Hasil survei yang dijalankan oleh Center For Social Political Economic and Law (CESPELS) menyatakan sebanyak 45% responden menilai pemerintah lamban mengatasi penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia. Hal ini berpengaruh terhadap rasa cemas dan takut di masyarakat karena virus corona dapat menyebar lebih luas dibandingkan sebelumnya. Lembaga Riset CESPELS juga menggelar survei tentang pandangan masyarakat terkait Covid-19, penanganan pemerintah dan dampak sosial ekonominya. Sebanyak 1053 responden dilibatkan, lalu survei yang dilakukan menghasilkan data bahwa tingkat kecemasan masyarakat terhadap Covid- 19 cukup tinggi. Survei yang melibatkan 34 provinsi di Indonesia ini menyebutkan bahwa tingkat kecemasan masyarakat yang cukup tinggi, tercermin dari temuan bahwa mayoritas responden merasa cemas (54,4%) dan sangat cemas (35,6%) akibat Covid-19. Selain itu, mayoritas responden (51%) juga merasa lingkungan sekitarnya kurang aman.

Berangkat dari fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini, diketahui bahwa jumlah kasus positif Covid-19 masih terus mengalami peningkatan setiap harinya. Hal ini tidak terlepas dari keputusan pemerintah yang telah menetapkan kebijakan new normal setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau yang biasa kita kenal dengan istilah PSBB kembali dilonggarkan. Untuk mendorong keberhasilan new normal atau tatanan normal baru ini diperlukan adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat itu sendiri. Baik pemerintah maupun masyarakat harus memiliki kedisiplinan dalam melaksanakan protokol kesehatan di berbagai aktivitas sehari-hari, terlebih bagi orang-orang dengan pekerjaan atau kegiatan yang memang membutuhkan interaksi dengan banyak orang.

Kemunculan Covid-19 di Indonesia menyebabkan beragam dampak yang merugikan banyak pihak. Virus ini memicu kekhawatiran di seluruh penjuru dunia karena belum juga mereda. Kekhawatiran yang disebabkan oleh Covid-19 ini harus ditanggapi secara cepat oleh pemerintah sebagai pemegang otoritas. Salah satu tugas utama pemerintah adalah meredakan kecemasan masyarakat dengan cara komunikasi. Komunikasi publik menjadi salah satu upaya yang bisa dijadikan solusi bagi pemerintah untuk meredakan kecemasan dan kekhawatiran publik. Komunikasi menjadi sangat krusial di tengah pandemi karena banyak nya informasi yang bersebaran tanpa bukti yang valid. Edukasi, sosialisasi, dan komunikasi memang menjadi garda utama untuk memerangi kesimpangsiuran informasi. Pemerintah pun tidak bisa bergerak sendiri, akan tetapi harus ada bantuan dan dukungan dari masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga harus memberi edukasi kepada masyarakat bahwa dari angka kematian akibat COVID-19, maka masyarakat harus memiliki proteksi diri yang baik. Yakni, dengan selalu menggunakan masker saat berada di luar rumah, sering cuci tangan, dan hidup bersih. Edukasi ini penting untuk mengurangi gejala stres publik. Kenapa pemerintah harus mengedukasikan hal tersebut? Jawabannya, di samping media (surat kabar/elektornik) memainkan peran, ialah karena pemerintah sebagai sumber kepercayaan informasi dari masyarakat, sehingga mau-tidak-mau edukasi terkait hal tersebut sangat penting. Pemerintah juga bisa bekerja sama dengan pihak kesehatan untuk memberikan layanan psikologis melalui aplikasi elektronik. Melalui cara ini, maka pemerintah dapat membantu meringankan gangguan psikologis publik akibat wabah Covid-19. Solusi lain yang tidak kalah penting yaitu dengan memberikan atau menyediakan layanan informasi terpadu dari satu pintu yang dapat dipercaya dan diakses dengan mudah oleh masyarakat. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran berita atau informasi yang simpang siur dan tidak benar kepada masyarakat, jika hal ini tidak diatasi dengan baik dan tepat maka masyarakat akan selalui dihantui oleh perasaan cemas dan khawatir akan kasus Covid 19.

Sekarang penggunaan masker adalah sebuah kewajiban ketika di luar rumah. Pemerintah juga mewajibkan semua orang untuk memakai masker guna mencegah penyebaran Covid-19. Hal tersebut juga didukung oleh WHO sebagai upaya mendukung pemerintah yang ingin memiliki pendekatan terukur untuk penggunaan masker dan memasukkan itu sebagai bagian dari strategi komprehensif untuk mengendalikan penyakit ini. Sebenarnya masih ada pro-kontra terhadap penggunaan masker di Indonesia maupun di luar negeri. Pemerintah Indonesia telah menginstruksikan penggunaan masker kepada warganya saat berada di luar rumah demi mencegah penularan virus corona. Dalam keadaan yang tepat, masker sangat membantu untuk mengurangi penularan infeksi. Penggunaan masker pun sangat dianjurkan bagi petugas medis,” kata Dr Killingley dikutip dari mirror.co.uk. Wakil Pejabat Medis Tertinggi di Australia Profesor Paul Kelly justru mengatakan masker sangat penting bagi tenaga medis, melansir ABC News. Dari pernyataan di atas saja sudah membuktikan antara satu negara dengan negara lain saja bisa beda pandangan apalagi antar masyarakat. Dari masalah di atas perlu diketahui kondisi terkini masyarakat, aturan social distancing, penggunaan masker, dan gaya hidup bersih mereka.

Untuk mengetahui alasan tersebut bisa digunakan dari sebuah sumber data. Sumber data adalah segala sesuatu yang dapat memberikan informasi mengenai data. (Sugiyono, 2013:196) juga mengemukakan sumber data menggunakan dua sumber yaitu Data Primer dan Data Sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2013:225). Metode pengumpulan data primer dengan menggunakan angket atau kuisioner, wawancara, focus group discussion, dan diservasi. Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, tetapi melihat orang lain atau dengan dokumen (Sugiyono, 2013:225). Metode pengumpulan data sekunder dengan menggunakan studi literatur dan studi dokumentasi. Kondisi seperti sekarang yang mengharuskan untuk melakukan semua nya dari rumah, kita bisa menggunakan metode pengumpulan data primer.

Metode penelitian atau desain penelitian merupakan bagian dari metodologi. Metodologi penelitian bisa digunakan ke berbagai macam riset desain. Ada beberapa macam desain penelitian yang bisa kita pilah sesuai dengan penelitian yang ingin kita lakukan, antara lain metode correlational, metode, causal comperative, metode experimental, metode ethnographic yang biasanya digunakan dalam bidang sosial, metode historica research, metode survey dan ada juga action research dimana penelitian ini para penelitinya terlibat langsung di dalamnya, penelitian ini biasanya digunakan dalam penelitian bidang sosial. Penelitian survei termasuk ke dalam penelitian yang bersifat kuantitatif untuk meneliti perilaku suatu individu atau kelompok. Pada umumnya penelitian survei menggunakan kuesioner sebagai alat pengambil data. Angket atau Kuesioner adalah metode pengumpulan data, instrumennya disebut sesuai dengan nama metodenya. Bentuk lembaran angket dapat berupa sejumlah pertanyaan tertulis, tujuannya untuk memperoleh informasi dari responden tentang apa yang ia alami dan ketahuinya. Seiring dengan perkembangan, kuisioner bisa dilakukan secara online dengan menggunakan google form. Nantinya pilihan jawaban akan diberikan namun responden tetap diberi kesempatan untuk menjawab sesuai dengan apa yang mereka alami. Kuisioner tersebut akan berisi pertanyaan dan/atau pernyataan seputar keadaan masyarakat di tengah pandemi, social distancing, penggunaan masker, kebiasaan cuci tangan, dan mengenai komunikasi publik yang sudah dilakukan pemerintah. Keseluruhan data responden tersebut nantinya akan disimpulkan mengenai poin-poin di atas dan di analisa poin mana yang belum dilakukan dengan baik. Selain itu juga untuk mengetahui apakah sampai sekarang kecemasan dan keresahan masih dirasakan masyarakat, karena keadaan di bulan Maret dengan Juli ini sudah sangat berbeda. Dan apakah tingkat kecemasan mereka berbeda juga atau tidak.

Dengan adanya angket atau kuisioner tersebut dapat diketahui pula apakah masyarakat sudah menerapkan kebijakan New Normal yang digagas pemerintah. Dikarenakan pemerintah yang sepenuhnya memegang data valid mengenai fakta kondisi pandemi Covid-19, kita bisa membantu untuk mempublikasikan mengenai penggunaan masker, kebiasaan cuci tangan, pola hidup bersih, upaya mengatasi kecemasan, edukasi mengenai komunikasi publik, dan social distancing di media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat pada umumnya seperti Instagram, Twitter, Youtube, dan lain-lain se kreatif mungkin guna menarik perhatian masyarakat. Selain itu juga bisa dibuat sebuah forum komunikasi sebagai wadah untuk menyampaikan keluh kesah masyarakat guna mengurangi kecemasan mereka. Diharapkan dengan upaya tersebut dapat mengurangi kecemasan dan menambah kesadaran akan pentingnya kesehatan sendiri dan orang lain.

Daftar Pustaka

A, S. Ss. (2015). DASAR METODOLOGI PENELITIAN. In Dr. Sandu Siyoto, SKM., M.Kes, Dasar Metodologi Penelitian; Editor: Ayup—Cetakan 1—Yogyakarta: Literasi Media Publishing, Juni 2015.

CNN Indonesia. 2020. WHO Kini Dukung Semua Orang Pakai Masker Cegah Covid-19. Tersedia di https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200405061442-134- 490399/who-kini-dukung-semua-orang-pakai-masker-cegah-covid-19

CNN Indonesia. 2020. Survei: Mayoritas Warga Sebut Pemerintah Lamban Atasi Corona. Tersedia di https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200511183044-20-502218/survei- mayoritas-warga-sebut-pemerintah-lamban-atasi-corona

Nisaputra, Rezkiana. 2020. Tingginya Tingkat Kecemasan Masyarakat Akan Covid-19. Tersedia di https://infobanknews.com/topnews/tingginya-tingkat-kecemasan-masyarakat-akan- covid-19/

Pelupessy, M. K. (2020). Mencegah Kecemasan Publik Akibat Wabah COVID-19. Tersedia di https://beritabeta.com/opini/mencegah-kecemasan-publik-akibat-wabah-covid-19/

Singestecia, R., Handoyo, E., & Isdaryanto, N. (2018). Partisipasi Politik Masyarakat Tionghoa dalam Pemilihan Kepala Daerah di Slawi Kabupaten Tegal. JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA).

Disusun Oleh :

Gelah Lesik Marwa (170410170051)

Novia Rahmah Dinnilhaq (170810170026)

Syafa Risya Azahra (170110180072)

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

gelah17001@mail.unpad.ac.id; novia17004@mail.unpad.ac.id; syafa18002@mail.unpad.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *