Begini rasanya jadi customer service… (Customer is NOT always right)

CS : “Selamat pagi UNPAD, di sini xxx yang bicara. Ada yang bisa saya bantu ?”.

Penenelepon A : “Ya betul, saya butuh bantuan nih. Bisa bantu saya gak ?”.

CS : Maaf, dengan siapa saya berbicara ini?

Penelepon A : “Ini dengan Heru. Heru Sastrwawardoyo.”.

CS : “Maaf ya,mas.Tolong sebutkan nomor NPM anda”.

Penelepon A: ‘NPM saya nomernya 0 sampai 9. Jadi mana yang harus saya sebutkan?’.

CS : “Uh.. eh.. nomer NPM yang lengkap disebutkan dari digit pertama sampai digit terakhir, bapak.”.

Penelepon A: “loh? kenapa minta lengkap? jij mau catet ik punya NPM?”.

CS : “Bukan begitu, buat data aja, karena banyak penipuan berkedok NPM palsu akhir-akhir ini”.

Penelepon A : ‘Loh, bukan NPM saya yg rusak. Tapi nomernya belum dikirim ke pusat dari fakultas. Yasudah, ini nomernya. xxxxxxxxx

CS : “Saya ulamgi nomornya xxxxx, mohon tunggu sebentar bapak. Saya akan cek dulu nomor bapak, apakah ada kesalahan sistem…

CS : “Pantes pak,bapak sudah menunggak bayaran registrasi selama 1 abad lebih, dari nomor bapak banyak mengakses nilai mahasiswa seperti, makanya jaringannya suka eror!,Bayar dunk Pak!”.

Penelpon A : “Salah mbak, bukan nunggak satu abad tetapi tiga abad..

CS: Ealahdalah.. Sambil menghela napas, CS berkata, “Pak, kalau bapak belum bayar ya wajar saja atuh, coba bapak bayar dulu.”.

Penelpon A: bayarnya dimana ya Mbak???

CS: “Ya lewat ATM, laaaahhh! Kan, Ronaldinho main bola, Pak, bukan main bodong! Astapirulohalajiimm…”.

Penelpon A: ” Maapin mba, saya emang suka khilaf kalo bayar registrasi. Bisa make nggak bisa bayar.”.

CS : “gak pa2 pak. Silakan bapak bayar lewat atm ato datang langsung ke gerai terdekat kami di kota bapak”.

Penelpon A: “Ooo gitu ya, Mbak? Ngomong-ngomong, Mbak gak ada yang marahin nihh kalo saya nelpon?”.

CS : ” tentu saja ada pak.., yaitu customer di belakang bapak. Kalo bapak nelponnya lama kaya gini”.

Penelepon A : “Ok2, saya tutup telponnya, tapi kalau setelah bayar masih suka ngadat, saya akan datang langsung ke sana!!”.

CS : Kaya tau aja deh alamat disini pak…?

Penelpon A : Jangankan alamat disana. NEM mu waktu SD saja saya tahu.

CS : “Ada hal lain yang bisa kami bantu pak?”.

Penelpon A: Makasih deh mba’. Saya mau ke bank dulu, tapi bank nya yang mana ya mba?

CS: Mas, ini customer service, bukan tour guide, kalo mau tahu banknya di mana, telpon 108 aja…..

AAAAARGGGGGHHH……….

——–

Orang bilang, kalau jadi customer service mesti punya telinga tebal (tahan cacian dan makian), dan hati yang super sabar.

Beberapa hari ini saya berkesempatan menjadi korban dari seorang rekan sejawat, yang meminta saya duduk di meja customer service untuk sementara waktu. Alasannya sih, butuh orang level perwira untuk menangani kasus beberapa hari ini.

Berbagai macam tipe customer sempat ditemui
– Customer ngotot
– Customer jurnalis yang mengancam mau ngangkat masalah ke koran
– Customer yang autis
– Customer yang sok te-u
– Customer penggoda

Padahal orang yang punya sebenarnya punya hajat lagi tenang-tenang aja, ngak berhadapan dengan muka merah customer dan dampratannya.

Mau tahu kerjaan standar customer service
– Smile (tetap tersenyum, meski hati ….. ki ki ki)
– greeting (memberi salam, sampe pegel pipi)
– introduce yourself (memperkenal nama diri, padahal ngak mau kenalan ah, nanti banyak spam)
– mention customer name 3X minimum (idiiiih ngapain manggil-manggil namanya ?)
– Say Sorry, if interrupt. (Aduuuh, tapi gue kebelet nih, sorry ya, interupsi, mau ke wc dulu)
– Cross Selling (mau jualan apa lagi ya ….?)
– Confirm help (Yakin nih, mbak, mau dibantu)
– Say “thank you” (bukannya dia yang mesti bilang teng kyu ? ki ki ki)

ya, kira-kira macam poster ini lah

Ya, ya, ya, customer is our bos’s bos. Tapi…..kayaknya ngak cocok saya di sini

atau…. saya mesti pasang gambar ini ?

Disclaimer : Gambar-gambar yang dipergunakan adalah pemiliknya masing-masing. Alamat asli dari gambar dapat diketahui melalui linknya.

Ease Troubled-Mind @ Puntang

Troubled-Mind, hanyalah sebuah istilah yang saya karang sendiri. Diambil dari istilah troubled-water, dari lagu Bridge Over Troubled Water, yang liriknya bisa dilihat di sini. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia Troubled Water adalah air yang beriak kencang, tidak tenang.

Istilah ini menggambarkan bagaimana melihat sebuah benda di dasar sungai, yang airnya beriak-riak dengan hebat. Tentu benda tersebut akan kurang jelas terlihat. Berbeda dengan jika melihat sebuah benda di dasar sungai, yang aliran airnya mengalir tenang tanpa riak. Tentu benda di dasar sungai itu akan terlihat jelas.

Dari situ saya membuat istilah Troubled-Mind. Pikiran, sebagaimana air, bisa memiliki riak. Banyak faktor penyebab riak, masalah keluarga, kantor, dll. Ketika pikiran beriak-riak tidak tenang, maka terkadang seseorang tidak bisa melihat sebuah masalah dengan jernih. Dengan adanya gangguan riak tersebut, walaupun masalah yang dihadapi sederhana, kadang gagal diselesaikan dengan baik.

Jika seseorang berhasil menenangkan pikirannya, setenang air yang mengalir, maka niscaya masalah yang serumit apapun, akan tampak jalan keluarnya.

Salah satu jalan untuk menenangkan pikiran adalah keluar dari rutinitas. Bagaimana caranya keluar dari rutinitas ? Ambilah kegiatan yang bertolak belakang dengan kegiatan sehari-hari. Tinggalkan teknologi dan tetek bengek yang selalu menyertai. Dan week-end ini, pilihan saya adalah gunung puntang. Memang ini bukan kali pertama saya ke gunung puntang. Tapi suasana magis bekas kompleks rumah belanda yang menantang, kolam cinta, ketersediaan air yang banyak, sungai, dan kemudahan-kemudahan lain, membuat saya memilih kembali puntang. (Psst, bagi yang ingin coba ke puntang bersama keluarga, coba lihat informasi lebih lanjut di sini).

Jika sehari-hari pengusir nyamuk menggunakan pengusir nyamuk elektrik, maka di puntang, kami mempergunakan api unggun.

Jika sehari-hari, penerangan mempergunakan teknologi listrik, maka di puntang, kami mempergunakan lampu dengan bahan bakar minyak kelapa.

Jika sehari-hari masak nasi pakai magic jar, maka di puntang, kami mempergunakan nesting tentara dan kompor parafin

Jika berniat bermalam dan mendirikan tenda, bersiaplah untuk kondisi dingin yang eksrim
– Camping ground Gunung puntang berada di ketinggian 1385 meter diatas permukaan laut. Ketinggian ini biasanya akan akan menyebabkan perbedaan tekanan udara terasa di gendang telinga. Tapi hal ini tidak berbahaya sama sekali. Bisa diatasi dengan membuka mulut (seperti ketika menguap) atau dengan mengunyah permen karet.
– Suhu pada jam 4 pagi adalah 18 derajat celcius (sebagai perbandingan, suhu air conditioner (AC) terdingin biasanya 16 derajat). Suhu air sungai, jauh lebih dingin. Pada jam 8 pagi, suhu air sungai masih terasa menusuk tulang sampai ke tulang sum-sum.

Dan jika ada yang penasaran dengan leganda magis curug bekas prabu siliwangi, maka tempat ini dapat ditempuh 3,5 km dari camping ground gunung puntang

Dan terakhir sebelum pulang, berpose sangat narsis dulu

Nikmatnya mudik naik motor

Terkait dengan ramainya berita di TV mengenai bahayanya mudik naik motor, saya mau ngasih komentar. Saya harap rada ilmiah dikit.

Mudik pake kendaraan pribadi (yang punya roda lebih dari dua) itu ngak akan gue komentari, karena ngak semua orang bisa begitu. Yang gue komentari cuma metode mudik yang tiap orang bisa ngerasain (maksud gue, ngak semua orang itu kaya, punya mobil).

Mudik pake motor, atau pake kendaraan umum, dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,” Memang jarang ada pilihan yang alternatifnya 100% bagus vs 100% jelek, kan?

Cara ngitungnya begini
1. Skala berkisar di nilai 1 sampai 10
2. Faktor yang memberikan keuntungan kasih tanda +, Faktor yang memberikan kerugian dikasih tanda -. Faktor yang paling menguntungkan nilainya +10, dan yang sangat merugikan memiliki nilai -10
3. Tinggal jumlahkan, dan yang memiliki nilai terbesar adalah yang paling menguntungkan.

Beberapa faktor seperti probabilitas (kemungkinan) sebuah faktor terjadi, dan seberapa besar kerusakan jika kemungkinan tersebut benar-benar terjadi, saya abaikan saja.

Mari kita hitung.

Faktor Motor Bus / KA
Mampu menembus kemacetan
+10
-6
Bisa berhenti kapan saja untuk istirahat, makan, shalat, ke kamar kecil, dll
+8
-6
Ekonomi (pengalaman saya pulang ke tasik, cuma butuh ongkos bensin Rp. 10.000 untuk tiga orang. Bandingkan dengan ongkos lebaran bis bertiga)
+7
-8
Motor bisa dipakai silaturahmi keliling di tempat mudik
+10
-10
Tak perlu menunggu kedatangan bis (yang belum tentu datang)
+5
-5
Kemungkinan terhimpit ketika naik kendaraan
+10
-10
Tak usah khawatir berdiri (ngak dapat kursi)
+10
-8
Tak usah khawatir tak terangkut
+5
-5
Kenyamanan motor dibanding berdesakan di dalam bis
+3
-5
Jam keberangkatan bisa diatur sendiri (Tak usah menunggu jadwal keberangkatan)
+8
-7
Terhindar dari antrian karcis.
+8
-7
Terhindar dari copet atau barang di bagasi hilang
+8
-8
Banyaknya daya angkut barang
-4
+6
Banyaknya daya angkut penumpang
-4
+6
Bisa tidur di bus
-2
+8
Tingkat kelelahan di jalan
-4
+7
Tingkat keselamatan di jalan
-5
+8
Antisipasi hujan di perjalanan
-7
+10
JUMLAH
+66
-40

Walaupun angka yang muncul adalah penilaian saya secara pribadi saja, tapi coba lihat jumlah angka-angka di atas. Tak heran, arus mudik memakai motor akan mencapai puncak.

Saya sempat melihat pembicaraan keselamatan mudik di TV juga yang tak objektif. Kenapa tidak objektif ? Karena pemudik motoris yang diwawancarai adalah “orang kampung bau lisung” yang tak mampu membela diri sendiri. Dituduh begini dan begitu, manggut-manggut aja. Coba kalau dia gue dampingin, pasti gue bantai juga dalil-dalil mereka. Dan inilah dalil yang membuat saya mangkel

1. Motor bukan alat transportasi jarak jauh
Bukan alat transportasi jarak jauh, dari hongkong ? Lihat promosi motor yang membuktikan ketahanan motor seminggu di geber di sirkuit sentul ngak berhenti-berhenti, dan motornya Ok-ok aja. Lagian ngak ada aturan yang melarang motor jalan ke luar kota.

2. Tempat barang di motor membahayakan pengguna jalan lain.
Coba lihat di sebelah kiri dan kanan motor patroli polisi, pasti ada tempat barangnya. Atau lihat motor-motor besar / motor gede (moge) kayak harley davidson, kan ada tempat barang nya juga. Coba deh ngomong gitu sama polisi.

3. Keselamatan anak ketika dibawa mudik naik motor tidak terjaga.
Menurut saya, keselamatan anak lebih tidak terjaga ketika orang bejubel berebut naik bis. Kemungkinan anak untuk terjepit / terhimpit pada saat itu lebih besar, dibanding kecelaan dalam perjalanan.

4. Kenyamanan anak ketika dibawa mudik naik motor tidak terjaga.
Mudik naik bis = nyaman ? lupakan saja bro. Bahkan kalau punya karcis VIP, kenyamanan tetap tak terjaga karena ada juga karcis berdiri untuk gerbong VIP. Kecuali kalau mencarter 1 bus, atau 1 gerbong pribadi, mungkin bisa 😉

5. Lebih aman naik bis, atau kereta api
Orang yang ngomong kalimat ini, pasti baca buku dan belajar ilmu transportasi di luar negeri yang jauh lebih mapan. Ilmu ini jauh panggang dari api kalau melihat penerapannya di Indonesia. Jangan lupa bung, ini indonesia, di mana pemerintahnya belum mampu mengurus transportasi mudik yang nyaman. Ngak percaya, lihat para pemudik yang bergelantungan di lokomotif atau yang tiarap di atap gerbong kereta api. Atau lebih parah, hitung berapa pemudik yang tidak terangkut dan terpaksa bermalam di terminal.

Saya pikir dalil-dalil ini muncul hanya kebencian para pemakai mobil karena jalannya terhalang oleh pemakai motor (yang jumlah arusnya lebih banyak). Lalu agar jalannya tidak terhalang motor, maka mereka berusaha sekuat tenaga agar motor tak boleh dipakai mudik. Dasar !!!

Bukan gitu dong solusinya, kita sama-sama bayar pajak bung. Cari solusi yang lebih elegan dong…. bikin jalur khusus motor ke’ (tapi jangan dicampur sama jalur angkot ya…….)

Atau barangkali bung belum merasakan nyamannya mudik naik motor ? Coba deh…. sekali-kali. Kalau sudah merasakan enaknya, bukan tidak mungkin bung nanti akan mudik naik motor walaupun punya mobil.

Tidak disangkal bahwa terdapat beberapa kasus kecelakaan pada saat mudik. Tapi menilang mereka yang membawa penumpang atau barang berlebih bukan merupakan solusi bijak.

Kenikmatan mudik adalah kenikmatan ruhani yang sangat terasa oleh rakyat indonesia. Andaikan saja seseorang rela bertaruh nyawa demi mudik, apalah artinya surat tilang ?

Dibanding memberikan tilang kepada motoris yang membawa beban atau penumpang berlebih, Lebih baik pemerintah memberikan saran mengenai cara mudik yang baik bagi para motoris terutama yang embawa anak kecil (ngak cuma saran buat pemudik yang bawa buat mobil pribadi). Misalnya, ketika mudik pakai motor, maka kepala anak tidak boleh tertutup, agar aliran oxigen tetap mengalir, dan seyogianya ada mekanisme keselamatan bagi anak semacam mekanisme sabuk pengaman (safety belt) untuk anak bagi pengendara motor. Jangan berpikir mekanisme pengaman yang sudah jadi. Kreatif sedikit lah… menciptakan mekanisme pengaman sendiri.

Atau kalau boleh usul ekstreem, bikin jalur khusus sepeda motor. Jangan Cuma bisa bikin jalur khusus bus way. Toh sudah terbukti, arus motor lebih besar dari bus bukan ?

Jadi saya pikir, bagaimanapun mudik pake motor lebih baik, jika jumlah penumpang dan barang bawaan masih memungkinkan untuk diangkut.

Tapi kalau pemerintah belum berhasil mengatasi masalah mudik, minta bantuan superman aja deh

Saya yakin superman mudik dengan kemampuan terbangnya. Kalau terbang lebih nyaman ngapain pake pesawat terbang ?

Kalau punya motor yang bisa dipake mudik dan nyaman, ngapain pake bis ?

Sekedar tips bagi yang mudik dengan motor :
(1) Jangan membawa penumpang berlebihan, karena akan menutup pandangan dan mempersulit kontrol kemudi. Kondisi fisik pengemudi juga harus memungkinkan, jangan memaksakan diri dalam kondisi sakit.

(2) Berjalanlah di lajur motor, maka pengendara lain tidak menjadi gugup karena berubah jalur, serta tidak membuat kemacetan di jalur lain. Kecepatan motor bisa lambat tanpa mengganggu pemakai jalan lainnya, terutama pengendara mobil.

(3) jangan menggunakan trotoar atau jembatan penyeberangan, karena fasilitas tersebut milik pejalan kaki.

(4) Gunakan tanda lampu ketika akan berbelok, ini akan menguntungkan pemakai jalan lain untuk bersiap-siap sebelumnya. Hindari berbelok mendadak karena akan membahayakan pengendara lainnya.

(5) jangan menyalip zig-zag, karena akan membuat yang disalip panik sehingga potensial terjadi kecelakaan.

(6) Lihatlah situasi sebelum masuk jalan raya. Karena tidak jarang dari jalan-jalan kecil, pengendara motor langsung masuk jalan raya tanpa melihat kiri dan kanan, hal ini akan mengagetkan pengendara lainnya.

(7) Menjaga jarak dengan pengendara lainnya di lampu setopan, karena ketika hijau maka ujung kaki akan rawan dilindas ban mobil di sampingnya.

(8) soal berbalik arah dengan aman. Pengendara motor belum berpengalaman seringkali ceroboh dalam hal ini, ketika akan berbalik arah namun mengambil sisi jalan yang paling ujung, sehingga radian memutar semakin jauh, maka akan mengagetkan pengendara lainnya sehingga tidak jarang sering terjadi tabrakan. Jika akan memutar ke kanan, maka ambilah sisi kanan jalan dengan tanda lampu, setelah kondisi belakang aman dari kaca spion dan aman dari pandangan depan barulah memutar, tapi jangan lupa menghidupkan lampu tanda.

(9) Jangan mempreteli bagian-bagian motor, biarlah tetap ada secara komplit karena sebetulnya perlengkapan tersebut adalah bagian keselamatan dalam berkendara.

(10) Mengemudilah dengan persyaratan lengkap, seperti misalnya memiliki dokumen diri dan dokumen motor karena akan mencegah berurusan dengan pihak berwajib. Pengendara motor sebaiknya melengkapi diri dengan peralatan keselamatan standar, paling tidak harus mengenakan helm.

Safe mudik ……