KISS (Keep It Simple, Stupid)

Memandang sebuah unit kerja, yang bertanggung terhadap kapasitas IT (Information technology) dari sebuah universitas. Kelihatannya personil-personil nya sudah kewalahan dengan beban kerja (workload) yang sedemikian besar, sehingga kadang saya melihat, bahwa usaha (effort) yang dikeluarkan untuk menyelesaikan suatu masalah, dinilai terlalu besar, atau bahkan terlalu rumit.

Mari kita coba lihat dalam tiga kasus di bawah ini :

1. Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong, yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong.

Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut.

Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar
tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

2. Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena. Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat
temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah yang dilakukan para orang Rusia ?. Mereka menggunakan pensil!.

3. Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani. Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, “Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu”. Persoalan yang dikeluhkan bukanlah pada lift-nya. Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan “menunggu” dan merasa “tidak menunggu lift”.

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Penterjemahku, bernama Codec

“Pak, bantuin dong. Koq file ini ngak bisa dimainin di sini …….”

Begitu seorang rekan merengek.

Selidik punya selidik, ternyata rengekan ini terjadi karena beliau menyalin sebuah file video yang jalan di komputer temannya. Selesai menyalin, dengan hati gembira ia pulang ke rumah, dengan harapan bisa menonton video tersebut bersama keluarga, dengan kenyamanan nonton di rumah tentunya. Apa daya komputer di rumahnya tidak sepakat untuk menjalankannya, dengan mengeluarkan poster protest seperti ini

Setelah diselidiki, hal ini dikarenakan karena kurangnya codec yang terpasang di komputernya.

Tapi, apa itu codec ? Codec singkatan dari code and decode, sebuah software yang bertugas membaca sebuah file, kemudian menterjemahkannya menjadi bentuk suara, atau gambar bergerak (video) ke layar. Tapa sebuah codec, maka komputer tidak bisa menterjemahkan sebuah file.

Solusinya ? Unduh (download). Ada yang berbayar dan ada yang gratis. Jika ingin mendapatkan yang bundle, ada K-Lite yang bisa di download di sini, jika cukup salah satu, anda tinggal google.

Memangnya banyak ya codec itu ? Betul. Masing-masing jenis file akan memiliki codec masing-masing. Untuk perbandingan antar codec video, bisa dilihat di sini.

Instalasinya pun tidaklah terlampau sulit, dilakukan seperti biasa.

Jika anda berminat belajar lebih jauh lagi mengenai codec, sebuah sumber bisa dibaca di sini.

Menangani rechargeable battery

Ketika saya menulis tulisan ini, saya masih bingung menuliskan battery dalam bahasa indonesia yang baku. Batre, batere, atau ….. sampai akhirnya saya tahu bahwa istilah bakunya adalah baterai.

Tulisan ini karena kepenasaran saya akan memory effect pada baterai yang bisa diisi ulang (pake istilah itu aja lah, dari pada istilah ‘cas’ [recharge]).

Ketika dua hari yang lalu saya membeli baterai isi ulang untuk Hp saya, petugas toko wanti-wanti sama saya :

Petugas : “Mas, karena baterai baru, di cas 6 sampai 8 jam ya…..”
Saya : “Iya”

Jawaban singkat itu terpaksa saya keluarkan, karena ngambil cepatnya aja. Padahal sebuah baterai lithium ion, menurut universitas baterai, bisa di pakai secara langsung, dan tanpa memory effect. Tapi percuma saja saya mempertengkarkan teknologi ini.

Beberapa situs menyediakan informasi yang cukup lengkap mengenai baterai :
– http://www.batteryuniversity.com
– http://www.greenbatteries.com
– http://www.batteryweb.com
– http://www.allaboutbattery.com
– http://www.rosebatteries.com/
– http://ishak.unpad.ac.id/?p=135

Bahkan beberapa situs menyediakan layanan refil baterai charge
– http://www.refillbattery.com/
Prima karya.
– Atau bahkan batterai yang dicharge via USB laptop ?

Walaupun saya sudah mempelajari bagaimana cara kerja baterai, tapi tetap informasinya simpang-siur.

Kadang kala saya heran, walaupun baterai Lithium-Ion itu tidak memiliki memory effect, tapi kenyataannya saya tetap mengalami battery efect pada HP Nokia saya, walaupun baterainya original. (ngak usah lah mikir baterai kualitas / grade A, B, C dan seterusnya, dari produsen lain)

Sampai akhirnya terpikir, “Oh mungkin baterai nya bukan lithium-ion, tapi di kasih label sebagai baterai lithium-ion. Toh, konsumen ngak bakal tahu, dan sangat sulit membuktikannya.

Ease Troubled-Mind @ Puntang

Troubled-Mind, hanyalah sebuah istilah yang saya karang sendiri. Diambil dari istilah troubled-water, dari lagu Bridge Over Troubled Water, yang liriknya bisa dilihat di sini. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia Troubled Water adalah air yang beriak kencang, tidak tenang.

Istilah ini menggambarkan bagaimana melihat sebuah benda di dasar sungai, yang airnya beriak-riak dengan hebat. Tentu benda tersebut akan kurang jelas terlihat. Berbeda dengan jika melihat sebuah benda di dasar sungai, yang aliran airnya mengalir tenang tanpa riak. Tentu benda di dasar sungai itu akan terlihat jelas.

Dari situ saya membuat istilah Troubled-Mind. Pikiran, sebagaimana air, bisa memiliki riak. Banyak faktor penyebab riak, masalah keluarga, kantor, dll. Ketika pikiran beriak-riak tidak tenang, maka terkadang seseorang tidak bisa melihat sebuah masalah dengan jernih. Dengan adanya gangguan riak tersebut, walaupun masalah yang dihadapi sederhana, kadang gagal diselesaikan dengan baik.

Jika seseorang berhasil menenangkan pikirannya, setenang air yang mengalir, maka niscaya masalah yang serumit apapun, akan tampak jalan keluarnya.

Salah satu jalan untuk menenangkan pikiran adalah keluar dari rutinitas. Bagaimana caranya keluar dari rutinitas ? Ambilah kegiatan yang bertolak belakang dengan kegiatan sehari-hari. Tinggalkan teknologi dan tetek bengek yang selalu menyertai. Dan week-end ini, pilihan saya adalah gunung puntang. Memang ini bukan kali pertama saya ke gunung puntang. Tapi suasana magis bekas kompleks rumah belanda yang menantang, kolam cinta, ketersediaan air yang banyak, sungai, dan kemudahan-kemudahan lain, membuat saya memilih kembali puntang. (Psst, bagi yang ingin coba ke puntang bersama keluarga, coba lihat informasi lebih lanjut di sini).

Jika sehari-hari pengusir nyamuk menggunakan pengusir nyamuk elektrik, maka di puntang, kami mempergunakan api unggun.

Jika sehari-hari, penerangan mempergunakan teknologi listrik, maka di puntang, kami mempergunakan lampu dengan bahan bakar minyak kelapa.

Jika sehari-hari masak nasi pakai magic jar, maka di puntang, kami mempergunakan nesting tentara dan kompor parafin

Jika berniat bermalam dan mendirikan tenda, bersiaplah untuk kondisi dingin yang eksrim
– Camping ground Gunung puntang berada di ketinggian 1385 meter diatas permukaan laut. Ketinggian ini biasanya akan akan menyebabkan perbedaan tekanan udara terasa di gendang telinga. Tapi hal ini tidak berbahaya sama sekali. Bisa diatasi dengan membuka mulut (seperti ketika menguap) atau dengan mengunyah permen karet.
– Suhu pada jam 4 pagi adalah 18 derajat celcius (sebagai perbandingan, suhu air conditioner (AC) terdingin biasanya 16 derajat). Suhu air sungai, jauh lebih dingin. Pada jam 8 pagi, suhu air sungai masih terasa menusuk tulang sampai ke tulang sum-sum.

Dan jika ada yang penasaran dengan leganda magis curug bekas prabu siliwangi, maka tempat ini dapat ditempuh 3,5 km dari camping ground gunung puntang

Dan terakhir sebelum pulang, berpose sangat narsis dulu

Milih earphone, headset, cara saya !

Sebenarnya sudah lama ingin beli earphone atau headset. Tapi setiap kali menemukan earphone di lokasi penjualan, penjual hampir tidak pernah menyediakan earphone untuk di test. Kalau pun ada, itu khusus untuk earphone tingkat rendah mereka. Ya, bagaikan beli kucing dalam karung lah.

Sempat mencoba earphone merk, tapi rasanya kurang keluar treble-nya, sampai kemarin, seorang sejawat merekomendasikan sebuah earphone merk philip. Sayang tidak bisa mengetahui tipenya. Padahal suaranya sudah asik. Setelah tanya tempat pembelian, malam itu jadi juga ke BEC, dan toko wa$#ng ga%@et itu pun ditemukan. (maaf, bukan promosi).

Celingak celinguk (bukan mau nyuri lho), sambil memutar-mutar pajangan headphone philip, saya bertanya :

Saya : Mas, mas, kalau headphone ini, apa bedanya dengan yang itu (sambil menunjuk dua tipe headphone yang beda)
Mas : Oh, saya lihat frekuensinya sama saja. Cuma yang ini pake pengatur volume, dan casing (tempat bawa-bawa) yang ini ngak.
Saya : [Hi hi hi, yang jual ngak tahu spesifikasi, padahal yang beda di ukuran ohm impedansi nya.]
Mas : Yang ini dikasih ear cap cadangan
Saya : [Hi hi hi, padahal itu kan bukan cadangan, tapi earcap berbeda ukuran, agar sesuai dengan lubang telinga]
Mas : Sebenarnya sih ada yang lebih baik, harganya Rp ###.000, tapi modelnya in-ear, jadi ngak ada cantelan ke telinganya, jadi kurang cocok dipakai jogging. Tapi sekarang barangnya lagi kosong.
Saya : Garansi kan mas ? Kan philips……
Mas : Wah, yang ini ngak ada garansi mas. Kecuali kalau mas pilih merek $#@$#%, tapi kalau suara sih, bagusan philips.
Saya : Ok deh mas, kalau gitu nanti aja tunggu yang itu datang
Mas : Mas mau tinggalin telepon, biar nanti di telepon kalau barangnya datang. Sekitar 2 minggu lagi deh. Soalnya ngabisin barang dulu, baru kita pesen lagi.
Saya : Ah, biar saja saya yang datang lagi.
Mas : Ok, terima kasih pak.

Saya pun akhirnya cari ke toko lain.

Saya : Bang lihat earphone yang sony walkman itu
Abang: Ini pak ?
Saya : Iya, berapa bang ?
Abang: Rp. 25.000 pak
Saya : [Lho koq murah amat ….?] Ow, bukan asli ya pak ?
Abang: Iya
Saya : Lihat philips yang itu deh bang. Yang itu asli kan ?
Abang: Oh iya, yang ini asli.
Saya : [Kayaknya yang ini deh, soalnya lebih mahal, terus menjual kata-kata “HIGH DEFINITION:, pasti lebih bagus dari yang tadi yang mengusung kata-kata “PREMIUM SOUND”
Saya : Ok deh, yang ini saja bang.

Akhirnya dapat.

Tapi harganya lebih mahal Rp. 10.000 dari toko tadi. Ditawar, cuma dikurangi Rp. 5000. Ya sudahlah, saya sudah capek untuk keliling ke toko lain untuk mencari yang lebih murah. Akhirnya saya jadi beli headphone philips tipe SHE9700 High Definition Sound (HD).


Kenapa sih milih tipe itu ?
Sebenarnya memilih headphone harus disesuaikan dengan aplikasinya, digunakan di rumah, mobile (bergerak), berkabel, atau tanpa kabel. Saya memilih tipe in-ear karena memang digunakan mobile sehingga harus cukup kecil untuk dibawa-bawa.

a. Jenis earphone : in-ear headphone, headphone jenis ini adalah headphone yang dijejalkan ke dalam telinga. Dan dilapisi karet untuk kenyamanan telinga dan untuk meredam suara lain dari luar, sehingga tidak ikut masuk. Semacam menciptakan ruang kedap suara di dalam telinga.

b. Headphone ini memiliki lubang udara di belakangnya. Lubang udara ini diperlukan untuk menciptakan efek bass yang dalam

c. Didesain untuk mengirimkan suara high-definition dengan sudut tertentu, (Angled Accoustic Pipe Design) sehingga mengisolasi / meredam suara dari lingkungan yang bising.

d. Frekuensi 6-23.500 Hz. Hal ini mengindikasikan frekuensi suara yang dapat direspon oleh earphone. Semakin lebar frekuensi dapat diartikan semakin lebar pula reproduksi suara yang bisa dikeluarkan oleh earphone. Semakin lebar jangkauan (range) frekuensi, maka suara yang dihasilkan akan semakin kaya. Mulai dari suara dengan frekuensi rendah (bass) sampai suara tinggi (treble)

e. Impedansi : 16 ohm. Nah yang ini harus disesuaikan dengan peralatan yang mengeluarkan suaranya, untuk memastikan bahwa power suara yang dialirkan ke earphone akan optimum. Biasanya earphone dengan impedansi rendah (misalnya < 100 ohm) direkomendasikan untuk mobile player dan PC sound card. Sedangkan headphone dengan impedansi lebih tinggi, cocok digunakan untuk peralatan hi-fi rumah, amplifier, dan peralatan professional lainnya.

f. Maksimum power output : 50mw

g. Precise fit and sealing. Masuk secara pas dan natural ke dalam telinga. Sedangkan earbud (earcap) akan mengisolasi secara pasif suara-suara bising lain yang tidak diinginkan dari lingkungan sekitar, pada volume suara rendah.

Sebenarnya ada satu lagi yang patut diperhatikan, tapi tidak dicantumkan oleh philips, yaitu THD (Total Harmonic Distortion), yaitu ukuran sinyal yang tidak diinginkan sebelum dikonversi oleh earphone menjadi suara. Karena THD ini tidak bisa seluruhnya dieleminasi, maka earphone yang baik setidaknya memiliki THD < 1%.

Acessories I love :

1. Cabel extension (perpanjangan), dengan socket 3.5mm stereo berlapis emas, untuk memastikan aliran listrik (suara) yang dialirkan berjalan lancar. Masing-masing kabel memiliki panjang 60cm, sehingga total 1,2m.

2. Dompet untuk membawa-bawa earphone ini. Karena bentuknya yang kotak, akhirnya saya dipakai untuk menyimpan MP3 player sekaligus headphone ini.

3. Diberikan 3 ukuran caps yang dapat dipilih, sehingga bisa disesuaikan dengan ukuran lubang telinga yang berbeda-beda.

4. Asymmetric cabling system
Kabel yang berbeda panjang antara earphone kiri dan kanan, memungkinkan penggantungan kabel di belakang leher dibandin di bawah dagu.

Bagi yang pernah beli earphone dengan bentuk fisik yang sama, tapi harganya jauh lebih murah, yakinlah, kualitas suara akang sangat beda jauh. Saya pernah coba. Koq bisa beda ?

Sebenarnya perbedaan teknologinya ada dua :
1. Neodymium magnet
Neodymium adalah meteri produsen medan magnetik yang kuat untuk dapat menciptakan coil (gulungan kawat) pencipta suara yang sensitif, dan memiliki respon bass yang lebih baik, dan suara berkualitas tinggi secara keseluruhan

2. CCAW voice coil
Dengan menggunakan kabel Copper Cladded Aluminium Wire (CCAW) dalam driver’s voice coil headphone, maka kualitas suara menjadi lebih baik secara signifikan.

Hanya satu yang menjadi peringatan, sebelum mempergunakan headphone.=, yaitu kebiasaan memainkan bass dan treble di earphone bisa merusak telinga. Menurut laporan raksasa EU Eropa yang bertajuk “Committee on Emerging and Newly Identified Health Risks”, riset yang dilakukannya memperlihatkan bahwa mereka yang mendengarkan MP3 player-nya selama lebih dari lima jam per hari pada volume tinggi (89 desibel tepatnya) beresiko kehilangan pendengaran dalam tempo lima tahun. “Temuan sains ini menunjukkan resiko yang jelas dan kami perlu memberikan reaksi dengan cepat,” kata Meglena Kuneva (EU Consumer Affairs Commissioner).

Memang sebuah earphone bisa memiliki suara yang nyaring, bulat, dan jelas suaranya, tetapi juga bocor begitu parahnya sehingga terdengar dari jarak tiga meter. Namun agar bisa menikmati musik saat di dalam bus atau di jalan yang agak ramai, Anda (secara tidak sadar) mengencangkan volumenya sampai batas atas untuk mengeliminir suara lain dari luar.

Sebuah situs menjelaskan hal ini dengan baik.

Mengapa bisa begitu? Sebuah ciri penting gelombang ialah panjang gelombang, yaitu panjangnya satu siklus lengkap mulai dari naik, lalu turun, menanjak lagi sampai ketinggian semula. Di pihak lain, frekuensi menyatakan berapa sering naik turun itu terjadi dalam satu detik. Hubungan di antara keduanya berkebalikan. Gelombang pendek berkaitan dengan frekuensi tinggi, gelombang panjang menunjukkan frekuensi rendah.

Di dunia musik, frekuensi mengungkapkan nada. Misalnya nada acuan A dengan frekuensi 440 Hz (Hertz = getaran per detik) terdengar lebih tinggi dari pada C-tengah 261,6 Hz.

Ada yang menarik pada musik akustik, yaitu semakin kecil instrumen, semakin tinggi nada yang keluar. Perhatikan panjang pendeknya suling. Atau keluarga besar biola, biola alto, cello, sampai contrabass, yang semua sama potongannya, tetapi berbeda “size” dan tinggi nadanya. Prinsipnya, ukuran instrumen harus sesuai dengan panjang gelombang yang dibangkitkan. Ini juga berlaku pada penerimaan gelombang. Pokoknya supaya gelombang bisa dipancarkan dan ditangkap dengan baik, besarnya alat harus dekat dengan panjang gelombang.

Pembagian Tugas

Berapa panjang gelombang suara? Pada daerah atas pendengaran manusia, gemerincing nada tinggi atau “treble” mempunyai panjang gelombang kurang dari sekitar 15 cm. Pada ujung bawah, dentuman suara bas bergemuruh pada panjang gelombang lebih dari 1 m. Nada-nada menengah berkiprah di antara keduanya.

Tidaklah mungkin menghayati musik sampai mata terpejam-pejam jika mengandalkan satu “loudspeaker” saja buat semua frekuensi. Harus ada pembagian tugas. Untuk treble, dipasang loudspeaker kecil yang disebut “tweeter”, dengan diameter sekitar 3 cm. Lalu agar suara menengah terdengar cerah, loudspeakernya berdiameter sekitar 10 cm.

Yang susah adalah urusan nada rendah, sebab loudspeaker bas yang disebut “woofer” idealnya mesti puluhan sentimeter besarnya. Tidak saja sukar dibuat, tetapi kotak atau petinya pasti berebut tempat dengan perabot rumah. Karena itu diameter woofer yang lazim adalah 25-30 cm.

Bagaimana manusia mendengarkan semua itu? Bukankah penampang lubang telinga dan gendang telinga hanya sekitar 1 cm? Kalau dicocokkan dengan panjang gelombang suara, sepertinya yang langsung dicerna frekuensi tinggi saja. Bagaimana nasib nada menengah, apalagi bas?

Menggelegar

Jangan kuatir, telinga tidak berada sendirian, tetapi terpasang di dalam tengkorak kepala, yang ditunjang kukuh oleh tulang belulang tubuh.

Pada saat nada menengah dan rendah menyapa manusia, telinga memang tidak banyak berdaya. Tetapi untunglah, peran mengindera dibantu oleh sekujur tubuh kita. Berkat ukuran badan yang tidak jauh dari panjang gelombang menengah dan bas, nada-nada itu meresap sebagai getaran pada tulang belulang. Pada gilirannya, getaran tersampaikan ke tengkorak kepala dan dirasakan oleh perangkat telinga, sehingga orang bisa mendengarnya. Frekuensi tinggi langsung diterima telinga, frekuensi menengah dan apalagi rendah didengar dengan bantuan tubuh.

Jika dikatakan “Wah, suara basnya menggelegar, terasa mantap dalam dada”, itu memang betul. Karena badan terkocok getaran dan jantung ikut merasakan. Juga sikap yang bijaksana jika orang agak lanjut usia tidak diajak mengunjungi diskotek atau konser rock. Bukan soal supaya kelakuan remaja tidak diawasi terus oleh orang tua, tetapi “bisa lepas jantungnya” adalah kata-kata yang kiranya tidak terlalu meleset.

Sekarang kalau orang memakai earphone (jenis kecil yang disusupkan ke lubang kuping), yang menangkap suara hanya telinga tanpa melibatkan badan. Tentu saja suara bas serasa melayang. Lantas buat meraih bas yang mengguncang, timbul kecenderungan untuk mengencangkan suara, menaikkan volume. Padahal mungkin sekali intensitas suara sudah mencapai atau bahkan melampaui batas bahaya untuk telinga. Belum juga terdengar menggelegar, dikeraskan lagi.

Janganlah menghajar telinga, instrumen super halus yang belum ada gantinya. Sebagai alternatif yang terkesan lucu, jika anda ingin menikmati musik dengan radio baterai yang kurang besar, dengarkan sambil mendekap radio itu di dada. Niscaya tulang ikut digetarkan, membuat suara bas lebih meyakinkan.

Jadi para pembaca, kabarkan pada rekan, sahabat, teman, mitra kerja, kerabat dan juga tentunya Anda sendiri bahwa menjejalkan earphone ke liang telinga perlu pengendalian diri. Jika tidak, jangan salahkan siapa-siapa jika kelak pendengaran Anda makin memburuk, alias tuli.

Cara saya memilih jam tangan (arloji) / watch yang baik

Selama ini saya selalu menyukai sesuatu yang bisa di custom (di modifikasi), memiliki banyak fungsi, dan bisa berfungsi seumur hidup. Termasuk di dalamnya adalah arloji (jam tangan).

Selama hidup saya, saya menemui beberapa jenis arloji
1. Arloji digital dengan battery
2. Arloji mekanik dengan tombol pemutar / crown pemutar pegas (spring drive)
3. Arloji Automatik
4. Arloji Kinetik
5. Arloji digital Solar.

Pernah terpikir untuk mencoba arloji data (data bank), tapi rasanya terlalu diperbudak oleh data. Lagi pula, pasti pengoprasiannya rumit, dan harus menghapal buku cara penggunaannya. Jadi jenis yang satu ini saya lewat.

Arloji pertama saya adalah arloji digital

Kelebihan arloji ini adalah kemampuannya menampilkan jam yang akurat, dan tambahan fungsi lain seperti tanggal, alarm, dan kalau arlojinya lumayan bagus, biasanya ada tambahan fasilitas seperti stop watch dll.

Sayang arloji ini yang rusak ketika setelah ganti battery, kemudian saya pakai berenang. Selidik punya selidik, ternyata toko arloji tempat saya mengganti battery, tidak mengganti seal tahan air arloji saya. Walaupun hal tersebut bisa dilakukan, ternyata harga seal anti air arloji saya lebih mahal dari harga arlojinya. Hi hi hi, maklum saja, namanya juga arloji anak-anak.

Belakangan saya baru tahu bahwa arloji tahan air terbagi menjadi 5 kelas yaitu :
I. Sama sekali tidak tahan air
II. Water Resistant, bertahan terhadap cipratan air dan hujan
III. 50M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas II, dan bisa dibawa berenang atau mencuci mobil.
IV. 100M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas III, dan bisa diapakai snorkeling, dan menyelam di kolam renang.
V. 200/300M Water Resistant, memiliki seluruh kemampuan kelas IV, dan bisa dipakai scuba diving sampai ke dalaman, di mana seorang penyelam harus memakai oxygen yang dicampur helium.

Arloji saya yang kedua adalah arloji analog dengan battery. Dengan arloji ini jelas fungsionalitasnya jauh berkurang. Hanya mampu memandangi jarum yang berdetak dan memutar. Arloji ini pun rusak ketika seal anti air nya rusak. Sehingga setiap kehujanan, pasti ada embun air di kaca arloji saya. Selama ini saya atasi dengan merendamnya di beras, dan kelembaban dalam arloji pun dapat hilang tanpa harus ke bengkel arloji.

Pusingnya saya dengan jam yang mengandalkan battery adalah saya harus bolak-balik ganti battery secara frekuentif. Mending kalau dikasihnya battery yang bagus, kadang ada juga toko yang ganti battery dan hanya bertahan dalam hitungan bulan. Sebel kan ! Walaupun terakhir saya dengar ada juga produk arloji yang battery nya mampu bertahan 10 tahun. Tapi….. pas ganti battery, pasti seal anti airnya juga rusak dan harus diganti. Biaya lagi deeeeh.

Sempat saya ingin mencoba arloji yang jalan secara mekanik dengan cara memutar sebuah tombol pada arloji tersebut. Walaupun tak usah ganti battery dan tak perlu khawatir mengalami kerusakan seal anti airnya, tapi memutar tombol tersebut tiap hari cukup bikin jengkel juga.

Setelah berbincang dengan seorang teman, akhirnya dia merekomendasikan jam kinetik. Jam kinetik ini mengambil energi dari gerakan kinetik tangan ketika berayun, dan menyimpannya di dalam sebuah alat bernama capacitor. Asyiknya, cukup dipakai sehari, arloji bisa jalan berbulan-bulan, ngak usah ganti battery, dan tak perlu khawatir kalau seal tahan airnya rusak, ketika ganti battery. Sebelnya, capacitor ini harus diganti beberapa tahun sekali. Mana harganya ngak murah, bisa sampai jutaan….. halah

Akhirnya saya beli arloji automatic. Arloji ini memiliki cara kerja yang sama dengan arloji kinetik, hanya saja tanpa capacitor. Sehingga daya hidupnya sangat singkat. Didiamkan dua hari saja tidak dipakai, arloji ini sudah mati. Kekurangan ini masih bisa saya tolerir. Yang bikin saya sebel adalah bagian tanggalnya. Karena arloji ini mekanis, maka setiap bulan dianggap berakhir di tanggal 31, padahal tidak demikian. Ada tanggal yang berakhir di 29 dan 30. Karena seringnya saya mencocokan tanggal, akhirnya jam saya selalu telat 5 menit setiap harinya. Padahal perasaan Merek Seiko Seri 5 asli yang saya beli, ngak jelek-jelek amat.

Kegiatan bersafar (hiking) melintas gunung yang saya lakukan beberpa tahun terakhir, membuat pemahaman saya terhadap arloji berubah lagi. Arloji terakhir ini yang paling tidak cocok untuk saya sampai sekarang. Mau tahu kenapa cocok ? Saya jelaskan ya …..


Merk Arloji : Casio PRG-110T-7V (Sport)


Dimensi : PRG-110T : 56.9 X 47.4X 11.5 mm / 96 g


Cara Kerja : Tough Solar System, yaitu mengambil tenaga dari sinar matahari, atau bahkan sinar lampu neon sekalipun. Jika terkena sinar mahari langsung 5 menit, maka itu cukup menghidupi kebutuhan power arloji harian. Bahkan sekali dalam keadaan full-charge, arloji bisa hidup selama 6 bulan.

Kemampuannya bertahan 6 bulan itu, sudah dihitung beban kerja sebagai berikut :
1. Tanpa terkena sinar apapun
2. Jam tetap berjalan secara internal
3. Display jam hidup selama 18 jam per hari, dan masuk kemodus tidur selama enam jam sehari
4. Satu kali Pencahayaan (ilmuninasi) selama 1.5 detik setiap harinya
5. Sepuluh detik alarm per hari
6. Sepuluh operasi kompas per hari
7. Satu jam pengukuran altimeter dengan interval 5 detik, sekali per bulan
8. Dua jam pengukuran tekanan barometer per hari

Bahkan jika dalam keadaan penuh (fully charge), jam masih bisa hidup dalam keadaan tidur (sleep-state) selama 20 bulan.

Hal yang membuat saya tertarik kepada arloji ini adalah teknologinya triple sensornya yaitu :


Compass (penunjuk arah),


Barometer (pengukur tekanan udara),


Altimeter (pengukur ketinggian)


Thermometer (pengukur suhu), yang mampu bertahan di suhu rendah : -10 derajat (di bawah titik beku)


Lampu : otomatis menyala ketika diarahkan ke wajah di kegelapan

Beberapa tampilan jam, yang dapat ditayangkan adalah sebagai berikut :

Kemampuan dan spesifikasi selengkapnya dapat dilihat di sini

Namun demikian ada satu hal yang tidak disebutkan di dalam buku petunjuk. Arloji ini memiliki ban dari besi titanium dengan penguncian ganda (double-locking), sehingga tidak mudah terlepas dari pergelangan tangan.

Tertarik dengan arloji yang bisa membedakan antara hidup dan mati ini ? Buku petunjuk pemakaian arloji ini setebal 128 halaman sudah menunggu untuk dibaca…..

Disclaimer : Gambar yang ada pada tulisan ini adalah milik pembuatnya masing-masing.

SELLING COMPUTER, MICOCHOK WAY

#include
#include
#include /* Micochok Network Connectivity library */
#include /* For the court of law */
#define say(x) lie(x)
#define computeruser ALL_WANT_TO_BUY_OUR_BUGWARE
#define next_year soon
#define the_product_is_ready_to_ship another_beta_version

void main()
{
if (latest_window_version>one_month_old)
{
if (there_are_still_bugs)
market(bugfix);
if (sales_drop_below_certain_point)
raise(RUMOURS_ABOUT_A_NEW_BUGLESS_VERSION);
}
while(everyone_chats_about_new_version)
{
make_false_promise(it_will_be_multitasking); /* Standard Call, in
lie.h */
if (rumours_grow_wilder)
make_false_promise(it_will_be_plug_n_play);

if (rumours_grow_even_wilder)
{
market_time=ripe;
say(“It will be ready in one month);
order(programmers, stop_fixing_bugs_in_old_version);
order(programmers, start_brainstorm_about_new_version);
order(marketingstaff, permission_to_spread_nonsense);
vapourware=TRUE;
break;
}
}
switch (nasty_questions_of_the_worldpress)
{
case WHEN_WILL_IT_BE_READY:
say(“It will be ready in”, today+30_days,” we’re just testing”);
break;
case WILL_THIS_PLUG_AND_PLAY_THING_WORK:
say(“Yes it will work”);
ask(programmers, why_does_it_not_work);
pretend(there_is_no_problem);
break;
case WHAT_ARE_MINIMAL_HARDWARE_REQUIREMENTS:
say(“It will run on a 8086 with lightning speed due to”
” the 32 bits architecture”);
inform(INTEL, “Pentium sales will rise skyhigh”);
inform(SAMSUNG, “Start a new memorychip plant”
“‘cos all those customers will need at least 32 megs”);
inform(QUANTUM, “Thanks to our fatware your sales will triple”);
get_big_bonus(INTEL, SAMSUNG, QUANTUM);
break;
case DOES_MICROSOFT_GET_TOO_MUCH_INFLUENCE:
say(“Oh no, we are just here to make a better world for
everyone”);
register(journalist, Big_Bill_Book);
when(time_is_ripe)
{
arrest(journalist);
brainwash(journalist);
when(journalist_says_windows95_is_bugfree)
{
order(journalist, “write a nice objective article”);
release (journalist);
}
}
break;
}
while (vapourware)
{
introduction_date++; /* Delay */
if (no_one_believes_anymore_there_will_be_a_release)
break;
say(“It will be ready in”,today+ONE_MONTH);
}
release(beta_version)
while (everyone_is_dumb_enough_to_buy_our_bugware)
{
bills_bank_account += 150*megabucks;
release(new_and_even_better_beta_version);
introduce(more_memory_requirements);
if (customers_report_installation_problems)
{
say(“that is a hardware problem, not a software problem”);
if (smart_customer_says_but_you_promised_plug_and_play)
{
ignore(customer);
order(microsoft_intelligence_agency, “Keep an eye on this
bastard”);
}
}
if (there_is_another_company)
{
steal(their_ideas);
accuse(compagny, stealing_our_ideas);
hire(a_lot_of_lawyers); /* in process.h */
wait(until_other_company_cannot_afford_another_lawsuit);
buy_out(other_company);
}
}
/* Now everyone realizes that we sell bugware and they are all angry at
us */
order(plastic_surgeon, make_bill_look_like_poor_bastard);
buy(nice_little_island); hire(harem);
laugh_at(everyone,
for_having_the_patience_year_after_year_for_another_unfinished_version);
}

void bugfix(void)
{
charge (a_lot_of_money);
if (customer_says_he_does_not_want_to_pay_for_bugfix)
say(“It is not a bugfix but a new version”);
if (still_complaints)
{
ignore(customer);
register(customer, Big_Bill_Book);
/* We’ll get him when everyone uses Billware!!*/
}
}

Windows Server Update Services (WSUS) di UNPAD

Setelah 2 hari yang lalu, laptop saya ngadat, dan terpaksa saya format ulang. Untung partisi recovery-pada laptop masih utuh, sehingga instalasi windows vista dan driver hanya berlangsung 15 menit.

Dan apa yang paling ribet kerika laptop harus di format ulang ? Update Windows !

Lho, apa sih pentingnya update windows ? Kan windows nya sudah jalan ?

Begini, ketika windows di buat, tentu saja akan di test oleh produsen (dalam hal ini, microsoft). Windows yang lulus test ini disebut versi Alpha. Setelah lulus test versi alpha, windows akan menjalani test kedua (versi beta), yang dilakukan oleh pihak ke tiga. Pada tahap ini pelanggan tertentu, atau pihak-pihak tertentu dapat menjadi sukarelawan untuk mencoba software microsoft yang belum di release.

Setelah lulus semua test, windows pun dijual ke pasar. Sayang, windows ini harus berhadapan dengan berjuta konfigurasi komputer yang berbeda-beda, dan berhadapan dengan hacker yang mencoba membongkar sistem keamanannya. Dari situ akan muncul masukan-masukan kepada microsoft bahwa sistem windows yang mereka miliki memiliki celah keamanan (crack), bug (error yang muncul) dan kelemahan. Microsoft kemudian akan mengeluarkan paket perbaikan dalam skala besar yang disebut sebagai service pack. Sedangkan perbaikan dalam skala kecil biasa disebut sebagai update. Semua perbaikan ini diberikan gratis agar windows kembali aman, nyaman dan stabil.

Masalahnya ketika saya mencoba mengupdate, ternyata ada ratusan update yang tersedia di microsoft untuk ditanamkan ke laptop saya. Semuanya update kurang lebih berukuran 1.5 Giga Byte. Waduh….

(kalau gambarnya kurang gede, double-click aja gambarnya)

Sampai saya ingat kembali bahwa UNPAD memiliki Windows Server Update Service (WSUS).

MCA (Microsoft Campus Agreement) memungkinkan UNPAD untuk memiliki WSUS. WSUS adalah sebuah server di UNPAD yang bertugas untuk menyimpan semua update untuk produk Microsoft dalam sebuah server, kemudian menyebarkannya pada komputer-komputer yang ada pada jaringannya.

Walaupun layanan ini sudah sangat lama (sampai-sampai saya lupa, kalau layanan ini ada), tapi tidaklah terlalu populer di kalangan UNPAD sendiri. Mungkin hanya level admin sistem informasi fakultas atau program studi yang mengerti. Sedangkan kalangan dosen, mahasiswa dan karyawan (mungkin) sama sekali tidak tahu. Kalaupun tahu, kebanyakan tidak mengerti, atau merasa langkah menjalankannya terlalu ribet.

Semoga tulisan ini dapat menjadi acuan bagi pihak yang ingin melakukan update produk microsoft tanpa perlu terhubung melalui internet ke microsoft. Cukup dengan hubungan intranet lokal ke UNPAD yang kecepatannya paling tidak mencapai 6 Mega Byte / Detik. Dengan demikian, selain menghemat devisa, dengan mengupdate ke server UNPAD lokal, peng-update juga mendapatkan waktu update yang lebih singkat


(Kalau gambarnya kurang gede, double-click aja gambarnya)

Pertanyaan :
1. Di mana saya dapat mengupdate windows saya ?

Update windows bisa di dapat di CONTROL PANEL kemudian WINDOWS UPDATE

2. Dari semua update, dapatkan saya mengupdate kegunaan tertentu ?

Ya, anda dapat memilihnya seperti ini

3. Bagaimana saya tahu, jika sebuah update sudah terpasang ?

Lihat pada bagian menu

tanda yang memiliki lingkaran merah menunjukkan bahwa sebuah update berhasil di unduh (download), dan anda harus menekan tombol ini untuk mematikan komputer sekaligus mengaktifkan update yang telah berhasil di unduh (download)

4. Di mana saya bisa mendapatkan update microsoft Unpad ini ?

Silakan masuk ke sini :

http://support.unpad.ac.id/?page_id=34

Petunjuk selengkapnya bisa di dapat di sana

Bagi admin yang ingin memasang WSUS di servernya, WSUS dapat di unduh di sini.

Langkah Seting WSUS Server

Step 1: Konfigurasi firewall

* Jika ada firewall antara WSUS dan Internet, pastikan bahwa WSUS dapat melewati firewall untuk mendownload update. Port yang harus dibuka di firewall adalah port 80 untuk HTTP protocol dan port 443 untuk HTTPS protocol. Port ini tidak dapat diganti.
* Jika port tersebut tidak diperbolehkan untuk diakses oleh semua client, pastikan bahwa hanya domains berikut yang bisa diakses oleh WSUS dan Automatic Updates dapat berkiomunikasi dengan Microsoft Update:
* http://windowsupdate.microsoft.com
* http://*.windowsupdate.microsoft.com
* https://*.windowsupdate.microsoft.com
* http://*.update.microsoft.com
* https://*.update.microsoft.com
* http://*.windowsupdate.com
* http://download.windowsupdate.com
* http://download.microsoft.com
* http://*.download.windowsupdate.com
* http://wustat.windows.com
* http://ntservicepack.microsoft.com

Untuk membuka WSUS console

* Pada WSUS server, klik Start>All Programs>Administrative Tools>Microsoft Windows Server Update Services.

Note:

Anda harus menjadi member dari WSUS Administrators atau local Administrators security groups pada server WSUS di install untuk dapat menggunakan WSUS console.

Untuk membuka WSUS console di Internet Explorer pada komputer lain dalam network sendiri ketikkan URL: http:// WSUSservername /WSUSAdmin

Menentukan proxy server

1. PadaWSUS console toolbar, klik Options, kemudian klik Synchronization Options.
2. Pada box Proxy server, pilih check box Use a proxy server when synchronizing, dan ketikkan proxy server name dan port number (port 80 by default).
3. Jika harus menggunakan user credentials untuk menggunakan firewall, pilih check box Use user credentials to connect to the proxy server, kemudian ketik user name, domain, dan password. Jika menginginkan basic authentication for the user connecting to the proxy server, pilih check box Allow basic authentication (password in clear text).
4. Klik Save settings, kemudian klik OK untuk menyimpan seting yang baru.

Step 2: Synchronize the Server

Setelah seting network connection selesai, lakukan update. Secara default, WSUS dikonfigurasikan untuk download Critical and Security Updates untuk semua Microsoft products. Untuk mendapatkan updateget updates, anda harus melakukan sinkronisasi WSUS server.

Synchronization meliputi komunikasi antara WSUS server dengan Microsoft Update. Setelah koneksi tercapai, WSUS menentukan apakah ada updates terbaru yang harus didownload sejak terakhir kali sinkronisasi. Karena ini adalah pertama kalinya synchronizing dilakukan oleh WSUS server, maka semua updates yang ada dan siap untuk mendapatkan approval untuk instalasi didownload

Sinkronisasi WSUS server

1. Pada WSUS console toolbar, klik Options, kemudian klik Synchronization Options.
2. Klik Synchronize now.

Setelah synchronization selesai, klik Updates pada WSUS console toolbar untuk melihat list update.\

Step 3: Membuat Computer Group

Computer groups bagian terpenting dalam WSUS deployments, bahkan bagi basic deployment. Computer groups mengatur updates pada computers tertentu. Ada dua computer groups default: All Computers dan Unassigned Computers. Secara default, ketika tiap client computer ditemukan oleh WSUS server, server memasukkan kedua groups tersebut.

Salah satu keuntungan membuat computer groups adalah untuk melakukan test updates sebelum men-deploy ke seluruh group. Tidak ada batasan jumlah group yang dapat dibentuk.

Ada 3 langkah dalam melakukan setting up computer groups. Pertama, specifikasikan bagaimana computer diset ke dalam computer groups. Ada dua pilihan: server-side targeting dan client-side targeting. Server-side targeting menambahkan client secara manual kedalam group menggunakan WSUS. Client-side targeting menambahkan clients ke WSUS secara otomatis dengan menggunakan Group Policy atau registry keys. Kedua, buat computer group pada WSUS. Ketiga, pindahkan computers kedalam group dengan menggunakan metode yang dipilih pada tahap pertama.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

* Tentukan server-side targeting.
* Buat group.
* Pindahkan computer ke group.

Menentukan metode untuk mengarahkan computers ke group

1. Pada WSUS console toolbar, klik Options, kemudian klik Computer Options.
2. Pada box Computer Options, klik Use the Move computers task in Windows Server Update Services.
3. Dibawah Tasks, klik Save settings, kemudian klik OK ketika dialog konfirmasi keluar.

Membuat group

1. Pada WSUS console toolbar, klik Computers.
2. Dibawah Tasks, klik Create a computer group.
3. Pada box Group name, ketikkan Test, kemudian klik OK.

Gunakan prosedur berikut untuk mengarahkan client computer untuk testing ke dalam test group.

Menambah secara manual computer ke Test group

1. Pada WSUS console toolbar, klik Computers.
2. Pada Groups box, klik group dimana computer yang akan dipindahkan berada.
3. Pada list of computers, klik computer yang akan dipindahkan.
4. Dibawah Tasks, klik Move the selected computer.
5. Pada Computer group list, pilih group tujuan, kemudian klik OK.

Step 4: Approve dan Deploy Updates

Pada langkah ini lakukan approve update untuk tiap test client computers pada Test group. Computers pada group akan di cek oleh WSUS server setelah 24 jam. Setelah periode ini, anda dapat menggunakan WSUS reporting feature untuk menentukan jika ada updates yang telah diambil computers. Jika testing berjalan lancar, maka update tersebut dapat diapprove untuk komputer yang lainnya.

Untuk meng-approve dan deploy update

1. Pada WSUS console toolbar, klik Updates. Secara default, list update di filter hanya untuk menampilkan Critical and Security Updates yang telah di-approv untuk detection pada client computers. Gunakan default filter untuk langkah ini.
2. Piliha update yang akan di approve approve untuk diinstall. Informasi mengenai update yang dipilih ada di Details tab. Untuk memilih lebih dari satu updates secara berurutan, tekan dan tahan SHIFT key selama memilih; untuk memilih lebih dari satu update yang tidak berurutan, tekan dan tahan CTRL key selama memilih.
3. Dibawah Update Tasks, klik Change approval. Approve Updates dialog akan tampil.
4. Pada Group approval settings for the selected updates list, klik Install dari list Approval column untuk Test group, kemudian klik OK.

Setelah 24 jam, gunakan WSUS reporting feature untuk menentukan apakan update telah di-deploy ke client computer.

Mengecek Status Updates report

1. Pada WSUS console toolbar, klik Reports.
2. Pada halaman Reports, klik Status of Updates.
3. Jika hendak difilter list update, dibawah View, pilih kriteria yang diinginkan, kemudian klik Apply.
4. Jika ingin mencetak Status Updates report, dibawah Tasks, klik Print report.

Pertautan lebih banyak bisa di dapat di Windows Server System Indonesia (WSS-ID), dan wikipedia.

Semoga bermanfaat

DISCLAIMER :
Use this information on your own risk