Serba Serbi Bekam (Hijama)

Peringatan / Warning :
1. Saya membuat tulisan ini sebagai catatan pribadi, bukan sebagai rujukan atau substitusi / pengganti konsultasi dengan ahli bekam. Mengingat saya bukan ahli di bidang bekam, Silakan berhubungan langsung dengan ahli bekam jika membutuhkan konsultasi lebih detail.
2. Saya tidak berafiliasi dengan link yang ada pada tulisan ini. Link tersebut hanya catatan untuk memudahkan penemuan kembali di masa depan
3. Anda mungkin menemukan gambar yang bagi anda kurang nyaman untuk dilihat (disturbing picture).

1. APA ITU BEKAM (HIJAMA) – DEFINISI

Sejak zaman Mesir kuno, pembersihan darah merupakan salah satu penyembuhan penyakit dengan cara pengeluaran darah dari dalam tubuh. Bangsa Arab, Bekam (Al-Hijamah ) sudah merupakan pengobatan sejak zaman sebelum Nabi Muhammad menggunakan Tanduk.

Istilah “bekam” diambil dari bahasa Melayu yang berarti “ pelepasan darah kotor”, dan dalam bahasa Arab disebut “Al-Hijamah” atau dalam bahasa inggris disebut “cupping”, sementara di Indonesia dikenal dengan istilah “kop” atau “cantuk”.

الحجامةإخراج الدّم من الجلد عن طريق المص ثمّ التشريط

HIJAMAH ATAU BEKAM ADALAH PENGELUARAN DARAH DARI KULIT DENGAN JALAN PENGHISAPAN KEMUDIAN PENYAYATAN RINGAN PADA KULIT BAGIAN LUAR (EPIDERMIS) KEMUDIAN PENGHISAPAN SEKALI LAGI, SEHINGGA DARAH KELUAR.

Bekam (Cupping – Istilah Barat / Hijama – Istilah Arab) adalah metode pengobatan nabawi (metode pengobatan nabi). Caranya adalah dengan hisapan dan gerakan pijat menggunakan alat hisap pada titik-titik tertentu di tubuh. Tergantung kebutuhan, bekam terbagi menjadi tiga jenis, yaitu
a. bekam kering (hisapan tanpa mengeluarkan darah kotor),
b. bekam basah (hisapan untuk mengeluarkan darah kotor),
c. bekam Seluncur (Sliding Cupping) yaitu metode bekam yang mana gelas bekam diseluncurkan di atas permukaan kulit yang rata (tidak tebal ototnya). Metode ini serupa dengan Guasha (cina), scrapping (inggris) atau kerokan (jawa), namun lebih aman karena tidak merusak pori-pori
d. bekam api (bekam dengan efek hisapan dari api, bukan dengan pompa). Api ini hanya digunakan untuk menciptakan efek hisap pada alat. Sama sekali tidak menyentuh tubuh.

2. LATAR BELAKANG METODE

Pada dasarnya darah manusia berumur 120 hari, setelah itu darah akan mengandung banyak radikal bebas/racun efek dari pola makan sehari-hari, seperti :
a. pencemaran udara yang terhisap lewat pernafasan
b. makan siap saji (fast food) kerana mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essense, penyedap rasa (MSG / Vetsin), dan sebagainya
c. hasil pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida)
d. kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makan tidak teratur/bersih, makan tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain
e. Obat-obatan kimia, kerana mempunyai efek merusakkan organ atau mikroba yang normal dalam tubuh.

Sebenarnya Ginjal bertugas untuk menyaring darah kotor ini, namun ada saja darah kotor yang lolos dari penyaringan (tidak bisa diurai oleh tubuh) dan beredar kembali di dalam tubuh dan berkumpul di bawah lapisan kulit. Tumpukan toksin / racun yang terkandung pada darah (Darah kotor) atau darah statis (kental) yang menyumbat peredaran darah menyebabkan sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan, baik penyakit fisik maupun mental seperti lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam.

Selain racun, ditambah lagi dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh (ditandai dengan munculnya embun pada cup pada saat di bekam seperti pada gambar di bawah ini),

Uapbekam

akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif seperti stroke, darah tinggi, barah, kencing manis malah terhadap gangguan kejiwaan.

Teknik terapi hijamah bertujuan membuang darah kotor (toksin/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit.

3. DALIL DALAM AGAMA ISLAM

ما مررت ليلة أسري به بملاء الاّ قالوا يا محمّد مر أمتك بالحجامة

عليك يا محمّد بالحجامة

AKU TIDAK BERJALAN DI HADAPAN SEKELOMPOK MALAIKAT PADA MALAM KETIKA AKU DI-ISRO’KAN, KECUALI MEREKA BERKATA: WAHAI MUHAMMAD, PERINTAHKANLAH UMATMU UNTUK BERBEKAM.

DALAM RIWAYAT LAIN: WAHAI MUHAMMAD, HENDAKLAH KAMU BERBEKAM.

إنّ أفضل ما تداويتم به الحجامة

SUNGGUH, PENGOBATAN PALING UTAMA YANG KALIAN GUNAKAN ADALAH BEKAM

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :

الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ: شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ

“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu, sayatan pisau bekam dan sundutan dengan api (kay). Sesungguhnya aku melarang ummatku (berobat) dengan kay.” (HR Bukhari)

Kesembuhan itu terdapat dalam 3 hal, yakni minum madu, sayatan alat bekam, dan kay dengan api. Sesungguhnya aku melarang umatku dari kay (Shohihul Bukhori dalam juz 1 hal.5680)

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :

إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ

“Sesungguhnya metode pengobatan yang paling ideal bagi kalian adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

Dari Ibnu Abbas r.a. Rasulullah bersabda: “Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal: dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang ummatku dengan besi panas.” (HR Bukhari)

Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:Nabi bersabda: Sebaik-baik obat yang kamu gunakan adalah berbekam, atau: Berbekam adalah obat yang paling baik bagimu. (Shahih Muslim No.2952)

Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:Bahwa Nabi saw. pernah berbekam dalam keadaan sedang ihram. (Shahih Muslim No.2087)

Dari Ibnu Abbas ra bahwa Nabi SAW pernah berbekam dalam keadaan ihram dan pernah berbekam sewaktu berpuasa. (HR Bukhari).

Hadis riwayat Ibnu Buhainah ra.:Bahwa Nabi saw. pernah membekam tengah kepalanya ketika beliau berada di jalan menuju kota Mekah ketika beliau dalam keadaan ihram. (Shahih Muslim No.2088)

Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:Dari Ashim bin Umar bin Qatadah bahwa Jabir bin Abdullah menjenguk Muqanna`, kemudian berkata: Aku tidak akan pulang sebelum engkau mau berbekam sebab saya pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya di dalam berbekam itu terdapat pengobatan. (Shahih Muslim No.4085)

4. TAHAPAN BERBEKAM MODERN :

a. Pemberian minyak pada bagian yang akan dibekam. Fungsinya adalah untuk melumasi tubuh yang akan di bekam.
b. Sliding bekam, di mana cup (alat hisap) akan ditempel dan dihisapkan di tubuh dalam kadar hisapan ringan kemudian digeser-geser, sehingga menciptakan efek pijatan,
c. Bekam kering, di mana mulai dilakukan hisapan melalui cup kemudian cup dibiarkan menempel di titik tubuh tertentu yg menjadi target pengobatan. Bekam kering ini memberikan efek pengurangan rasa sakit alami, sehingga ketika dilakukan bekam basah, di mana darah di keluarkan, prosesnya hampir tidak terasa.
d. Proses berikutnya adalah bekam basah. Pada tahap ini cup yang dibiarkan pada tahap bekam kering, di buka, kemudian darah kotor mulai di keluarkan dengan pena bekam (lancing device). Proses ini tidak sakit, bahkan hampir tak terasa. Setelah darah keluar, maka cup kembali ditempel, dan disedot dengan pompa. Penghisapan akan berlangsung antara 5 sampai 20 menit. Hisapan ini bertujuan utnuk pengangkatan cairan stagnan, seperti darah kotor, racun dan getah bening. Penghisapan dilakukan pada titik tertentu pada tubuh tergantung dari keluhan kesehatannya.

Setelah proses ini selesai, biasanya terjadi perubahan warna pada kulit. Perubahan warna ini bisa berbeda-beda antar titik, tergantung dari gangguan kesehatan yang diderita oleh pasien. Semakin jelas perubahan warna yang terjadi, maka semakin banyak gangguan kesehatan yang terangkat.

Cupping2

Setelah proses bekam selesai, maka bekas bekam di balur dengan minyak zaitun atau minyak habatussauda (jintan hitam), fungsinya untuk antiseptik dan penutup luka.

Perubahan warna kulit ini akan hilang sendirinya dalam beberapa hari.

Hijama

Ketika penyembuhan berakumulasi (kunjungan penyembuhan ke 3 atau 4) maka efek perubahan warna ini akan berkurang, atau bahkan tidak ada sama sekali, seiring dengan habisnya gangguan kesehatan (semakin sembuh).

Situs di sini, juga menjelaskan SOP bekam secara detail.

Manfaat dari bekam, di jelaskan di sini.

5. PERALATAN YANG DIGUNAKAN

a. Cup

Cupp

cupp2

b. Pompa

Pump

c. Pena Bekam (Lancing Device)

LancingDevice

d. Jarum

Jarum bekam (blood lancet) adalah jarum yang sama yang digunakan untuk pengambilan sampel darah medis laboratorium. Dengan teknologi yg ada pada alat ini, maka rasa sakit sangat minimal (hampir tak terasa), dan kedalaman tusukannya akan presisi.

lancet-a-2

Karena jarum ini adalah jarum medis, maka terbuat dari logam tahan karat dan bersifat disposable (hanya sekali pakai, setelah itu dimusnahkan). Pemusnahan jarum ini dilakukan dengan cara dibakar secara kolektif. Tujuan di bakar adalah untuk sterilisasi. Kemudian dibuang secara aman sebagai sampah medis (jangan sampai menusuk atau melukai orang lain yang terkait dengan sampah) .

4. Sterilisasi Alat

Alat bekam, tentu saja harus di sterilisasi. Cara sterilisasi alat medis standard dapat digunakan. Sebuah situs di sini, dan di sana, memiliki cara sterilisasi sendiri.

6. WAKTU BERBEKAM

Idealnya, waktu berbekam adalah tanggal 17, 19, atau 21 Hijriyah (2 hari sesudah bulan purnama).

Ibnu Sina di dalam kitabnya Al-Qaanun mengatakan : “Diperintahkan untuk tidak berbekam di awal bulan karena cairan-cairan tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal, dan tidak diakhir bulan karena bisa jadi cairan-cairan tubuh mengalami pengurangan. Oleh karena itu diperintahkan melakukan bekam pada pertengahan bulan ketika cairan-cairan tubuh bergolak keras dan mencapai puncak penambahannya karena bertambahnya cahaya di bulan”. (pada saat itu darah sedang bergejolak dan darah tambah banyak akibat dari Gaya Garvitasi Bulan terhadap Bumi saat bulan Purnama. Red)

Menurut ilmuwan kedokteran Ibu Sina, berbekam yang terbaik adalah jam 1-2 sore. Sebab, di saat itu, pembuluh darah sedang mengembang.

عن معقل بن يسار ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « الحجامة يوم الثلاثاء لسبع عشرة من الشهر ، دواء لداء سنة » القول في البيان عن معاني هذه الأخبار إن قال لك قائل : ما أنت قائل في هذه الأخبار التي رويتها لنا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، من ندبه أمته إلى الحجامة ، وقوله عليه السلام : « ما مررت بملأ من الملأ الأعلى إلا أمروني بالحجامة ، وقالوا : مر أمتك بالحجامة » ، وقوله صلى الله عليه وسلم « احتجموا لخمس عشرة ، وسبع عشرة ، وتسع عشرة ، وإحدى وعشرين »

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah bersabda: Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan. Dijelaskan bahwa diceritakan mengenai Pengobatan dengan Hijamah dan dikatakan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : “ Aku tidak diperintah oleh Para Malaikat pada Malam Isra kecuali mereka (para Malaikat) itu berkata : Kerjakan Hijamah ya Muhammad .” dan mereka (para Malaikat) itu juga berkata Perintahkan Umatmu ber-hijamah. Rasulullah bersabda: Hendaklah ber-hijamah/ber-bekam pada tanggal 15, 17, 19 dan 21”.(Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani)

رَوَى التّرْمِذِيّ فِي ” جَامِعِهِ ” : مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عَبّاسٍ يَرْفَعُهُ إنّ خَيْرَ مَا تَحْتَجِمُونَ فِي يَوْمِ سَابِعَ عَشْرَةَ أَوْ تَاسِعَ عَشْرَةَ وَيَوْمِ إحْدَى وَعِشْرِينَ

At-Tirmidzi meriwayatkan di dalam Ja`mi-nya dari hadits Ibnu Abbas secara marfu : “ Sesungguhnya sebaik-baik waktu untuk melakukan bekam adalah hari ke-17, 19 dan 21”.

وَفِيهِ عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ يَحْتَجِمُ فِي الْأَخْدَعَيْنِ وَالْكَاهِلِ وَكَانَ يَحْتَجِمُ لِسَبْعَةَ عَشَرَ وَتِسْعَةَ عَشَرَ وَفِي إحْدَى وَعِشْرِينَ

Juga termuat didalamnya, dari Anas ra. ,”adalah Rasululloh SAW. Berbekam pada kedua urat lengan dan punuk.beliau SAW. berbekam pada hari yang ke 17, 19 dan 21″.

وَفِي ” سُنَنِ أَبِي دَاوُدَ ” مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ مَرْفُوعًا : مَنْ احْتَجَمَ لِسَبْعَ عَشْرَةَ أَوْ تِسْعَ عَشْرَةَ أَوْ إحْدَى وَعِشْرِينَ كَانَتْ شِفَاءً مِنْ كُلّ دَاءٍ وَهَذَا مَعْنَاهُ مِنْ كُلّ دَاءٍ سَبَبُهُ غَلَبَةُ الدّمِ .

Termuat dalam Sunan Abu dawud, dari hadits Abu Huroiroh ra. , secara marfu: “ barang siapa yang berbekam pada hari yang ke 17,19 atau 21. maka yang demikian merupakan penyembuhan dari segala penyakit”.ini maknanya : Dari segala penyakit yang di sebabkan kebanyakan darah.

Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : “Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad).

Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiallaahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))

Dari Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu, dia bercerita: ” Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Ia biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)

Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ya’quub[9] : Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin ‘Abdil-Hamiid Al-Haaritsiy[10] : Telah menceritakan kepada kami Husain bin ‘Aliy Al-Ju’fiy[11], dari Hamzah Az-Zayyaat[12], dari Abaan bin Shaalih[13], dari Anas, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Berbekamlah pada tanggal 15, 17, 19, atau 21. Jangan sampai darahmu bergolak “ [Al-Amaaliy, no. 331].

“Sesungguhnya waktu terbaik melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)

“Barang siapa melakukan bekam pada tanggal 17, 19 atau 21, akan sembuh dari setiap penyakitnya.” (HR.Abu Dawud)

Rasulullah SAW bersabda: “Hijamah sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah kecerdasan akal, menambah kekuatan hafalan orang-orang yang menghafal, siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hjamah, hendaklah dia melakukannya pada hari Kamis, atas nama Allah, Hindarilah hijamah pada hari Jum’at, hari Sabtu dan hari Ahad. Lakukanlah hijamah pada hari Senin dan Selasa. Hindari hijamah pada hari Rabu, karena itu merupakan hari ketika Ayyub ditimpa bala’. Penyakit lepra dan kusta tidak muncul melainkan pada hari rabu atau malam rabu”. (Shahih Sunan Ibnu Majah, Al AlBany, 2/261).

Dari Ibnu Umar RadhiAllaahu ‘anhuma dia berkata, Rasuulullaah sallAllaah ‘alayhi wa sallam bersabda: “Hijamah atau bekam sebelum makan pagi adalah paling ideal. Hijamah itu dapat menambah keerdasan akal, menambah kekuatan hafalan, menambah hafalan orang yang menghafal. Siapa yang hendak melakukan pengobatan dengan hijamah, hendaklah dia melakukannya pada hari kamis atas nama Allaah. Hidarilah hijamah atau bekam pada hari Jumat, hari sabtu dan hari ahad (minggu). Lakukan hijamah pada hari senin dan selasa. Hindarilah hijamah pada hari rabu karena hari itu merupakan hari ketika Ayyub ditimpa bala’. Penyakit lepra dan kustta tidak muncul melainkan pada hari rabu atau pada malam rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Al-Albany, 2/261).

Rosulullah Saw, bersabda; “Bekam itu bisa menambah daya tahan tubuh, bisa menambah kemampuan berpikir. Lakukanlah bekam dengan menyebut nama Allah. Namun jangan kalian lakukan pada hari kamis, jum’at, sabtu, dan ahad. Lakukanlah pada hari senin. Lepra dan kusta hanya turun pada hari rabu.”

Termuat di dalam Atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong (rentang ± 3 jam sesudah makan) merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit.

Pengarang Al-Qanun, Ibnu Sina berkata: “Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena darah belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak di akhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana darah benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan”.

Beliau Saw. bersabda,”Berbekamlah kalian pada hari senin dan selasa dan janganlah kalian berbekam pada hari rabu,”

Dari Abu Hurairah secara marfu’:”Barang siapa melakukan bekam pada hari rabu atau hari sabtu, lalu ia terserang penyakit panu atau kusta, hendaknya ia menyalah kan dirinya sendiri,”

——-
Secara ilmiah dan medis, waktu-waktu yang ditetapkan oleh para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan hijamah, karena saat itulah darah sedang tidak normal. Tapi bila kondisi tidak memungkinkan (darurat/ sakit tak tertahan), maka al hijamah dapat dilakukan kapan saja.

Lalu bagaimana jika hari yang kurang baik untuk berbekam atau hijamah yaitu hari Rabu, Jumat, Sabtu dan ahad itu bertepatan dengan tanggal baik berbekam seperti tanggal 17, 19, atau 21 bulan Qamariyyah?.

Di buku Materi Pelatihan Hijamah” karya Ust. Kathur Suhardi dan Ustadzah Aminah Syafa’ah dituliskan bahwa ditilik dari harinya merupakan hari yang kurang baik untuk hijamah tetapi ditilik dari tanggalnya merupakan tanggal yang baik untuk hijamah. Karena itu bukankah tanggal tersebut merupakan saat yang kontradiktif atau bertentangan. Bagaimana solusinya?.

Hari senin, Selasa dan Kamis yang merupakan hari-hari baik untuk hijamah, atau tanggal 17, 19, dan 21 dari bulan Qamariyyah yang merupakan tanggal yang baik untuk hijamah merupakan waktu afdhaliyyah, bukan diorientasikan kepada masalah hukum hara, makruh, sunnah atau mubah. Tetapi itu semata merupakan Afdhaliyyah. Kalau bisa, carilah tanggal yang baik, bertepatan dengan hari yang baik pula.

Al Khallal berkata, Aku diberitahu oleh Ismah bin Isham, dia berkata, aku diberi tahu Hambal, dia berkata: “Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan hijamah kapanpun ketika darah bergejolak (tidak normal), dan kapanpun waktunya”, (Ath Thibb An Nabawy, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 59).

Lebih jauh lagi, situs ini menjelaskan waktu yang baik untuk berbekam secara detail.

Pengulangan bekam tercepat berkisar dua pekan, tapi sebaiknya dilakukan sebulan sekali.

7. DO dan DON’T dalam berbekam

Untuk memperoleh hasil optimal, bekam sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan sejumlah ketentuan serta waktu yang tepat. Apa saja? Agus Rahmadi, dokter yang juga praktisi bekam dari http://kliniksehat.co.id/ memberikan paparan. Namun saya robah susunannya dan menggabungkan dengan sumber lain, menjadi TIPS DO dan DON’T (lakukan dan jangan lakukan)

DO Sebelum bekam

1. Pembekam dan yang berbekam hendaknya memiliki jenis kelamin yang sama.
2. Sebelum berbekam, pasien disarankan beristirahat selama setengah jam.
3. Biasakan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sebelum berbekam.
4. Bagi penderita penyakit menular, seperti HIV dan hepatitis B, sebaiknya memiliki alat sendiri
Penggunaan jarum harus sekali pakai (untuk satu pasien saja).Ini untuk menghindari tertularnya penyakit dari pasien lain.

DO sesudah bekam
1. Disarankan mandi dengan air hangat 2 jam seusai berbekam.
2. Pasien istirahat selama 15 menit setelah berbekam.

DON’T

1. Orang yang tidak boleh dibekam adalah :
a. Orang yang dalam keadaan kenyang perutnya,karena darah sedang berada di pencernaan dan bekerja mencerna makanan, bila dilakukan pembekaman akan berakibat pusing bahkan pingsan.
b. Orang yang kondisi tubuhnya kekurangan Cairan dan Darah, secara fisik kelihatan sangat kurus dan lemah.
c. Orang yang kekurangan energi, bila dilakukan pembekaman akan terasa pusing dan sesudah dibekam akan terasa tidak nyamanbahkan sakit-sakit dari pembekamannya.

2. Sebaiknya jangan berbekam setelah beraktifitas berat. / beraktivitas sexual.
3. Berbekam sebaiknya tidak boleh lebih dari 7 titik bekam.
4. Usahakan hindari terkena air pada daerah yang telah di bekam selama 3 jam setelah berbekam, kalau bisa sampai 6 jam, karena jika yang luka terus terkena air terasa perih dan dibadan jadi kurang enak rasanya.
5. Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 3-4 jam sebelumnya. (Dapat menjadi penyakit jika dilakukan dalam keadaan perut penuh.)

CAREFULL
Hati-hati membekam penderita anemia dan hipotensi (sebaiknya dilakukan satu demi satu).

8. TITIK BEKAM

Gambar-Bekam

http://www.alatbekam.net/category/gambar-titik-bekam/

Pada intinya titik bekam adalah sbb :
-Titik Bekam Meridian
-Titik Bekam Dada
-Titik Bekam Perut
-Titik Bekam Punggung
-Titik Bekam Kepala
-Titik Bekam Nabi (Ummu Mughits, Hammahm, Yafukh, Naqroh, Qomahduwah, Akhda’ain, Kahil, Munkib, Dzuqn, Udzun, Tsadyu, Qithon Asfalas Shodr, Wirk, Maq’idah, Rukbah, Fakhd, Saaq, Rusygh, Zhohrul Qodam, Iltiwa’ dan Bainal Katifain)

Tempat/Titik Bekam Nabi secara lebih detail adalah sbb :
a. Di bahagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut pada bahagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk terapi penyakit migrain, vertigo, sakit kepala/migrain, darah tinggi, stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran darah, perbaikan sistem pertahan tubuh, dan lain-lain.

b. Di sekitar urat leher (al akhda’iin), titik ini untuk mengubati penyakit seperti: sakit kepala, wajah, kedua telinga, mata, hidung dan rahang, gigi seri lidah, barah darah, melancarkan peredaran darah.

c. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah (tulang tengkorak paling bawah), bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala, bintik-bintik di wajah, jerawat.

d. Daerah antara dua bahu (al kaahil), merupakan titik paling tengah untuk mengatasi berbagai penyakit.

e. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa ‘is), iaitu daging lembut di bahu yang tegang ketika merasa takut. Bekam pada titik ini dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan penyakit hati.

f. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini banyak memiliki keistimewaan dan khasiatnya.

g. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal/sakit di pinggang dan wasir.

h. Pangkal telapak kaki (iltiwa’ – di bawah mata kaki) untuk penyakit sakit di kaki, sakit urat, kaku, dan pegal-pegal.

i. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.

Lebih detail lagi, titik-titik tersebut adalah sbb :

1. AL AKHDA’ AIN :
a) Terletak di sekitar otot-otot (urat leher) kanan dan kiri, di sekitar vena jugularis interna dan di sekitar otot sternocleidomastoideus.
b) Merupakan pusat kegiatan dan penjalaran dari usus kecil dan besar.
c) Berperan dalam pengobatan gondok, afonia, leher, sakit kerongkong, demam, pipi bengkak, tinnitus, mencegah sakit kepala, sakit wajah, sakit gigi, sakit telinga, hidung, tongsil .

2. ILTIWA’
a) Terletak di bawah mata kaki bagian dalam (malleolus medialis), antara malleolus medialis dengan tulang tumit (calcaneus)
b) Merupakan pusat penjalaran organ ginjal
c) Berperan dalam pengobatan tinnitus, hemoptisis, gangguan haid, insomnia, ejakulasi dini, tegang urat, ginjal, bronkietasis, sakit punggung, gangguan kencing dll.

3. AL KAHIL
a) Terletak di sekitar tonjolan tulang leher belakang (processus spinosus vertebrae VII), antara bahu (acromion) kanan dan kiri, setinggi pundak.
b) Merupakan titik pertemuan dan penjalaran organ kandung hempedu, perut, usus halus, usus besar, kandung kemih dan tripemanas.
c) Berperan dalam perubatan sakit leher, demam, epilepsi, batuk, demam, asma, kaku punggung dll.
d) Anas bin Malik berkata: ” Rasulullah SAW. pernah dibekam di al akhda’ ain dan al kahil” (HR.
At Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim dan Ahmad).

4. HAMMAH (‘ Alaa Ro’ sun)
a) Merupakan titik paling atas kepala, terletak di tulang ubun-ubun (osparetale) bagian depan,yaitu terletak di titik pertemuan antara batas rambut bagian belakang dengan batas rambut bagian depan.
b) Berperan dalam pengobatan sakit kepala, pusing, vertigo, mania, gangguan penglihatan, menghilangkan pengaruh sihir, stroke dll.

5. YAFUKH
a) Terletak di titik pertemuan tulang tengkorak depan dan belakang, iaitu antara tulang ubun ubun (os parietale) dan tulang dahi (os frontale).
b) Pada anak-anak, saat pembekaman tidak boleh dikeluarkan darahnya, kerana umumnya pertemuan antara kedua tulang tersebut belum menutup sempurna.
c) Berperan dalam pengobatan epilepsi, pening, sakit kepala, gangguan penglihatan, rinorhea, kejang dll.

6. AL KATIFAIN
Kedua bahu. Bermanfaat untuk mengobati penyakit di pundak dan penyakit leher. (Nabi SAW melakukan bekam pada kedua bahu saat diberi makanan lengan daging kambing yang diracun oleh orang Yahudi.

7. ‘ ALA WARIK
Berguna untuk sakit pegal-pegal, lower back pain (Dari Jabir RA, bahawa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya kerana sakit yang dideritanya (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

8. QAMAHDUAH
a) Terletak di tulang kepala belakang di sekitar tonjolan tulang
b) Bagian dimana kalu sesorang tidur terlentang maka qamahduah adalah bagian kepala yang menempel di tanah.
c) sakit kepala belakang, pening, tuli, kaku lidah, schizophrenia, epilepsi, leher kaku, pusing, vertigo dll.

9. PELIPIS DAN DAGU
Berguna untuk mengobati pusing/pening pada kepala, mengubati sakit gigi dan sakit pada bahagian wajah, mengubati sakit kerongkongan/batuk. (Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada kedua pelipisnya.

10. BAHAGIAN PUNGGUNG KAKI
Berguna untuk menghilangkan kutil yang tumbuh di kedua paha, betis, serta tulang kering. Menghentikan keluarnya darh haidh dan gatal-gatal pada buah testis (kantung kemaluan lakilaki) dan asam urat.

11. DI BAWAH DADA DI ATAS PERUT
Berguna untuk menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis dan panau yang ada di paha, menyembuhkan kaki yang sering sakit, mengobati wasir, mengobati penyakit kaki bengkak (elephantiasis), menghilangkan gatal-gatal pada bahagian punggung.

12. ‘ ALA DZOHRIL QODAMI
Terletak di bahagian kaki belakang di bawah lekukan lutut. Berguna untuk menghilangkan keletihan pada bahagian kaki.

13. UMU MUGITS
a) Terletak di tulang tengkorak di bahagian atas agak ke belakang. Tepatnya di tulang ubunubun, di 2/3 bahagian depan.
b) Apabila kepala dan batas rambut bagian belakang ke batas rambut bahagian depan dibagi menjadi 12 bahagian, maka ummu mughits terletak di 7 bagian dari garis batas rambut bagian belakang dan 5 bahagian dari garis batas rambut bagian depan.
c) Hati-hati saat pembekaman kepala, sebab dekat dengan pusat sensorik dan motorik, yang menyebabkan kelumpuhan organ-organ dan alat-alat tubuh.

TITIK-TITIK YANG DILARANG DIBEKAM
a. Lubang-lubang alami seperti Mata, Hidung, Payudara, Anus.
b. Pada kulit yang terkena iritasi.
c. Vena yang terkena Varises
d. Pada persendian, karena ada cairan pelumas sendi yang dapat tersedot bila dibekam.
e. Pada titik yang sama selama kulitnya belum sembuh dan siap dibekam lagi.
f. Pada Kulit yang terkena Infeksi berat.
g. Rongga atau lubang alami tubuh seperti anus, lubangkelamin, puting susu, mata.
h. Kulit yang mengalami kelainan atau penyakit (infeksi, varises).
i. Cairan sendi atau sinovial.
j. Pembuluh darah dan pembuluh limfe.

9. TEMPAT TERAPI

a. Bekam Ruqyah Center (BRC) Memiliki banyak cabang di Indonesia
b. Bekam Nabawi.

10. TEMPAT PELATIHAN
a. ahlibekam.com
b. Pesantren BRC.

11. Tempat beli alat
a. Darul Herbal – Jakarta.
b. Bekam Murah – Bekasi.
c. Ahlibekam.com – Bandung.
d. http://alatbekammurah.com/.
e. Kaskus.
f. Alkes Bekam.
g. Alat bekam api.

9. Buku Pendukung

1982, Thomas W Anderson – “100 Diseases Treated by Cupping Method” (Metode Bekam dapat menyembuhkan 100 macam penyakit).

http://bekamnabawi.com/buku-bekam/

BukuBekam1

BukuBekam2

BukuBekam3

BukuBekam5

BukuBekam6

Pranata Luar :
1. http://bekamasysyifaholistik.wordpress.com/.
2. RS Herbal – Jakarta.
3. http://www.dreamclinic.com/cupping_therapy
4. http://bekamsingapura.com/
5. http://www.tempo.co/read/news/2012/12/17/060448637/Jangan-Bekam-di-Sembarang-Tempat
6. http://bekamdankesehatan.blogspot.com/2011/05/ebook-hijamah-titik-bekam-nabi.html
7. http://ahlibekam.com/alat-bekam-yang-bagus/
8. http://bekamdankesehatan.blogspot.com/2013/12/10-kesalahan-fatalmalpraktik-ketika.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *