‘Induk semang’ merupakan istilah resmi yang dipakai di Buku Harian KKNM untuk menyebut pemilik/penjaga rumah tempat kami tinggal selama KKNM.
Induk semang kami adalah Ibu Hj. Atih.
Beliau adalah perempuan berumur senja yang baiiik sekali. Bahkan sebelum kami berduapuluh satu (plus DPL) datang pada tanggal 25 Juni, rumah yang memiliki tiga kamar tamu milik beliau sudah dibereskan dalam rangka menyambut kedatangan kami.
Beliau pun sangat ramah dan murah hati, setiap hari ada saja bermacam-macam penganan yang dihidangkan. Favorit kami, sih: bubu sampeu. Nyamm. :9
Ralat: makin ke sini, barulah kami ngeh kalau ternyata seluruh penduduk Desa Bantarkalong pun murah hati seperti beliau.
Lanjut. Yang paling mengagumkan, ternyata Bu Hj. Atih adalah mantan kepala desa perempuan pertama baik di Desa Bantarkalong maupun seluruh Kecamatan Cipatujah. Beliau menjabat selama sepuluh tahun yang diakhiri pada tahun ’94-an. Di salah satu dinding yang retak karena gempa, saya menemukan piagam berbingkai dengan tulisan, “Pejuang Perempuan di Bidang Pemerintahan dan Sosial”.
Wow, angkat topi buat beliau!
