Unsung heroes of SMUP…..

Apa yang terpikir pertama kali ketika melihat ada staf yang tertidur di kantor ?
Males ? Ngak ada kata itu dalam kamus DCISTEM

Inilah unsung heroes dari SMUP yang tertidur karena sangat kelelahan dalam bekerja. Digambarkan di sini sebagai contoh bagi yang lain.

arif

rafly

nendar2

mvp2

Beberapa ada yang masih bisa bertahan dengan menjaga kesehatan, lewat juice buah. Beberapa ada yang mulai sakit, dan tak masuk kerja. Beberapa ada yang beristirahat sekedarnya dengan tidur “sakerejep” (sesaat) di kursi ruang scanner. Ada juga beberapa yang tidak sempat tertangkap kamera. Tapi Tuhan melihat koq dedikasinya.

Bagi mereka yang tertidur karena kelelahan bekerja, itulah bukti bahwa mereka telah mendorong kemampuan fisik mereka dalam bekerja sampai tapal batas. Ketika orang lain tidur di kehangatan rumah dan keluarga, mereka berjibaku mengawal pekerjaannya. From the deepest of my heart. I salute you !! Semoga menjadi amal, yang akan Allah balas dengan kebaikan yang banyak (khairan katsiron). Amin……

Lagu ini untuk kalian…..

Photo ini menyatakan kebersamaan dan dukungan ku pada ketangguhan mereka.
Jaga kesehatan ya, ingat anak, istri, pacar, bakal istri menunggu kalian di rumah.
Melihat ini bos pasti tidak akan tinggal diam, pasti ngasih…… waktu istirahat setelah ini (liburan ?). terutama buat yang nyempetin bikin foto-foto ini. he he he

Nguping orang saling jambak-jambakan informasi

Dengerin dua orang lagi ngobrol

Rekan2 : Tum, punya data lain yang valid ngak buat ngitung jumlah mahasiswa. Punya gue bikin pusing. Rapat besok minta data terbaru

Rekan1 : Nih, gue punya data paling valid

Rekan2 : Alaaah…. elu. Data gue dong yang paling valid mah…..

Rekan1 : Koq bisa ?

Rekan2 : Yeee, saya dapat dari pejabat di unit kerja itu koq, pemegang databasenya pulaks…

Rekan1 : Mana liat …..

Rekan2 : Nih liat…….

Rekan1 : Koq beda sama punya gue……

Rekan2 : bener nih dari pemegang databasenya ….

Rekan1 : iya,

rekan2 : Jangan bohong lo, emang lu kenal sama pemegang database nya, ngak kan ? Gue juga tau

Rekan1 : Iya deh….. gue ngaku, gue dapet dari temen gue. Temen gue itu temen pemegang databasenya

Rekan1 : waks……., tapi koq beda ya, padahal gue juga dapet dari pemegang databasenya. Gue teman kuliah dia dulu.

Rekan2 : Hmmmm, lu dapet data ini dari temen elu kapan ?

Rekan1 : Hmmmm, sekitar 3 bulan yang lalu, punya elu, kapan dapatnya ?

Rekan2 : kemaren….

Rekan1 : Tadi pagi gue, dengar pemegang database nya lupa di upload ke server, jadi data kemaren sebenarnya adalah data seminggu yang lalu

Rekan2 : Waks…….Aaaaaaarrrrgggggsssss…….Gubrags……….

Lucu juga dengerin orang yang berebut mengklaim dirinya memiliki data paling valid. Kadang saya lupa, kalau zaman sekarang masih ada orang yang awam dalam hal mengelola informasi. Hal ini mendorong saya untuk menulis blog ini, Minimal bisa membantu orang awam untuk mengerti apa yang dimaksud dengan kualitas informasi. Saya coba terangkan sesingkat mungkin biar ngak bosan membacanya.

Data adalah fakta atau kejadian yang terjadi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Kebanyakan dari data tidak mempunyai makna jika digunakan tanpa di dukung dengan data lain. Sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses sehingga memiliki makna yang mudah difahami atau dimengerti.

Data yang diperoleh melalui input data, atau data yang tersimpan atau keduanya ketika diproses meghasilkan output berupa informasi. Biasanya informasi tsb digunakan untuk pengambilan keputusan atau tindakan, sehingga muncul tindakan atau peristiwa lainnya.

Lalu informasi seperti apa yang dikatakan berkualitas ?

Informasi dikatakan berkualitas jika

Akurat (Accuracy) :
– Informasi harus bebas dari kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya
– Informasi harus bebas dari bias atau distorsi atau gangguan
– Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.

Keakuratan ini terbagi lagi menjadi beberapa komponen :
– Kelengkapan, apakah komponen pesan yang dibutuhkan hadir dalam informasi ? atau hanya potongan-potongan kecil yang tidak berhubungan ?
– Kebenaran, apakah data yang dimiliki benar ?
– Keamanan, apakah data di dapat dari orang yang berhak ? Apakah data tidak bocor kepada pihak-pihak yang tidak berhak ?

Tepat Waktu (Timelines)
– Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang), karena informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik
– Bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan.

Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

Relevan (Relevancy)
– Informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya.
– Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
– Bagaimana sebuah data digunakan oleh pemiliknya dalam mengambil keputusan

Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan

Ekonomis (Economy), seberapa besar sumber daya uang yang harus keluar untuk mendapatkan informasi

Efisien (Efficiency), bagaimana menghemat sumber daya seminimum mungkin dalam mendapatkan informasi

Dapat Dipercaya (Reliability)

Tanpa salah satu komponen tersebut, maka informasi tersebut tidak berharga. Sebagai contoh, jika seseorang akan menjual atau membeli saham, maka semua komponen yang mendukung terciptanya informasi berkualitas tersebut mutlak diperlukan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai informasi tentu saja di luar jangkauan dari blog ini. Jika dibutuhkan materi lebih detail, banyak terdapat buku-buku yang membahas mengenai tata cara peroleh informasi beserta teknologinya. Semoga blog singkat ini dapat membantu membangun kesadaran data (data-awareness) dari insan-insan indonesia di bidang teknologi informasi.

KISS (Keep It Simple, Stupid)

Memandang sebuah unit kerja, yang bertanggung terhadap kapasitas IT (Information technology) dari sebuah universitas. Kelihatannya personil-personil nya sudah kewalahan dengan beban kerja (workload) yang sedemikian besar, sehingga kadang saya melihat, bahwa usaha (effort) yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu masalah, dinilai terlalu besar, atau bahkan terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong.

Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar
tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat
temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan pensil!.

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Persoalan yang dikeluhkan bukanlah pada lift-nya. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

PACIS : Soldier of light

Dalam rangka PACIS, DCISTEM melakukan migrasi data besar-besaran. Semua database yang terserak dikumpuling. Terus, sapu-sapu deh, data yang ngak jelasnya.
Pokoknya
Semuaaaa di standarisasi
Semuaaaa di validasi
Semuaaaa, semuaaaaa deh pokoknya.

Bikin kamus data sampai 120 tabel tercipta
Bikin Entity Relationship diagram, dan 29 diagram tercipta

Ada yang pusing, karena update datanya “request time-out” saking gedenya data, dan banyaknya relasi, diperparahh dengan access point yang memang secara teknologi lebih lemot dari kabel. Langsung minta ado pasang kabel jaringan. Berhasil….

Ada yang pusing, liatin data yang aneh bin ajaib, tapi masih bisa nyengir…

Padahal sebelumnya teler berat pas liat kode-kode NPM yang simpang siur ngak jelas juntrungannya. Lihat aja muka telernya nih (walaupun teuteup, pamer lesung pipit di pipinya…..)

Ada yang sibuk, mengatur kabel

Ada yang suka musik egois, , soalnya orang lain ngak boleh denger ….. (tuh lihat di kupingnya)

Ada perempuan di sarang penyamun

Dan inilah soldier of lite, migrasi database PACIS (soalnya coolernya bercahaya sih……)

he he he. Narsis bener, tapi…. ada yang bisa nebak, diantara ke empat orang ini, apanya yang beda ?