Saat ini, virus Covid-19 masih banyak diperbincangkan di tengah masyarakat. Artikel, siaran dan diskusi tentang virus ini setiap hari menjadi asupan masyarakat yang sedang mencari informasi. Namun, dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di masa pandemi Covid-19 ini, masyarakat lebih banyak menerima informasi yang berkonotasi negatif daripada yang positif. Hal ini diperparah dengan adanya berita hoax atau berita yang tidak sepenuhnya benar. Kecemasan dan hoax dalam masyarakat pun tidak terelakkan. Adanya kecemasan dapat membuat masyarakat menjadi stress. Oleh karena itu, penggunaan bahasa dalam menyampaikan informasi harus diperhatikan oleh setiap sumber. Seperti yang Yule (1996) katakan, selain memenuhi kebutuhan manusia dalam melakukan tindakan melalui ucapan mereka, bahasa juga sangatlah dibutuhkan untuk menyampaikan pesan atau informasi antara sesama. Penggunaan bahasa yang bersifat satu arah dari awak media, seperti berita dari radio, siaran televisi, surat kabar, majalah, dan lain-lain, sangatlah rentan dalam mempengaruhi pandangan dan reaksi masyarakat. Keadaan ini akan sangat berbahaya terutama dalam masa penyebaran virus seperti saat sekarang ini. Selain mengikuti protokol kesehatan, menurunkan kecemasan dalam masyarakat dapat membantu mereka menjaga imunitas humoral, sehingga kekebalan tubuh mereka akan lebih baik. Salah satu cara dalam melakukan ini adalah memberikan kesadaran ke masyarakat akan masalah penggunaan bahasa yang cenderung

terjadi, serta memberikan solusi penanggulangan seperti sikap yang baik dalam menerima informasi. Oleh karena itu, mensosialisasikan dan memberikan edukasi akan literasi digital ke masyarakat dapat menurunkan kecemasan mereka dari penerimaan informasi negatif di masa pandemi Covid-19.

Informasi dapat disalurkan dalam berbagai cara, salah satunya adalah melalui media digital. Sutrisna (269: 2020) menyatakan bahwa media digital adalah salah satu alat yang telah memudahkan penggunanya dalam membagikan informasi. Berdasarkan hasil survei yang didapat oleh APJII 2016, tercatat sebesar 97,5% aktivitas penyebaran informasi dalam penggunaan media digital. Sehingga hal ini lah yang menjadi aktivitas tertinggi dalam jenis media tersebut. Dengan begitu, tak dapat dipungkiri bahwa wadah ini sangatlah berpengaruh pada konsumsi berita masyarakat, terutama tentang pandemi Covid-19. Mudahnya informasi yang tersebar luas menurunkan keamanan dan kepastian sumber informasi yang diberikan. Masyarakat pun mudah termakan informasi dengan kredibilitas tidak jelas, provokatif, negatif, hingga hoax. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan pada masyarakat.

Informasi-informasi negatif yang muncul saat terjadinya pandemi virus Covid-19 begitu beragam, salah satu contohnya adalah hoax. Adanya hoax di Indonesia telah membuktikan bahwa masyarakat belum sepenuhnya memiliki kemampuan atas literasi digital. Dalam pembahasannya, Sutrisna (270: 2020) menyatakan bahwa generasi abad ke-21 lah yang memiliki kompetensi digital paling baik. Generasi ini diyakini memiliki keahlian dalam mengakses media digital. Namun, selain paham bagaimana mengakses, perlu juga paham bagaimana menggunakan media digital agar tidak salah dalam pemanfaatannya. Ditambah lagi, belum tentu pula semua golongan masyarakat memiliki kompetensi yang sama baiknya.

Literasi digital penting digunakan untuk dapat mengantisipasi penyebaran informasi- informasi negatif. Akan menjadi sangat bermanfaat bagi kita untuk mengetahui arti dari literasi digital yang begitu dibutuhkan dalam penggunaannya di tengah-tengah pandemi, beserta langkah-langkah dalam pemanfaatannya. Literasi digital dapat diartikan sebagai keterampilan dalam mengakses, memahami, lalu menyebarluaskan informasi. Konsep literasi digital sama seperti kegiatan menulis dan membaca pada umumnya. Namun, kemampuan literasi digital bukan hanya menitikberatkan pada kemampuan teknologi saja, melainkan juga kemampuan dalam memiliki sikap berpikir yang kritis, kreatif, dan inspiratif. Pekerjaan-pekerjaan tiap individu yang dialihkan dengan dikerjakan di rumah dalam masa pandemi Covid-19 membuat masyarakat semakin sering menggunakan teknologi. Hal ini membuat pemanfaatan media digital menjadi semakin tinggi dalam mencari informasi.

Oleh karena itu, literasi digital menjadi hal yang begitu dibutuhkan pada masa pandemi Covid-19. Sosialisasi literasi digital kepada masyarakat tidak terlepas dari adanya tujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan media digital. Pemanfaatan media ini pun dapat melalui beberapa tahapan; tahap menemukan, mengevaluasi, menggunakan, mengelola, dan membuat beragam informasi secara bijaksana. Adapun strategi yang dapat dilakukan dalam rangka mengedukasi masyarakat mengenai literasi digital:

  1. Sosialisasi hukum dalam Undang-Undang No. 19 tahun 2016 mengenai Informasi dan Transaksi Elektronik juga pembelajaran mengenai etika bermedia digital.
  2. Edukasi mengenai penggunaan aplikasi literasi digital, seperti Goodreads, Google Play Book, dan sejenisnya. Dapat pula memberikan arahan kepada masyarakat untuk mengikuti website resmi dari pemerintah untuk mendapatkan informasi akurat mengenai berita Covid-19 terbaru.
  3. Memberikan informasi dan pembelajaran terkait literasi digital untuk menurunkan kecemasan atas adanya informasi-informasi negatif yang tersebar luas di masyarakat. Di tengah pandemi virus Covid-19, banyak informasi-informasi negatif yang muncul karena situasi yang kurang baik, ditambah lagi dengan penggunaan bahasa yang terkadang rancu dan berfokus pada sisi buruk saja. Adanya hoax adalah salah satu contoh dari konsumsi informasi yang negatif di masyarakat. Munculnya hoax dan informasi yang bersifat negatif dapat membuat masyarakat menjadi cemas dan stress. Hal ini tentu saja dapat membahayakan imunitas humoral mereka terutama di masa pandemi ini. Salah satu cara untuk menanggulangi kecemasan dalam masyarakat adalah dengan memahami kemampuan literasi digital yang baik. Literasi digital adalah kemampuan berpikir kritis terhadap informasi yang diterima di era digital termasuk media sosial. Kemampuan ini sangat dibutuhkan di pada saat ini, bahkan sifatnya wajib. Selain literasi digital, diperlukan juga kemampuan menerima, mengolah, dan memilih informasi. Dengan memahami tiga cara ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memproses informasi. Oleh karena itu kemampuan literasi digital dapat membantu masyarakat untuk tetap tenang di tengah pandemi, karena dalam situasi penyebaran virus Covid-19, sangat penting untuk kita semua bisa menjaga dan bijak dalam berbagi informasi serta tetap terhubung dengan teman-teman dan keluarga.

Literasi Digital di Masa Pandemi Covid-19

Daftar Pustaka

Sutrisna, I Putu Gede. 2020. Gerakan Literasi Digital Pada Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Stilistika. Vol. 8, No. 2.

Yule, G. 1996. Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.

Disusun Oleh :

Havieka Juliandita Yoan (180410170086)

Hani Halimatussadiah  (180110180015)

Linda Choeriah Fitriani (180910170008)

Salsha Meidi Aviva (180510170006)

Dhyaza Nuri Amilla (180510170009)

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

havieka17001@mail.unpad.ac.id; hani18001@mail.unpad.ac.id; linda17003@mail.unpad.ac.id; salsha17001@mail.unpad.ac.id; dhyaza17001@mail.unpad.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *