Nguping orang saling jambak-jambakan informasi

Dengerin dua orang lagi ngobrol

Rekan2 : Tum, punya data lain yang valid ngak buat ngitung jumlah mahasiswa. Punya gue bikin pusing. Rapat besok minta data terbaru

Rekan1 : Nih, gue punya data paling valid

Rekan2 : Alaaah…. elu. Data gue dong yang paling valid mah…..

Rekan1 : Koq bisa ?

Rekan2 : Yeee, saya dapat dari pejabat di unit kerja itu koq, pemegang databasenya pulaks…

Rekan1 : Mana liat …..

Rekan2 : Nih liat…….

Rekan1 : Koq beda sama punya gue……

Rekan2 : bener nih dari pemegang databasenya ….

Rekan1 : iya,

rekan2 : Jangan bohong lo, emang lu kenal sama pemegang database nya, ngak kan ? Gue juga tau

Rekan1 : Iya deh….. gue ngaku, gue dapet dari temen gue. Temen gue itu temen pemegang databasenya

Rekan1 : waks……., tapi koq beda ya, padahal gue juga dapet dari pemegang databasenya. Gue teman kuliah dia dulu.

Rekan2 : Hmmmm, lu dapet data ini dari temen elu kapan ?

Rekan1 : Hmmmm, sekitar 3 bulan yang lalu, punya elu, kapan dapatnya ?

Rekan2 : kemaren….

Rekan1 : Tadi pagi gue, dengar pemegang database nya lupa di upload ke server, jadi data kemaren sebenarnya adalah data seminggu yang lalu

Rekan2 : Waks…….Aaaaaaarrrrgggggsssss…….Gubrags……….

Lucu juga dengerin orang yang berebut mengklaim dirinya memiliki data paling valid. Kadang saya lupa, kalau zaman sekarang masih ada orang yang awam dalam hal mengelola informasi. Hal ini mendorong saya untuk menulis blog ini, Minimal bisa membantu orang awam untuk mengerti apa yang dimaksud dengan kualitas informasi. Saya coba terangkan sesingkat mungkin biar ngak bosan membacanya.

Data adalah fakta atau kejadian yang terjadi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Kebanyakan dari data tidak mempunyai makna jika digunakan tanpa di dukung dengan data lain. Sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses sehingga memiliki makna yang mudah difahami atau dimengerti.

Data yang diperoleh melalui input data, atau data yang tersimpan atau keduanya ketika diproses meghasilkan output berupa informasi. Biasanya informasi tsb digunakan untuk pengambilan keputusan atau tindakan, sehingga muncul tindakan atau peristiwa lainnya.

Lalu informasi seperti apa yang dikatakan berkualitas ?

Informasi dikatakan berkualitas jika

Akurat (Accuracy) :
– Informasi harus bebas dari kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya
– Informasi harus bebas dari bias atau distorsi atau gangguan
– Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.

Keakuratan ini terbagi lagi menjadi beberapa komponen :
– Kelengkapan, apakah komponen pesan yang dibutuhkan hadir dalam informasi ? atau hanya potongan-potongan kecil yang tidak berhubungan ?
– Kebenaran, apakah data yang dimiliki benar ?
– Keamanan, apakah data di dapat dari orang yang berhak ? Apakah data tidak bocor kepada pihak-pihak yang tidak berhak ?

Tepat Waktu (Timelines)
– Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang), karena informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik
– Bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan.

Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

Relevan (Relevancy)
– Informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya.
– Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
– Bagaimana sebuah data digunakan oleh pemiliknya dalam mengambil keputusan

Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan

Ekonomis (Economy), seberapa besar sumber daya uang yang harus keluar untuk mendapatkan informasi

Efisien (Efficiency), bagaimana menghemat sumber daya seminimum mungkin dalam mendapatkan informasi

Dapat Dipercaya (Reliability)

Tanpa salah satu komponen tersebut, maka informasi tersebut tidak berharga. Sebagai contoh, jika seseorang akan menjual atau membeli saham, maka semua komponen yang mendukung terciptanya informasi berkualitas tersebut mutlak diperlukan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai informasi tentu saja di luar jangkauan dari blog ini. Jika dibutuhkan materi lebih detail, banyak terdapat buku-buku yang membahas mengenai tata cara peroleh informasi beserta teknologinya. Semoga blog singkat ini dapat membantu membangun kesadaran data (data-awareness) dari insan-insan indonesia di bidang teknologi informasi.

Memburu pengganti MS Office Binder

Masih ingat Microsoft Office Binder ? Sebuah aplikasi bagus yang dulu saya gunakan untuk menyimpan file-file Microsoft Word, Microsoft Excel dan Microsoft Power Point dalam satu aplikasi tunggal. Saya dapat mengorganisasikan dokumen-dokumen tersebut dalam katagori yang saya inginkan.

Ketika saya menyusun kamus data untuk PACIS (Padjadjaran Academic Information System), Selain melakukan reverse engineering dari database yang saya desain, saya juga menyusun data-data tiap tabel database dalam setiap file Microsoft Word yang terpisah (agar kamus data terlihat lebih manusiawi / tidak terlalu seperti mesin). Tapi kelihatannya si boss, pengen langsung yang gabungan deh.

Mulai deh saya mencari-cari pengganti Microsoft Binder yang katanya mulai berhenti di Microsoft Office 2003.

Setelah tanya om google. katanya pengganti Microsoft Binder adalah Microsoft Office Workspace sebagai langkah maju untuk memiliki banyak binders – Workspace – terintegrasi dengan unified communication dan collaboration. Keren… Melebihi yang saya harapkan.

Jadilah dokumen-dokumen tersebut seperti confluence dan Microsoft Office Live Workspace

Katanya sih, kelebihannya adalah sbb :

1. When you work on “Confluence” you need to refrain your document. What I mean is even a simple bitmap file type have to be saved once again ina different format like Jif or gif to store it in to the Confluence space. This means you are redoing the same document one for Microsoft Word and the other for Confluence. Your whole effort is wasted and all your productivity skills are just wasted in no time. For instance, if your have an Installation guide of 50 images in bitmap format, if you have open and save these format again.

2. You cannot move your PDF files for editorial or review purposes to and fro every time using email, because it occupies a lot of storage space on either of the location. It also becomes difficult to maintain version control.

3. To be realistic “Microsoft Office Life Workspace” saves lot of energy, time and value for Money. And I can work from home, or during travel.

Important: I can also show a corporate PowerPoint presentation across different location or share my workspace to show different presentation at the same time for different audience – which is possible today.

Support terakhir untuk Microsoft Binder ada di sini.

Setelah mendaftar, saya mendapatkan fasilitas sbb :
1. Mendapat workspace untuk menyimpan 1000+ dokumen secara online, dan melakukan share dokumen tersebut dengan orang lain, dan bisa juga mengaksesnya melalui Microsoft Word, Excel dan Power Point.

Contoh bagaimana orang mempergunakan workspace ada di sini
http://workspace.officelive.com/Examples

Hmmm, tapi menyimpan dokumen di internet, butuh biaya tinggi untuk mengaksesnya (mesti bayar internet). Tapi offline kayaknya ngak mungkin deh. Kita tunggu saja, sampai fasilitas ini tidak lagi beta. Atau kalau sudah tidak sabar bagaimana kalau jalan-jalan ke http://www.thinkfree.com/

10 menit menuju email yang lebih baik.

email_pressureist.jpg
Kenapa 10 menit, karena waktu yang diperlukan membaca blog ini hanya 10 menit, kenapa “lebih baik” ? karena dengan membaca blog ini anda dapat mengirimkan email yang santun, bertanggung jawab, dan bukan “Stupid Email”.

Mari kita mulai.

Email adalah sistem komunikasi antar komputer yang memungkinkan pertukaran informasi berbasis text untuk dipertukarkan secara elektronik. Seiring dengan perkembangan teknologi, email kemudian memungkinkan pertukaran file digital melalui lampiran (attachment) email.

Sifat “cepat, murah, dan mudah digunakan” membuat email menjadi bentuk komunikasi bisnis paling populer, terutama pada pesan-pesan yang dikirim di dalam perusahaan (internal message). Kebanyakan orng lebih memilih email dibanding surat atau memo karena sifat informalnya. Bahasa yang bernada bebas, bersahabat dan “dekat” tidak hanya diterima, tetapi disukai dalam korespondensi melalui email

Walaupun demikian, ingatlah bahwa sifat informal email bukan alasan untuk mengirim email asal-asalan, terutama ketika mengirimkan pesan kepada atasan di dalam perusahaan, atau kepada kontak atau klien di luar perusahaan. Anda seyogianya memilih bahasa dan struktur email anda dengan tepat untuk memberikan dampak terbesar terhadap pembaca email anda. Selain itu, sebagaimana korespondensi lain, sebaiknya anda melakukan pengecekan dengan membaca kembali email sebelum dikirimkan, agar kesalahan ketik, kesalahan peletakan tanda baca, dan kesalahan tata bahasa dapat dihindarkan. Ingatlah bahwa email anda mencerminkan siapa anda. Email yang asal-asalan mencerminkan diri anda yang asal-asalan pula. Lebih jauh lagi, email yang asal-asalan dapat merusak citra perusahaan di mana anda bekerja, di mata klien anda.

JENIS EMAIL

Sebagian orang hanya melakukan korespondensi dalam jumlah kecil (misalnya email perseorangan), dan sebagian lagi melakukan korespondensi dalam jumlah besar (misalnya perusahaan yang harus mengirim email kepada seluruh kliennya). Untuk kepentingan ini maka layanan untuk email terbagi menjadi dua :

1. Web Based Email

Web based email atau disingkat webmail adalah sebuah istilah yang merujuk keada sebuah layanan email yang ditujukan untuk dapat diakses secara primer melalui web browser (sebagai lawan dari email client seperti Outlook express, windows Mail, Microsoft Outlook, Mozilla thunderbird, apple Inc’s Mail).

Kelebihan dari web based email di banding application based email adalah bahwa seorang user dapat mengakses mailbox nya dari komputer mana saja di seluruh dunia, yang terhubung dengan internet melalui browser. Kelemahannya adalah, bahwa pemilik account email ini tidak dapat mengakses email mereka jika tidak terkoneksi ke internet (offline)

Beberapa perusahaaan terkenal menyediakan layanan webmail secara gratis seperti gmail, yahoo, hotmail, dan aol. Bagaimakah layanan ini bisa gratis ? Pada dasarnya layanan ini gratis karena didanai dari iklan. Langkah-langkahnya seperti ini :

  1. Untuk dapat mengakses sebuah webmail gratis, seseorang harus terkoneksi (online) terus ke internet untuk dapat mengakses emailnya.
  2. Hal di point no 1 di atas menyebabkan hit (kunjungan) ke sebuah situs penyedia layanan email akan tinggi.
  3. Jika hit yang dimiliki sudah tinggi, maka pemasang iklan akan tertarik untuk menyimpan iklannya pada situs tersebut.
  4. Sebagian pendapat iklan dari iklan dipergunakan untuk memberikan layanan gratis.

Beberapa lembaga penyedia layanan webmail gratis bisa dilihat di sini.

2. Application-based email

Application-based email adalah fasilitas email yang dapat mengambil email yang ada di mailbox sekaligus, kemudian membacanya secara offline, sehingga dapat menghemat biaya koneksi internet. Keistimewaan ini harus dibayar dengan memasang sebuah program bernama Mail User Agent (MUA) di komputernya. MUA ini biasanya berjalan berdasarkan protokol POP3 (email masuk) dan SMTP (email keluar). Beberapa email client bisa dilihat di sini.

Untuk dapat mempergunakan MUA ini, anda harus melakukan seting. Sebagai contoh, saya memberikan contoh pada MUA Microsoft Outlook 2007 (Gambar bisa diperbesar dengan melakukan double-click pada gambar tsb)

1.

 

01-configuring-outlook-account.jpg

2.

 

02-e-mail-accounts.jpg

3.

 

03-add-new-account.jpg

Berikan tanda check pada opsi MANUAL CONFIGURE SERVER OR ADDITIONAL SEERVER TYPES

4.

 

04-pop3-account.jpg

5.

 

05-seting-ip2.jpg

6.

 

06-test-succrssfull.jpg

7.

 

07-successfull.jpg

 

 

 

 

TATA CARA MENULIS EMAIL :

  1. Sebuah email yang efektif adalah email yang singkat dan berfokus hanya kepada satu subjek. Idealnya sebuah email harus cukup singkat untuk dapat dibaca di layar komputer tanpa perlu menggulung (Scrolling) layar.
  2. Jika anda menulis email untuk bertanya atau membuat sebuah perminataan, maka ekspresikan hal ini pada baris pertama pesan, atau bahkan pada isian subjek-email, untuk memastikan respon yang cepat. Jika memungkinkan, berikan pertanyaan yang bisa dijawab dengan “ya” atau “tidak”, atau jawaban sederhana lain. Misalnya pertanyaan “Bisakah kita bertemu pada jam 10.00 di restoran X ?” akan mengundang respon yang langsung dan cepat dibanding “Bagaimana jadwal ini menurut anda ?”
  3. Menulis email panjang. Dalam korespondensi bisnis, sifat “singkat” tidaklah selalu menjadi keharusan. Walaupun email adalah media yang baik untuk pertanyaan dan jawaban yang cepat, tetapi jangan sampai membuat email anda kehilangan makna, dan kehilangan informasi dasar (background information) yang penting. Seyogianya buatlah email anda sehingga email tersebut dapat meliput subjek email anda secara penuh, tapi hindari kata-kata yang tidak perlu, walaupun hanya satu kata. Jika anda harus menulis email yang panjang, pertimbangkan untuk memulai dengan memberikan daftar isi atau ikhtisar materi email, sehingga penerima akan dapat dengan cepat menemukan informasi yang paling berelasi untuknya. Jika anda meminta respon, masukan permintaan anda pada text yang ada pada layar pertama, sehingga pembaca biasa tidak melewatkannya.


LAMPIRAN (ATTACHMENT)

Dari pada menuliskan email yang panjang, anda dapat mengirimkan pesan email singkat yang dilengkapi dengan lampiran – yaitu sebuah file yang tersimpan pada komputer anda yang ditulis dengan sebuah program pengolah kata, spreadsheet, atau sotfware lain. Ketika mengirimkan sebuah lampiran, maka pesan email anda dapat berperan sebagai catatan, di mana anda mendeskripsikan lampiran dokumen, hubungannya dengan penerima email, dan aksi apa (jika ada) yang anda inginkan dari penerima email, setelah ia membacanya.

Untuk dapat membaca lampiran, penerima email harus mendownload file lampiran dan mengaktifkan software terkait untuk menampilkannya di layar. Karena membuka sebuah lampiran dapat memakan waktu, seyogianya lampiran yang dikirim hanya file-file yang penting dan berelasi terhadap penerima email.

Ingatlah bahwa penerima email anda dapat mengalami kesulitan membuka lampiran anda jika sistem email yang mereka miliki berbeda dibanding sistem email anda. Sebelum mengirimkan banyak lampiran kepada penerima email untuk pertama kali, anda dapat melakukan test mengirim pesan email, atau menghubungi penerima email untuk mengetahui apakah sistem email anda kompatible (cocok) dengan sistem email penerima. Salah satu masalah yang paling sering ditemui ketika mengirim lampiran adalah batasan ukuran / besarnya lampiran yang dapat anda kirimkan kepada penerima email. Cek lah terlebih dahulu apakah kapasitas mailbox penerima email memiliki kapasitas yang cukup untuk menerima lampiran anda.

ETIKA EMAIL (EMAIL ETIQUETTE)

Bertukar email seperti berbicara tanpa melihat wajah atau mendengar suara penerima email. Anda hanya dapat membaca kata, tetapi tidak dapat membaca tanda-tanda visual dan suara (misalnya perubahan intonasi suara, ekspresi wajah, dan bahasa pergerakan tubuh) yang dapat membantu anda mengartikan sebuah kata.

Karena hal tersebut, ditambah dengan sifat informal dari sebuah email, maka kata-kata yang ada pada sebuah email dapat dengan mudah disalahpahami. Untuk menghindari kebingungan dan sakit hati, maka pengguna internet seyogianya memperhatikan sebuah aturan (netiquette), termasuk panduan untuk menjadi seorang koresponden email yang bertanggung jawab dan sopan.

MEMBUAT NADA EMAIL YANG SANTUN

Karena seseorang dapat melakukan kegiatan email dengan cepat dalam hitungan detik, seringkali seseorang tidak memperhatikan nuansa nada pada kata-kata yang ada pada emailnya. Jika anda tidak menyempatkan untuk memperhatikan kata-kata pada email yang anda kirim dan bagaimana persepsi penerimanya, maka email anda bisa menjadi email yang tidak tajam (tidak dimengerti) atau bahkan menghina.

Sebuah aturan sederhana dapat mengindarkan anda dari menulis email yang biadab dan bersifat menyerang : Selalu tanyakan diri anda, apa yang anda rasakan ketika anda menerima email yang akan anda kirimkan. Jika anda tidak dapat menerimanya, maka anda dapat berasumsi bahwa penerima email anda juga demikian. Jika anda tidak yakin bagaimana email anda dipersepsikan, tanyalah opini orang lain, atau baca kembali email anda keesokan harinya dengan mata yang segar.

Jika seseorang mengirimkan email kasar (flame) kepada anda, ambilah waktu untuk menenangkan diri sebelum merespon. Hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah membalas sedapat mungkin dengan bahasa dan nada yang netral. Dalam kasus-kasus tertentu, hal terbaik yang dapat anda lakukan adalah tidak merespon terhadap flame tersebut.


MENENTUKAN PENERIMA EMAIL

Email sistem yang anda miliki memungkinkan anda untuk mengirim email ke banyak penerima, atau bahkan semua rekan kerja anda dengan satu kali clik. Walaupun fitur ini bisa sangat berguna, tetapi beberapa email bisa jadi tidak relevan kepada setiap rekan kerja anda. Berpikir sejenak mengenai siapa yang tepat menerima email anda, dinilai lebih baik dibanding dengan mengganggu mailbox rekan adan dengan email yang tidak berelasi terhadapnya.

MERESPON EMAIL

Biasakan untuk mengecek email anda paling tidak dua kali dalam sehari sehingga anda dapat menjawab email anda segera. Jika anda menerima permintaan yang memakan waktu, responlah dengan pesan email yang menjelaskan situasi yang anda hadapi dan berikan perkiraan waktu yang anda butuhkan untuk dapat menjawab secara penuh.

Ketika menjawab sebuah email dengan tombol jawab (reply), jangan menuliskan subject dari email tersebut. Biarkan fungsi reply secara otomatis menuliskan kembali subject email yang anda balas dengan menambahkan kata “Re” (in reference to) pada subject.

Pada beberapa sistem email, fungsi reply dapat di set untuk mengirimkan kembali salinan dari email yang anda jawab. Jika pesan yang anda jawab terlalu panjang, anda dapat menghapus pesan aslinya, dan hanya mengutip bagian email yang anda respon.

Seringkali jalan terbaik adalah merespon email dengan membuat struktur tanya jawab, mempergunakan kutipan dari pesan email yang anda terima sebagai pertanyaan

>Apakah kau telah melihat laporan tersebut ? Apakah yang lain juga sudah membacanya ?
Belum, tapi Agus sudah membacanya
>Apakah Agus memberikanmu jadwalnya
Ya, lihat lampiran

MENERUSKAN EMAIL

Kebanyakan sistem email memungkinkan anda untuk mengirimkan sebuah email yang anda terima kepada pihak ke tiga dengan melakukan click pada tombol “forward”. Sebelum melakukan forward, mintalah izin dari penulisnya. Mungkin adalah suatu alasan khusus, mengapa email aslinya dikirimkan hanya kepada anda.

Ingatlah dalam pikiran anda bahwa ketika anda mengirim email kepada seseorang yang isinya menghina seseorang yang lain, maka bisa jadi penerima email anda secara tidak sengaja atau bahkan sengaja mem-forward email anda kepada subjek penghinaan anda. Sebaiknya anda tidak mengirimkan email berisi hal yang tidak mengenakkan hati tentang seseorang, yang isinya tidak akan anda katakan di depan wajahnya.

SPAM

Email, juga seringkali digunakan untuk menganggu. Biasanya gangguan ini biasanya berupa iklan yang tidak diinginkan (spam). Beberapa hukum mengancam pengirim spam yang mengirimkan email dengan subject yang menyesatkan atau alamat balasan yang salah. Pengirim media yang berisi materi dewasa harus secara eksplisit isi email mereka pada subject email. Beberapa hukum juga mengharuskan email iklan (disengaja atau tidak) untuk menuliskan alamat pos yang berlaku dan cara menghentikan email spam dalam email mereka sehingga penerima dapat mencegah spam pada masa yang akan datang.

PRIVASI

Isi dari email dapat terbuka bagi orang lain karena :

  • Pesan email biasanya tidak disandikan (encrypted)
  • Pesan email akan singgah di server email sebelum sampai ke mailbox penerima. Hal ini memudahkan pihak lain untuk mencegat dan membaca pesan email
  • Informasi yang ada pada header email dapat mengidentifikasi pengirim email, mencegah terjadinya komunikasi anonim.
  • Beberapa mail user agent tidak memproteksi login-nama dan password, sehingga memudahkan pencegatan informasi ini oleh hacker.

Masih banyak materi mengenai email. Tentunya anda dapat mengaksesnya lebih jauh melalui internet untuk menghasilkan “email yang lebih baik”

Materi Disarikan dan diterjamah dari
– Microsoft Encarta 2008
– Wikipedia.org

Your Hardisk May Fail Soon ! S.M.A.R.T. ass….!

Pernah anda dapat peringatan seperti ini ketika booting laptop awal ?

hardiskfail.jpg

Ya, saya pernah. Pesan itu datang dari sebuah perangkat lunak Toshiba Management Console – PC Health bawaan laptop Toshiba Satellite Pro M10 yang saya pakai bekerja.

S.M.A.R.T. (Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology) adalah sistem monitoring untuk hard disks komputer untuk mendeteksi dan melaporkan indikator-indikator kegagalan hardisk, dengan harapan kegegalan total dapat segera diantisipasi.

Awalnya sih saya abaikan saja. Soalnya setahu saya, laptop ini belum tua-tua amat. Belum sampai lah umur MTBF-nya (Mean Time Before Failure). Dan tiba-tiba saja ketika laptop ini dipakai seperti hang. Memang berhasil di restart, berhasil di format dan di install sih, tapi ngak lama. Pasti gitu lagi. Lemoooooooot banget. Quick Format, Full Format, Hapus Partisi dll, tidak membuahkan hasil. Dasar ! Mau di reparasi juga tanggung, hardisk cuma 40 GB. Mana reparasinya lebih mahal dari beli baru….. hiks-hiks.

Akhirnya bongkar laptop, baca hardisk dari PC, dan data berhasil diselamatkan walau bermandi-mandi peluh dan bermandi darah…. (he he he, yang ini sedikit didramatisir….)

Lho, emang salah warning, atau salah pengguna ? Memang menurut sebuah penyelidikan 60% kegagalan hardisk dapat diprediksi sebelumnya. Salah satunya karena aus dan usia yang akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Dari 60% kegagalan yang dapat diprediksi tersebut, 30%nya dapat dilaporkan oleh S.M.A.R.T. SMART sebenarnya dapat melaporkan indikasi-indikasi kegagalan hardisk seperti yang bisa dilihat di sini. Tapi herannya, hadisk dengan merek dan kapasitas yang sama, yang telah saya miliki 9 tahun lalu, sampai sekarang masih berjalan normal.

Saya jadi mangkel saya bilangin ke hardisk saya “S.M.A.R.T. ass” (smart, smart, smart pantat mu…..). Saya mangkel karena kalau memang smart (cerdas) mestinya dia bisa memperkirakan berapa hari lagi umurnya. Hi hi hi. Maksa banget ya…….

Untung seorang rekan rela meminjamkan hardisknya untuk menggantikan hardisk merek Toshiba itu. Standing ovation for him. Sekarang saya menjalankan MS Windows 2003 Server dengan SQL Server 2005 pada hardisk pengganti tersebut.

Setelah SMART gagal mengetahui kapan tepatnya umurnya berakhir, dan hdtune masih tanda tanya, ada yang tahu cara memperbaiki kerusakan hardisk kayak gitu selain di lem biru (di lempar beli baru) ?