Episode Silaturahmi


Pada acara pengajian dan sholawatan dalam rangka menyambut Isra’ Miraj di Masjid Jami Al-Ikhlas malam Rabu kemarin, bapak ustadz yang memberi ceramah berkata, “Wargi Bantarkalong mah resep duduluran (Warga Bantarkalong suka menjalin tali persaudaraan).” Nyatanya, kami yang baru lima hari berada di sini pun sudah merasakan kebenaran kata-kata tersebut. :)

Salah satu kegiatan yang pertama kali kami lakukan adalah silaturahmi ke para tokoh masyarakat. Kendala pertama: Bantarkalong adalah desa yang (cukup) luas dengan lingkup kekuasaan meliputi tiga dusun: Bantarkalong (yup, nama desa ini sekaligus menjadi nama dusun), Mekarjaya, dan Jibal. Kendala kedua: hampir seluruh laki-laki usia produktif hanya berada di rumah pada pagi dan sore hari, sebab +-80% penduduk Bantarkalong bekerja di sawah/kebun. Kendala ketiga: di sekitar rumah pemondokan, tidak ada alat transportasi yang kami gunakan. Angkot aja hanya lewat sekitar sekali per jam.

Jadi, demi efektivitas dan efisiensi, kami pun membagi diri ke dalam tiga kelompok silaturahmi per dusun. Kebetulan saya kebagian Dusun Bantarkalong.

Nah, dari sekian banyak tokoh masyarakat yang kami datangi, dua di antaranya akan diceritakan di tulisan ini. Enjoy!

 

H. Ali Imron & Istri

Pak Ali dan Bu Ali eh kok jadi kayak tulisan di Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 1 SD, ya? adalah pasutri yang hangat dan komunikatif. Dari beliau berdua, kami mendapatkan gambaran garis besar permasalahan yang terjadi di desa dan DKM Masjid Jami Al-Ikhlas. Beberapa hal yang menjadi kekhawatiran Pak Ali diantaranya,

  1. Ketidakjelasan pos-pos pemasukan dan pengeluaran masjid. FYI, penerimaan biasanya berasal dari zakat dan infak.
  2. Lemahnya kontrol terhadap aset-aset masjid. Alhasil, mulai dari sapu sampai toa (pengeras suara) sering jadi sasaran pencurian.
  3. Kurangnya generasi penerus yang bisa diandalkan dalam perihal ketakwaan dan kepemimpinan.

 

H. Hanadi

Aki Adi, demikian beliau biasa dipanggil, adalah seorang laki-laki lanjut usia paling humoris yang kami pernah jumpai dalam lima hari ini. Selama +- 1 jam bertamu ke rumah beliau, ga terhitung berapa kali beliau membuat kami tertawa terbahak-bahak. Misalnya,

  • Di awal pembicaraan, Aki Adi selalu menyebut dirinya dengan kata akang. Beberapa saat kemudian, beliau baru ngeh lalu buru-buru mengganti dengan aki sambil terkekeh-kekeh.
  • “Dulu, bupati X sebelum terpilih juga sempat dagang ka dieu (=ke sini), dia janji ini-itu.” “Hah, dagang, Ki? Kampanye mungkin?” “Oh enya, kampanye maksud aki teh. Eeh ari geus kapilih mah ngaleungit geura si jurig teh! (=Eh, setelah terpilih si setan malah menghilang.)
  • Sedang membahas topik strata ekonomi di dalam masyarakat. Kata Aki Adi, “Ah, ai aki mah, ka luhur teu naik ka handap teu napak (=bukan orang kaya, bukan juga orang tak mampu).” Kami, dalam hati, “Upami teu napak mah jurig atuh Akiii.. hahaha.”
  • Aki Adi bercerita tentang Alm. Syeikh Zaenudin yang memiliki empat istri, di mana keturunannya dari empat istri tersebut konon merupakan cikal-bakal Desa Bantarkalong. Di tengah rasa takjub, Aki Adi menambahkan, “Aki mah lain keturunan sasaha… keturunan ucing mereun aki mah (=aki bukan keturunan siapa-siapa, keturunan kucing mungkin).” Hmmpppphhh… hahahaha.

Beliau banyak bercerita tentang sejarah Desa Bantarkalong. Pertemuan di sore hari itu pun ditutup dengan ajakan ngaliwet sebelum kami pulang ke Bandung kira-kira dua puluh hari lagi, oleh-oleh setoples kue dan keripik pisang.

p.s. Salah satu hal yang memberatkan sekaligus menyenangkan dari silaturahmi di sini adalah oleh-oleh! Dalam dua hari saja kami sudah dibekali tiga sisir pisang, makan siang, sebungkus opak, sebungkus kue kering, sebungkus keripik pisang, dua keresek besar rambutan, dsb.

 

Give and take, itulah filosofi dasar dalam hidup. Rasanya kami sudah mendapat terlalu banyak kebaikan di sini, mudah-mudahan melalui kegiatan-kegiatan selama KKNM ini kami pun bisa memberikan sedikit balasan yang sepadan untuk Desa Bantarkalong. Amin. :)

, ,

  1. No comments yet.
(will not be published)

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create