Lensa Pun Bicara


Pada hari kedua kami di Desa Bantarkalong, saya dan beberapa cewek lainnya memutuskan buat curi start berkeliling desa. Curiousity dan ke-teudaekcicingdiimah-an kami pun mengantar kami berkeliling desa tanpa nyasar dengan modal nekat nanya ke penduduk desa yang kami jumpai sepanjang perjalanan.

Di akhir cerita, jalan-jalan siang dadakan itu pun berbuah kesang, kunjungan ke rumah nenek yang sebelumnya tidak kami kenal, seplastik penuh rambutan rapiah, dan foto-foto berikut. Selamat menikmati. :)

Kunci kamar cewek. Centil pakai pita.

 

Penetrasi pasar Gucci ternyata sampai ke pelosok Indonesia.

Bantarkalong Surga Manggis (juga Duren, Petay, Kelapa, Sirsak, Rambutan)

'Jembatan' yang biasa digunakan kuli pengangkut batu ini sebenarnya adalah pipa irigasi.

Yang mayoritas yang tersisihkan. Pardon my finger there.

Pipa irigasi desa yang jadi korban longsor +-5 bulan lalu mengakibatkan tanah jadi sekering ini.

Kesempatan di dalam kesempitan.

Berkenalan dengan seorang nenek di pinggir jalan. Dijamu di rumah beliau, Hj. Siti Maryam Subagjana. Renovasi rumah beliau bekas longsor memakan biaya Rp8-10juta.

, ,

  1. No comments yet.
(will not be published)

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create