Pada awal tahun 2020, seluruh dunia digemparkan dengan adanya wabah baru yang berasal dari Wuhan, China. Wabah ini menyebar dengan sangat cepat ke lebih dari 190 negara. Wabah ini diberi nama Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Pada Desember 2019, kasus ini pertama kali dikaitkan dengan pasar ikan di Wuhan yang belum diketahui sumber penularannya. Kasus ini semakin hari semakin meningkat di China hingga menyebar ke negara lainnya. Virus corona ditularkan dari manusia ke manusia. WHO mengumumkan bahwa Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemik pada 12 Maret 20201.

Pada tanggal 2 Maret 2020, pertama kali dilaporkan bahwa kasus Covid- 19 di Indonesia sejumlah dua kasus2. Per 03 Juli 2020, terdapat 60.695 terkonfirmasi kasus, 30.091 dalam perawatan, 27.568 sembuh dan 3.036 kasus kematian di Indonesia3. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya agar penyebaran covid 19 ini tidak meluas, mulai dari melakukan social distancing, physical distancing, lockdown kemudian pembatasan sosial berskala besar (PSBB) serta PSBB Transisi diberbagai daerah dan saat ini adalah new normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Penyebaran wabah pandemik ini memberi dampak yang sangat luar biasa dan nyata secara luas baik sosial maupun ekonomi. Pemerintah terus melakukan berbagai upaya yang bisa dilakukan agar wabah ini tidak menyebar secara luas lagi. Informasi mengenai covid-19 terus disampaikan kepada masyarakat, mulai dari update kasus covid-19, terus mengingatkan protokol kesehatan, memakai masker, sering mencuci tangan, pola hidup sehat, social distancing, dan lainnya.

Pemberitaan mengenai covid-19 setiap harinya tidak ada hentinya bahkan banyak pula informasi hoaks menyebar luas yang seringkali membuat masyarakat waswas terhadap isu-isu yang bermunculan di media sosial. Oleh karena itu, masyarakat harus selektif dalam memahami berita serta mencari tahu kembali berita tersebut akan kebenarannya, salah satunya bisa melalui website resmi dari pemerintah seperti https://covid19.go.id/. Sikap was-was yang berkepanjangan dapat membuat seseorang mengalami kecemasan ataupun stress yang berlebih. Hal ini perlu diwaspadai, ketika tingkat kecemasan seseorang meningkat, maka dapat membuat sistem imun menurun. Padahal, daya tahan tubuh yang baik dapat mencegah virus ini masuk ke dalam tubuh.

Rehatta (1999); Guyton & Hall (1997) menjelaskan bahawa konsep psikoneuroimunologi menjelaskan kecemasan sebagai stresor yang bisa menurunkan imun tubuh. Hal ini terjadi melalui serangkaian aksi yang diperantarai oleh aksi Hipotalamus-Hipofisis-Adrenal sehingga merangsang hormon hipofisis anterior untuk meningkatkan produksi ACTH (Adrenocorticotropic hormone). Hormon ini akan merangsang korteks adrenal untuk meningkatkan sekresi kortisol yang selanjutnya akan menekan sistem imun tubuh. Selain rasa cemas ataupun stress yang dapat dialami oleh seseorang bukan hanya dari pemberitaan tentang covid-19 saja, akan tetapi terlalu lama dirumah dengan kegiatan yang itu itu saja juga dapat mempengaruhi kesehatan.

Menjaga imunitas tubuh sangatlah penting dilakukan pada masa pandemi covid-19 ini. Selain menjaga pola hidup bersih dan sehat, diperlukan juga asupan makanan yang baik yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Salah satunya dengan banyak mengkonsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung protein tinggi. Bahan pangan sumber protein hewani diantaranya ada telur, susu dan daging yang mengandung protein tinggi dan penghasil komponen bioaktif untuk meningkatkan imun tubuh yang dikenal dengan Conjugated Linoleic Acid (CLA). Standar nasional untuk konsumsi daging adalah sebanyak 10,3 kg/kapita/tahun, telur 6,5 kg/kapita/tahun dan susu 7,2 kg/kapita/tahun4.

Perekonomian masyarakat pada masa pandemi covid-19 ini terbatas, diantara bahan pangan sumber protein hewani yang dapat menjadi alternatif adalah telur. Sebab harga telur lebih terjangkau dibandingkan dengan bahan pangan sumber protein lainnya. Telur juga memiliki keunggulan lainnya yang dijelaskan oleh Manik (2020), bahwa telur mengandung air, karbohidrat, lemak, protein, bermacam vitamin dan mineral, serta trace element lainnya. Lemak pada bagian kuningnya (yolk) yang disebut High Density Lipoprotein (HDL), yang selama ini dikenal sebagai asam lemak baik. Serta OMEGA 3, OMEGA 6, bahkan OMEGA 9 yang terakumulasi pada bagian yolk-nya dan dapat memperbaiki respons imun serta vitamin A, yang mampu menjaga kesehatan kulit dan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, harus terus dilakukan sosialisasi ataupun kampanye secara daring akan pentingnya mengkonsumsi protein hewani sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh sehingga terhindar dari virus ini serta aksi nyata seperti membagikan telur secara gratis kepada masyarakat. Semua pihak harus saling bekerja sama dalam mewujudkan ini semua ini, saling mengingatkan serta meningkatkan sikap tidak acuh terhadap kesehatan diri.

 

Daftar Pustaka

World Health Organization. WHO Director-General’s opening remarks at the media briefing on COVID-19. Dari https://www.who.int/dg/speeches/detail/who-director-generals-opening- remarks-at-the-media-briefing-on-covid-19—11- march-2020 (Diakses, 03 Juli 2020).1

World Health Organization. Situation Report – 42. Dari https://www.who.int/docs/defaultsource/coronaviruse/situationreports/202 00302-sitrep-42-covid-19.pdf?sfvrsn=224c1add_2. (Diakses, 03 Juli 2020).2

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Info Data Peta Sebaran. Dari https://covid19.go.id/peta-sebaran. (Diakses, 03 Juli 2020).3

Rehatta, N.M. 1999. Pengaruh Pendekatan Psikologis Prabedah T erhadap Toleransi Nyeri Dan Respon Ketahanan Imunologik Pasca Bedah (Disertasi, Pasca Sarjana Universitas Airlangga) Universitas Airlangga, Surabaya.

Guyton, & Hall. 1997. Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. (Terjemahan bahasa indonesia)

Drh. Edy Dharma. 2020. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah. Dari https://disnakkeswan.jatengprov.go.id/read/melawan- pandemi-covid-19-melalui-peningkatan-konsumsi-protein-hewani (Diakses 03 Juli 2020).4

Manik Eirry Sawitri. 2020. UB: Manfaat Telur Tingkatkan Imunitas untuk Cegah Covid-19. Dari https://www.medcom.id/pendidikan/riset- penelitian/GKdOp5dk-ub-manfaat-telur-tingkatkan-imunitas-untuk-cegah- covid-19 (Diakses 04 Juli 2020).

Disusun Oleh :

Ina Marlina (200110170100)

Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran

Ina17001@mail.unpad.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *