Blackberry Storm 9500 for beginner

Di sini saya menuliskan pengalaman saya ketika memiliki blackberry (BB) storm untuk pertama kalinya, dan sama sekali buta terhadap teknology khusus blackberry. Kemudian saya berpikir, mungkin di luar sana, ada juga orang yang senasib. Maka saya membuat tulisan ini, untuk mereka. Sehingga proses maksimalisasi teknologi BB nya semakin cepat.

Apa itu blackberry, dapat dilihat di sini
Continue reading Blackberry Storm 9500 for beginner

Seting Telkomsel Flash Unlimited Corporate

Beberapa hari yang lalu, tempat saya bekerja memfasilitasi (tepatnya mengkoordinir) karyawannya untuk mendapatkan koneksi internet broadband. Saya senang-senang saja, karena berarti saya bisa mengakses komputer server di tempat kerja saya dari rumah melalui Virtual Private Networking (VPN).

Perangkat yang saya gunakan :

Modem Sierra Wireless Aircard 881U + GPS (yang belakangan baru saya tahu sudah discontinue produksinya.
Kartu Hallo Telkomsel

Setelah kartu hallo aktif, saya dengan gembira mencoba fasilitas GPS. Kemudian seorang rekan sejawat memberi tahu bahwa sudah ada tagihan. Waks…… test, tekan *888# (nomor untuk mengetahui tagihan dari telkomsel). Muncullah tagihan itu …..

Koq bisa ? Padahal kan perjanjiannya bayar flat Rp. 100.000 / bulan selama 1 tahun, dapat kecepatan 256 kbps ?

Ternyata oh ternyata …..

1. Baca manualnya (baru datang setelah komplain…. halah. Itu pun modemnya telkomsel, Gubraks…)
2. Harus ketik flash, kirim ke 3636 dulu, sampai ada jawaban pengaktifan flash
3. Modem Harus di seting dulu untuk memasuki jaringan flash. (File nya di sini)
4. BACA ini dulu http://www.telkomsel.com/web/term_condition, kelihatannya Paket berbasis volume dan Unlimited menggunakan APN Internet.

Setelah sempat bingung, akhirnya telepon caroline di 022-415 0811 jam 18-an, diterima dengan CS bernama Egi dan disana saya diberi tahu bahwa seting yang benar untuk flash corporate unlimited adalah sebagai berikut :
1. APN : internet (huruf kecil semua)
2. Profile Name : Bebas (saya sih pake Telkomsel)
3. No Dial (jika diperlukan) : *99#
4. User Name : Dikosongkan
5. Password : Dikosongkan
6. Tipe Connection : Manual

Rupanya kekhawatiran tagihan lewat *888# ini sangat mewabah. Setelah cari-cari, ada yang mau berbagi pengalaman di sini.

Dikatakan bahwa jika mau melihat tagihan yang benarnya, tinggal tekan *999# -> 1. kartuHALO-ku -> 1. Tagihan bulan berjalan.

Jangan lupa untuk scroll ke kanan. (soalnya pesannya memanjang ke kanan)

Walaupun (katanya) itu tagihan satu hari sebelumnya.

Setelah semua dilakukan, Flashnya aktif, dan terdaftar di telkomsel

3G-nya juga sudah aktif

Dan Modem pun berjalan sempurna…… (walaupun kalau di kantor cuma dapet EDGE)

Dan koneksi berjalan sempurna

Jika semua itu tidak lakukan, bersiaplah mendapatkan TAGIHAN DOUBLE CHARGING…..

dan lebih menyebalkan ada sunat bandwidth. Menurut detik.com :
Aksi 'sunat' kuota bandwidth Telkomsel Flash ini memang sudah dilakukan per 1 September lalu. Saat ini, untuk Paket Basic, pelanggan diberi kuota 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance 1 GB kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro kecepatan maksimum 3,6 Mbps untuk 2 GB. Padahal sebelumnya, kuota yang diberikan di ketiga paket tersebut dipukul rata 2 GB.

Memang bila penggunaan melebihi kuota, tetap tidak dikenakan biaya tambahan. Hanya secara otomatis kecepatan maksimum akan berubah, paket Pro menjadi 128 kbps dan paket basic serta advance menjadi 64 kbps.

UPDATE :
Sekitar bulan Oktober 2009, tiba-tiba saja modem saya berhenti bekerja. Tapi istri saya yang pake modem lain tetap jalan. Setelah bingung, seorang teman menelpon 116, dan ternyata setingan modem harus dirubah sbb :

1. Buka 3G watcher
2. Pilih menu Tools -> Option -> Profiles
3. Pilih profile yang dimiliki
4. Pilih Advance -> TCP/IP Setting
5. Authentication => Robah jadi CHAP
6. WINS => Robah jadi YES
PerubahanSetingTelkomselFlash1
7. DNS Seting => Robah Primary & Secondari menjadi 0.0.0.0
PerubahanSetingTelkomselFlash2
8. Click tombol apply.
9. Tutup 3G Watcher
10. Cabut Modem
11. Restart Komputer

Menangani rechargeable battery

Ketika saya menulis tulisan ini, saya masih bingung menuliskan battery dalam bahasa indonesia yang baku. Batre, batere, atau ….. sampai akhirnya saya tahu bahwa istilah bakunya adalah baterai.

Tulisan ini karena kepenasaran saya akan memory effect pada baterai yang bisa diisi ulang (pake istilah itu aja lah, dari pada istilah ‘cas’ [recharge]).

Ketika dua hari yang lalu saya membeli baterai isi ulang untuk Hp saya, petugas toko wanti-wanti sama saya :

Petugas : “Mas, karena baterai baru, di cas 6 sampai 8 jam ya…..”
Saya : “Iya”

Jawaban singkat itu terpaksa saya keluarkan, karena ngambil cepatnya aja. Padahal sebuah baterai lithium ion, menurut universitas baterai, bisa di pakai secara langsung, dan tanpa memory effect. Tapi percuma saja saya mempertengkarkan teknologi ini.

Beberapa situs menyediakan informasi yang cukup lengkap mengenai baterai :
– http://www.batteryuniversity.com
– http://www.greenbatteries.com
– http://www.batteryweb.com
– http://www.allaboutbattery.com
– http://www.rosebatteries.com/
– http://ishak.unpad.ac.id/?p=135

Bahkan beberapa situs menyediakan layanan refil baterai charge
– http://www.refillbattery.com/
Prima karya.
– Atau bahkan batterai yang dicharge via USB laptop ?

Walaupun saya sudah mempelajari bagaimana cara kerja baterai, tapi tetap informasinya simpang-siur.

Kadang kala saya heran, walaupun baterai Lithium-Ion itu tidak memiliki memory effect, tapi kenyataannya saya tetap mengalami battery efect pada HP Nokia saya, walaupun baterainya original. (ngak usah lah mikir baterai kualitas / grade A, B, C dan seterusnya, dari produsen lain)

Sampai akhirnya terpikir, “Oh mungkin baterai nya bukan lithium-ion, tapi di kasih label sebagai baterai lithium-ion. Toh, konsumen ngak bakal tahu, dan sangat sulit membuktikannya.

Milih earphone, headset, cara saya !

Sebenarnya sudah lama ingin beli earphone atau headset. Tapi setiap kali menemukan earphone di lokasi penjualan, penjual hampir tidak pernah menyediakan earphone untuk di test. Kalau pun ada, itu khusus untuk earphone tingkat rendah mereka. Ya, bagaikan beli kucing dalam karung lah.

Sempat mencoba earphone merk, tapi rasanya kurang keluar treble-nya, sampai kemarin, seorang sejawat merekomendasikan sebuah earphone merk philip. Sayang tidak bisa mengetahui tipenya. Padahal suaranya sudah asik. Setelah tanya tempat pembelian, malam itu jadi juga ke BEC, dan toko wa$#ng ga%@et itu pun ditemukan. (maaf, bukan promosi).

Celingak celinguk (bukan mau nyuri lho), sambil memutar-mutar pajangan headphone philip, saya bertanya :

Saya : Mas, mas, kalau headphone ini, apa bedanya dengan yang itu (sambil menunjuk dua tipe headphone yang beda)
Mas : Oh, saya lihat frekuensinya sama saja. Cuma yang ini pake pengatur volume, dan casing (tempat bawa-bawa) yang ini ngak.
Saya : [Hi hi hi, yang jual ngak tahu spesifikasi, padahal yang beda di ukuran ohm impedansi nya.]
Mas : Yang ini dikasih ear cap cadangan
Saya : [Hi hi hi, padahal itu kan bukan cadangan, tapi earcap berbeda ukuran, agar sesuai dengan lubang telinga]
Mas : Sebenarnya sih ada yang lebih baik, harganya Rp ###.000, tapi modelnya in-ear, jadi ngak ada cantelan ke telinganya, jadi kurang cocok dipakai jogging. Tapi sekarang barangnya lagi kosong.
Saya : Garansi kan mas ? Kan philips……
Mas : Wah, yang ini ngak ada garansi mas. Kecuali kalau mas pilih merek $#@$#%, tapi kalau suara sih, bagusan philips.
Saya : Ok deh mas, kalau gitu nanti aja tunggu yang itu datang
Mas : Mas mau tinggalin telepon, biar nanti di telepon kalau barangnya datang. Sekitar 2 minggu lagi deh. Soalnya ngabisin barang dulu, baru kita pesen lagi.
Saya : Ah, biar saja saya yang datang lagi.
Mas : Ok, terima kasih pak.

Saya pun akhirnya cari ke toko lain.

Saya : Bang lihat earphone yang sony walkman itu
Abang: Ini pak ?
Saya : Iya, berapa bang ?
Abang: Rp. 25.000 pak
Saya : [Lho koq murah amat ….?] Ow, bukan asli ya pak ?
Abang: Iya
Saya : Lihat philips yang itu deh bang. Yang itu asli kan ?
Abang: Oh iya, yang ini asli.
Saya : [Kayaknya yang ini deh, soalnya lebih mahal, terus menjual kata-kata “HIGH DEFINITION:, pasti lebih bagus dari yang tadi yang mengusung kata-kata “PREMIUM SOUND”
Saya : Ok deh, yang ini saja bang.

Akhirnya dapat.

Tapi harganya lebih mahal Rp. 10.000 dari toko tadi. Ditawar, cuma dikurangi Rp. 5000. Ya sudahlah, saya sudah capek untuk keliling ke toko lain untuk mencari yang lebih murah. Akhirnya saya jadi beli headphone philips tipe SHE9700 High Definition Sound (HD).


Kenapa sih milih tipe itu ?
Sebenarnya memilih headphone harus disesuaikan dengan aplikasinya, digunakan di rumah, mobile (bergerak), berkabel, atau tanpa kabel. Saya memilih tipe in-ear karena memang digunakan mobile sehingga harus cukup kecil untuk dibawa-bawa.

a. Jenis earphone : in-ear headphone, headphone jenis ini adalah headphone yang dijejalkan ke dalam telinga. Dan dilapisi karet untuk kenyamanan telinga dan untuk meredam suara lain dari luar, sehingga tidak ikut masuk. Semacam menciptakan ruang kedap suara di dalam telinga.

b. Headphone ini memiliki lubang udara di belakangnya. Lubang udara ini diperlukan untuk menciptakan efek bass yang dalam

c. Didesain untuk mengirimkan suara high-definition dengan sudut tertentu, (Angled Accoustic Pipe Design) sehingga mengisolasi / meredam suara dari lingkungan yang bising.

d. Frekuensi 6-23.500 Hz. Hal ini mengindikasikan frekuensi suara yang dapat direspon oleh earphone. Semakin lebar frekuensi dapat diartikan semakin lebar pula reproduksi suara yang bisa dikeluarkan oleh earphone. Semakin lebar jangkauan (range) frekuensi, maka suara yang dihasilkan akan semakin kaya. Mulai dari suara dengan frekuensi rendah (bass) sampai suara tinggi (treble)

e. Impedansi : 16 ohm. Nah yang ini harus disesuaikan dengan peralatan yang mengeluarkan suaranya, untuk memastikan bahwa power suara yang dialirkan ke earphone akan optimum. Biasanya earphone dengan impedansi rendah (misalnya < 100 ohm) direkomendasikan untuk mobile player dan PC sound card. Sedangkan headphone dengan impedansi lebih tinggi, cocok digunakan untuk peralatan hi-fi rumah, amplifier, dan peralatan professional lainnya.

f. Maksimum power output : 50mw

g. Precise fit and sealing. Masuk secara pas dan natural ke dalam telinga. Sedangkan earbud (earcap) akan mengisolasi secara pasif suara-suara bising lain yang tidak diinginkan dari lingkungan sekitar, pada volume suara rendah.

Sebenarnya ada satu lagi yang patut diperhatikan, tapi tidak dicantumkan oleh philips, yaitu THD (Total Harmonic Distortion), yaitu ukuran sinyal yang tidak diinginkan sebelum dikonversi oleh earphone menjadi suara. Karena THD ini tidak bisa seluruhnya dieleminasi, maka earphone yang baik setidaknya memiliki THD < 1%.

Acessories I love :

1. Cabel extension (perpanjangan), dengan socket 3.5mm stereo berlapis emas, untuk memastikan aliran listrik (suara) yang dialirkan berjalan lancar. Masing-masing kabel memiliki panjang 60cm, sehingga total 1,2m.

2. Dompet untuk membawa-bawa earphone ini. Karena bentuknya yang kotak, akhirnya saya dipakai untuk menyimpan MP3 player sekaligus headphone ini.

3. Diberikan 3 ukuran caps yang dapat dipilih, sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran lubang telinga yang berbeda-beda.

4. Asymmetric cabling system
Kabel yang berbeda panjang antara earphone kiri dan kanan, memungkinkan penggantungan kabel di belakang leher dibandin di bawah dagu.

Bagi yang pernah beli earphone dengan bentuk fisik yang sama, tapi harganya jauh lebih murah, yakinlah, kualitas suara akang sangat beda jauh. Saya pernah coba. Koq bisa beda ?

Sebenarnya perbedaan teknologinya ada dua :
1. Neodymium magnet
Neodymium adalah meteri produsen medan magnetik yang kuat untuk dapat menciptakan coil (gulungan kawat) pencipta suara yang sensitif, dan memiliki respon bass yang lebih baik, dan suara berkualitas tinggi secara keseluruhan

2. CCAW voice coil
Dengan menggunakan kabel Copper Cladded Aluminium Wire (CCAW) dalam driver’s voice coil headphone, maka kualitas suara menjadi lebih baik secara signifikan.

Hanya satu yang menjadi peringatan, sebelum mempergunakan headphone.=, yaitu kebiasaan memainkan bass dan treble di earphone bisa merusak telinga. Menurut laporan raksasa EU Eropa yang bertajuk “Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks”, riset yang dilakukannya memperlihatkan bahwa mereka yang mendengarkan MP3 player-nya selama lebih dari lima jam per hari pada volume tinggi (89 desibel tepatnya) beresiko kehilangan pendengaran dalam tempo lima tahun. “Temuan sains ini menunjukkan resiko yang jelas dan kami perlu memberikan reaksi dengan cepat,” kata Meglena Kuneva (EU Consumer Affairs Commissioner).

Memang sebuah earphone bisa memiliki suara yang nyaring, bulat, dan jelas suaranya, tetapi juga bocor begitu parahnya sehingga terdengar dari jarak tiga meter. Namun agar bisa menikmati musik saat di dalam bus atau di jalan yang agak ramai, Anda (secara tidak sadar) mengencangkan volumenya sampai batas atas untuk mengeliminir suara lain dari luar.

Sebuah situs menjelaskan hal ini dengan baik.

Mengapa bisa begitu? Sebuah ciri penting gelombang ialah panjang gelombang, yaitu panjangnya satu siklus lengkap mulai dari naik, lalu turun, menanjak lagi sampai ketinggian semula. Di pihak lain, frekuensi menyatakan berapa sering naik turun itu terjadi dalam satu detik. Hubungan di antara keduanya berkebalikan. Gelombang pendek berkaitan dengan frekuensi tinggi, gelombang panjang menunjukkan frekuensi rendah.

Di dunia musik, frekuensi mengungkapkan nada. Misalnya nada acuan A dengan frekuensi 440 Hz (Hertz = getaran per detik) terdengar lebih tinggi dari pada C-tengah 261,6 Hz.

Ada yang menarik pada musik akustik, yaitu semakin kecil instrumen, semakin tinggi nada yang keluar. Perhatikan panjang pendeknya suling. Atau keluarga besar biola, biola alto, cello, sampai contrabass, yang semua sama potongannya, tetapi berbeda “size” dan tinggi nadanya. Prinsipnya, ukuran instrumen harus sesuai dengan panjang gelombang yang dibangkitkan. Ini juga berlaku pada penerimaan gelombang. Pokoknya supaya gelombang bisa dipancarkan dan ditangkap dengan baik, besarnya alat harus dekat dengan panjang gelombang.

Pembagian Tugas

Berapa panjang gelombang suara? Pada daerah atas pendengaran manusia, gemerincing nada tinggi atau “treble” mempunyai panjang gelombang kurang dari sekitar 15 cm. Pada ujung bawah, dentuman suara bas bergemuruh pada panjang gelombang lebih dari 1 m. Nada-nada menengah berkiprah di antara keduanya.

Tidaklah mungkin menghayati musik sampai mata terpejam-pejam jika mengandalkan satu “loudspeaker” saja buat semua frekuensi. Harus ada pembagian tugas. Untuk treble, dipasang loudspeaker kecil yang disebut “tweeter”, dengan diameter sekitar 3 cm. Lalu agar suara menengah terdengar cerah, loudspeakernya berdiameter sekitar 10 cm.

Yang susah adalah urusan nada rendah, sebab loudspeaker bas yang disebut “woofer” idealnya mesti puluhan sentimeter besarnya. Tidak saja sukar dibuat, tetapi kotak atau petinya pasti berebut tempat dengan perabot rumah. Karena itu diameter woofer yang lazim adalah 25-30 cm.

Bagaimana manusia mendengarkan semua itu? Bukankah penampang lubang telinga dan gendang telinga hanya sekitar 1 cm? Kalau dicocokkan dengan panjang gelombang suara, sepertinya yang langsung dicerna frekuensi tinggi saja. Bagaimana nasib nada menengah, apalagi bas?

Menggelegar

Jangan kuatir, telinga tidak berada sendirian, tetapi terpasang di dalam tengkorak kepala, yang ditunjang kukuh oleh tulang belulang tubuh.

Pada saat nada menengah dan rendah menyapa manusia, telinga memang tidak banyak berdaya. Tetapi untunglah, peran mengindera dibantu oleh sekujur tubuh kita. Berkat ukuran badan yang tidak jauh dari panjang gelombang menengah dan bas, nada-nada itu meresap sebagai getaran pada tulang belulang. Pada gilirannya, getaran tersampaikan ke tengkorak kepala dan dirasakan oleh perangkat telinga, sehingga orang bisa mendengarnya. Frekuensi tinggi langsung diterima telinga, frekuensi menengah dan apalagi rendah didengar dengan bantuan tubuh.

Jika dikatakan “Wah, suara basnya menggelegar, terasa mantap dalam dada”, itu memang betul. Karena badan terkocok getaran dan jantung ikut merasakan. Juga sikap yang bijaksana jika orang agak lanjut usia tidak diajak mengunjungi diskotek atau konser rock. Bukan soal supaya kelakuan remaja tidak diawasi terus oleh orang tua, tetapi “bisa lepas jantungnya” adalah kata-kata yang kiranya tidak terlalu meleset.

Sekarang kalau orang memakai earphone (jenis kecil yang disusupkan ke lubang kuping), yang menangkap suara hanya telinga tanpa melibatkan badan. Tentu saja suara bas serasa melayang. Lantas buat meraih bas yang mengguncang, timbul kecenderungan untuk mengencangkan suara, menaikkan volume. Padahal mungkin sekali intensitas suara sudah mencapai atau bahkan melampaui batas bahaya untuk telinga. Belum juga terdengar menggelegar, dikeraskan lagi.

Janganlah menghajar telinga, instrumen super halus yang belum ada gantinya. Sebagai alternatif yang terkesan lucu, jika anda ingin menikmati musik dengan radio baterai yang kurang besar, dengarkan sambil mendekap radio itu di dada. Niscaya tulang ikut digetarkan, membuat suara bas lebih meyakinkan.

Jadi para pembaca, kabarkan pada rekan, sahabat, teman, mitra kerja, kerabat dan juga tentunya Anda sendiri bahwa menjejalkan earphone ke liang telinga perlu pengendalian diri. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika kelak pendengaran Anda makin memburuk, alias tuli.

Cara saya memilih jam tangan (arloji) / watch yang baik

Selama ini saya selalu menyukai sesuatu yang bisa di custom (di modifikasi), memiliki banyak fungsi, dan bisa berfungsi seumur hidup. Termasuk di dalamnya adalah arloji (jam tangan).

Selama hidup saya, saya menemui beberapa jenis arloji
1. Arloji digital dengan battery
2. Arloji mekanik dengan tombol pemutar / crown pemutar pegas (spring drive)
3. Arloji Automatik
4. Arloji Kinetik
5. Arloji digital Solar.

Pernah terpikir untuk mencoba arloji data (data bank), tapi rasanya terlalu diperbudak oleh data. Lagi pula, pasti pengoprasiannya rumit, dan harus menghapal buku cara penggunaannya. Jadi jenis yang satu ini saya lewat.

Arloji pertama saya adalah arloji digital

Kelebihan arloji ini adalah kemampuannya menampilkan jam yang akurat, dan tambahan fungsi lain seperti tanggal, alarm, dan kalau arlojinya lumayan bagus, biasanya ada tambahan fasilitas seperti stop watch dll.

Sayang arloji ini yang rusak ketika setelah ganti battery, kemudian saya pakai berenang. Selidik punya selidik, ternyata toko arloji tempat saya mengganti battery, tidak mengganti seal tahan air arloji saya. Walaupun hal tersebut bisa dilakukan, ternyata harga seal anti air arloji saya lebih mahal dari harga arlojinya. Hi hi hi, maklum saja, namanya juga arloji anak-anak.

Belakangan saya baru tahu bahwa arloji tahan air terbagi menjadi 5 kelas yaitu :
I. Sama sekali tidak tahan air
II. Water Resistant, bertahan terhadap cipratan air dan hujan
III. 50M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas II, dan bisa dibawa berenang atau mencuci mobil.
IV. 100M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas III, dan bisa diapakai snorkeling, dan menyelam di kolam renang.
V. 200/300M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas IV, dan bisa dipakai scuba diving sampai ke dalaman, di mana seorang penyelam harus memakai oxygen yang dicampur helium.

Arloji saya yang kedua adalah arloji analog dengan battery. Dengan arloji ini jelas fungsionalitasnya jauh berkurang. Hanya mampu memandangi jarum yang berdetak dan memutar. Arloji ini pun rusak ketika seal anti air nya rusak. Sehingga setiap kehujanan, pasti ada embun air di kaca arloji saya. Selama ini saya atasi dengan merendamnya di beras, dan kelembaban dalam arloji pun dapat hilang tanpa harus ke bengkel arloji.

Pusingnya saya dengan jam yang mengandalkan battery adalah saya harus bolak-balik ganti battery secara frekuentif. Mending kalau dikasihnya battery yang bagus, kadang ada juga toko yang ganti battery dan hanya bertahan dalam hitungan bulan. Sebel kan ! Walaupun terakhir saya dengar ada juga produk arloji yang battery nya mampu bertahan 10 tahun. Tapi….. pas ganti battery, pasti seal anti airnya juga rusak dan harus diganti. Biaya lagi deeeeh.

Sempat saya ingin mencoba arloji yang jalan secara mekanik dengan cara memutar sebuah tombol pada arloji tersebut. Walaupun tak usah ganti battery dan tak perlu khawatir mengalami kerusakan seal anti airnya, tapi memutar tombol tersebut tiap hari cukup bikin jengkel juga.

Setelah berbincang dengan seorang teman, akhirnya dia merekomendasikan jam kinetik. Jam kinetik ini mengambil energi dari gerakan kinetik tangan ketika berayun, dan menyimpannya di dalam sebuah alat bernama capacitor. Asyiknya, cukup dipakai sehari, arloji bisa jalan berbulan-bulan, ngak usah ganti battery, dan tak perlu khawatir kalau seal tahan airnya rusak, ketika ganti battery. Sebelnya, capacitor ini harus diganti beberapa tahun sekali. Mana harganya ngak murah, bisa sampai jutaan….. halah

Akhirnya saya beli arloji automatic. Arloji ini memiliki cara kerja yang sama dengan arloji kinetik, hanya saja tanpa capacitor. Sehingga daya hidupnya sangat singkat. Didiamkan dua hari saja tidak dipakai, arloji ini sudah mati. Kekurangan ini masih bisa saya tolerir. Yang bikin saya sebel adalah bagian tanggalnya. Karena arloji ini mekanis, maka setiap bulan dianggap berakhir di tanggal 31, padahal tidak demikian. Ada tanggal yang berakhir di 29 dan 30. Karena seringnya saya mencocokan tanggal, akhirnya jam saya selalu telat 5 menit setiap harinya. Padahal perasaan Merek Seiko Seri 5 asli yang saya beli, ngak jelek-jelek amat.

Kegiatan bersafar (hiking) melintas gunung yang saya lakukan beberpa tahun terakhir, membuat pemahaman saya terhadap arloji berubah lagi. Arloji terakhir ini yang paling tidak cocok untuk saya sampai sekarang. Mau tahu kenapa cocok ? Saya jelaskan ya …..


Merk Arloji : Casio PRG-110T-7V (Sport)


Dimensi : PRG-110T : 56.9 X 47.4X 11.5 mm / 96 g


Cara Kerja : Tough Solar System, yaitu mengambil tenaga dari sinar matahari, atau bahkan sinar lampu neon sekalipun. Jika terkena sinar mahari langsung 5 menit, maka itu cukup menghidupi kebutuhan power arloji harian. Bahkan sekali dalam keadaan full-charge, arloji bisa hidup selama 6 bulan.

Kemampuannya bertahan 6 bulan itu, sudah dihitung beban kerja sebagai berikut :
1. Tanpa terkena sinar apapun
2. Jam tetap berjalan secara internal
3. Display jam hidup selama 18 jam per hari, dan masuk kemodus tidur selama enam jam sehari
4. Satu kali Pencahayaan (ilmuninasi) selama 1.5 detik setiap harinya
5. Sepuluh detik alarm per hari
6. Sepuluh operasi kompas per hari
7. Satu jam pengukuran altimeter dengan interval 5 detik, sekali per bulan
8. Dua jam pengukuran tekanan barometer per hari

Bahkan jika dalam keadaan penuh (fully charge), jam masih bisa hidup dalam keadaan tidur (sleep-state) selama 20 bulan.

Hal yang membuat saya tertarik kepada arloji ini adalah teknologinya triple sensornya yaitu :


Compass (penunjuk arah),


Barometer (pengukur tekanan udara),


Altimeter (pengukur ketinggian)


Thermometer (pengukur suhu), yang mampu bertahan di suhu rendah : -10 derajat (di bawah titik beku)


Lampu : otomatis menyala ketika diarahkan ke wajah di kegelapan

Beberapa tampilan jam, yang dapat ditayangkan adalah sebagai berikut :

Kemampuan dan spesifikasi selengkapnya dapat dilihat di sini

Namun demikian ada satu hal yang tidak disebutkan di dalam buku petunjuk. Arloji ini memiliki ban dari besi titanium dengan penguncian ganda (double-locking), sehingga tidak mudah terlepas dari pergelangan tangan.

Tertarik dengan arloji yang bisa membedakan antara hidup dan mati ini ? Buku petunjuk pemakaian arloji ini setebal 128 halaman sudah menunggu untuk dibaca…..

Disclaimer : Gambar yang ada pada tulisan ini adalah milik pembuatnya masing-masing.

Mengaktifkan My Friend – IM bawaan sony ericsson K630i

Dahulu saya sempat menjajal internet mobile dengan CDMA fren volume-based
– sepanjang Bandung Jakarta menuju bandara, bagus, jalan tanpa interupsi
– sesampainya di solo, internetnya jelek abis….

akhirnya saya rada kesel, percuma saja saya punya modem CDMA.

Akhirnya saya mau juga menjajal intenet mobile dengan GSM

Pilihannya ada dua :
1. Membeli modem GSM yang paling tidak mendukung 3G, atau HDSPA (3,5G)
2. Membeli handphone yang sudah mendukung 3G

Pilihan jatuh ke membeli handphone yang mendukung HDSPA, yaitu sony ericsson K630i

Mengapa ?

1. Simbol i di belakang tipe K360i, menandakan bahwa HP ini berfokus pada kemampuan internet.
2. Mendukung 3G dan HDSPA dengan harga yang cukup murah. Rp 1.600.000
3. Sudah bundle dengan Memory Card 256MB.
4. Kamera 2.0 Mega Pixel dengan fungsi zoom untuk photo dan video.
5. Blue Tooth, untuk sinkronisasi dengan komputer
6. Sudah bundel, Kabel USB untuk koneksi dengan komputer
7. Bundel earphone untuk mendengarkan MP3
8. Ada Radio FM
9. Buat yang senang games, resolusi layar handphone ini adalah 176×220 pixel

Tadinya saya mau menjajal XL, tapi ketika kartu sudah diaktivasi, dan dimasukkan ke dalam handphone, tak ada koneksi internet yang terjadi. Jadi males. Selidik punya selidik, ternyata rekan satu kantor pun mengalami hal yang sama.

Balik lagi ke simpati, dan ketika sim-card dimasukkan, Alhamdulillah GPRS-nya langsung jalan. Dengan adanya “Hot Offering” 3G Telkomsel, saya tertarik untuk mengaktifkannya. Ngak usah ganti sim-card koq.

Aktivasi 3G dengan mengirim sms “3G” (tanpa tanda petik) ke 3636, permintaan tersebut akan diproses dalam 1 X 24 jam. Dalam prosesnya, permintaan aktivasi tersebut hanya berlangsung 5 menit, saya sudah mendapatkan pemberitahuan bahwa 3G saya sudah aktif. Dan simbol G dan H langsung muncul di HP saya, menandakan bahwa internet HDSPA Telkomsel saya sudah aktif.

Tapi sebentar, ada menu baru yang saya temukan pada HP saya ini. Saya belum pernah menemukan menu ini di handphone sony erisson saya belumnya.

Menu ini ada di menu MESSAGING – MY FRIENDS
Di dalamnya ada menu CONTACT, CONVERSATION dan STATUS

Sepintas, saya bisa menebak bahwa ini adalah aplikasi instant messenger (IM) seperti yahoo messenger (YM). Tapi sebentar, Ada isian UserName, Password dan Server. Pertanyaan ini harus diisi apa. Ketika server saya isi dengan http://www.yahoo.com, tidak berhasil. Saya ganti server dengan yahoo, juga tidak berhasil.

Sebelumnya, saya sudah menginstall ebuddy untuk keperluan instant messenger saya. Bahkan seorang rekan kantor menyarankan reporo.Tapi saya pikir ebuddy sudah mencukupi.

Tapi saya penasaran dengan layanan My Friends ini. Selidik punya selidik, ternyata ini adalah layanan My Friends (IMPS [instant messaging and presence services]Wireless Village). Sama sekali tidak ada hubungannya dengan http://myfriend.com

Untuk dapat menggunakannya, mendaftarlah lebih dahulu ke salah satu situs di bawah ini.

Situs ini digunakan untuk mendaftar
http://www.yamigo.com
http://www.speago.com
http://www.mobjam.com

Login Situs ini untuk seting peralatan mobile anda
http://chat.speago.com
http://www.yamigo.com/wv/control
http://mobjam.mobi

Setelah itu, lakukan login (dalam hal ini, saya mempergunakan yamigo. Yamigo pada dasarnya adalah server yang memungkinkan anda untuk melakukan chat dengan teman anda di AOL, ICQ, MSN, Yahoo dengan mempergunakan HP anda mempergunakan single-client.

Username: (username yamigo dan password yang anda miliki)
Password:
Server: http://www.yamigo.com/wv/control
Internet Profile: Account internet yang bersesuaian dengan operator GSM anda

Ketika anda melakukan login untuk pertama kalinya, daftar teman anda akan dimasukkan dari yamigo. Anda juga bisa mendapatkan berita, olah raga, atau informasi yang dikirim melalui pesan chat juga. Hal yang terbaik, adalah layanan ini gratis (tapi tidak biaya koneksi internetnya).

Tadinya mau coba fasilitas video call telkomsel, tapi pasangannya siapa ya….? hi hi hi

What ever, Selamat Chatting…….

UPDATE : JIKA ANDA MEMILIH MOBJAB SEBAGAI SERVER

Pergi ke http://www.mobjab.com
mendaftarlah

Login :
Username: (Username MobJab Anda)
Password: (Password MobJab Anda)
Internet Profile: (tergantung operator GSM Anda.)
Server: http://mobjab.mobi

Pergi ke http://www.mobjab.com/uam untuk mengkonfigurasi Account IM dengan mendaftarkan username dan password eksternal, seperti YM dan MSN

Setelah mengkonfigurasi ini, cobalah untuk login. Penarikan biaya browsing mungkin diterapkan, tergantung operator GMS anda. (Mau coba pakai proxy biar gratis ?)

UPDATE: MENAMBA KONTAK MY FRIEND MEMPERGUNAKA MOBJAB ACCOUNT

Bagi pengguna YM atau MSN, pergilah ke http://www.mobjab.com/uam.
Di bagian bawah halaman User Account Management, anda akan melihat formulir registrasi

Anda hanya perlu memilih IM service, kemudian masukkan informasi account MobJab seperti juga informasi account untuk layanan IM yang anda pilih. Anda juga dapat mendaftarkan account MSN dan AIM anda. Setelah itu, tunggu beberapa menit untuk login ke My Friend pada HP anda. Setelah login, pilih MORE kemudian Watching User. Ini akan mengambil seluruh kontak, kemudian anda hanya perlu memilih kontak mana yang ingin anda tambahkan satu persatu.

UPDATE: MENGAKSES My Friends GRATIS

Sebuah berita saya dapatkan dari internet untuk di daerah Philipina untuk pengguna Yamigo atau MobJab. Anda hanya perlu merubah seting server menjadi :

http://3g.myglobe.com.ph@yamigo.com/wv/control
http://3g.myglobe.com.ph@mobjab.mobi

Memilih case hard disk eksternal yg baik (hard disk enclosure)

Hari minggu kemaren, aku lihat ada keanehan pada harddisk eksternal. Dicolokin, lampunya menyala tapi ngak kedap kedip. Waduh……. Mana ngak nyala lagi auto run-nya. Wah pantat mulai kembang kempis. Soalnya 80 GB data di hardisk ku mau di ke manain, padahal umur hardisk ku belum setahun.

1. Coba di komputer lain, teuteuuuup
2. Coba ganti kabel, teuteuuuup
3. Coba ganti kotak / casing / enclosurenya, waaah ngak ada yg sambungannya SATA, gubrag….
4. Coba colok langsung ke laptop, waduuh susah banget buka compartement hardisnya, gubrag…

Akhirnya rekan sejawatku, mas dani, berbaik hati membuka laptopnya dan mencoba mengaksesnya dengan live CD linux. Alhamdulillah hardisknya masih kebaca.

Hmmm, udah deh, cari hardisk enclosure yang bagusan dikit, mahal dikit ngak pa pa, agar kejadian kayak gini ngak terulang lagi. Soalnya ditengah membangun database PACIS dan EPSBED 20072, mana tahan tanpa hardisk eksternal.

Mulailah memburu hardisk enclosure ke BEC. Tapi dasar, wajah gue, wajah orang miskin kali ya, setiap kali datang ke toko, tawaran pertamanya pasti yang standard banget. Produk cina sekitar Rp 65.000, paling mahal 85.000, dari plastik lagi. Ngeliatnya aja udah ngak nafsu. Waduuuuh…. kalau kejadian jeprut lagi gimana ?

Ayo dong…. minimal fitur untuk hard disk enclosure yang saya inginkan adalah :
1. Terbuat dari logam. Logam ini berfungsi sebagai pendingin (heat sink) bagi hardisk
2. Sambungan USB 2.0
3. Kalau bisa termasuk software
4. Kalau bisa yang untuk profesional deh…..

Akhirnya di tengah keputus-asaan, iseng melihat sebuah toko, dan melihat sebuah harddisk enclosure yang sepintas kemasannya ngak murahan amat.

Saya : Mbak, mbak, bisa lihat yang ini (sambil menunjuk hard disk enclosure)
Mbak : Oh itu mah bukan hardisk, tapi enclosure
Saya : Iya
Mbak : Casing-nya doang pak
Saya : Iya
Mbak : Tapi ngak ada hardisknya pak, kosong
Saya : Iya (sambil rada kesel, dia apa saya yang goblok sih ? Saya kan tahu hardisk enclosure itu mahluk apa.)

Sambil males, si mbak bangkit dari duduknya.

Saya : Boleh di buka, ya mbak
Mbak : Boleh….
Saya : SATA, ya mbak ? (meyakinkan….)
Mbak : Oh iya pak, garansi 2 tahun, ini kartu garansinya

Saya : [Asyik, salah satu syarat terpenuhi]

Si Mbak ngeliatin aja pas saya mulai membongkar

Saya : Berapa mbak ?
Mbak : Rp 170.000 pak
Saya : Pas nya berapa mbak ?
Mbak : [sambil pencet pencet kalkulator, pura-pura ngitung], wah udah pas pak…..
Saya : Mbak, dikasih obengnya ngak ?
Mbak : Perasaan kalau trascent ngak dapet obengnya, tapi kalau dompetnya…. bentar
: [Nanya ke temennya] dapet dompetnya kan ?
Mbak 2 : Iya, tuh di sana…. [sambil nunjuk ke pojokan etalase]
Mbak : Oh iya, itu.
Ini dompetnya pak, tapi obengnya ngak ada

Saya : [ngak pa pa lah, obeng kecil aku punya, tapi kenapa dompetnya disimpan terpisah ya ? Bonus
terbatas gitu ?
Saya : Ada warna lain ngak mbak ?
Mbak : [Sambil lihat ke etalase belakang], wah, kelihatannya itu tinggal satu-satunya pak….
Saya : Hmmmm [sambil mikir, di toko lain ada ngak ya ?]
Mbak : Gimana pak, jadi ? [sambil ngeliatin aku]
Saya : [Waduh, tampang miskin ku keluar lagi kayaknya…..]
: Jadi deh mbak….. [sambil dengan berat mengeluarkan dompet].
Mbak : Ini pak bon nya, nomor serinya dan kartu garansi nya sudah lengkap. Terima kasih pak

Seneng juga dapet hard disk enclosure ini.
Product Name : Transcend StoreJet 2.5 USB 2.0 external 2.5″ HDD enclosure
Software included : StoreJet elite

• Hi-Speed data transfer rates up to 480Mbits per second
• LED indicates the status of power on, data transfer activity
• Temperature above 55?, or below 5?.
• Weight: 88g (without hard drive)
• Storage Media: 2.5-inch IDE Hard Disk Drive
• Power Supply: 5V DC supplied from the USB port(s)
• Max. Transfer Speeds: 480Mbits per second
• Operating Temperature: 5? (41?) to 55? (131?)
• Storage Temperature: -40? (-40?) to 70? (158?)
• Certificates: CE, FCC, BSMI
• Warranty: 2-years

Fitur :
1. Data Backup
2. Smart Backup
3. One Touch Backup
4. Security
5. Compression

Dirumah, langsung pasang hardisknya, proses memasang hard disk pada enclosure tidaklah terlalu sulit. Seperti ini

Satu hal yang saya senang, di ujung lain hard disk enclosure ini terdapat sebuah bantalan karet yang menjaga agar hard disk tidak bergerak (koclak).

Colok pake kabel USB-Y

Ah, hard disk ku jalan lagi. Tapi bentar, jangan terlalu cepat bergembira. Harus cek dulu nih, hard disk saya masih sehat ngak ?

Menurut gambar ini, mestinya hard disk saya masih sehat 100% ya ? (kalau gambarnya kurang gede, click aja pada gambarnya)

Tapi jangan terlalu cepat gembira.

Hal pertama yang menjadi perhatian saya adalah temperatur hard disk, karena hampir setiap hard disk enclosure tidak menyediakan celah udara untuk menjaga temperatur hard disk tetap dingin. Test dimulai :

1. Pertama kali di jalankan, fungsi alumunium case berfungsi dengan baik. Suhu hard disk hanya mencapai 30 derajat celcius. Jika dipegang tangan, sama seperti memegang alumunium di suhu ruangan, seperti tidak memegang sesuatu yang menghasilkan panas sama sekali.

2. Saya penasaran dan mencoba melakukan burning test. Burning test adalah sebuah test untuk memberikan stress pada hard disk. Yang dimaksud dengan stress pada hard disk adalah sebuah kondisi test di mana hard disk dipaksa untuk bekerja keras, dengan intensitas tinggi, tanpa istirahat. Setelah satu jam burning test, suhu hardisk mencapai 50 derajat celcius. Masih memungkinkan untuk digenggam oleh tangan dalam jangka waktu yang lama.

3. Jika hard disk disimpan di ruangan terbuka dalam kondisi normal, maka setelah satu jam, suhu mencapai 40 derajat celcius

4. Jika hard disk disimpan dalam ruangan yang memiliki aliran udara yang baik (dalam hal ini saya menyimpannya di jalur udara laptop-cooler yang saya miliki, maka setelah satu jam pemakaian normal, suhu hanya mencapai 36 derajat celcius.

5. Saya penasaran, dan mencoba membuat hard disk cooler dari plastik acrylic seperti ini.

Jika hard disk dihembusi udara oleh kipas berukuran 12 volt, 5 cm 0,09 Ampere, maka sepanjang hidupnya, ia hanya memiliki temperature 34 derajat celcius. Bahkan hard disk ini terasa sedikit dingin jika disentuh dengan tangan.

Rupanya lebar dan ketipisan alumunium pada hard disk enclosure ini dapat membebaskan panas dengan baik.

Setelah puas dengan suhu, saya mulai mencoba softwarenya. Instalasi dapat dilakukan dengan mudah seperti biasa.

Eh, ada utility untuk memformat hard disk baru. Waah, Dari 4 hard disk enclosure yang pernah saya pakai, baru kali ini saya menemukan bonus seperti ini.

Tapi karena hard disk saya sudah diformat dan mengandung data, saya abaikan utility ini. Saya lebih tertarik untuk mencoba softwarenya

Tampilan pertama…. wow. Empat fungsi profesional sudah menunggu
1. Backup
2. Backup Manage
3. Restore
4. Encryption (Crypto)

Cek dulu opsi yang ada pada software backup. Aha, ada kompresi (membuat hasil backup lebih kecil dari ukuran aslinya), dan menyediakan fasilitas untuk mengamankan hasil backup dengan password. Selain itu proses backup ini dapat dibuat terjadwal, dengan folder yang telah diberi tanda centang (check) sebelumnya. Bahkan fasilitas incremental backup sudah tersedia. Lengkapnya silakan lihat opsi-opsinya di bawah ini :

keren kan ?

Hasil backup kemudian bisa di manage (diatur) seperti ini

Hasil backup bisa di restore ke lokasi mana pun di hard disk seperti ini.

Dan terakhir, saya bisa melakukan enkripsi pada bagian manapun di hard disk saya

Kesimpulan : Sangat direkomendasi untuk dimiliki, bahkan kalau boleh usul, sudah kita jadikan hard disk enclosure ini jadi standard di DCISTEM.

By the way, Transcend mau bayar saya ngiklanin produk dia di blog saya ngak ya ?

Hardisk Eksternal Impian

Kalau ada orang yang bertanya kepada saya, media penyimpanan data apa yang kapasitasnya gede tapi paling praktis, jawabnya hardisk. Koq praktis
– Paling cepat daya bacanya
– Paling cepet daya tulisnya

Kalau ada orang yang bertanya kepada saya, media penyimpanan data apa yang kapasitasnya gede, tapi paling ribet pemeliharaannya, jawabannya hardisk juga. Koq ribet
– Gak boleh kebentur / jatuh
– Gak boleh kena air
– Perlu power yang cukup (bahkan ngak bisa colok sembarang USB)

Karena sisi kepraktisan, selama ini saya pakai hardisk enclosure.

Tapi sampai saat ini saya sudah habis 3 hardisk
1. Pakai hardisk enclosure ATA, kemudian bunyi keletak-keletok, ngak kebaca lagi.
2. Tiba-tiba mati pas dipake di laptop
3. Terakhir, jenis SATA. Nyala tapi ngak ada respon. Semoga cuma enclosure-nya (bukan hardisknya).

Kenapa ya, padahal kan hardisk 2,5″ (hardisk laptop) seharusnya lebih tahan panas dan lebih tahan goncangan. Tapi kenapa hardisk 3,5″ (hardisk desktop / PC) kelihatannya lebih tahan.

Apa harus ganti hardisk enclosure yang bagus ? Kelihatannya yang ini rada bagus