Menyelesaikan rubik cermin (Solving mirror rubiks cube)

Mirror Rubik cube adalah salah satu varian dari kubus rubik (rubik cube).

Rubikmirrors_14

selain dua versi di atas (silver dan gold) sebenarnya masih ada satu versi lagi, yang dimodifikasi seseorang yaitu versi borg (masih ingat film star trex?)

RubikMirrorBorg300

Sebenarnya algoritma untuk menyelesaikan rubik ini sama saja dengan rubik 3X3X3 biasa, hanya saja harus mengganti identitas komponen rubik yang tadinya warna, menjadi bentuk tiga dimensi. Inilah sebabnya seorang yang sudah menguasai rubik 3X3X3 biasa, tetap memerlukan adaptasi sejenak terhadap rubik ini, karena setelah di scramble, bentuknya seperti ini :

RubikMirrorScrambed300

terinspirasi dari algoritma untuk menyelesaikan rubik 3X3X3 biasa;

Memilih Teknologi Jas Hujan (rain coat / rain wear) untuk pengendara motor / biker

Musim hujan di Indonesia tiba. Bila belum memiliki jas hujan yang tepat, mungkin sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai memilih-milih. Dahulu, beberapa kali saya ganti jas hujan, saya tetap merasa tidak puas, sampai saya berpikir “Memang tidak teknologi yang mampu menyelesaikan masalah ini ?” Dan saya pun mencoba browsing di internet, dan inilah hasilnya :

Jas hujan adalah pakaian yang memiliki ketahanan terhadap air, untuk melindungi tubuh dari hujan. Peralatan tahan air telah berkembang banyak sejak karet tahan air diperkenalkan. Beberapa teknologi tahan air yang memungkinkan pemakainya memiliki aliran udara (breathable) seperti Gore-Tex ®, Marmot PreCip®, Columbia Omni-Tech® and Mountain Hardwear Conduit outerwear memungkinkan peralatan tahan air bersifat ringan, memungkinkan aliran udara untuk membuang kelembaban keringat dari dalam.

Jika anda mencari sepatu / boot tahan air, maka anda dapat memilih boot kulit yang telah dilengkapi dengan kemampuan tahan air, yang dapat menahan air dan sangat kuat, atau boot yang ringan dengan membran Gore-Tex® yang menjaga kaki anda tetap kering. Pastikan bahwa anda melihat rating waterproof dan breathability baik pada parkas, ski jacket atau boot.

TIPE-TIPE JAS HUJAN (raincoat) Continue reading Memilih Teknologi Jas Hujan (rain coat / rain wear) untuk pengendara motor / biker

Teknologi Dual Point Toshiba

Belum lama berselang, saya sempat dimintai tolong untuk mematikan fungsi tapping (melakukan click dengan men-colek / men-jawil pada touchpad) yang ada di laptop bos saya. Setahu saya, fitur seperti itu hanya dapat diaktifkan jika driver yang dipasang tepat. Sementara itu kelihatannya touchpad milik bos saya hanya mempergunakan driver standar bawaan windows. Hasilnya fitur-fitur khusus touch pad tersebut tidak muncul ke permukaan. Hanya fungsi-fungsi dasar yang dapat berjalan.

Ketika saya bertanya apakah bos saya masih menyimpan driver laptopnya, maka beliau menjawab, “Saya tidak pernah dikasih CD Driver…..” Walah…. bahaya.

Dahulu, memang saya sempat menemukan kasus di mana sebuah laptop HP tidak memberikan driver sama sekali. Tapi itu kan pada kasus laptop ekonomis, sementara laptop bos saya ini saya lihat bukan edisi ekonomis. Saya sempat heran mengetahui bahwa perusahaan sekelas HP (Hewlett Packard) tidak menyertakan driver untuk laptopnya. Akhirnya saya sempat ikut sibuk mencarikan driver touch pad untuk bos saya. Sempat kesulitan, karena laptop tersebut hanya mencantumkan seri laptopnya di layar, sehingga pencarian driver berfokus ke situ. Setelah melihat sub tipe dari seri laptop yang ditulis kecil-kecil di dasar laptop, akhirnya driver yang dicari ketemu, dan masalah selesai.

Tapi bukan itu masalah yang ingin saya kemukakan di sini. Saya ingin mengetengahkan teknologi touch pad unik yang dimiliki laptop toshiba yang dinamakan Dual Point Toshiba.

dualpointprop0mouse-properties.jpg

dualpointprop1device-select.jpg

dualpointprop2accupoint.jpg

dualpointprop4sound.jpg

Yang lebih menyenangkan lagi adalah fasilitas wizard untuk melakukan seting keduanya

dualpointwizz1.jpg

dualpointwizz2.jpg

dualpointwizz3.jpg

dualpointwizz4.jpg

dualpointwizz5.jpg

NEW TOY FOR ICT BOY

mousepaket.JPG
Belum lama ini ritme kerja saya mulai berubah. Jika sebelumnya saya diberikan fasilitas komputer desktop, dan hanya mempergunakan laptop jika tugas luar, maka sekarang ini ”cangkul” saya dalam bekerja di sawah adalah sebuah laptop.

Gaya penggunaan laptop ini pun mulai berubah. Jika sebelumnya saya mempergunakan tablet PC dengan stylus-pen (semacam alat berbentuk ball-point untuk melakukan proses point and click) sehingga tinggal tunjuk sana tunjuk sini, sekarang laptop saya adalah Toshiba Satellite Pro M10 yang dilengkapi dengan Dual Point Device (AccuPoint II dan Touchpad).

Walaupun Laptop ini dilengkapi dengan dua pointing device, rasa ”kagok” mempergunakannya tetap hadir (mungkin belum terbiasa). Akhirnya saya kembali ke zaman dahulu, mempergunakan mouse. Tapi kalau tiap hari mengeluarkan mouse dengan kabelnya yang cukup panjang rasanya belibet juga. Repot !

mouseonly.JPGAkhirnya saya mengambil keputusan untuk mempergunakan mouse yang wireless. Ada dua pilihan, yang berbasis teknologi laser dan yang berbasis teknologi RF (radio frequency). Teknologi laser kelihatannya kemahalan, harganya mulai Rp. 350.000. Akhirnya saya memutuskan untuk mempergunakan wireless mouse yang memakai teknologi RF karena harganya yang cukup murah (dibawah Rp. 100.000).

Produk Wireless Mouse yang saya pergunakan memiliki spesifikasi singkat sebagai berikut :

Merek : ePro Mini Wireless Optical Mouse with portable built-in mini receiver.
Resolution : 800 dpi
Power : 2 X AAA Battery (One year normal operation)
Function : Scroll, click, wheel, Zoom
Socket : Certified Hi Speed USB dan PS/2 (melalui socket converter)
Precission Optical Sensor : 1.500 signal per second to digital signal processor
Button life : Over 1 million click
Surface : any dry surface, except glass
Max Distance : 1.5 meter
Operating System : Windows 95, Me, 2000, XP, Vista dan Max OS-X
Made in : China
Radio Frequency : Selectable by pushing frequency button on the receiver.
Battery Charger cable via USB Port included.

Yang saya suka :

  • Receiver bisa dimasukan secara total ke sebuah kompartemen dalam mouse, sehingga tidak perlu takut hilang, patah atau tertinggal. Sangat mudah membuka kompartemen untuk receiver karena bersifat pop-up. Ketika tombol digeser, penutup kompartemen akan secara otomatis membuka ke atas.
  • Penutup battery sangat mudah dibuka karena bersikap pop up. Begitu ditekan kuncinya, penutup battere secara otomatis terbuka. (Padahal tidak ada pegas di dalamnya).
  • Frequency receiver dapat dipilih dengan menekan tombol pada receiver. Hal ini sangat membantu jika terdapat peralatan wireless lain yang mempergunakan frekuensi yang sama
  • Waktu operasi batere selama satu tahun terasa sangat menguntungkan
  • Bentuk mouse yang elegan dan cukup ergonomis.
  • Disertakan 2 batere AA yang dapat diisi ulang (rechargable)
  • Tidak perlu takut kehabisan batre, karena disediakan kabel power untuk melakukan pengisian ulang batere melalui socket USB ke lubang power di bagian depan mouse
  • Jarak maksimum 1,5 meter antara mouse dengan receivernya membuat penggunanya mampu mengontrol komputer dari tempat tidur. Serasa punya remote control untuk komputer.
  • Terdapat tombol on/off di bawah mouse untuk menghemat penggunaan batere. Selain itu, ketika komputer dimatikan dan receiver dimasukan ke dalam mouse, maka mouse secara otomatis mati.
  • Tak memerlukan driver khusus.

mouseopencompartement.JPG

mousereceiverin.JPG

mousepowerbutton.JPG

mousechargesocket.JPG

mousebatterycompartement.JPG

Yang saya kurang suka :

  • Terasa agak berat dibanding mouse biasa karena batere yang dikandungnya
  • Tak ada buku petunjuk (manual). Satu-satunya informasi yang didapat adalah melalui kemasannya (khas produk china).
  • Sayang tidak ada driver khusus, sehingga fitur yang selayaknya dimilik oleh sebuah mouse wireless (yang cukup mahal) tidak muncul ke permukaan.
  • Batere rechargeable buatan cina bawaan mouse ini tampak tidak meyakinkan. Ketika saya melakukan proses charging dengan charger GP Power Bank Rapid maka ada lampu yang berkedap-kedip yang menandakan bahwa betere ini terdeteksi sebagai batere yang non-rechargeable. Saya jadi bertanya-tanya, apakah teknologi charger saya berbeda dengan teknologi batere rechargeable china (batere bawaan mouse). Pada akhirnya saya tak jadi melakukan recharge dengan charger saya. Alih-alih batere tersebut saya charge melalui kabel charge melalui USB bawaannya. Tak banyak berpengaruh. Proses recharge tidak maksimal sehingga usia pakai battere hanya berlangsung kurang lebih 6 jam. Setelah itu harus di recharge ulang. Ketika betere low (hampir habis), lampu mouse masih menyala, tapi mouse sudah tidak berfungsi. Akhirnya saya menggantinya dengan batere rechargeable jenis baru yang bermerek yang lebih layak, dan mouse pun berjalan sempurna.
  • Teknologi wireless terasa agak sedikit menakutkan. Lalu kenapa masih mempergunakan wireless mouse ? Jawabannya adalah kepraktisan. Tidak perlu ribet dengan kabel pagujud.

Kesimpulan : Perbandingan price / performance mouse ini membuat saya puas. Recomended ? Definitely !

ReCyko+ Generasi baru battere rechargeable

gp-recyco.jpg

Sebenarnya saya menemukan teknologi ini secara tidak sengaja, ketika mencari battere untuk mouse wireless yang saya miliki.

Sebelumnya saya telah memiliki charger battere merek GP yang dapat dipergunakan sekaligus untuk tipe battere tipe AA (battere kecil), AAA (battere super kecil) dan batere 9v (yang berbentuk kotak). Karena itu saya mencari battere yang merek GP juga agar lebih klop.

Saya ditawari teknologi battere baru ketika saya mampir ke sebuah toko elektronik di BEC Bandung. Teknologi ini diberi nama GP Recyko+ Green Generation Battery Technology. (http://www.gprecyko.com). Kelihatannya GP (http://www.gpbatteries.com) dan Gold Peak Group bekerja sama mencapai teknologi ini. Apa kelebihannya ?

  1. Battere Recyco+ memiliki daya yang setara dengan 1000 buah battere jenis alkaline. Sangat cocok untuk peralatan yang haus daya.
  2. Memiliki gabungan teknologi battere alkaline dan battere rechargeable. Jika battere rechargeable biasa akan kehilangan daya secara total setelah tiga bulan (walaupun tidak digunakan), maka teknologi ini memungkinkan battere untuk kehilangan daya hanya 10% setelah 6 bulan, dan hanya kehilangan daya 15% setelah 12 bulan. Dengan demikian, battere ini siap digunakan ketika dibeli, tidak seperti battere rechargeable biasa yang harus di charge terlebih dahulu sebelum digunakan.

Battery reyco ini memiliki kapasitas daya 850mAh. Secara pribadi saya lebih puas dibanding saudaranya battere GP rechargable NiMH saya yang berkapasitas 750mAH.

Saya secara pribadi sangat menyukai produk ini. Paling tidak dalam rangka dukungan saya terhadap green living. Dengan kapasitas daya yang 1000 kali lipat battere alkaline, berarti lebih sedikit battere yang saya butuhkan, dan hal itu berarti semakin sedikit sampah elektronik & kimia battere.

Go Green living.