjadi beras. Di dalam penggilingan terdapat penggilingan padi dan penggilingan tepung beras. Biasanya untuk 1kg padi dihargai Rp4.000-Rp5.000 dan 1kg beras dihargai Rp3.000,-. Penggilingan padi dilakukan secara berulang-ulang sampai keluar beras dari cangkang padi, cangkang padi dinamakan gabah/dedek dan biasanya dijual ke penggembala bebek untuk tambahan makanan bebek. Di Bungur Jaya terdapat 2 (dua) tempat penggilingan beras/ heller, rata-rata harga penggilingan beras per-kilogramnya berkisar antara Rp 300 – Rp 400. Sebagian besar beras digunakan untuk dikonsumsi pribadi bukan untuk dijual, dikarenakan sulitnya transportasi ke kota seperti mahalnya biaya transportasi dibandingkan biaya pengolahan dan infrastruktur jalan yang kurang memadai.
3.3 Pondok Pesantren di Desa Bungurjaya
Desa Bungurjaya memiliki tiga pondok pesantren, yaitu Pondok Pesantren di Pamundayan I Pondok Pesantren Al-Huda, Pondok Pesantren I bawah Ar-riyadul Muftadi dan Pondok Pesantren Pamundayan II Pondok Pesantren Salafiyah. Di Kecamatan Pondok Salam, Desa Bungurjaya termasuk desa yang memiliki banyak pesantren, keberadaan pesantren lain berada di Desa Pondok Salam dan Desa Situ. Kunjungan kami di Pondok Pesantren disambut baik oleh KH. Duduy Badru Zaman pengurus NU (Nadharatul Ulama) pemilik pondok pesantren Salafiyah sekaligus menjabat Ketua MUI Kec. Pondok Salam, di mulai dengan perkenalan kami ke pengurus. Pesantren Salafiyah adalah pesantren yang paling besar di Bungurjaya, memiliki banyak santri yang berasal dari berbagai daerah, seperti Bekasi dan Subang. KH. Duduy Badru Zaman menceritakan tentang awal berdirinya pondok pesantren. Pondok Pesantren Salafiyah berdiri pada tahun 1988 dikelola dari generasi ke generasi. Kegiatan di pondok pesantren ditekankan ilmu tasawuf yaitu memfokuskan pada akhlak santri dan juga ilmu kedisiplinan. Tetapi, KH. Duduy Badru Zaman masih merasakan kurangnya tindakan atau bentuk praktek dari ilmu tasawuf itu sendiri.

silaturahmi dengan pimpinan pondok pesantren
Pondok Pesantren Salafiyah di dominasi oleh santri laki-laki dan beberapa santri perempuan. Pondok Santri laki-laki diletakkan di depan Pondok Pesantren. Beberapa santri pernah mengikuti lomba-lomba MTQ sekitar Purwakarta. Pesanten Salafiyah membuka pengajian umum untuk warga setiap hari kamis untuk ibu-ibu, dan malam sabtu untuk pengajian bapak-bapak. Pengajian umum ini biasa dihadiri oleh 300 orang. Pengajian rutin ini gabunungan dari 3 desa yaitu desa bungurjaya, desa ciawi, dan desa pondok bungur.
Pak KH.Duduy Badru siap membantu mengerahkan warga pamundayan II dalam mensukseskan kegaitan KKNM dalam mengerahkan masyarakat untuk bisa berpartisipasi maupun membimbing mahasiswa untuk mengikuti kegiatan keseharian masyarakat pamundayan II. Pak H.Duduy sangat berterima kasih sudah datang ke rumah untuk bersilaturahmi dan berbagi pengalaman. Pak Haji pun berpesan agar mahasiswa dengan ikhlas dan ikhtiar dalam memberikan kontribusi yang nyata kepada masyarakat sekitar dengan kegiatan KKNM ini.
3.4 Sosial Budaya Masyarakat Desa Bungurjaya
Desa Bungurjaya ini hasil pemekaran dari Desa Pondok Bungur. Desa Bungurjaya merupakan desa yang mayoritas penduduknya orang sunda yang tingkat pengetahuan, kesejahteraan, dan kesehatannya sangat rendah. Desa ini sangat kental dengan tradisi keagamaan dan tradisi kesundaannya. Di Desa Bungurjaya terdapat 3 kelompok masyarakat yaitu:
1. kelompok masyarakat pamundayan 1
2. kelompok masyarakat pamundayan 2
3. kelompok masyarakat pamundayan 3
Kelompok masyarakat yang lebih maju dari segi pendidikan dan kesejahteraan yaitu desa pamundayan 2 karena sudah ada sarjana dan jumlah angka kelulusan tingkat SMP & SMA lebih tinggi daripada masyarakat pamundayan 1 maupun 3. Pamundayan 1 baru mau ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi, dana melanjutkan ke jenjang PT tersebut pun didanai oleh partai politik.

pemetaan sosial masyarakat bungurjaya
Di Desa Bungurjaya rata-rata wanita menjadi TKW dan suaminya itu biasanya jd tukang ojeg maupun petani. Tak jarang suami yang ditinggal istrinya jadi TKW menikah lagi bahkan sampai ada yang mempunyai 3 isteri.
Dari segi aparatur desa banyak yang belum bisa berkompeten dalam menjalankan pemerintahan desa, hal ini terlihat dari kurang berjalannya aktivitas pemerintahan desa yang tidak disiplin dalam masuk kerja dan pulang kerja, administrasi desa yang tidak rapih dan tidak sistematis, pelayanan desa kurang mencerminkan asas-asas pemerintahan yang baik. Kendala utama yang terjadi selama ini yaitu tidak adanya banda desa sebagai bentuk penerimaan/penghasilan desa untuk membiayai operasional aktivitas pemerintahan desa. Selama ini hanya mengandalkan dari bantuan Anggaran Pemerintahan Desa (APDES) dari APBN maupun APBD serta hibah.
Seringkali penerimaan/penghasilan desa dari bantuan pemerintah ini dijalankan tidak sesuai sebagaimana mestinya (tidak tepat sasaran) bahkan seringkali disalahgunakan dengan berbagai pungutan disetiap post/orang. Biasanya dana tersebut dialokasikan untuk pembangunan jalan, fasilitas umum, dan bantuan pembiayaan untuk usaha.
Menurut Pak Heri, perubahan yang segera dilakukan yaitu di bidang pendidikan harus lebih ditingkatkan karena dengan pendidikan yang baik dan tinggi bisa meningkatkan pola pikir yang bisa merubah kehidupan masyarakat lebih baik, perubahan yang harus dilakukan yang kedua dibidang ekonomi serta ketiga dibidang kesehatan. Ketiga bidang tersebutlah yang bisa membawa perubahan menuju masyarakat yang lebih maju dan bermartabat.
Untuk itulah diharapkan mahasiswa KKNM bisa berkontribusi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setidaknya bisa membawa sedikit perubahan untuk masyarakat Bungurjaya.

3.5 Kehidupan Pemuda Desa Bungurjaya
Mayoritas pemuda Desa Bungurjaya berumur antara 13-25 tahun. Pendidikan terakhir mereka kebanyakan lulusan SD sampai SMP. Pemuda Bungurjaya biasanya berkelompok dalam bergaul, banyak kelompok pemuda di wilayah Pamundayan 1, 2, dan 3. Banyak dari mereka yang menganggur dan tidak mempunyai penghasilan tetap. Pemuda Bugurjaya mayoritas tidak mempunyai kemampuan (skill) untuk menunjang keahlian khusus untuk bekerja, sehingga tidak jarang dari mereka hanya bekerja sebagai buruh/kuli yang diperbantukan oleh orang lain. Banyak pemuda yang mengadu nasib ke Jakarta sebagai pedagang otak-otak yang sudah menjadi turun-temurun. Pemuda Desa Bungurjaya dikenal di wilayah Kecamatan Pondok Salam ini sebagai preman kampung. Pemuda disini beraninya hanya di kampung sendiri. Pemuda Bungurjaya sangat disegani dan ditakuti oleh pemuda di desa lain. Namun, pemuda disini juga sangat ramah dan menghormati kita sebagai tamu untuk KKN, yang terpenting kita tidak macem-macem dan mengundang amarah kepada mereka. Kehidupan pemuda disini juga banyak yang berstatus sebagai santri, hal ini terlihat ada 3 pondok pesantren di pamundayan 1 ada 2 ponpen dan pamundayan 2 ada 1 ponpen. Pemuda disini aktif dalam kegiatan yang sering diadakan di desa, seperti kegiatan rutin desa, kegiatan keagamaan, dan tentunya kegiatan kepemudaan dan olahraga.

kegiatan ronda malam bersama pemuda bungurjaya
Kegiatan Pemuda untuk karang taruna selama ini tidak berjalan lancar dikarenakan struktur dan kepengurusan tidak berfungsi, selain itu juga sekretariat karang taruna belum ada sehingga mengakibatkan operasional karang taruna tidak berjalan. Kedala lainnya tidak ada bantuan dari pemerintah untuk sumber pemasukan sehingga karang taruna tidak menjalankan program kerja yang dikarenakan tidak ada dana. Mengandalkan dana dari swadaya masyarakat kemungkinan besar tidak mungkin karena kita tahu sendiri bahwa kondisi perekonomian masyarakat dibawah garis kehidupan dengan layak.
Kenakalan remaja yang biasa terjadi di Desa Bungurjaya ini dalam tahap kewajaran seperti dikatakan oleh pak kades, pak kades mengatakan bahwa kenakalan remaja biasanya tidak sampai pada perbuatan tindak pidana, kalaupun ada itu tidak banyak dan biasanya orang tersebut menjadi daftar hitam (black list) oleh masyarakat desa. Pak Kades pun memberi pesan kepada peserta KKN jangan memberikan iming-iming pemberian kepada para pemuda dikhawatirkan mereka akan terus-menerus meminta-minta dan berharap mahasiswa KKN setidaknya bisa memberikan perubahan yang lebih baik.
3.6 Kegiatan Orientasi wilayah
Setelah dari Puskesmas Pembantu kami beranjak ke rumah Bpk. Rw. 01 di dusun pamundayan bawah yang tidak jauh dari Puskesmas Pembantu dan tidak lupa didampingi oleh Abah Ogi sebagai pemandu kami didalam alamat dan lokasi rumah Bpk Rw.01, dirumah pak RW kami menanyakan tentang usaha dan rata-rata pendapatan penduduk didesa bungur jaya selain dari petani dan berkebun, didalam menjawab pak rw selalu memakai bahasa sunda sehingga menyulitkan peserta KKNM yang mayoritas tidak pandai berbahasa sunda tetapi masalah itu dapat kami atasi dengan bantuan Abah Ogi dan peserta KKNM yang pandai berbahasa sunda.

3.7 Kegiatan Lembaga Kesehatan
Kegiatan dihari selasa atau hari ke lima pelaksanaan KKNM didesa bungur jaya, yaitu dihari ini para peserta KKNM melakukan kegiatan ke PUSKESMAS Pembantu atau biasa di kenal dengan nama PUSTU. Dimana acara dilakukan pada sore hari sekitar pukul 14.00 wib karena pagi harinya bidannya sedang bertugas di Puskesmas kecamatan. Di Puskesmas sendiri kami disambut baik oleh bidan yang bernama Dessy. H, Am, Keb dan pertanyaan dari masing-masing peserta KKNM tentang kesehatan didesa bungur jaya dijawab dengan baik dan ramah tamah, sehingga memudahkan didalam pemberian informasi yang kami perlukan.
3.8 Kegiatan Pemerintahan Desa
Kegiatan peserta KKNM dihari senin pada pukul 09.00 wib yaitu ke balai desa untuk meminta data tentang informasi desa bungur jaya, baik dari profil desa, ekonomi desa, dan masalah jumlah penduduk desa bungur jaya. Dibalai desa sendiri kami disambut dengan baik oleh para aparat pemerintahan desa bungur jaya yang sedang menjalankan aktivitas rutin mereka dari mulai pembuatan KTP, KK, dll yang bersangkutan dengan desa bungur jaya. Didalam pertanyaan setiap peserta KKNM dijawab oleh sekretaris desa secara lugas dan tegas sehingga data yang kami peroleh sangat lengkap serta kami diberi buku yang berisi sejarah, profil, dan pendapatan masyarakat serta potensi alam dan kekurangan yang dimiliki oleh desa bungur jaya dibanding dengan desa lain-lainya.

3.9 Kegiatan lembaga pendidikan
Kegiatan dihari sabtu yang kami lakukan adalah pergi ke sekolah dasar yang dilakukan dari mulai pukul 08.00 wib untuk memberikan pengarahan terhadap anak-anak SD dari mulai kelas 1 sampai kelas 6 dengan cara melakukan permainan yang diberikan oleh kakak-kakak peserta KKNM Unpad untuk memberikan motivasi didalam pengenalan kehidupan baik didalam kesehatan pribadi maupun terhadap kebersihan lingkungan. Didalam kegiatan ini kami membagi menjadi 7 kelompok yang didalamnya terdapat 2 orang sebagai pengarah dan diberikan pengarahan selama 15 menit untuk masing-masing kelas yang diberi tahukan oleh seorang timer yang bertugas untuk menginformasikan batas waktu telah habis disetiap masing-masing kelas. Kegiatan ini kami lakukan karena dihari sabtu sekolah dasar bungur jaya tidak menjalankan aktivitas belajar mengajar tetapi hanya kegiatan ekstrakulikuler, kegiatan ini kami lakukan sampai pukul 11.00 wib.
3.10 Kegiatan PKM Dosen (Desa Siaga)
Kegiatan PKM Dosen yang akan dilakukan pada pukul 10.00 wib yang bertempat dibalai desa bungur jaya, sebelum memulai aktivitas kegiatan PKM Dosen kami memulainya dengan aktivitas kegiatan ke photocopyan untuk memphotocopy apa yang diperintahkan dosen pembimbing lapangan kami, yaitu mengenai desa siaga yang akan dibagikan terhadap para masyarakat yang datang atau para warga yang telah kami undang.
Setelah melakukan phocopy selembaran materi desa siaga, kami mulai menjemput dosen pembimbing kami yaitu ibu Mariah Komariah dan sekaligus mengambil makanan yang dibawakan oleh dosen kami, kami membagi 3 kelompok besar yaitu yang pertama kelompok yang bertugas didalam balai desa dari mulai penerimaan tamu undangan dan penyiapan makanan serta pemberi persentasi, lalu kelompok kedua yaitu yang bertugas di luar area balai desa sebagai penjaga keamanan serta sebagai penyambutan pertama terhadap para tamu undangan dan dosen pembimbing lapangan dan kelompok yang ketiga bertugas menjemput dosen pembimbing lapangan dan membawakan makanan.
Setelah semua terkumpul dari mulai dosen pembimbing kami, dan para undangan telah hadir dilakukan sesi persentasi dari pihak Mahasiswa dan dosen, selanjutnya diberikan sesi pertanyaan, dan berikutnya diberikan sesi permainan untuk bekerja sama satu sama lain. Acara PKM Dosen ini sangat menarik perhatian dari kalangan ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir karena sangat melatih wawasan mereka serta menambah pengalaman mereka dan tidak lupa pula sangat menyenangkan dengan permainan yang dilakukan.
Acara ini dilakukan sampai dengan pukul 14.00 wib setelah itu para peserta KKNM Unpad dan dosen pembimbing lapangan berkesempatan menyantap makanan yang telah dibawakan oleh ibu Mariah Komariah sebagai bentuk apresiasi dari keikutsertaan kami didalam kelancaran PKM Dosen. Setelah makan bersama tidak lupa kami membersihkan halaman dan dalam aula balai desa dari sampah-sampah yang berjatuhan dari acara PKM Dosen, dan selanjutnya kami lanjutkan dengan sesi photo bersama.

3.11 Perpisahan KKNM
Hari jum’at ini merupakan hari yang menentukan dan merupakan minggu keempat para peserta KKNM Unpad 2011 ini berada didesa bungur jaya, dan perhatian kami semua tertuju kepada acara dimalam hari yaitu acara puncak dari kegiatan KKNM Unpad yang akan menampilkan banyak acara dari mulai penampilan anak-anak bimbingan belajar sampai penampilan para peserta KKNM dan tidak lupa pula sambutan dari Kepala Desa Bungur Jaya dan Koordinator Desa KKNM Unpad.
Kegiatan kami mulai dengan belanja ke pasar rebo pada pukul 06.30 wib dengan menyewa kendaraan warga, disana kami membeli perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendekorasi panggung dari mulai balon, kertas krep dan gabus, serta tidak ketinggalan kami membelikan hadiah untuk anak-anak yang selalu setia mengikuti bimbingan belajar dari kakak-kakak KKNM dan mencetak photo sebagai tanda perpisahan dari salah seorang peserta KKNM terhadap anak didiknya selama belajar sampai latihan menyanyi dan menari. Dan tidak lupa pula kami membeli hadiah yang akan ditukarkan kepada semua peserta KKNM Unpad desa bungur jaya pada renungan malam di sabtu malam.
Setelah pulang dari pasar kami bergegas sholat jum’at dan sekaligus memberikan undangan terhadap warga masyarakat bungur jaya untuk datang menghadiri acara malam perpisahan kami. Selanjutnya kami memulai aktivitas dengan membangun panggung dari mulai membuat tiang penyanggah sampai pemasangan atap tenda dengan menggunakan terpal yang dipinjamkan salah seorang warga. Kami didalam membangun panggung selalu dibantu oleh warga terutama Abah Ogi yang selalu setia menemanin kami kemanapun sampai jari tangan Abah Ogi terkena gergaji disaat memotong-motong bambu.

Sambil berjalan kegiatan kami, kami pun tidak lupa untuk sejenak mengevaluasi kerja kami didalam kegiatan yang nanti malam akan dilaksanakan dari mulai keseriusan para staff yang sudah mempunyai tugasnya masing-masing sampai untuk acara penampilan dari mahasiswa sendiri agar lebih serius lagi didalam menjalankan tanggung jawabnya.
Setelah evaluasi selesai kami bergegas ke tugas kami masing-masing, dari mulai pembungkusan kado, pemasangan tenda atau menghias tenda, dan yang bertugas melatih anak-anak menari dan menyanyi. Kegiatan ini kami lakukan sampai semua sudah siap, dan tidak lupa pula percobaan terhadap panggung yang dilakukan anak-anak bimbingan belajar yang dimulai dari kelas kak Aris, dan di lanjutkan oleh kelas kak Dian dan Kak Kiran, selanjutnya diteruskan oleh kakak-kakak KKNM Unpad didalam penampilan mereka menyanyikan lagu.
Pukul 07.00 wib sebelum acara dimulai kami menyempatkan diri untuk sekedar mengevaluasi kerja sebelum acara, berjalannya acara, dan setelah selesainya acara malam perpisahan agar tidak adanya kesalahan komunikasi didalam mengatur acara nanti atau sewaktu acara berjalan, dan tidak lupa pula kami berdoa untuk kelancaran acara malam perpisahan ini terutama doa agar tidak turun hujan dan mendoakan agar hujan turun sewaktu acara malam perpisahan desa pondok bungur.
Setelah selesai dengan evaluasi kami bergegas ke posisi yang telah ditugaskan, dari mulai Kak Kiran dan Kak Safari untuk menjadi pembawa acara, Kak Aris dengan anak-anak kelas 1 dan 2, Kak Dian dengan kelas 3 sampai 5, serta kelas 6, lalu Kak Panji dengan keamanannya, Kak jepri dengan tugas sebagai juru photo, dan Kakak Aji, Sopiyan, Devi, Barus, Adis, Umar, Fahmi, Ami, Bani, Trifosa, Kiki, Gilang, Henry, Mul dengan penampilan para peserta KKNM Unpad dan tidak ketinggalan Bang Hirson dengan simbolis penyerahan tempat sampahnya. Semua sudah siap di posisi masing-masing.
Masyarakat pun sudah mulai berdatangan dari mulai anak-anak sampai orang tua, mereka sudah memadatangi area panggung acara akan berlangsung, dan syukurnya tidak turun hujan. Acara pertama dilakukan dengan pembacaan Ayat Suci AL-Qur’an oleh Farid adik kelas IV dan pembacaan sari tilawah oleh Neneng adik kelas IV, diteruskan oleh sambutan dari Kepala Desa Bungur Jaya yaitu Bpk. Maulana Yusuf dan Sambutan dari Koordinator Desa KKNM Unpad yaitu Mulyana. Setelah acara sambutan selesai diteruskan dengan penampilan dari adik-adiknya Kak Aris untuk menyanyikan beberapa lagu seperti lagu Kepompong, Siapa Suka Hati, dan Lagu Bungur Jaya. Selanjutnya diteruskan dengan penampilan adik-adik bimbel kelas III, IV dan V, penampilan dibuka oleh tari modern dibawakan oleh 5 (lima) orang yaitu, Annisa, Latifah, Nurul, Ena, dan Ratna diiringi lagu Malu-Malu Dong- T2, mereka dengan lihai menari dan mendapatkan sambutan yang meriah oleh para warga. Setelah tarian dilanjutkan dengan pembacaan puisi oleh Ita adik kelas VI dengan judul puisi “Pileuleuyan – pileuleuyan” , membacakan puisi dengan malu-malu karena sorakan penonton yang begitu meriah, dan disambung oleh dua penari laki-laki Syahril dan Farid diiringi oleh lagi Baby – Justin Bieber, Mereka seperti duo dancer yang begitu lihai dalam menari, gaya mereka seperti Michael Jackson, Seorang Legendaris pop dunia. Menari seperti layaknya di panggung besar, begitu ramai penonton menyambut duo dancer ini. Setelah itu pembacaan puisi oleh Latifah adik kelas IV mebawakannya dengan penghayatan yang baik yang membuat terenyuh hati kakak-kakak KKNM berjudul “Terima Kasih, Ka!” disambung oleh nyanyian adik-adik kelas III, IV dan V menyanyikan lagu Lihatlah Lebih Dekat – Sherina, serta dilanjutkan dengan menyanyi bersama dari kakak-kakak yang mengajar bimbingan belajar dengan anak-anak bimbingan belajar dengan membawakan lagu Project Pop yang berjudul Ingatlah Hari Ini diputar pula pada layar tentang video bimbel.
Masyarakat yang menonton acara malam perpisahan kami sangat terhibur dengan penampilan putra putri mereka dan penampilan beberapa peserta KKNM Unpad. Setelah acara dari penampilan anak-anak bimbingan belajar selesai, oleh Kak Kiran dan Kak Syafari di teruskan dengan pemutaran film yang pertama film tentang wawancara terhadap warga dan instansi-instansi yang terkait, masyarakat yang menonton sangat histeris dengan adanya salah satu tokoh masyarakat yang wajahnya terpampang dilayar film, mereka pun bertepuk tangan memberikan apresiasi terhadap peserta KKNM Unpad didesa mereka.
Selanjutnya dilakukan pemutaran film mengenai para peserta KKNM dari mulai datang di desa bungur jaya dan kegiatan apa saja yang mereka lakukan, dan pemutaran film tentang bimbingan belajar yang dilakukan anak-anak bungur jaya. Setelah acara pemutaran film selesai kami lanjutkan dengan penampilan dari seluruh peserta KKNM dan tidak ketinggalan Kak Panji yang bertugas sebagai keamanan acara untuk menyanyikan lagu yang berjudul Kemesraan dan Kita. Warga masyarakat yang menonton pun berdecak kagum dan terharu melihat kebersamaan mereka dan warga akan segera berakhir.
Setelah acara dari penampilan para peserta KKNM Unpad selesai dilanjutkan dengan pembacaan surat cinta dari dua orang perwakilan anak bimbingan belajar kami yaitu Wini adik kelas VI dan Kamal adik kelas V, surat Wini ditujukan kepada salah satu kakak yang menurut dia sudah mengambil hatinya, Kak Bani yang mempunyai julukan Gigi Pepsodent, warga masyarakat pun yang melihat merasa kaget dan tertawa terbahak-bahak. Surat kedua dibacakan oleh Kamal untuk dua orang kakak yang dia sayangi yaitu Kak Dian dan Kak Kirana, surat yang lebih menunjukan doa agar kakak-kakak diberikan kesuksesan dalam kuliah. Setelah pembacaan surat dari anak bimbingan belajar diteruskan dengan pemberian hadiah terhadap anak-anak yang sudah tampil baik menari, menyanyi sampai pembacaan ayat suci AL-Qur’an
Jam pun menunjukan pukul 22.00 wib dimana detik-detik acara akan segera berakhir, tetapi sebelum acara berakhir dari para peserta KKNM Unpad mau memberikan simbol kebersihan berupa tempat sampah yang diwakilkan kepada Bang Hirson yang akan diserahkan kepada Abah Ogi sebagai tanda simbolis bahwa kegiatan KKNM Unpad didesa bungur jaya ini telah selesai, dan semua orang yang melihat memberikan apresiasi dengan cara bertepuk tangan dan langsung dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dilakukan oleh Kak Devi dengan berlinang air mata memohon kepada yang kuasa untuk memberikan yang terbaik kepada para peserta KKNM Unpad didesa Bungur Jaya khususnya dan umumnya untuk para warga masyarakat di desa Bungur Jaya.
Acara pun selesai dengan rasa senang, gembira, dan bahagia dengan apa yang kami tampilkan untuk menghibur para warga masyarakat di desa Bungur Jaya. Dan kami mengucapkan selamat kepada masing-masing staff yang bertugas diposisinya masing-masing terutama kepada ketua acara Kak Henry kami berikan tepuk tangan dan pelukan rasa senang dan sekaligus bangga, karena acara selesai dengan manis dan tepat pada waktunya.
Selanjutnya kami bergegas untuk sekedar makan, karena sebelum acara dimulai kami belum sempat makan malam, setelah selesai makan kami lanjutkan untuk merombak panggung dan membersihkan area pondokan dari pernak-pernik dekorasi panggung, supaya besok hari sudah tidak sibuk merombak panggung. Kami pun bergegas istirahat untuk tidur malam dengan perasaan senang dan bahagia diraut wajah kami masing-masing.

BAB IV
PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Bimbingan Belajar
4.1.1 Latar Belakang
Kegiatan Bimbingan Belajar ini timbul ketika anak-anak SD di desa Bungurjaya ini meminta kita untuk memberikan pengajaran terkait dengan mata pelajaran di sekolah untuk dibahas kembali. Anak-anak SD mulai dari kelas 1 sampai kelas 6 ini mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi. Kesadaran belajar akan keingintahuan dan untuk menimba ilmu dari anak-anak SDN Bungurjaya juga didukung oleh orang tua mereka. Orang tua siswa sangat mengizinkan kepada mahasiswa KKN untuk bisa membimbing anak-anak dalam belajar selama kegiatan KKN ini. Alasan tersebut membuat kami untuk membuat program kerja KKN dalam bidang pendidikan. Rasa prihatin kami juga melihat anak-anak SD tidak belajar secara maksimal di sekolah formalnya dikarenakan keterbatasan tenaga pengajar. Hal ini membuat anak-anak tidak mendapatkan hak pengajarannya secara penuh. Kami melihat anak-anak Desa Bungurjaya sangat kreatif dan berbakat serta berpotensi dalam mengembangkan bakat dan kemampuan yang tentunya sangat sayang sekali apabila tidak di kembangkan secara maksimal. Oleh karena itu, kami membuat perencanaan untuk pelaksanaan bimbingan belajar selama kurang lebih 3 minggu dan pelaksanaannya di pondokan KKN Putera dan Puteri.

4.1.2 Tujuan
Tujuan dari diadakan program kegiatan ini yaitu:
1. Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anak agar mendapatkan ilmu pengetahuan baru dan menambah wawasan.
2. Mengembangkan minat bakat serta potensi anak-anak sesuai dengan kemampuannya
3. Meningkatkan daya kreativitas dalam mengembangkan imajinasi yang dimiliki anak-anak
4. Melatih kemampuan berkomunikasi dan meningkatkan rasa percaya diri ketika tampil di depan umum
5. Menggali nilai-nilai yang belum dipelajari sebelumnya.
6. Memberikan pengetahuan bagaimana caranya menciptakan masa depan yang cemerlang.
7. Meningkatkan motivasi belajar bagi siswa-siswi SD

4.1.3 Sasaran
Objek sasaran bimbingan belajar ini yaitu kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD. Namun Tidak menutup kemungkinan menerima siswa yang belum sekolah dan siswa-siswi tingkat SMP. Kuota daya tampung kegiatan belajar ini dibatasi sekitar 60 orang karena untuk mengefektifkan kegiatan belajar mengajar supaya kondisinya kondusif.

4.1.4 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan Bimbingan Belajar ini diikuti sekitar 50 anak-anak SD mulai dari kelas 1-6. Konsep pengajaran yang kami ajarkan yaitu “bermain sambil belajar” yaitu suatu cara belajar perpaduan unsur edukatif and entertaiment (edutaiment). Kami menunjuk Penanggung Jawab Program Pendidikan ini kepada Trifosa dan rekan-rekan staff nya terdiri dari: Dian, Adhisty, Aris, Devi, dan Kirana. Kami membagi kelompok belajar menjadi 3:
1. Kelompok belajar 1 terdiri dari anak-anak kelas 1 & kelas 2 SD. Dibimbing oleh Aris dan Devi
2. Kelompok belajar 2 terdiri dari anak-anak kelas 3 , kelas 4, dan kelas 5. Dibimbing oleh Dian dan Kirana
3. Kelompok belajar 3 terdiri dari anak-anak kelas 6. Dibimbing oleh Bani, Adhis, Trifosa
Pembagian kelompok belajar ini dibentuk supaya target sasaran pengajarannya bisa di mengerti dan sesuai dengan pola pendidikan di sekolah dasar. Kegiatan Bimbel ini dimulai pada pukul 14.00-15.30 untuk kelas 6 SD dan pukul 15.30-17.00 untuk anak kelas 1 sampai kelas 5 SD. Mengambil waktu sore yaitu supaya anak-anak bisa sekolah agama/ngaji terlebih dahulu sebelum bimbel bersama kami. Pelaksanaan bimbel ini juga waktunya mulai dari hari senin sampai dengan hari jumat. Hari Sabtu dan Minggu libur.
Materi pengajaran bimbel ini mulai dari belajar mata pelajaran yang diajarkan di sekolah seperti; matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia, belajar menyanyi, belajar menggambar, belajar tari, dan diselingi dengan permainan yang bersifat edukatif. Setiap hari mata pelajaran pun berbeda-beda dengan tenaga pengajar berbeda pula sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh para mahasiswa. Dalam pelaksanaannya juga banyak sekali permintaan waktu tambahan untuk bimbingan belajar ini, namun kami tidak bisa menambah waktu pengajaran yang lebih dari waktu yang sudah kami tetapkan. Tapi kami sangat senang dengan antusiasme yang sangat tinggi pada anak-anak didik kami karena semangat anak-anak untuk mendapatkan pengajaran pendidikan yang membuat kami semakin bersemangat untuk belajar bersama dengan anak-anak.
4.1.5 Kendala/Hambatan
Kendala yang kami rasakan selama kegiatan bimbel berlangsung yaitu:
1. keadaan tempat pondokan yang tidak layak dan tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar dengan jumlah yang ikut bimbel melebihi kapasitas ruangan, sehingga kami pun melakukan kegiatan bimbel ini dilakukan sekali-kali di ruang terbuka hijau.
2. Fasilitas Pendukung kegiatan belajar mengajar yang membuat kami kesulitan dalam memberikan pengajaran kepada anak-anak
3. Kurang tersedianya buku ajar yang bisa membantu kami sebagai pengajar
4. Waktu sekolah agama dan waktu bimbel ada yang bersamaan sehingga kita mewajibkan anak-anak untuk mengutamakan sekolah agama dahulu dan kalau sudah beres ngaji boleh ikut bimbel
5. Kekurangan staff pengajar dari kita sebagai mahasiswa karena setiap orang mempunyai kesibukannya masing-masing.
4.1.6 Kesimpulan
Kegiatan bimbel gratis ini sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak bungurjaya yang haus akan ilmu. Antusiasme yang tinggi membuktikan bahwa mereka membutuhkan fasilitas belajar mengajar demi mengejar tujuan cita-cita yang diinginkan. Anak-anak sangat senang bisa belajar dengan kakak-kakak mahasiswa KKN yang mungkin hanya setiap 2 Tahun sekali mereka bisa bersama-sama dengan kakak-kakak mahasiswa. Bimbingan belajar ini diharapkan juga bisa diteruskan oleh mahasiswa KKN selanjutnya dengan perbaikan-perbaikan yang selama ini dilaksanakan.

4.1.7 Saran
Harapan kedepannya semoga anak-anak bungurjaya ini bisa mendapatkan hak-haknya dalam mendapatkan pengajaran pendidikan yang tentunya wajib mereka ikuti minimal sampai mencapai target wajib belajar 9 tahun yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah bisa memberikan beasiswa penuh kepada anak-anak yang berprestasi dan khususnya yang terkendala dengan biaya pendidikan dari keluarga tidak mampu. Dan harapannya kepada kepala desa bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah supaya bisa dibuatkan perpustakaan umum di bale desa demi menciptakan iklim budaya membaca khususnya untuk anak-anak sekolah yang tentunya mempunyai semangat belajar yang sangat tinggi.

4.2 Pembuatan Tempat Sampah dan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan

4.2.1 Latar Belakang
Program kerja ini berawal dari keprihatinan lingkungan hidup di desa bungurjaya ini sangat kotor dan berserakan sampah dimana-mana. Lingkungan kotor dan tidak sehat ini tentunya berpengaruh terhadap pola hidup kesehatan warga. Ketika kami melakukan pemetaan sosial ke masyarakat, kami sangat prihatin melihat pola tingkah laku masyarakat terhadap kebersihan lingkungan yang membuang sampah bukan pada tempatnya sehingga bisa menimbulkan wabah penyakit, seperti: malaria, ispa, diare, dll. Hal ini disebabkan tidak tersedianya tempat penampungan sampah yang ada di masyarakat. Biasanya sampah tersebut dikumpulkan untuk dibakar atau dengan cara ditimbun dengan tanah. Oleh karena itu, kami melakukan penyuluhan terkait dengan kebersihan lingkungan kepada masyarakat dan penyuluhan kepada anak-anak di SD & SMP Bungurjaya dan membuat tong sampah untuk ditempatkan di sarana fasilitas umum, seperti: sekolah, bale desa, pondok pesantren, mesjid jami, dan madrasah sekolah agama.

4.2.2 Tujuan
1. Menjadikan lingkungan hidup yang bersih, rapih, dan indah sehingga terhindarnya dari penyakit
2. Memberikan kesadaran pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat dan menjadi kebersihan lingkungan
3. Membiasakan buang sampah pada tempatnya dan dengan pengelolaan yang baik dan benar.

4.2.3 Sasaran
Sasaran program kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat desa bungurjaya khususnya wilayah pamundayan 1 yang notabene kurang pemahaman dan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan juga penyuluhan kepada anak-anak SD dan SMP Bungurjaya.

4.2.4 Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan ini dilaksanakan secara berkala setiap hari jumat yaitu ketika kegiatan kerja bakti jumat bersih. Kerja bakti ini bersama-sama masyarakat bungurjaya dan mahasiswa KKNM. Dalam pelaksanaanya kami sangat terbantu sekali dengan aparat desa bisa mensukseskan program ini bersama-sama untuk bisa menyadarkan warga akan pentingnya kebersihan lingkungan. Selain itu, kami juga melakukan penyuluhan ke sekolah dengan cara mengumpulkan anak-anak SD & SMP di tengah lapangan upacara untuk mendengarkan pengarahan dari kami tentang pentingnya menjaga kebersihan, untuk membuah sampah pada tempatnya, dan menggerakan anak-anak untuk memungut sampah yang ada di sekeliling sekolah untuk diambil dan dibuang ke tempat sampah. Kegiatan ini setiap hari sabtu pagi ketika agenda sekolah hanya untuk kegiatan ekstrakurikuler dan olahraga. Diakhir kegiatan kami menyerahkan 6 tong sampah hasil kreativitas kami untuk ditempatkan di sekolah 2 buah, bale desa 1, mesjid jami 1, pesanteren 1, dan madrasah sekolah 1. Dan alhamdulilah apresiasi dari masyarakat maupun dari penerima tong sampah tersebut sangat senang dan semoga bisa bermanfaat.
4.2.5 Kendala/Hambatan
Kendala yang kami hadapi ketika menjalankan program ini, yaitu:
1. Kesadaran masyarakat yang sudah lama susah untuk dibentuk ke arah kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan dan kebersihan sanitasi pola hidup sehat.
2. Kurangnya anggaran yang ada untuk membuat tong sampah yang lebih bagus sehingga kami membuat tong sampah yang sederhana, murah dan bisa tahan lama.
3. Dalam membuat tong sampah sempat kesulitan dalam bentuk apa yang pas untuk dibuat yang mempunyai kesan elegan dan simpel.
4.2.6 Kesimpulan
Kegiatan penyuluhan kebersihan pola hidup sehat dan pembuatan tong sampah ini mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat. Dengan dukungan dari berbagai pihak masyarakat maupun anak-anak sekolah semoga terjadi perubahan tingkah laku akan pentingnya membuat sampah pada tempatnya dan menyadari bahwa kebersihan itu menjaga diri kita dari timbulnya penyakit.

4.2.7 Saran
Semoga masyarakat bisa mengembangkan atau memperbanyak lagi tempat sampah yang harus tersedia untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya. Dan semoga tong sampah yang kami buat bisa dijaga dan digunakan difungsikan sesuai dengan fungsinya.

4.3 Vaksinasi Hewan Ternak dan Penyuluhan Kebersihan Kandang
4.3.1 Latar Belakang
Berawal dari banyaknya pemilik hewan ternak khususnya kambing dan domba dari masyarakat desa yang kondisi kesehatan dan kebersihan kandangnya jauh dari kelayakan. Selain itu juga, pemahaman dan cara perawatan hewan ternak kurang mendapatkan perhatian dari si pemilik maupun penggembala domba dan kambing tersebut. Perawatan dan pemeliharaan domba dan kambing ini rata-rata tidak diberikan jamu atau vaksinasi yang sebenarnya hal itu perlu untuk meningkatkan tumbuh kembang kambing dan domba tersebut. Oleh karena itu, kami membuat program vaksinasi dan penyuluhan kebersihan kandang di setiap RT/RW yang kurang lebih terdapat 35 pemilik hewan ternak ini. Kami juga membersihkan kandang domba dan memberikan penyuluhan manfaat dari pupuk kandang dan cara memproses kotoran hewan ternak ini menjadi pupuk.

4.3.2 Tujuan
1. Memberikan vitamin dan vaksinasi supaya dapat menumbuhkembangkan proses perkembangan kambing
2. Melakukan pembersihan kandang dan proses pembuatan pupuk kandang
3. Memberikan pengetahuan betapa pentingnya hewan ternak di vaksinasi dan di beri vitamin/jamu supaya bisa meningkatkan vitalitas dan daya tahan domba ataupun kambing.

4.3.3 Sasaran
Program ini dikhususkan kepada pemilik dan/atau penggembala domba dan kambing yang ada di desa bungurjaya yang kurang lebih ada 35 orang pemilik domba dengan jumlah domba atau kambing 120 ekor. Vaksinasi dan pemberian vitamin ini dilakukan secara berkala selama kegiatan.
4.3.4 Pelaksanaan Kegiatan
Dalam pelaksanaannya kami sebelumnya melakukan pendataan kepada masyarakat yang memiliki dan menggembalakan domba/kambing. Setelah selesai pendataan yang kami dapat sekitar 35 warga yang memiliki domba/kambing. Kami melakukan penyuluhan dan vaksinasi ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu pembagian tugas pendataan dan pembagian tugas pelaksanaan vaksinasi dan penyuluhan. Kebetulan kami mempunyai 2 mahasiswa dari fakultas peternakan yang kompeten dalam kegiatan ini, sehingga kami tidak takut melakukan penyuntikan vaksinasi ini karena ada yang berkompeten. Rata-rata yang kami teliti, domba maupun kambing rata-rata kekurangan daya tahan tubuh dan kekurangan vitamin sehingga mudah terkena penyakit yang bisa menyebar.
4.3.5 Kendala/Hambatan
Kendala yang kami hadapi yaitu tidak semua pemilik domba/kambing mau domba/kambingnya untuk di vaksinasi dan diberi vitamin. Alasannya takut sakit dan mati apabila diberi vaksin. Hal ini disebabkan karena pemahaman masyarakat masih kurang dan masih primitif. Kami berusaha keras untuk bisa meyakinkan masyarakat untuk bisa hewan ternaknya di vaksinasi, namun kami juga tidak memaksakan diri harus divaksinasi. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada si pemilik domba/kambing. Namun mayoritas menginginkan untuk divaksinasi & di vitamin karena mereka belum pernah mencoba dan faktor gratis sehingga mereka bersedia hewan ternaknya di vaksinasi dan di vitamin.
4.3.6 Kesimpulan
Kegiatan ini sangat direspon oleh peternak domba/kambing karena baru kali ini bisa mendapatkan vaksin dan vitamin secara gratis, sebelumnya tidak ada kegiatan seperti ini yang dilakukan oleh pemerintah setempat, khususnya Dinas Peternakan Kabupaten Purwakarta.

4.3.7 Saran
Sarannya pemerintah daerah seharusnya memberikan vaksinasi dan vitamin diberikan secara cuma-cuma kepada peternak sehingga bisa meningkatkan kualitas ternak dan bisa meningkatkan nilai jual ternak tersebut.
4.4 Revitalisasi Tugu Pembatas Desa
4.4.1 Latar Belakang
Berawal dari kesulitan dalam melakukan pemetaan sosial yang tidak tahu batas desa sampai mana. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk merevitalisasi kembali tugu pembatas desa yang ada di perbatasan bungurjaya dan pondok bungur disebelah barat dan bungurjaya dan sindang panon di sebelah timur.
4.4.2 Tujuan
1. Menjadikan tugu pembatas desa sebagai bentuk batas wilayah antardesa yang bisa dilihat orang dengan indah dan bersih
2. Mempermudah orang telah memasuki kawasan desa bungurjaya
4.4.3 Sasaran
2 (dua) Tugu pembatas desa di perbatasan pondok bungur dan perbatasan sindang panon.
4.4.4 Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan dilakukan dalam 2 (dua) hari. Hari pertama dilakukan untuk memebersihkan sisa-sisa kotoran dan dikerik dengan kerikan khusus dan selanjutnya dilakukan pengecetan. Hari keduanya dilakukan Penamaan dengan di pilok warna hitam dengan kalimat “selamat datang di desa bungurjaya kec.pondok salam kab.purwakarta”.
4.4.5 Kendala/Hambatan
Kendalanya yaitu kurang tersedianya peralatan yang memadai untuk melakukan pengecetan dan jaraknya cukup terpencil dan jauh terutama pengecetan di perbatasan bungurjaya dengan desa sindang panon karena tempatnya di ujung bukit.
4.4.6 Kesimpulan
Dengan revitalisasi tugu pembatas desa ini setidaknya bisa membuat kontribusi secara nyata dari kami untuk desa bungurjaya. Selain itu, tugu pembatas desa ini setidaknya dijadikan patokan kejayaan desa bungurjaya untuk menjadi lebih baik lagi diiringan dengan perbaikan infrastruktur yang lainnya.

4.4.7 Saran
Semoga pemerintah desa bisa melakukan perawatan secara berkala terhadap tugu pembatas ini dan bisa mempercantik tugu desa sebagai gerbang pintu masuk dan pintu keluar desa yang memberikan kesan indah kepada para masyarakat maupun kepada para pengunjung yang datang ke desa ini.
4.5 Pembuatan Buku Administrasi Pemerintahan Desa untuk RT/RW
4.5.1 Latar Belakang
Program kerja pembuatan buku desa ini merupakan adanya kebutuhan dari aparat desa untuk membuat buku administrasi desa yang ditujukan untuk RT dan RW yang ada di desa bungurjaya. Buku administrasi desa ini dibuat sama untuk menyelaraskan sistem administrasi tata pemerintahan desa yang sistematis dan terorganisir. Format pembuatan buku desa ini dipersamakan seperti format kartu keluarga yang nantinya berfungsi untuk pendataan kepada masyarakat yang terkait dengan data kependudukan desa.

4.5.2 Tujuan
1. Untuk membantu merapihkan dan mempermudah pendataan bagi ketua RT maupun RW di desa bungurjaya
2. Untuk tersistematis dan terorganisirnya data-data yang dimiliki oleh ketua RT maupun RW

4.5.3 Sasaran
9 (sembilan) Ketua RT & 4 (empat) Ketua RW
4.5.4 Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaanya kami membuat tabel yang kurang lebih seperti kartu keluarga yang memenuhi unsur pendataan yang biasa dilakukan oleh RT maupun RW. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan aparat desa dan ketua RT dan RW yang ada di desa dan memasukan data-data kependudukan atau monografi tahun-tahun sebelumnya.
4.5.5 Kendala/Hambatan
Hambatannya lebih ke pendataan yang sebelumnya dilakukan untuk mendapatkan kembali data-data terbaru terkait dengan data-data monografi sebelumnya.
4.5.6 Kesimpulan
Kegiatan ini sangat membantu para ketua RT dan RW dalam menjalankan tugas-tugasnya. Maklum saja para RT dan RW di desa bungurjaya ini tidak semuanya bisa membuat pembukuan administrasi yang baik karena rendahnya sumber daya manusia.

4.5.7 Saran
Semoga kedepannya dari aparat desa bungurjaya bisa melakukan bimbingan terkait dengan fungsi dari buku administrasi ini.

4.6 Pembuatan Blog Profil Desa dan Kegiatan KKNM
4.6.1 Latar Belakang
Desa Bungurjaya adalah desa yang cukup jauh dari kota. Desa Bungur Jaya sangat potensial dalam bidang pertanian dan perkebunan, namun permasalahannya adalah ketika akan dilakukan pemasaran terbentur dengan alat transportasi yang akan digunakan untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. Jalan yang ada juga kurang menunjang untuk dilalui dalam proses pengangkutan hasil komoditas yang ada.
Di desa ini juga terdapat sungai yang masih alami dengan pemandangan yang cukup menarik, sungai tersebut adalah sungai Ciherang. Air yang masih alami dari sungai ini membuat kejernihan dan pemandangan yang indah terpancar dari sungai tersebut.
Secara umum, sebenarnya masyarakat desa Bungurjaya memiliki peluang yang sangat besar untuk mengakses informasi dan teknologi-teknologi yang berkembang saat ini. Hal ini didukung oleh sikap masyarakat yang terbuka terhadap perubahan dan reaktif terhadap progresif. Namun, kurangnya daya tangkap dan sarana yang diperlukan menjadi kendala bagi masyarakat desa Bungurjaya
Berdasarkan kondisi-kondisi yang telah dipaparkan diatas maka kami KKNM 2011 sesuai dengan salah satu yang diamanahkan kepada kami untuk membuat blog di internet tentang desa ini, maka kami pun bermaksud untuk membuat Blog Profil Desa Bungurjaya d internet agar dapat dikases oleh siapa saja.

4.6.2 Tujuan
Tujuan dari program pembuatan Blog Prifil Desa Bungurjaya antara lain :
a. Sebagai bentuk laporan aktivitas kegiatan KKNM.
b. Untuk mempromosikan potensi desa Bungurjaya melalui internet.
c. Agar pemerintah dengan melihat Blog Profil Desa Bungurjaya ini dapat dengan mudah mengetahui hal-hal apa yang perlu diperhatikan untuk menunjang desa ini, terutama dalam pembangunan jalan.

4.6.3 Sasaran
Yang menjadi sasaran dalam pembuatan Blog Profil Desa Bungurjaya di internet ini adalah pontensi-potensi yag dimiliki oleh desa Bungurjaya. Berdasarkan pengamatan yang telah kami lakukan potensi desa yang dapat dilihat pada desa Bungurjaya adalah potensi pertanian dan perkebunan

4.6.4 Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan pembuatan Blog Profil desa Bungurjaya di internet ini sudah di mulai sejak minggu kedua kami berada di desa Bungurjaya. Hal ini karena kami mengadakan pengamatan terlebih dahulu selama satu minggu di desa ini untuk mencari potensi-potensi dari desa ini. Setelah mendapatkannya kemudian kami membuat profil desa Bungurjaya. Selain itu kami juga memaparkan apa yang menjadi kendala dalam pembangunan di desa ini. Pembuatan Blog Profil desa Bungurjaya dilaksanakan di pondokan KKNM oleh mahasiswa KKNM desa Bungurjaya. Dengan adanya Blog Profil desa Bungurjaya di Internet memang secara langsung manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat tetapi yang diharapkan dari adanya Blog Profil desa Bungurjaya di internet ini, maka masyarkat banyak dapat mengetahui potensi dari desa ini, terutama pemerintah agar dapat mengetahui dengan mudah potensi dan hambatan di desa ini.
4.6.5 Kendala/Hambatan
Hambatan yang kami rasakan dalam pembuatan blog ini dapat disimpulkan tidak ada karena semua informasi yang diperlukan dapat dengan mudah diperoleh karena didukung oleh keterbukaan masyarakat desa Bungurjaya. Dan askses internet juga mudah karena kami telah mempersiapkan modem dari sebelum tiba di desa ini.

4.6.6 Kesimpulan
Dengan adanya program pembuatan Blog Profil desa Bungurjaya dari internet diharapkan dapat membantu mempromosikan potensi yang ada di desa Bungurjaya, dan data dijadikan sebagai bentuk laporan aktivitas kegiatan KKNM yang kami lakukan.

4.6.7 Saran
Melihat banyak potensi desa Bungurjaya dan kendala-kendala yang dihadapi, hendaknya pemerintah membuka Blog ini dan mempunyai inisiatif agar pembangunan di desa ini dapat dibantu.

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari keseluruhan program yang kami laksanakan di Desa Bungurjaya dengan berbagai kendala, hambatan, dan manfaatnya, bisa disimpulkan bahwa sebenarnya program KKNM dari Universitas Padjadjaran dapat membantu permasalahan yang terjadi di desa ini. Penduduk desa pun dapat dengan senang hati mengikuti semua program yang kami laksanakan sehingga memudahkan kami menjalankan kewajiban-kewajiban kami di desa ini. Hal ini juga disebabkan oleh kebutuhan warga akan adanya orang-orang yang menggerakkan warga desa untuk berkembang dan mengembangkan desanya. Yang terpenting juga dari pelaksanaan program kerja KKNM adalah program ini harus ditindaklanjuti dan dimonitor secara berkala walaupun program KKNM Unpad 2011 telah selesai.
Program belajar bersama masyarakat yang selama ini telah kami jalankan banyak sekali manfaat yang kami dapat sebagai pelajaran berharga untuk bermasyarakat dikemudian hari. Selain itu juga program kerja yang kami kerjakan mendapatkan apresiasi yang luar bisa dari masyarakat yang selama ini dibutuhkan oleh masyarakat desa bungurjaya. Dibalik semua permasalahan desa yang ada, banyak potensi-potensi desa yang belum dimanfaatkan secara optimal. Maka dari itu, pemerintah desa tentunya harus melakukan kinerja yang baik untuk bisa memperbaiki kekurangan yang terjadi selama ini.
Demikianlah laporan pelaksanaan kegiatan KKNM Desa Bungurjaya periodde 2011 ini kami susun, Mohon maaf apabila rencana kerja dan program kerja yang kami jalankan belum bisa membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Dan semoga Pelaksanaan KKNM selanjutnya dilaksanakan di Desa Bungurjaya ini bisa lebih baik lagi.
Selebihnya laporan Pelakssanaan Kerja yang lebih lengkap, bisa dilihat di blog desa bungurjaya dengan alamat : http://blogs.unpad.ac.id/kknmbungurjaya2011/

5.2 Saran
Berdasarkan pelaksanaan program-program yang kami telah laksanakan dan permintaan warga, kami hendak memberi saran untuk rekomendasi program kepada Desa Bungurjaya dan Pemerintah Daerah Purwakarta sebagai berikut :
1. Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait hendaknya memprioritaskan program pembangunan di desa ini dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.
2. Permasalahan yang ada di desa ini tentunya harus disikapi dengan kerja nyata yang dilaksanakan secara arif dan bijaksana.
3. Potensi desa yang ada di desa ini juga hendaknya dikelola dan dikembangkan secara optimal dan tentunya diberikan insentif bantuan bagi masyarakat untuk bisa mengembangkan potensi tersebut.
4. Infrastruktur jalan mohon untuk segera di perbaiki demi kelancaran dan kemajuan pertumbuhan dan perkembangan desa sehingga aksesibilitas desa bungurjaya bisa lancar.
5. Potensi Pariwisata sungai ciherang juga harus mendapat perhatian dari pemerintah daerah yang bekerja sama dengan pihak investor agar desa ini bisa mendapatkan penghasilan/kas desa yang tentunya untuk pembangunan desa bungurjaya.
Demikianlah beberapa rekomendasi diatas, semoga dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi Desa Bungurjaya untuk dapat mengembangkan program atau berbagai bentuk lainnya yang dirasa cukup efektif dan efisien demi desa bungurjaya semakin bertambah baik dan makmur.

Want to leave a note? Just fill in the form below.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create