Biang kerok koneksi wireless lambat, Setan !!!

Pernah lagi kerja buru-buru, dapat pesan kayak gini ? (kalau kurang jelas, double click aja gambarnya)

Dia bilang, update data dalam jumlah besar akan makan waktu. Nah lho. Pesan ini aja udah bikin pantat kembang kempis

Dan hasilnya adalah ini

006
Aaaaaarrghh….

Time out, adalah sebuah pesan yang menyatakan bahwa proses yang dikerjakan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

Bentar, apa sih yang menyebabkan melewati batas waktu. ? Ya salah satunya kecepatan akses lah…

Siapa biang keroknya ? Si tanduk setan


(tuh, mirip kan tanduknya)

atau si uler ?

Kadung sudah kesel, saya terangin deh, kenapa Timeout Expired tersebut bisa terjadi gara-gara si tanduk setan.

Untuk memahami kenapa sebuah Access Point (AP) Wireless memerlukan tanduk setan tersebut, maka harus dipahami cara kerja gelombang radio. Salah satu sifat dari gelombang radio adalah pemantulan (reflection). Sebagaimana sinar akan memantul ketika mengenai cermin, maka gelombang radio pun akan memantul ketika terkena benda keras seperti dinding atau kaca.

Perangkat wireless yang terpasang pada sebuah komputer akan memancarkan gelombang radio ke segala arah (kecuali pakai antena khusus). Mengingat banyaknya benda di sekeliling komputer, maka dapat dibayangkan banyaknya gelombang radio yang bertebaran dalam sebuah ruangan. Hal ini dapat pula menyebabkan sebuah access point mendapatkan signal yang sama dari berbagai arah (yang berasal dari pantulan yang berbeda) dan dalam waktu yang berbeda pula. Inilah yang dinamakan sebagai MULTIPATH.

Parahnya, antena AP bersifat half duplex (hanya bisa mengirim atau menerima dalam satu waktu, tak biasa kedua-duanya sekaligus, mirip-mirip seperti cara kerja walky talky). Jika sebuah AP hanya memiliki satu antena, maka sinyal yang akan dikirim harus menunggu sinyal yang diterima selesai dikirim terlebih dahulu, dan demikian juga sebaliknya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, munculnya AP dengan dua antena, yang dimaksudkan agar AP dapat mempergunakan antena yang satu untuk memancarkan / mengirim signal, dan antena yang satu lagi untuk menerima signal.

Tapi, itukah faktor satu-satunya yang membuat kinerja wireless lebih kecil dari koneksi kabel ?
Hmmm, sebenarnya ada yang lebih parah

Pada jaringan kabel, sebelum mengirimkan data, maka

  1. Seluruh komputer yang ada dalam jaringan tersebut (multiple access) akan memeriksa kabel, untuk memeriksa apakah ada aliran data di dalamnya atau tidak (carrier sense).
  2. Jika sedang ada yang mengalir, maka komputer tersebut akan menahan diri sampai kiriman data selesai. Barulah kemudian ia mengirimkan data.
  3. Setelah itu, komputer akan membandinkan signal yang diterima dengan yang dikirim, untuk memastikan bahwa data yang dikirim diterima / dikirim dengan baik (tidak mengalami kerusakan di tengah jalan)
  4. Jika dua komputer merasakan bahwa kabel tidak mengandung data yang sedang dikirim, dan keduanya mengirimkan data pada saat yang bersamaan, maka akan terjadi tabrakan (collision). Masing-masing komputer akan menunggu dalam waktu yang acak (random), sebelum ia mengirimkan data lagi
  5. Jika ditemukan kesalahan, maka data akan dikirim ulang (re-transmit).
  6. Protokol pengiriman data seperti ini dinamakan CSMA / CD (Carrier sense Multiple Access / Collition Detection)

Masalahnya protokol CSMA / CD tidak bisa berlaku pada jaringan wireless, karena media yang dipakai untuk mengirimkan data adalah udara (bukan lagi kabel). Maka dibangunkah CSMA / CA (Carrier Sense Multiple Access / Collition Avoidance).

Pada protokol ini, sebelum sebuah komputer mengirimkan data, maka ia akan memperkirakan panjang waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data tersebut, dan mengumumkannya ke semua komputer lain dalam jaringan. Tujuan pengumuman itu agar, komputer lain tidak mengirimkan data pada saat yang bersamaan. Karena sifatnya menghidati tubrukan inilah maka protokol ini dinamakan Collition Avoidance (CA).

Tapi CA ini menimbukan overhead yang menghabiskan 50% bandiwdth yang tersedia. Sehingga kecepatan jaringan 801.11b turun sampai 5-5.5 Mbps. (Bandingkan dengan CSMA / CD yang overhead nya hanya menghabiskan 30% bandwidth).

Parahnya lagi, semakin banyak komputer, maka overhead yang tercipta pun semakin besar seiring dengan terjadi tubrukan (collition) dan menunggu giliran untuk mengirim data. Maka dengan mudah overhead ini bisa menghabiskan 70-80% bandwidth.

Sebagai contoh nyata, 7 client wireless yang mengakses sebuah AP secara bersamaan akan membuat jaringan 802.11g yang berkecepatan 54 MBps hanya memiliki kecepatan aktual 4 Mbps.

Hal ini diperparah dengan jarak antara komputer dengan AP yang jauh. Semakin jauh jarak anda, semakin lemah pula sinyal yang diterima. Komputer pun akan menyesuaikan kekuatan sinyal yang diterima dengan kecepatan yang bisa diperoleh dengan teknologi DRS (Dynamic Rate Switching)

Hal ini belum dipengaruhi oleh gangguan sinyal elektronik lain seperti handphone loh….

Melihat tampilan ini pun

003

Gubrag ………..

009

Mengatasi Certificate Error pada koneksi internet di FireFox

Pernah mendapat pesan seperti ini di browser internet Mozilla Firefox?

certificateerror2.jpg

Pada dasarnya hal ini terjadi karena Firefox menggunakan sertifikat (certificates) pada web site aman (secure web site), yaitu website yang dimulai dengan https:, untuk memastikan bahwa informasi yang anda kirim ke penerima tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berhak (eavesdropper) yang biasa terjadi pada proses login.

Untuk menjaga keamanan data anda, Firefox akan memperingatkan anda ketika terdapat masalah pada sertifikat yang dimiliki situs yang anda kunjungi. Peringatan ini tidak berarti anda memiliki masalah keamanan. Peringatan ini hanya berarti bahwa : anda dapat memiliki masalah keamanan jika anda tetap mengakses situs yang telah di blok tersebut.

Mari kita lihat pesan errornya :

Certificate is only valid for (site name)
(site name) uses an invalid security certificate. The certificate is only valid for (site name). (Error code: ssl_error_bad_cert_domain)

Pesan eror ini memberitahu anda bahwa sertifikat yang dikirimkan kepada anda oleh situs yang anda kunjungi, sebenarnya milik situs lain. Data apapun yang anda kirim akan aman dari eavesdropper, tetapi penerimanya mungkin bukan yang anda pikir.

Dalam kasus ini, sertifikat sebenarnya berasal dari bagian lain dari situs yang sama. Sebagai contoh, anda mengunjungi https://example.com, tetapi sertifikat yang dimiliki untuk https://www.example.com. Dalam kasus ini,, jika anda mengakses secara langsung https://www.example.com, maka anda tidak akan menerima pesan ini.

Jika anda percaya bahwa sertifikat ini berasal dari UNPAD, anda dapat memberitahu firefox, bahwa anda percaya pada sertifikat situs ini dan kemudian memberikan pengecualian pada situ ini dengan memilih “Add Exception”

certerrorexception2.jpg

Anda dapat melihat sertifikat yang dimilikinya, dan jika anda percaya click “Get Certificate”, dan setelah melihat sertifikat tersebut, anda dapat melakukan “Confirm Security Exception”. Dan masalah pun teratasi.

Memanage Switch menggunakan RS-232

Pengalaman menemukan Switch AT-8026T 10/100TX x 24 managed Fast Ethernet switch with 2 fixed 1000T Gigabit Ethernet uplink ports yang ceritanya available US only. Wah swicth tahun 2004 yang ketika main ke www.alliedtelesyn.com sudah masuk katagory legacy, alias sudah dihentikan produknya.

8026t_front.jpg

Mulai mendownload semua dokumentasi. Eh ternyata bisa di manage. Syukur………

Tapi……
– DHCP Client tidak berfungsi
– Tidak ada IP default.

Terus, gimana dong manaje-nya. Walhasil harus dimanaje menggunakan port RS 232 yang ada switch tersebut. Halah terpaksa buka catatan komunikasi data waktu kuliah.

rs232.jpg

Sebenarnya ada cara yang gampang. Pakai aja kabel modem zaman dulu yang masih pakai RS232. Cuma kabelnya pendek. Sedangkan switchnya disimpan dekat langit-langit. Halah…… Jadi terpaksa bikin kabel Null-Modem sendiri.

Daftar belanja :
1. Satu pasang Jack RS232 (1 betina, 1 jantan). Rp 7500
2. Kabel isi 10 (Rp. 4000 / m)

Datang ke kantor, langsung deh berusan dengan solder menyolder.

9-pinout.gif

Memang kabel untuk RS232 ini memiliki aneka warna. Ada standarnya gitu ? Warna ini masuk ke pin itu ? Ah… suka males kalau ngikutin standar. Pakai cara mudah aja. Colokin kedua jack tersebut dalam keadaan saling berhadapan (he he emang bisa saling membelakangi ?), maka pin yang sejajar dikasih kabel dengan warna yang sama. Beres…. Kabel warna putih saya sambungkan di ground (bagian besi dari jack RS232 itu). Pembuatan kabel selesai.

Mulai colok ke Switch, juga colok ke CPU. (Masih untung CPU ini ada COM1-nya, padahal COM1 yang biasanya pakai RS232 ini sudah mulai hilang di laptop). Memang ada sih kabel USB to COM, tapi selain kebelnya pendek, kan harus beli. Mahal pula… halah….
usb-rs232-cable-med-wm.jpg
Kedua kabel sudah terpasang, tinggal sambungan CPU ke Swicth menggunakan program terminal-emulator yang kompatibel dengan ANSI terminal atau VT100. Mulai tanya om-Google. Dapet beberapa, tapi ngak jalan-jalan. Baru di hari kedua bertemu dengan program yang namanya CRT 6.0 dari www.vandyke.com. Itu pun versi trial 30 hari. Ngak pa-pa lah. Cukup koq. Barulah komunikasi terminal emulator bekerja dengan baik.
crt-6.jpg

Tekan ENTER dua kali sebelum 5 detik setelah swicth di reset atau disambungkan ke listrik. Muncul login. Masukan username dan password standar. Muncullah menu itu.
mainmenu.jpg

Melihat menu ini jadi inget jaman fir’aun, di mana untuk memilih menu harus menekan tombol angka yang sesuai. hi hi hi. Sekarang tinggal pilih menu untuk melakukan seting IP atau mengaktifkan DHCP client. Jangan lupa untuk SAVE. Setelah itu, Switch pun siap diakses via Browser internet
configuration.jpg

Mission Accomplish. 🙂