Total kasus yang sudah terkonfirmasi serta angka mortalitas COVID-19 di seluruh dunia, menurut peta penyebaran penyakit yang disusun oleh Johns Hopkins University, sampai saat ini masih terus meningkat. Hal tersebut disebabkan karena masih adanya penyebaran dari orang ke orang. Ada berbagai cara yang dilakukan pemerintah dalam menekan angka penyebaran dari orang ke orang. Salah satunya adalah dengan pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar. Namun, per tanggal 26 Juni 2020, pemerintah Jawa Barat memberlakukan Adaptasi Kebiasaan Baru yang disingkat menjadi AKB sebagai kelanjutan dari PSBB.

AKB (yang dilaksanakan di seluruh wilayah Jawa Barat kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi) merupakan era dilaksanakannya kembali bidang-bidang kehidupan masyarakat secara bertahap yang dilakukan di daerah zona biru dan hijau dengan tetap menganut tiga protokol kesehatan, yaitu: Cuci tangan, penggunaan masker, dan pembatasan jarak minimal 1,5 meter dengan orang lain pada saat sedang di luar rumah. Dikutip dari Detik News, setelah sepekan era (AKB) dilaksanakan di Jawa Barat, masih terjadi penambahan kasus Covid-19 yang signifikan. Rata-rata kenaikan kasus baru sekitar 47 kasus perhari sejak PSBB dihentikan. Per 3 Juli 2020, kasus terkonfirmasi positif di Jabar berdasarkan Pusat Informasi dan Koorfinasi Covid-19, mencapai 3344 kasus.Tingginya total kasus dan angka mortalitas baik di dunia maupun di Indonesia, membuat banyak orang mengalami gejala kecemasan.

Kecemasan sudah sewajarnya dirasakan oleh tiap individu di tengah-tengah keadaan yang meresahkan ini. Gejala kecemasan muncul karena adanya ketakutan akan terkena penyakit ini pada diri sendiri maupun keluarga, adanya keterbatasan seseorang dalam berobat langsung ke dokter akibat karantina, dan karena seseorang terlalu banyak membaca berita negatif tentang COVID-19. Tidak hanya pada masyarakat, namun dampak psikologis juga dialami oleh tenaga kesehatan. Bekerja di lingkungan dengan risiko penularan tinggi, adanya peningkatan atensi, kebutuhan energi, serta durasi kerja dalam pencegahan dan pengobatan Covid-19 akan berpengaruh terhadap kondisi mental tenaga medis.

Dampak psikologis yang berujung kepada stress atau cemas akan berpengaruh terhadap kondisi sistem imun tubuh yaitu menurunkan sistem imun humoral. Ketika seseorang mengalami stress, tubuh akan merespon dengan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini pada awalnya memiliki efek anti-inflamasi dan dapat meningkatkan respon imun. Namun, peningkatan kadar kortisol dalam jangka waktu lama akan menyebabkan sistem imun menjadi resisten. Lebih jauh lagi, hal tersebut dapat menyebabkan peningkatan produksi sitokin proinflamasi dan akan membuat tubuh mengalami tanda-tanda peradangan yang hampir mirip dengan tanda-tanda infeksi, seperti Covid-19. Ironinya, stress dan cemas yang diakibatkan oleh kondisi pandemi meningkatkan risiko individu terinfeksi Covid-19 itu sendiri.

Stress, sistem imun, dan penyakit memiliki efek resiprokal (Current Directions in Stress and Human Immune Function, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26086030/)

Kenaikan kasus yang masih signifikan menandakan bahwa strategi pencegahan penularan masih kurang efektif. Menurut Kim, pada Using Psychoneurommunity Against COVID-19, Brain, Behavior, and Immunity (2020), strategi prevensi yang efektif dalam kasus Covid-19 adalah kombinasi pencegahan fisikal dan biopsikososial. Upaya pencegahan fisikal telah dilaksanakan oleh pemerintah melalui peraturan protokol kesehatan di era AKB. Pencegahan fisikal bertujuan untuk mencegah paparan patogen secara langsung antar-individu. Pencegahan biopsikososial merupakan upaya yang bertujuan untuk meningkatkan sistem imun individu. Diberlakukannya AKB mengartikan bahwa pencegahan penularan Covid-19 akan sangat bergantung pada kedisiplinan individu baik dalam menjalankan upaya pencegahan fisikal maupun upaya masing-masing dalam pencegahan secara biopsikososial.

Pencegahan secara biopsikososial dapat dilakukan dengan edukasi dan intervensi. Berlatih meditasi dengan mendengarkan musik dan mengatur napas dengan teknik pernapasan dalam dapat membantu merelaksasikan pikiran seseorang sehingga dapat mengurangi kecemasan. Self hypnosis merupakan salah satu cara untuk mengurangi kecemasan dengan dibantu oleh media audio visual. Media intervensi dapat dilihat melalui http://injabar.unpad.ac.id/hipnosis/

Selain itu, tingginya tingkat kecemasan masyarakat pada saat pandemi berlangsung, dapat diatasi salah satunya dengan berlatih teknik pernapasan dalam. Sebuah jurnal membuktikan dengan melakukan teknik pernapasan dalam, seseorang dapat mengontrol emosinya dengan baik sehingga kesejahteraan psikologisnya menjadi lebih baik.

Menurut Medical News Today, cara yang mudah untuk mengatasi kecemasan akibat terlalu banyak membaca berita adalah dengan membaca berita dari sumber yang terpercaya seperti pada laman resmi pemerintah di www.covid19.go.id. Selain itu, seseorang perlu beristirahat dari membaca berita yang terlalu banyak. Untuk mengalihkan perhatian dari berita, seseorang bisa melakukan hal lain seperti melakukan hobinya. Selain dapat mengalihkan pikiran, hal tersebut bisa membantu mengatur emosi serta membuat pikiran menjadi positif sehingga kecemasan dapat teratasi.

Telemedicine dalam hal ini Teledentistry merupakan suatu metode perawatan kesehatan gigi dan mulut yang disajikan dalam bentuk media. Dengan penerapan Telemedicine atau Teledentistry, masyarakat tidak perlu merasa cemas apabila mengalami keluhan atau sekadar ingin berkonsultasi, namun tidak dapat berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat.Hal ini memungkinkan pasien untuk tetap bisa berobat dan berkonsultasi mengenai kesehatan gigi dan mulutnya tanpa harus bertatap muka dengan dokter. Cara ini merupakan cara paling efektif yang dapat dilakukan dalam merawat kesehatan gigi dan mulut pada masa pandemi ini

 

Meningkatkan Imunitas di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

 

Daftar Pustaka

Detiknews. (26 Juni 2020). PSBB Jabar Dihentikan, Ridwan Kamil: 100 Persen Daerah Siap AKB. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5068886/psbb-jabar-dihentikan-ridwan-kamil-100-persen-daerah-siap-akb

Detiknews. (2 Juli 2020). Sepekan AKB, Kasus Positif COVID-19 Jabar Malah Merangkak Naik. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5076883/sepekan-akb-kasus-positif-covid-19-di-jabar-malah-merangkak-naik

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. (2020). Data Sebaran Kasus COVID-19. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://www.covid19.go.id

Johns Hopkins University & Medicine. (2020). COVID-19 Dashboard by the Center for Systems and Engineering (CSEE) at Johns Hopkins University. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://coronavirus.jhu.edu/map.html

Kim, S-W., Su, K-P., Using psychoneuroimmunity against COVID-19, Brain, Behavior, and Immunity (2020), doi: https://doi.org/10.1016/j.bbi.2020.03.025

MedicalNewsToday. (16 Januari 2020). Anxious about the news? Our top tips on how to cope. Diakses pada 3 Juli 2020, dari https://www.medicalnewstoday.com/articles/327516

Morey JN, Boggero IA, Scott AB, Segerstrom SC. Current Directions in Stress and Human Immune FunctionCurr Opin Psychol. 2015;5:13-17. doi:10.1016/j.copsyc.2015.03.007

Pusat Informasi & Koordinasi COVID-19 Provinsi Jawa Barat. (2020). Angka Kejadian di Jawa Barat. DIakses pada 3 Juli 2020, dari https://pikobar.jabarprov.go.id/

Zaccaro, A., Piarulli, A., Laurino, M., Garbella, E., Menicucci, D., Neri, B., & Gemignani, A. (2018). How Breath-Control Can Change Your Life: A Systematic Review on Psycho-Physiological Correlates of Slow BreathingFrontiers in human neuroscience12, 353. https://doi.org/10.3389/fnhum.2018.00353

 

Disusun Oleh:

Putri Nur Amalia Dewi (130110170230)

Salsabilla Nadhifa Gunarso (130110170008)

Tazkia Rizkia Azzahra (160110170149)

Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

putri17031@mail.unpad.ac.id; salsabilla17002@mail.unpad.ac.id; tazkia17002@mail.unpad.ac.id

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *