Nguping orang saling jambak-jambakan informasi

Dengerin dua orang lagi ngobrol

Rekan2 : Tum, punya data lain yang valid ngak buat ngitung jumlah mahasiswa. Punya gue bikin pusing. Rapat besok minta data terbaru

Rekan1 : Nih, gue punya data paling valid

Rekan2 : Alaaah…. elu. Data gue dong yang paling valid mah…..

Rekan1 : Koq bisa ?

Rekan2 : Yeee, saya dapat dari pejabat di unit kerja itu koq, pemegang databasenya pulaks…

Rekan1 : Mana liat …..

Rekan2 : Nih liat…….

Rekan1 : Koq beda sama punya gue……

Rekan2 : bener nih dari pemegang databasenya ….

Rekan1 : iya,

rekan2 : Jangan bohong lo, emang lu kenal sama pemegang database nya, ngak kan ? Gue juga tau

Rekan1 : Iya deh….. gue ngaku, gue dapet dari temen gue. Temen gue itu temen pemegang databasenya

Rekan1 : waks……., tapi koq beda ya, padahal gue juga dapet dari pemegang databasenya. Gue teman kuliah dia dulu.

Rekan2 : Hmmmm, lu dapet data ini dari temen elu kapan ?

Rekan1 : Hmmmm, sekitar 3 bulan yang lalu, punya elu, kapan dapatnya ?

Rekan2 : kemaren….

Rekan1 : Tadi pagi gue, dengar pemegang database nya lupa di upload ke server, jadi data kemaren sebenarnya adalah data seminggu yang lalu

Rekan2 : Waks…….Aaaaaaarrrrgggggsssss…….Gubrags……….

Lucu juga dengerin orang yang berebut mengklaim dirinya memiliki data paling valid. Kadang saya lupa, kalau zaman sekarang masih ada orang yang awam dalam hal mengelola informasi. Hal ini mendorong saya untuk menulis blog ini, Minimal bisa membantu orang awam untuk mengerti apa yang dimaksud dengan kualitas informasi. Saya coba terangkan sesingkat mungkin biar ngak bosan membacanya.

Data adalah fakta atau kejadian yang terjadi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Kebanyakan dari data tidak mempunyai makna jika digunakan tanpa di dukung dengan data lain. Sedangkan Informasi adalah data yang telah diproses sehingga memiliki makna yang mudah difahami atau dimengerti.

Data yang diperoleh melalui input data, atau data yang tersimpan atau keduanya ketika diproses meghasilkan output berupa informasi. Biasanya informasi tsb digunakan untuk pengambilan keputusan atau tindakan, sehingga muncul tindakan atau peristiwa lainnya.

Lalu informasi seperti apa yang dikatakan berkualitas ?

Informasi dikatakan berkualitas jika

Akurat (Accuracy) :
– Informasi harus bebas dari kesalahan dan harus jelas mencerminkan maksudnya
– Informasi harus bebas dari bias atau distorsi atau gangguan
– Ketidakakuratan dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.

Keakuratan ini terbagi lagi menjadi beberapa komponen :
– Kelengkapan, apakah komponen pesan yang dibutuhkan hadir dalam informasi ? atau hanya potongan-potongan kecil yang tidak berhubungan ?
– Kebenaran, apakah data yang dimiliki benar ?
– Keamanan, apakah data di dapat dari orang yang berhak ? Apakah data tidak bocor kepada pihak-pihak yang tidak berhak ?

Tepat Waktu (Timelines)
– Informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat (usang), karena informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik
– Bila digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan.

Kondisi demikian menyebabkan mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan, mengolah dan mengirimkannya memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

Relevan (Relevancy)
– Informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya.
– Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda.
– Bagaimana sebuah data digunakan oleh pemiliknya dalam mengambil keputusan

Misalnya informasi mengenai sebab-musabab kerusakan mesin produksi kepada akuntan perusahaan adalah kurang relevan dan akan lebih relevan bila ditujukan kepada ahli teknik perusahaan

Ekonomis (Economy), seberapa besar sumber daya uang yang harus keluar untuk mendapatkan informasi

Efisien (Efficiency), bagaimana menghemat sumber daya seminimum mungkin dalam mendapatkan informasi

Dapat Dipercaya (Reliability)

Tanpa salah satu komponen tersebut, maka informasi tersebut tidak berharga. Sebagai contoh, jika seseorang akan menjual atau membeli saham, maka semua komponen yang mendukung terciptanya informasi berkualitas tersebut mutlak diperlukan.

Penjelasan lebih lanjut mengenai informasi tentu saja di luar jangkauan dari blog ini. Jika dibutuhkan materi lebih detail, banyak terdapat buku-buku yang membahas mengenai tata cara peroleh informasi beserta teknologinya. Semoga blog singkat ini dapat membantu membangun kesadaran data (data-awareness) dari insan-insan indonesia di bidang teknologi informasi.

SQL SERVER – DISABLE dan ENABLE user SA

Beberapa waktu yang lalu seorang rekan bertanya, “Bagaimana saya bisa mempreteli hak permission dari user SA ?”

Selidik punya selidik, rupanya rekan ini ingin menjadi user SA menjadi hanya memiliki hak akses guest. Mungkin sebagai tipuan untuk para hacker

Sayang merubah permission dari user SA tidak dimungkinkan. Walaupun demikian SA dapat di disable atau di enable menggunakan script berikut ini. Hanya pastikan anda logged menggunakan account windows authentication.

/* Disable SA Login */
ALTER LOGIN [sa] DISABLE
GO
/* Enable SA Login */
ALTER LOGIN [sa] ENABLE
GO

SQL SERVER – Transfer Logins dan Passwords Antar Instances SQL Server 2005

Setelah mendengar tim infrastruktur mau mindahin server database ke hardware dan sistem operasi yang lebih baik (Henky bilang mau migrasi ke 64 bit, hi hi hi), akhirnya saya mikirin juga cara mindahin login user dan password antar instances SQL Server yang berbeda.

Beruntung Microsoft punya dokumentasi yang baik untuk hal itu di sini.

Copy script yang ada pada windows

scrip ini akan menghasilkan sebuah file

Kemudian copy script yang tercipta dan jalankan pada SQL Server yang lain di mana, anda ingin memindahkan username dan password. Pastikan saja bahwa anda login dengan role sysadmin

Phew….. one more job is (almost) done.

We will not go down (Song for Gaza)

Jikalau kami gugur syahid, dan kalian sekalian terus diam membisu dan hanya menyaksikan sahaja, nantikan hari pembalasan. Kami akan tuntut dari Allah di atas kelembapan kalian semua.

Kami tidak akan redha terhadap kelesuan dan kebisuan kalian semua. Kami tidak akan memaafkannya..

Inilah menjadi medan di mana keringat, darah, dan air mata kami menjadi pupuk yang membasahi tanah jihad bagi kaum muslimin. Dan biarlah Allah menjadi saksi !!!

Inilah lagu untuk ahli Palestinians di Gaza,

http://www.michaelheart.com/
http://michaelheart.com/Song_for_Gaza.html (unduh di sini)

Lyrics:

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die

We will not go down
In the night, without a fight

We will not go down
In Gaza tonight

Memberikan izin (permission) pada SQL Server 2005

Mari berkhayal sejenak, bahwa anda adalah seorang DBA pada sistem akademik UNPAD mempergunakan SQL Server 2000. Anda datang ke kantor di pagi hari, membuat minuman hangat dan mencek email. Ada dua permintaan dari rekan sejawat dalam inbox email anda. Ahmad Baehaqi dari bagian registrasi akademik membutuhkan akses read-only terhadap seluruh data akademik sehingga beliau bisa memprediksi volume mahasiswa untuk angkatan baru, dan Marin dari web-development punya masalah dengan aplikasi web akademik dan membutuhkan akses untuk menelusuri profiler untuk mengidentifikasi masalahnya. Terlihat suatu pekerjaan mudah bukan — benarkah ?

Dalam kasus pertama, data akademik tersebar dalam 98 tabel di antara 184 tabel pada database akademik. Anda punya peran yang telah didefinisikan untuk team akademik yang memberikan hak SELECT dan UPDATE, tapi Ahmad Baehaqi hanya membutuhkan akses read-only. Hal ini memberikan anda satu opsi : memberikan ahmad baehaqi akses SELECT kepada setiap tabel, satu demi satu. Halah…….

Bukankah sindrom melakukan seting mulai terasa ?

Sedangkan permintaan untuk mengakses penelusuran profiler tidak bisa diberikan. Dalam SQL Server 2000, akses untuk menjalankan penelusuran hanya diberikan kepada anggota dari System Administrator (sysadmin) yang merupakan peran tetap. Memberikan hak ini kepada marin akan memberikan juga seluruh akses kepada server – bukan ide yang baik bukan ? Hal ini memberikan anda satu-satunya pilihan : Bekerja sama dengan Marin dan melakukan penelusuran sendiri, menambah beban kepada jadwal anda yang sudah ketat.

Halah…. (untuk kedua kalinya)

Kedua skenario ini masih asing bagi DBA Sql server 2000, tapi jangan khawatir, solusi dari SQL Server 2005 tidak hanya memberikan kemajuan programatic yang beragam, tapi juga mendukung kemajuan beberapa security model secara bersamaan. Solusi untuk kedua masalah ini adalah : pemisahan user-schema dan izin server yang bersifat granular.

Pemisahan User Schema

SQL Server 2005 menambahkan dukungan terhadap schema seperti yang dijelaskan dalam ANSI SQL-92. Anggap schema sebagai wadah logis untuk database objek. Wadah ini menggantikan cara object-owner yang digunakan oleh banyak DBA pada versi SQL server yang lalu. Dalam SQL Server 2005, objek tidak lagi memiliki owner. Sebagai gantinya, objek merupakan anggota dari sebuah schema, dan diakses dengan nama skema.

Mari kita bandingkan. Dalam versi SQL server terdahulu, di mana sistem penamaan tiga bagian diterapkan :

database_name.owner_name.object_name

Dalam SQL Server 2005, sistem seperti ini yang digunakan.

database_name.schema_name.object_name

Dalam SQL Server 2005, alih-alih memberikan permission kepada objek secara langsung, DBA dapat memilih untuk memberikan permission kepada schema. Memberikan permission kepada sebuah schema mempropaganda permission terhadap setiap objek yang dikandung oleh schema tersebut dan setiap objek yang ditambahkan kepada schema tersebut di kemudian hari. Hal ini berarti bahwa DBA tidak perlu mengupdate permission untuk setiap user setiap kali sebuah objek baru ditambahkan.

Pemisahan antara user dan objek ini memiliki keuntungan sebagai berikut :
1. karena objek tidak lagi dimiliki oleh user, maka user dapat dihapus tanpa menghapus atau memetakan kembali objek yang dimiliki oleh mereka. Hal ini menghindarkan anda dari sakit kepala ketika seorang pegawai keluar, misalnya.

2. Objek dalam database yang sama dapat dikelompokkan secara logis berdasarkan fungsi bisnis. Sebagai contoh, anda mungkin dapat mengisi database client-management dengan informasi client-contact dan data penjualan. Tabel yang membuat masing-masing fungsi bersifat independen pada sebagian besar database. Dalam versi SQL Server sebelumnya, anda mungkin perlu membuat dua database. Hal tersebut mengelompokkan objek secara logis, sekaligus membuat relasi dengan constraint foreign key tidak mungkin, yang konsekwensinya adalah membuat pembuatan referential integrity menjadi sulit.

Schema dibuat menggunakan statemnt CREATE SCHEMA T-SQL. Sebagai contoh sebuah schema yang bernama sakademik dapat dibuat dengan perintah T-SQL sebagai berikut

CREATE SCHEMA sAkademik

Ketika sebuah schema berhasil dibuat, anda dapat membuat objek di dalamnya dengan menambahkan prefix pada sebuah objek dengan nama schema. Sebagai contoh, untuk membuat tabel dalam schema sAkademik yang bernama tMahaciwa, maka perintah T-SQL berikut dapat digunakan :

CREATE TABLE sAkademik.tMahaciwa
(
NPM INT NOT NULL PRIMARY KEY,
Nama Varchar(20) NOT NULL
)

Objek juga dapat ditransfer diantara schema menggunakan opsi TRANSFER atau statement ALTER SCHEMA. Objek tabel tMahaciwa dapat dipindahkan ke sebuah schema bernama sSkemaLain menggunakan perintah T-SQL sebagai berikut :

CREATE SCHEMA sSkemaLain
GO
ALTER SCHEMA sSkemaLain TRANSFER akademik.tMahaciwa
GO

Ketika sebuah schema telah dibuat dan diisi, maka user dapat diberikan permission untuk setiap objek di dalam schema sekaligus. Sebagai contoh, untuk memberikan akses SELECT kepada user ahmad baehaqi ke setiap objek dalam schema sAkademik maka perintah T-SQL berikut ini dapat digunakan :

GRANT SELECT ON sAkademik TO AhmadBaehaqi

Cara ini jelas lebih efisien dibanding dengan metode ekivalennya di versi SQL server yang lalu, yaitu memberikan permission untuk setiap objek satu demi satu.

Fitur Baru : Granular server permissions

Menggunakan fitur pemisahan user schema membuat pemberian permission kepada objek database secara masal menjadi mudah. Lalu bagaimana memberikan permission pada level server ?

SQL server datang bersama peran (role), yaitu kumpulan permission terhadap bermacam-macam sumber daya yang ada pada server.

Jika anda ingin memberikan permission pada sebuah login untuk membuat, merubah, atau menghapus database, maka anda dapat membuat login tersebut menjadi anggota dari server role “dbcreator”. Tapi jika anda ingin memberikan akses hanya untuk membuat database, maka anda tidak dapat melakukannya pada versi SQL Server sebelumnya. Pada SQL Server 2005, role dibagi lagi menjadi komponen yang lebih detail yang dapat diberikan dengan statement GRANT. Sebagai contoh, untuk memberikan login yang bernama AhmadBaehaqi, hak akses untuk membuat database pada server, maka perintah T-SQL ini dapat digunakan

GRANT CREATE ANY DATABASE TO AhmadBaehaqi

Terdapat banyak permission pada level server yang tersedia. Sejauh ini permission yang paling menarik adalah permission untuk menjalankan penelusuran (traces). Masih ingat kebutuhan marin untuk melakukan penelusuran pada server ? Dalam SQL Server 2005, hal ini dapat dilakukan dengan perintah T-SQL

GRANT ALTER TRACE TO John

Fitur ini saja sudah dapat memberikan senyuman pada kebanyakan DBA. Tidak perlu lagi menambahkan developers kepada role system administrator hanya agar mereka dapat melakukan penelusuran — dan tidak perlu lagi bekerja untuk mereka karena mereka tidak perlu ditambahkan ke role tersebut untuk memulai pekerjaannya.

Fungsi Baru : Melihat permission yang dimiliki

Semua metode dan permission yang baru untuk memberikan permission dapat membingungkan. User mungkin tidak mengerti permission apa yang mereka miliki atau tidak miliki. Untungnya microsoft memberikan fungsi baru untuk masalah ini : fn_my_permission(). Fungsi ini memberikan informasi permission yang dimiliki oleh user yang sedang login.

fn_my_permission()memiliki dua parameter : target name dan target type yang dideskripsikan oleh nama. Sebagai contoh, jika target adalah sebuah schema bernama sAkademik, nama target adalah SCHEMA, maka perintah T-SQL berikut ini dapat digunakan untuk menghasilkan sebuah tabel permission

SELECT *
FROM fn_my_permissions(‘Sales’, ‘SCHEMA’)

Untuk pelatihan lebih jauh dan meminta informasi permission pada tabel tMahaciwa, perintah T-SQL ini dapat digunakan :

SELECT *
FROM fn_my_permissions(‘MySalesData’, ‘TABLE’)

Secara virtual, setiap objek dapat dispesifikasikan sebagai target. Untuk meminta permission pada level server, pergunakan NULL untukkedua parameter sebagai berikut :

SELECT *
FROM fn_my_permissions(NULL, NULL)

Live the easy life

Diterjemahkan dan diadaptasi dari sini.

Sahabat menonton bersama anak

Link: http://www.screenit.com/index1.html

Seringkali pasangan orang tua melihat bahwa sebuah film kartun, pasti, adalah tontonan anak-anak, padahal film itu berkategori dewasa. Bahkan film porno pun ada versi kartunnya.

Film Crayon Sinchan yang ditayangkan hari Minggu pagi untuk anak-anak di salah satu televisi swasta Indonesia, ternyata di negara asalnya jepang memiliki rating PG-13. Telah berhenti tayang, dan dilarang ditayangkan kembali.

Crayon Shin-chan atau yang nama aslinya Nohara Shinosuke yang sudah lebih dari enam tahun tayang di stasiun TV RCTI, ternyata di negara asalnya Jepang sudah lama dilarang dan tidak ditayangkan kembali, karena Shin-chan sering melontarkan kata-kata berbau porno, sangat kurang ajar, dan tidak sopan pada orangtua. Sebuah contoh yang tidak mendidik anak-anak, bahkan lebih jauh dikhawatirkan bisa merusak moral. Shin-chan juga sering melecehkan secara fisik kedua orangtuanya, terutama ibunya, Misae. Tak jarang kita mendengar Shin-chan menyebut Misae sebagai nenek keriput atau nenek kejam atau lagi mengatakan di muka umum kalau Misae susah buang air besar, perkataan lainnya yang melecehkan ibunya dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan anak-anak kepada orang tua. Misalnya, “Mama cantik, kulitnya kasar seperti kulit ikan hiu.”

Sebenarnya film kartun ini lucu, jika dilihat dari karakter tokohnya, menggambarkan anak yang lugu, lucu dan menggemaskan. Tetapi diluar itu ternyata banyak sekali hal-hal buruk yang tidak pantas disaksikan oleh anak-anak, sungguh mengerikan!!!!

Lantas, apa itu PG 13 ?

Orang amerika sana mengkatagorikan film-filmnya menjadi beberapa katagori sbb :


General Audiences. All Ages Admitted. (Film bagi siapa saja)

Film yang memiliki rating-G dinilai tidak mengandung materi yang terkait dengan bahasa, ketelanjangan, sex, kekerasan dan hal-hal sejenisnya, yang dapat menyakiti hati orang tua, ketika melihat anaknya menonton film tersebut. Walaupun demikian, film rating-G bukanlah sebuah sertifikat persetujuan, juga tidak menandakan film untuk anak-anak. Sejumlah kecil bahasa mungkin di luar percakapan yang sopan, tetapi digunakan dalam percakapan sehari-hari. Tidak ada kata-kata kasar yang ada dalam film yang memiliki rating-G. Penayangan kekerasan minimal. Tidak ada ketelanjangan, adegan sex, atau penggunaan narkoba di dalam film

Parental Guidance Suggested. Some Material May Not Be Suitable For Children.

Sebuah film dengan rating PG harus diselidiki terlebih dahulu oleh para orang tua, sebelum mereka mengizinkan anak-anaknya menonton. Rating-PG mengindikasikan bahwa orang tua harus mempertimbangkan materi-materi yang tidak pantas untuk anak-anak mereka, dan para orang tua-lah yang mengambil keputusan itu.

Ketika anak melihat film dengan rating-PG, maka disarankan para orang tua membimbing anak-anak mereka dalam tema-tema dewasa yang ada pada film tersebut. Mungkin terdapat beberapa perkataan yang tidak menghormati Tuhan, dan beberapa penayangan kekerasan atau ketelanjangan singkat. Namun elemen ini tidak dilihat sebagai suatu konsentrasi sehingga memerlukan peringatan keras kepada para orang tua. Cukup penyaranan. Tidak ada isi yang mengandung penggunaan obat dalam film berating-PG, t

Parents Strongly Cautioned. Some Material May Be Inappropriate For Children Under 13. (Tak cocok untuk usia di bawah 13 tahun)

sebuah film dengan rating PG-13, harus diperlakukan secara keras dan kaku (tidak fleksibel) oleh orang tua, untuk menentukan apakah anak-anaknya yang berusia di bawah 13 tahun diperbolehkan menonton film ini, mengingat beberapa materi mungkin tidak cocok bagi usia mereka. Film rating PG-13 dapat memiliki tema-tema yang melebih rating-PG, termasuk kekerasan, ketelanjangan, sensualitas, bahasa kasar, aktivitas orang dewasa, atau elemen-elemen sejenisnya, tetapi tidak mencapai kategori R. Tema dari film ini sendiri tidak akan melebihi rating melebihi PG-13, walaupun penayangan aktivitas-aktivitas orang dewasa dapat menyebabkan film ini dinilai secara ketat. Penggunaan obat-obatan atau narkoba akan menyebabkan film tersebut masuk ke dalam rating PG-13, tetapi ketelanjangan yang memiliki durasi panjang akan menyebabkan film tersebut memiliki rating PG-13, walaupun durasi tersebut tidak menyebabkan film tersebut berorientasi seksual. Terdapat juga materi kekerasan dalam film rating PG-13, tetapi tidak bersifat realistik, ekstrim, atau berkelanjutan. Sebuah film yang menggunakan satu kata yang dapat diturunkan dari kata-kata seksual, walaupun tidak memiliki arti, akan otomatis membuat film tersebut memiliki rating PG-13. Lebih dari itu, akan membuat film tersebut memiliki rating-R.

Restricted. Children Under 17 Require Accompanying Parent or Adult Guardian. (Anak-anak di bawah 17 tahun harus ditemani orang tua atau wali)

Sebuah film dengan rating R mengandung beberapa materi dewasa, termasuk aktivitas dewasa, kata-kata kasar, kekerasan yang mendalam dan berkelanjutan, ketelanjangan yang berorientasi seksual, penggunaan obat atau narkoba dan elemen sejenisnya. Dengan demikian orang tua harus melarang anak-anaknya yang berumur di bawah 17 tahun untuk menonton film dengan rating ini secara serius, tanpa bimbingan orang tua secara langsung. Para orang tua disarankan untuk mencari tahu bagaimana film tersebut dikategorikan sebagai rating-R untuk menentukan apakah film tersebut pantas untuk anak-anak mereka atau tidak. Secara umum tidak pantas orang tua mengajak anak-anak mereka menonton film yang memiliki rating-R

No One 17 and Under Admitted. (bukan untuk 17 tahun ke bawah)

Sebuah film dengan rating NC-17 adalah film yang dinilai “terlalu dewasa” untuk anak-anak berusia 17 tahun dan di bawahnya. Tidak boleh ada anak-anak yang menontonnya, mengingat kategori NC-17 dapat mengandung materi-materi yang menjijikan dan bersifat menyerang atau pornografi. Sebuah film NC-17 dapat memiliki materi khusus terkait dengan kekerasan, sex, kelakuan-kelakuan gila di luar kewajaran, penggunaan narkoba, atau elemen-elemen lain yang dapat dinilai para orang tua sebagai terlalu keras, atau melewati batas, untuk dilihat oleh anak kecil.

Bagaimanapun ini adalah rating yang dibuat oleh orang Amerika sono, kita lah sebagai orang tua yang lebih patut menentukan tayangan mana yang cocok dan tidak untuk anak-anak kita, sesuai dengan usianya.

Saya kurang puas dengan rating itu, selama ini saya mencari-cari situs rating film lain yang lebih lengkap, yang dapat saya pergunakan sebagai referensi, sampai akhirnya saya menemukan situs ini.

Link: http://www.screenit.com/index1.html

Buat para orangtua yang selama ini deg-degan melepas anaknya nonton film sendiri karena takut filmnya ‘ada apa-apanya’, silakan mampir ke situs ini. Di sini ada panduan tentang seberapa banyak pengaruh negatif yang ditampilkan sebuah film secara lengkap dan sistematis.

Bahkan film ‘Bolt’ yang sekilas nampak lucu dan aman untuk anak-anak juga dapet catatan khusus dari situs ini, yaitu

Disrespectful / Bad Attitute: Heavy
Guns / Weapons: Heavy
Music (Scary / Tense): Heavy
Violence: Moderate

Film akan sangat berguna jika digunakan secara tepat, untuk melihat sesuatu yang bermanfaat, atau distant learning. Bisa juga menjadi keburukan manakala tayangannya tidak tepat. Bagaikan pisau bermata dua.

Saya secara pribadi menyarankan setiap orang tua memperhatikan sistem pemberian rating terhadap suatu film, karena suatu sistem tidak berhasil tanpa kita mengerti bagaimana sistem tersebut bekerja.