Aquarium untuk pemula

Pada masa kini sebuah aquarium bukan lagi hanya sebagai tempat memelihara ikan, didalamnya juga dapat untuk memelihara tanaman air hidup menyesuaikan dengan habitat aslinya konsep ini disebut aquascaping.

Membuat aquascene

1. Memilih aquarium – Wajib

Kepemilikan aquarium dapat dicapai dengan membuat sendiri atau membeli yang sudah jadi. Pada dasarnya, bahan utama dari aquarium adalah
– Kaca
– Acrylic (semacam plastik)
Kaca lebih tahan gores dibanding dengan acrylic. Kemungkinan goresan bisa datang melalui gesekan dengan pasir, batu karang atau ornamen aquarium lain.

2. Submersible pump – Wajib

Pengadaan pompa celup biasanya dimaksudkan untuk memberikan arus air pada aquarium, yaitu untuk sirkulasi air laut dari tempat / tangki filterisasi menuju kembali ke aquarium, tembakkan air yg keluar dari pompa ke atas pemukaan air di aquarium hingga tercipta buih untuk memaksimalkan oksigen di dalam aquarium. Jika tidak tercipta buih, rapatkan / gepengkan ujung selang agar tercipta tembakkan air yg lebih kencang. Pompa celup mempunyai kapasitas yang beragam. Pompa dengan kapasitas 1000 liter/jam cukup untuk memberikan arus bagi sebuah akuarium dengan panjang 90cm. Untuk akuarium yang lebih besar bisa digunakan pompa dengan kapasitas lebih besar atau gabungan dari beberapa pompa berkapasitas sedang atau kecil.

Beberapa produsen membuat pompa celup yang disatukan dengan fungsi filtering (penjernih) air dan fungsi aerasi (pengayaan oxygen pada air).

Harga mulai : Rp 30.000 hingga jutaan

3. Protein skimmer (filter) – Wajib

Skimmer berguna untuk menyaring gas atau cairan yg bersifat racun dari air aquarium, spt kencing & kotoran ikan, juga gas-gas yg tercipta akibat pembusukan sehingga muncul protein buangan. Pada dasarnya, akuarium laut tidak berbeda dengan akuarium lain. Yang berbeda adalah sistem filternya. Pada akuarium laut, filter terletak di bagian bawah. Air dari bawah dipompa ke atas, turun ke bawah dan disaring lagi. Filter yang digunakan pada akuarium laut biasanya disebut protein skimmer. Fungsinya untuk mengeluarkan kotoran protein dari akuarium sehingga air selalu bersih. Protein skimmer juga mempunyai ragam kapasitas. Gunakanlah protein skimmer dengan ukuran yang sesuai dengan besar akuarium Anda.

Ada 2 jenis skimmer, yg digerakkan oleh pompa arus atau dengan pompa aerator (pompa udara).Juga ada yg dijual hanya skimmernya atau sekaligus beserta pompa arus atau aerator (pompa udara)Harga mulai : Rp 35.000 hingga jutaan.

4.Batu. Batu memiliki fungsi utama menjaga kestabilan derajat kesadahan air dalam aquarium. Batu pelan-pelan akan melepas kandungan mineral yang dibutuhkan tanaman, bila keadaan kimia didalam air tidak stabil. Proses pelepasan akan berhenti jika kondisi air sudah seimbang.

5. Pasir. Selain bisa juga menghasilkan mineral yang mampu mempertahankan keseimbangan kadar mineral terlarut dalam air, pasir memiliki fungsi sebagai tempat pengendapan sisa bahan organik. Seperti pakan tersisa, kotoran ikan, dan guguran daun. Beberapa bakteri dan zat renik yang hidup diantara butiran pasir akan mengurai sisa bahan organik yang mengendap di atas permukaan pasir.

Substrat memaksudkan media tanam tanaman hias air dalam aquarium. Substrat yang beredar di pasaran cukup beragam, mulai dari yang harganya ratusan rupiah per kilogram, sampai pulihan ribu per kilogram. Apapun substratnya, yang perlu diperhatikan adalah kandungan dasar dan mesh size (ukuran) substrat tersebut. Psair yang digunakan hendaknya memiliki berat jenis yang cukup besar untuk tenggelam dalam air. Mesh sizenya pun tidak boleh terlalu besar ataupun terlalu kecil. Bila terlalu besar, maka tanaman tidak akan mengakar sempurna, dan bila terlalu kecil maka substrat akan larut dalam air dan mengotori aquarium.Substrat yang dipakai dapat berupa pasir sungai, pasir hasil industri, maupun tanah berlumpur untuk pertanian. Pasir laut jelas tidak dapat digunakan. Pasir yang diwarnai, pasir yang memiliki wangi-wangian yang tidak alami juga sebaiknya tidak digunakan.

6. Kayu. Kandungan berbagai zat di kayu akan larut ke dalam air aquarium, dan berguna untuk menyeimbangkan pH. Kayu juga berfungsi sebagai pengganti black water. Beberapa kayu juga digunakan sebagai tempat menempelkan tanaman air.

7. Tanaman air.

Fungsi tanaman dalam aquarium sebagai produsen oksigen. Oksigen atau O2 ini hasil sampingan dari reaksi fotosintesis antara CO2 dan H2O yang membentuk glukosa. Bila cukup banyak tanaman air, maka air tidak perlu aerator (peranti yang berfungsi menambahkan oksigen dalam air), justru yang dibutuhkan adalah suplai CO2 dan lampu daya kelvin tinggi sebagai pengganti matahari. Tanaman ini juga bisa membantu menyerap kotoran yang dihasilkan satwa dalam aquarium.

Semula kehadiran tanaman di dalam akuarium hanya berfungsi sebagai dekorasi saja. Ternyata adanya tanaman air memang membuat akuarium jadi lebih menarik. Lebih – lebih kalau penataannya dirancang dengan tepat, sehingga kehadirannya serasi dengan penataan lampu, pasir, dan batu – batuan penghias yang ditaruh di dalamnya.

Namun penggunaan tanaman untuk akuarium, ternyata tidak sekedar bermanfaat untuk keperluan artistik saja. Manfaatnya ternyata tidak kecil dan sangat menguntungkan. Beberapa manfaat yang menguntungkan itu menurut Drh. I Whendrato dan I.M Madyana dalam buku ” Mengenal ikan hias “, sebagai berikut :

Tanaman air di dalam akuarium dapat digunakan sebagai alat pemantau keadaan dan mutu air akuarium. Kalau tanamannya tumbuh sehat, berarti keadaan mutu airnya bagus sehingga ikan dapat berkembang dengan baik. Kalau tanaman mati atau merana, berarti ada sesuatu yang tidak memenuhi persyaratan sehingga kehidupan ikan pun bisa terganggu.

Selain menambah keindahan, tanaman air dapat juga berfungsi untuk menyerap kotoran ikan dan kotoran lembut yang melayang – layang di air. Karena kotorannya terserap, kejernihan air akuarium bisa dipertahankan dalam jangka waktu lama. Airnya tidak cepat menghijau dan pH nya relatif stabil.

Kehadiran tanaman air di akuarium dapat pula berfungsi menjaga kestabilan oksigen yang terdapat di dalamnya. Pada saat berasimilasi, tanaman akan menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen yang berguna untuk kehidupan ikan. Dengan demikian ikan di dalam akuarium bisa hidup lebih nyaman.

Tanaman air merupakan tempat persembunyian ikan – ikan kecil dari kejaran ikan besar, dan juga tempat berlindung paling ideal bagi ikan dari sengatan sinar yang terlalu tajam, kalau lampunya terlalu panas.

Akuarium yang ada tanaman airnya berkesan alami. Di sela – sela tanaman air itu lah ikan dapat mencari makanan tambahan berupa ganggang yang menempel pada tanaman. Tanaman itu juga dapat digunakan sebagai tempat menaruh telur, kalau ikannya berpijah.

Pemilihan tanaman sebaiknya disesuaikan dengan ukuran akuarium dan ikan yang dipelihara di dalamnya. Penempatannya pun harus tepat dan diperhitungkan sebaik mungkin, agar bisa memberikan manfaat yang maksimal baik sebagai hiasan maupun dalam pengelolaan akuariumnya.

Untuk merangsang pertumbuhan akar baru dan memenuhi asupan nutrisi tanaman air, maka dibutuhkanlah pupuk dasar yang ditempatkan di antara lapisan pasir. Jadi urutannya adalah substrat-pupuk dasar-substrat. Untuk saat ini sudah banyak pupuk dasar berbagai merek yang dijual di toko aquarium. Penggunaan pupuk untuk aquascape biasanya didasarkan pada volume air atau luasan area tanam. Pupuk untuk tanaman darat hendaknya tidak digunakan karena dapat meracuni ikan. Gunakanlah pupuk sesuai dengan dosis yang tertera, bila berlebihan akan menyebabkan algae blooming.

CO2 untuk tanaman air sama pentingnya seperti O2 untuk manusia. Karbonsdioksida bisa didapat dari hasil pernapasan ikan , sirkulasi udara yang ada, dan juga CO2 yang sudah terlarut dalam air. Namun ini tidaklah cukup. Agar tanaman dapat berfotosintesis, tumbuh, dan berkembang dengan baik, maka perlu injeksi CO2. Injeksi CO2 dapat berasal dari Co2 tabung, CO2 tablet, pupuk cair yang mengandung CO2, dan juga Co2 DIY (do it yourself). Tanpa CO2, kita tidak dapat mengharapkan tanaman air akan tumbuh dengan maksimal.

8. Ikan. Ada dua golongan ikan yang digunakan dalam aquarium, yaitu sebagai pemanis atau hiasan dan sebagai pemakan sisa pakan. Ikan pemanis tak boleh dari jenis pemakan daun, dan ikan ini kebanyakan berwarna terang dan menyala. Ikan menghasilkan feses yang bisa dipakai tanaman sebagai nutrisi. Sedangkan ikan pemakan sisa pakan justru lebih dibutuhkan karena dapat menjaga kebersihan aquarium.

Selain sebagai penambah keindahan,ikan hias juga berfungsi untuk menjaga agar aquarium tidak dipenuhi jentik nyamuk. Pemilihan ikan hendaklah diperhatikan. Jangan masukkan ikan predator, pemakan tanaman, dan juga ikan yang suka menggali pasir. Sesuaikan juga jenis ikan dengan suhu dan pH air dalam aquarium air tawar anda.

9. Satwa lainnya. Satwa non ikan sebaiknya turut dipelihara sebagai satwa pemakan lumut seperti siamese algae eater, keong turbo, dan udang caridina. Ada juga jenis udang yang sering dipelihara yang memiliki warna menarik yaitu red crystal, red bee, dan black bee.

Agar aquarium air tawar anda lebih bersih, maka sebaiknya ditambahkan spesies ikan pembersih dan udang pembersih. Udang yang memang memiliki karakter sebagai scravanger atau pemakan sisa-sisa, akan membersihkan sampah2 organik, sisa daun mati, kotoran, dan bangkai ikan. Sedangkan untuk mencegah alga, bisa dimasukkan ikan-ikan pemakan alga. Untuk mencegah berkembangnya hama keong, maka ikan pemakan keong juga dapat dimasukkan.

10. Lampu

Lampu juga diperlukan akuarium laut sebagai pengganti matahari bagi terumbu karang. Untuk setiap liter air dibutuhkan setengah watt cahaya lampu. Satu hal yang harus diperhatikan dalam pencahayaan, sebaiknya gunakan lampu khusus.

Lampu yang digunakan haruslah merepresentasikan panjang gelombang cahaya alami matahari. Dengan ini, maka tanaman air akan dapat befotosintesis dengan baik. Jumlah lampu yang digunakan harus sesuai dengan volume air aquarium, dan tinggi aquarium.

11. Air (laut)

Untuk aquarium air tawar :

a. Air ledeng (PDAM) biasanya mengandung cholrine / kaporit dalam kadar yang menimbulkan racun bagi ikan. Cara menetralkannya sbb :
1. Mendiamkannya pada aliran udara terbuka paling tidak 1 X 24 jam agar menguap
2. Mencampur air dengan bahan kimia anti chlorine (dapat dibeli di toko aquarium)

Perhatikan kadar pH, gH, suhu, dan tingkat salinitas(kadar garam) yang ada dalam sumber air anda, dan pastikan bahwa tanaman/ ikan yang akan dimasukkan cocok dengan kondisi air anda. Lebih baik menyesuaikan kondisi tanaman air dan ikan hias air tawar dengan kondisi air anda, dibandingkan dengan menyesuaikan kondisi air anda terhadap tanaman air dan ikan. Meskipun sudah banyak dijual obat-obatan untuk meningkatkan kualitas air, namun hal ini akan sangat merepotkan dan juga mahal.

Untuk aquarium Air laut.

Air laut bisa didapatkan di toko-toko terdekat. Harganya relatif murah tetapi yang perlu diperhatikan adalah salinitas air laut. Jika Anda membeli air laut, periksalah salinitas air laut, harus sesuai dengan salinitas air laut alami. Jika salinitasnya kurang, maka harus ditambahkan garam setelah terjadi penguapan pada akuarium Anda. Sedangkan jika salinitas berlebihan, maka cukup ditambahkan air tawar yang tidak mengandung zat besi. Hal ini sangat penting karena ikan akan stres bahkan mati jika air akuarium tidak sesuai dengan habitat aslinya. Setiap bulan, sebaiknya ganti 5-10% air akuarium agar kondisi air tetap terjaga. Jangan terlalu banyak mengganti air karena ikan bisa stres atau bahkan mati.

Air laut ada yg murah juga ada yg mahalan, tergantung dari kualitas lama tidaknya di bak penampungan, dari kualitas plankton atau dari kualitas airnya itu sendiri berpenyakit atau tidak. Harga per galon (20-25 liter) berkisar Rp. 2000 – 5000.

12. Batu Koral
Sebagai alas di dalam aquarium, tinggi minimal kira 2 cm atau lebih. Untuk batu yg karungan harus dicuci bersih dan harganya lebih murah dibanding yg telah direndam oleh pedagangnya, tapi yg sudah direndam tidak perlu dicuci, tinggal dibilas oleh air laut dan dpt langsung dimasukkan ke aquarium.
Harga berkisar Rp 5000 – Rp 15.000 per karung.

13. Batu Karang
Sama seperti Batu koral ada yg kering (ditumpuk diluar toko) dan harus dicuci dan ada juga yg sudah direndam berminggu tinggal cemplungin. Harga satu karang berkisar Rp 5000 – Rp 20.000 per batu.

14. Air Laut

Cara Membuat Akuarium Laut

Pertama, bersihkan dan bilas akuarium dengan air tawar. Jangan menggunakan sabun dan detergen lainnya. Detergen adalah bahan non-biologis yang dapat mencemari akuarium anda.

Lalu, aturlah perlengkap anda, mulailah dengan skimmer. Letakkan skimmer di tempat dimana dia tidak terlalu mengganggu pemandangan, biasanya di sisi kanan/kiri belakang. Bisa juga di sisi belakang akuarium, menghadap ke depan.

Langkah berikutnya adalah memasang powerhead. Powerhead sebaiknya ditempatkan di sisi kiri atau kanan akuarium dengan moncong arus dihadapkan ke tengah akuarium. Ini akan memberikan arus sepanjang sisi depan akuarium. Jangan lupa untuk memasang saringan pada lubang sedotnya untuk melindungi agar ikan tidak tersedot jika lewat di dekatnya. Setelah itu, masukkan pasir dan batu karang. Susunlah batu karang sedemikian rupa agar selain memberikan keindahan juga dapat menjadi tempat bagi ikan-ikan yang akan dipelihara.

Selanjutnya, masukkan air tawar terlebih dahulu pada akuarium anda. Setelah anda memasukkan air ke dalam akuarium anda, maka yang terjadi adalah proses inisial; dimana pada hari-hari awal, jasad dari makhluk-makhluk yang berasal dari terumbu karang mulai terlarut dalam air yang mengakibatkan naiknya kadar amonia dan nitrit dalam air. Karena amonia dan nitrit sangat beracun bagi makhluk hidup, maka jangan masukkan ikan terlebih dahulu.

Tunggulah sampai air benar-benar bersih yaitu dengan mendiamkannya selama beberapa waktu. Setelah memasukkan air tawar ke akuarium, jalankan powerhead-nya, tapi jangan jalankan skimmer. Skimmer hanya dirancang untuk bekerja lebih efisien pada air laut saja bukan untuk air tawar, lagipula penggunaan skimmer pada masa ini di luar kemampuan skimmer yang dirancang untuk akuarium tersebut, dengan kata lain: sama sekali tidak berguna.

Jika powerhead sudah berjalan selama sepekan lebih, maka jasad-jasad makhluk-makhluk yang pernah hidup di batu karang akan larut hampir semuanya, bergantung pada kemampuan powerhead yang digunakan untuk menciptakan arus. Puncak dari masa ini ditandai dengan warna air yang berubah kecoklatan, berbau dan keruh. Pada saat ini buanglah semua air tawar tersebut dan gantilah dengan air laut.

air laut dimasukkan, kembali jalankan powerhead, kali ini disertai dengan penggunaan skimmer. Setelah beberapa waktu (biasanya 4-7 hari) maka kadar amonia sudah turun, diikuti juga dengan kadar nitritnya (nitrit atau NO2 bisa dicek dengan test kit untuk NO2 yang dapat dibeli di toko-toko ikan terdekat). Hal ini menunjukkan bahwa mikroba-mikroba pencerna nitrit telah berbiak dan bekerja dengan baik. Jika kadar nitrit telah berada di bawah angka 0.3mg/L, maka ikan-ikan hias siap untuk ditempatkan di akuarium ini.

Hal-hal yang harus diperhatikan:

Penempatan akuarium

Akuarium dapat ditempatkan di mana saja, baik di dalam ruangan, ruang keluarga, ruang belajar bahkan di teras rumah. Hal yang perlu diperhatikan adalah sinar matahari dan temperatur air.

Pencahayaan

Pencahayaan pada akuarium harus diperhatikan. Sinar matahari yang cukup kuat dapat menyebabkan pesatnya pertumbuhan lapisan lumut tipis kehijauan pada kaca. Sebaiknya letakkan akuarium di ruang keluarga agar sinar matahari yang masuk tidak terlalu banyak. Selain itu, sinar matahari juga menaikkan temperatur air.

Temperatur

Temperatur ruang mempengaruhi temperatur air dalam akuarium. Temperatur ideal untuk pemeliharaan ikan air laut adalah 24 °C sampai dengan 29 °C, di mana temperatur terbaik adalah pada kisaran 25 °C. Tetapi bukan berarti penghobi yang tinggal di kota-kota berhawa panas di Indonesia tidak dapat menikmati keindahan ikan laut karena masalah temperatur ini. Pada kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan lain-lain, biasanya akan didapatkan temperatur air pada kisaran 28-29 °C. Banyak ikan laut yang bisa dipelihara pada temperatur ini atau bisa juga menggunakan Chiller untuk menurunkan temperatur air.

Chiller berfungsi untuk mendinginkan air aquarium. Secara sekilas, peran chiller adalah seperti AC aquarium. Aquarium air tawar yang suhunya baik (24-26 C) akan menghasilkan pertumbuhan tanaman air yang baik pula. Selain menurunkan suhu, chiller juga berfungsi untuk menjaga suhu pada kisaran yang sama, sehingga tidak fluktiatif dan menimbulkan stress bagi tanaman air. Harga chiller tergolong mahal. Hal ini dapat dibantu dengan penggunaan kipas aquarium. Bila suhu di tempat anda sudah dingin, maka penggunaan chiller dapat diabaikan. Bila suhu air di bawah 20 C, maka yang digunakan bukanlah chiller, melainkan heater.

TIPS :
1. Beberapa ikan menjadi predator (pemakan) ikan lain. Tanyakan pada penjual mengenai sifat ikan yg dibeli
2. Jika membeli udang, maka udang ada predator bagi ikan
3. Pergunakan selang kecil untuk mengeluarkan dan memasukkan air dalam proses penggantian air, jangan sampai ikan merasa kena tsunami. Atau guyuran air merusak tatanan aquarium yang sudah dibuat.
4. Ketika membeli pasir / kerikil / batu untuk aquarium disarankan untuk dibersihkan dulu dengan air
5. Sebelum memasukkan ikan, cemplungin dulu ikan sama plastik kemasannya ke dalam air aquarium. Selain berguna untuk penyesuaian suhu air di kemasan plastik dengan suhu air dalam aquarium, hal ini pun dapat dijadikan kesempatan bagi ikan untuk melihat habitatnya di aquarium. Tak perlu lama-lama antara 5-10 menit saja.
6. Memberi makan ikan sedapat mungkin sekali habis (semua ikan kebagian). Selain dapat menyebabkan kekeruhan air, Makanan sisa akan diuraikan oleh bakteri pembusuk. Dalam proses penguraian makanan, kandungan oxygen dalam air akan berkurang, karena digunakan oleh proses pembusukan oleh bakteri. Hal ini menyebabkan ikan akan mabok, atau bahkan mati.
7. Daya tahan ikan terhadap kondisi air (kandungan oksigen dan kandungan bahan lain) berbeda beda satu sama lain.
8. Ada ikan yang suka gigitin ekor lainnya seperti ikan lemon.
9. Gunakan ikan pemakan lumut seperti ikan sapu-sapu untuk menjaga aquarium anda tetap bersih.
10. Ketika melakukan pergantian air, jangan seluruhnya. Karena air yg sebagian lagi memiliki keseimbangan mineral

Sindrom Akuarium Baru (New Tank Syndrome)

Sindrom akuarium baru atau “new tank syndrome” merupakan peristiwa yang kerap dialami oleh mereka yang pertama kali berkenalan dengan “dunia” akuarium, yaitu berupa kematian ikan secara serentak pada akuarium yang baru di-“setup”. Tidak jarang sindrom ini menyebabkan para calon hobiis ikan hias jera, dan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya mundur dari hobi ini. Sindrom akuarium baru, walaupun boleh dikatakan sebagai pembuhun ikan berdarah dingin, sebenarnya merupakan fenomena normal, sebuah fenomena alami. Sekali kita mengetahui penyebab sebenarnya dibalik peristiwa ini, maka kita akan sangat mudah menghindarinya.

Seperti diketahui, dalam suatu sistem akuarium yang baru dibangun lingkungannya boleh dikatakan masih steril. Steril dalam arti belum ada bakteri yang tumbuh disana. Pada saat bersamaan apabila pada periode ini ikan dimasukkan kedalamnya (apalagi dengan populasi relatif padat), maka ikan pada saat itu, sudah akan mulai memproduksi kotoran berupa: faeces, lendir dan hasil ekskresi lainnya. Bahan-bahan ini pada dasarnya terdiri dari senyawa nitrogen yang kemudian akan membentuk amonia.

Amonia merupakan bahan yang bersifat sangat beracun bagi ikan. Keracunan sudah akan terjadi pada konsentrasi amonia 0.01 ppm dan pada level 0.1 ppm sudah akan menyebabkan kematian. Pada akarium baru, bakteri pengurai amonia (yang akan mengubah amonia menjadi bentuk yang kurang berbahaya) belum tumbuh. Oleh karena itu, pada hari-hari awal akuarium baru, amonia akan berakumulasi hingga mencapai tingkat beracun bagi ikan yang hidup didalamnya.

Untuk menghindari kejadian diatas hal yang harus dilakukan adalah dengan membiarkan kondisi akuarium stabil dan siklus nitrogen didalam akuarium berjalan dengan baik. Siklus nitrogen merupakan siklus tahapan nitrogen berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya (Gambar 1), sedangkan kondisi faktual perubahan nitrogen dalam sebuah sistem akuarium adalah seperti ditunjukkan pada gambar dibawah.

Tumbuhnya bakteri pengurai amonia didalam akuarium memerlukan waktu dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Dua jenis bakteri diketahui berperan dalam proses penguraian ini yaitu bakteri nitrosomonas (bakteri yang berperan dalam pengubahan amonium menjadi nitrit), dan bakteri nitrobakter (yaitu bakteri yang berperan dalam pengubahan nitrit menjadi nitrat). Pertumbuhan bakteri nitrosomonas secara alamiah dipicu oleh kehadiran amonia sebagai sumber makanannya. Sebelum bakeri ini tumbuh, amonia akan terus berakumulasi dalam akuarium. Apabila nitrosomonas mulai tumbuh, secara perlahan kadar amonia akan menurun. Hal disebabkan karena amonia tersebut mulai dikonsumsi oleh bakteri nitrosomonas. Laju penurunan selanjutnya akan ditentukan oleh laju perkembangan bakteri ini. Pada saat nitrit terbentuk dan mulai berakumulasi, bakteri berikutnya (nitrobakter) mulai tumbuh dan mulai mengkonsumsinya, serta menguraikannya menjadi nitrat. Akibatnya nitrit yang berakumulasi akan menurun dan digantikan oleh peningkatan nitrat. Secara grafis pola peningkatan dan penurunan masing-masing bentuk nitrogen ini, kurang lebih adalah seperti gambar berikut.

Siklus nitrogen didalam akuarium hanya terjadi sampai terbentuknya nitrat, sehingga pada akhirnya, tidak dapat dipungkiri, bahwa nitrat akan berakumulasi talam akurium. Meskipun demikian nitrat, sampai tingkat tertentu, diyakini tidak berbahaya terhadap ikan. Akan tetapi hal ini tetap harus menjadi perhatian para akuaris karena sampai pada tingkat tertentu tadi akan tetap memiki efek yang merugikan dan sering menimbulkan masalah pada akhirnya.

Pranata Luar :
1. http://donnybrehman.blogspot.com/2009/03/aquascaping.html
2. http://novel-25.blogspot.com/2013/03/larutan-diy-co2-aquascape.html
3. http://king-aquascape.blogspot.com/2011/11/pasir-dan-substrat-aquarium-air-tawar.html
4. http://sinauaquascape.blogspot.com/2012/12/aquascape-tanpa-co2.html
5. http://www.jelambaraquaticlife.com/aquarium_equipment_filter.htm
6. http://sinauaquascape.blogspot.com/2012/11/share-tempat-jualan-aquascape.html
7. http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000015547807/all-about-shrimp-red-cherry-red-bee-black-bee-neocaridina-caridina-dll/
8. http://www.jelambaraquaticlife.com/product_avail_shrimp.htm
9. http://sebuahtips.blogspot.com/2012/12/6-tips-dasar-untuk-penggunaan-aquarium.html