Rencana Kegiatan KKNM

1. Permasalahan

Permasalahan yang kami temui dan dapatkan berdasarkan hasil pemetaan sosial di Kelurahan Karanganyar diantaranya:

  • Ideologi keagamaan terpecah-pecah sehingga pengajian dilaksanakan di rumah ustadz masing-masing di RW 01 (Cibuyut).
  • RW 09 (Segleng) menjadi sorotan polisi karena kasus sabung ayam, perjudian, dan penggunaan ganja serta narkotika.
  • Kecamatan Karanganyar terkenal dengan reputasi kasus kredit macet tertinggi di Jawa Barat.
  • Industri rumah di Kelurahan Karanganyar mengalami kemerosotan karena kurangnya kemampuan para pengusaha untuk mengelola dan menyusun pembukuan serta memasarkan produk.
  • Kurangnya persediaan pupuk dan mahalnya harga pupuk non organik di Kelurahan Karananyar sehingga petani mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan hasil tani.
  • Penyaluran air irigasi sawah yang yang tidak merata, terutama di RW 04 (Sukadana) dan RW 06 (Sukaasih).
  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai kesepakatan tertulis atas jual beli dalam usaha bordir.
  • Kurangnya perhatian dari pemerintah dalam usaha bordir.
  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai manfaat pendataan golongan darah dan donor darah (Matador) sebagai salah satu komponen ”RW Siaga”.
  • Meningkatnya sifat individualistis dan menurunnya kepedulian sosial serta semangat gotong rotong dalam kehidupan sosial di Kelurahan Karanganyar.
  • Ketidakseimbangan antara penduduk usia produktif dan non produktif sehingga beban yang dirasakan oleh penduduk usia produktif terlampau besar (banyaknya penduduk lanjut usia) di RW 10 (Rancagede) dan RW 11 (Gunung Bitung).

2. Prioritas Pemilihan Permasalahan

Setelah mendata permasalahan-permasalahan yang kami temui dan dapatkan di Kelurahan Karanganyar, kami memilih beberapa prioritas masalah yang akan dikaji berdasarkan beberapa pertimbangan seperti lingkup masalah, kemendesakkan masalah, feasibility dari masalah, dan progresifitas masalah. Permasalahan yang kami prioritaskan adalah:

  • Industri rumah di Kelurahan Karanganyar mengalami kemerosotan karena kurangnya kemampuan para pengusaha untuk mengelola dan menyusun pembukuan serta memasarkan produk.

Kami menetapkan masalah ini menjadi prioritas masalah karena industri rumah merupakan mata pencaharian utama (khusunya bordir) dan merupakan lapangan kerja bagi masyarakat Kelurahan Karanganyar sehingga apabila pengusaha industri rumah mengetahui dan sadar akan pentingnya pengelolaan dan penyusunan pembukuan diharapkan efektivitas dan efiseinsi produksi serta pemasaran akan meningkat. Secara langsung, keadaan perekonomian Kelurahan Karanganyar akan meningkat. Apabila keadaan ekonomi membaik, maka secara tidak langsung diharapkan terjadi peningkatan di bidang lainnya, seperti pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

  • Kurangnya persediaan pupuk dan mahalnya harga pupuk non organik di Kelurahan Karananyar sehingga petani mengalami kesulitan untuk mengoptimalkan hasil tani.

Kami menetapkan masalah ini menjadi prioritas masalah karena bercocok tanam merupakan mata pencaharian sebagian penduduk Kelurahan Karanganyar dan juga merupakan pekerjaan sampingan bagi para buruh bordir. Oleh karena itu, optimalisasi hasil bercocok tanam merupakan salah satu prioritas utama di Kelurahan Karanganyar. Kami mengusulkan pembuatan pupuk organik karena kurangnya persediaan pupuk juga mahalnya harga pupuk non organik, sehingga dengan pembuatan pupuk organik, kami berharap permasalahan pupuk dapat teratasi sehingga optimalisasi hasil pertanian dapat tercapai.

  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai manfaat pendataan golongan darah dan donor darah (Matador) sebagai salah satu komponen ”RW Siaga”.

Kami menetapkan masalah ini menjadi prioritas masalah karena menurut kami masalah kesehatan merupakan hal yang krusial. Pendataan golongan darah dan donor darah sendiri sangat bermanfaat terutama dalam penyediaan donor yang cepat apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pendarahan pada saat melahirkan maupun kecelakaan. Apabila kesadaran masyarakat telah tumbuh akan pentingnya pendataan golongan darah dan donor darah, maka program Matador (Masyarakat Tahu Donor) yang merupakan komponen dari ”RW Siaga” dapat diimplementasikan.

  • Meningkatnya sifat individualistis dan menurunnya kepedulian sosial serta semangat gotong rotong dalam kehidupan sosial di Kelurahan Karanganyar.

Kami menetapkan masalah ini menjadi prioritas masalah karena sebagai makhluk sosial, maka seharusnya kehidupan bermasyarakat harus dilandasi oleh sifat sosial dan kepedulian akan orang lain. Sifat ini penting dalam melandasi setiap kehidupan dan pembangunan di suatu wilayah.

3. Rencana Program KKNM-PPMD Integratif

Setelah memilih prioritas masalah yang akan dikaji, kami mengkaji lebih dalam setiap masalah yang diprioritaskan dan mendapatkan ide usulan untuk membantu mengatasi atau mengurangi permasalahan yang ada di Kelurahan Karanganyar. Kami menyusun beberapa rencana program yang memungkinkan untuk diimplementasikan di Kelurahan Karanganyar, yaitu:

1). Forum Diskusi Pengelolaan Modal dan Pembukuan

a. Langkah Teknis :

i. Kepanitiaan                                         :

1. Ketua Acara                            : Dina

2. Sekretaris                                : Endang

3. Bendahara                               : Fisantya

4. Koordinator Acara              : Ananto Purbo

5. Koordinator Humas            : Fuad

6. Koordinator Logistik          : Hary

7. Koordinator Publikasi             : Yuli

8. Koordinator Dokumentasi      : Aris

ii. Persiapan                     :

1. Koordinasi dengan Kelurahan

2. Mempersiapkan materi

3. Mempersiapkan presentator

4. Menyiapkan area untuk berkumpul

5. Menyiapkan media presentasi

6. Publikasi (koordinasi dengan RT,RW)

7. Pengaturan jadwal (waktu) kegiatan (disesuaikan dengan jadwal kegiatan kelurahan dan masyarakat)

iii. Kegiatan                      :

1. Pengadaan suatu forum diskusi

b. Sasaran : Warga Kelurahan Karanganyar (khusunya pelaku usaha

c. Waktu Pelaksanaan : minggu ke 3 Juli 2010

d. Penanggung Jawab : Dina

e. Dukungan :

1. Kelurahan

2. Masyarakat (khususnya pelaku usaha)

f. Tolok Ukur Pelaksanaan :

1. Peserta minimal 10 orang dari warga Kelurahan Karanganyar

2) Belajar Bersama Membuat Pupuk Organik

a. Langkah Teknis :

i. Kepanitiaan :

1. Ketua Acara                            : Melissa

2. Sekretaris                                : Nanda

3. Bendahara                               : Merlisa

4. Koordinator Acara                  : Anne

5. Koordinator Humas                : Fuad

6. Koordinator Logistik              : Decky

7. Koordinator Publikasi             : Arif

8. Koordinator Dokumentasi      : Vonita

ii. Persiapan                     :

1. Persetujuan Kepala Kelurahan

2. Persetujuan Kelompok Tani

3. Persetujuan RW dan RT setempat

4. Persetujuan DPL

5. Sosialisasi kepada ketua RW, RT, dan masyarakat

6. Sosialisasi kepada Kelompok Tani

7. Pengaturan jadwal dan tempat kegiatan (disesuaikan dengan jadwal kegiatan masing-masing RW)

iii. Kegiatan                      :

1. Pengarahan mengenai cara pembuatan pupuk organik

2. Demo pembuatan pupuk organik

b. Sasaran : Petani Kelurahan Karanganyar

c. Waktu Pelaksanaan : minggu ke 3 Juli 2010

d. Penanggung Jawab : Melissa

e. Dukungan :

1. Kepala Kelurahan

2. Kepala Tani Desa

3. Lembaga Pembverdayaan Masyarakat

4. RW dan RT setempat

f. Tolok Ukur Pelaksanaan :

1. Terdapat perwakilan dari dua kelompok tani

3) Pendataan Golongan Darah dan Donor Darah (Bank Darah)

a. Langkah Teknis :

i. Kepanitiaan                 :

1. Ketua Acara                            : Ignatius Irawan Hidayat

2. Sekretaris                                : Savitri

3. Bendahara                               : Decky

4. Koordinator Acara                  : Novita Setiawan

5. Koordinator Humas                : Fuad

6. Koordinator Logistik              : Aris

7. Koordinator Publikasi             : Ari

8. Koordinator Dokumentasi      : Dwi Mira

ii. Persiapan                     :

1. Persetujuan Kepala Kelurahan

2. Persetujuan Kepala Puskesmas

3. Persetujuan PMI

4. Persetujuan DPL

5. Sosialisasi kepada ketua RW, RT, dan masyarakat

6. Pengaturan jadwal dan tempat kegiatan (disesuaikan dengan jadwal kegiatan masing-masing RW)

iii.      Kegiatan                      :

1. Pendataan tinggi dan berat badan

2. Pendataan tekanan darah dan denyut jantung

3. Pendataan golongan darah dan pembagian kartu golongan darah

4. Pendataan kadar Hb darah

5. Donor darah

b. Sasaran : Warga Kelurahan Karanganyar

c. Waktu Pelaksanaan : Jumat, 23 Juli 2010

d. Penanggung Jawab :

e. Dukungan:

1. Kepala Puskesmas

2. Staf Puskesmas

3. Kelurahan

4. PMI

5. Masyarakat

f. Tolok Ukur Pelaksanaan :

1. Peserta minimal 10 orang per RW

5 Comments

  1. manz cies says:

    apakah sudah ada bantuan untuk masyarakat tidak mapu di kampung cibuyut kelurahan karanganyar.

    MISALKAN;

    (1) pemasangan listrik gratis
    (2) pupuk

    • karanganyarkknm2010 says:

      mohon maaf mas, untuk bantuan kami kurang begitu tau..
      kami di sini hanyalah mahasiswa dari unpad yang tugasnya hanya belajar bersama masyarakat. di sini kami hanya mengkaji, sosialisasi, serta memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat itu sendiri, itu juga di lakukan bersama masyarakat tersebut.. :D

  2. hendri says:

    saya tidak setuju dengan permasalahan RW 1 karena sebenarnya itu sama sekali tidak terjadi,,..,,.,.
    dan kalau membuat pernyataan jangan terlalu di lebih-lebihkan.,,.

    terimakasih.,,.

    • karanganyarkknm2010 says:

      kami tidak melebih-lebihkan mas..
      tapi semua data yang di dapat di desa karanganyar itu merupakan hasil wawancara maupun observasi langsung ke lapangan.. :D
      maaf mas apabila ada kesalahan..

  3. kosim andarawasi says:

    punten ngiring nimrung perkawis pengalian masalih anu unggelna “Ideologi keagamaan terpecah-pecah sehingga pengajian dilaksanakan di rumah ustadz masing-masing di RW 01 (Cibuyut)”
    sim abdi mafhum kana komentar kang hendri, komo deui pami kang hendri pituin asli urang cibuyut, namung abdi oge tiasa ngamaphum kana “temuan” ti rerencangan KKNM-PPMD.
    mung kieu panginten kang hendri, kumargi waktos penelitian anu singet ngabalukarkeun proses pencarian data janten rurusuhan henteu nyukcruk maluruh ka sadaya, “observasina” mung ka sabumi, janten “populasi” “sample”na oge mung hiji kuren, kalayan dipangaruhan ku “pembendaharaan kata” anu teu acan seueur jantenwe anu muncul asa nyugak.

    tapi punten oge ka rerencangan KKNM-PPMD. sanes maksad ngawurukan ieumah pamenak abdi anu pituin karanganyar. saleresnamah ayana pangaosan di bumi-bumi ustad teu tiasa di indikasikeun ayana ideologi kaagamaan anu terpecah-pecah. da saleresnamah pangaosan umum mingonan sareng sasihan galib sareng ilahar pisan malihanmah janten agenda anu rutin di cibuyut. anapon pangaosan anu aya di bumi-bumi ustad itu lebih merupakan bentuk pendalaman ilmu-ilmu agama lainnya yang lebih punya spesifikasi sesuai keahlian masing-masing ustad. tapi ari basic namah sami sadayana oge al-qur’an sareng sunnah nabi Muhammad SAW. teu matak mecahkeun ideologi keagamaan da masih sami sa sahadat, sa al-quran, sareng sa rosul. nya saupamina aya nu bentenmah da etamah teu patos prinsiplah, estuning para guru sareng kasepuhan di cibuyut merjuangkeun islam anu sami sasahadat.

Leave a Reply