Berdasarkan informasi dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention), Covid 19 merupakan penyakit emerging disease yang berasal dari hewan liar tepatnya kelelawar ke manusia yang menyebar dari manusia ke manusia lainnya melalui droplets. Namun, baru – baru ini terdapat isu yang beredar bahwa covid 19 dapat menular dari manusia ke hewan serta dari hewan ke manusia atau merupakan penyakit zoonosis. Hal tersebut tentu menimbulkan keresahan masyarakat, khususnya para pemilik hewan peliharaan/ companion animal dimana pada era modern ini hewan peliharaan sudah awam dimiliki oleh masyarakat. Informasi yang beredar dan tidak credible tentunya dapat membuat kecemasan yang dimana kecemasan tersebut tentu saja akan mengakibatkan permasalahan berantai terhadap masyarakat dan juga hewan-hewan peliharaan yang ada. Permasalahan kecemasan pada manusia tentunya akan berefek pada tingkat imunitas pada masing-masing individu. Ketika imunitas menurun, tubuh dapat terserang penyakit dengan mudah sehingga adanya kemungkinan peningkatan kasus covid 19 baru di masyarakat. Selain itu permasalahan ini juga dapat menyebabkan para pemilik hewan menjadi panik sehingga menelantarkan hewan – hewan peliharaan mereka, dimana hewan peliharaan tidak terbiasa untuk mandiri di jalanan dan melanggar animal welfare.

Oleh karena itu menurut saya, permasalahan yang ada dapat diatasi dengan melakukan edukasi secara baik dan benar serta menggunakan data – data yang berasal dari sumber-sumber terpercaya. CDC dan OiE (World Organisation for Animal Health) menjelaskan bahwa penularan dari hewan peliharaan ke manusia sangat kecil kemungkinannya begitupun sebaliknya dari manusia ke hewan, sehingga masyarakat tidak perlu panik dan tetap memperlakukan hewan peliharaannya seperti anggota keluarga sendiri. Hewan-hewan yang memungkinkan untuk tertular covid 19 walaupun kecil kemungkinannya adalah non-human primate, musang, kucing, hamster dan anjing sementara berdasarkan penelitian yang ada, tikus, babi, ayam dan bebek diketahui tidak terinfeksi ataupun tidak menyebarkan virus covid 19. Hewan peliharaan yang diketahui terkena covid 19 diketahui karena kontak yang sangat dekat dengan masyarakat yang mengidap covid 19 oleh karena itu sebaiknya dilakukan tindakan pencegahan seperti jaga jarak hewan peliharaan setidaknya dua meter dari masyarakat selain keluarga dan menerapkan sanitasi dan higiane yang baik. Jika hewan peliharaan terduga dan terkonfirmasi mengidap covid 19, jangan panik karena sejauh ini gejala yang muncul hanyalah gejala ringan ataupun tanpa gejala. Menurut CDC tindakan yang dilakukan setelah hewan peliharaan terkonfirmasi mengidap covid 19 adalah melakukan isolasi hewan peliharaan tersebut dan tidak perlu membawanya ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan atau treatment secara tatap muka, telemedicine merupakan langkah yang tepat dan yang terpenting adalah melakukan update kesehatan hewan peliharaan yang terkonfirmasi mengidap covid 19 secara rutin.

KEJADIAN PENULARAN COVID 19 DARI HEWAN PELIHARAAN KE MANUSIA

Daftar Pustaka

Centers for Disease Control and Prevention. Pets and Other Animals. Dari https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/daily-life-coping/positive-pet.html (Diakses, 03 Juli 2020).

World Organisation for Animal Health. Specific technical information and recommendations. Dari https://www.oie.int/scientific-expertise/specific- information-and-recommendations/questions-and-answers-on-2019novel- coronavirus/ (Diakses, 03 Juli 2020).

Disusun Oleh :

Khairunnisa Lazuardini (130210170046)

Program Studi Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Khairunnisa17004@mail.unpad.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *