Kedzaliman & Workholic

Sore itu, akhir minggu selepas jam kerja, ketika saya melakukan backup file-file komputer penting, seorang rekan kerja datang ke ruangan untuk menyapa saya. Senang rasanya ada yang bisa menemani saya, mengingat pada jam segini, biasanya semua karyawan sudah pada pulang.
Memang jam pulang kerja saya sedikit lebih larut di banding yang lain karena saat terbaik untuk melakukan backup file-file komputer adalah pada saat tidak seorang pun mengaksesnya.

Di balik kegembiraan tersebut, terselip keheranan, mengapa rekan saya yang satu ini belum pulang, padahal waktu sudah selarut ini.

Sambil melakukan backup, ku suruh staf ku pulang. “Gus, sudah waktunya pulang….. pulanglah untuk beristirahat.” Rupanya kalimat ini yang ditunggu-tunggu oleh staf-ku. Dia langsung menyambut gembira. Sambil cengengesan ia pamitan, dan tak lama kemudian, suaranya sudah tak terdengar lagi. Tinggalah aku dan rekan kerjaku berdua.

Rekan kerjaku keheranan melihat sikapku, kemudian bertanya, “Pak, koq bapak nyuruh bawahan pulang, padahal bapak kan masih bekerja. Biasanya seorang bos, suka menyuruh bawahannya menemaninya selama ia belum pulang….”

Ah rekan kerjaku, usianya yang belia belum mampu melihat yang tersembunyi di balik peristiwa. Maka ku jawab pertanyaannya. “Ko, kalau engkau menyuruh seseorang, maka akan muncul hak dan kewajiban terkait dengan suruhan tersebut. Pada saat ini tak ada asalan bagiku untuk menahannya bekerja lebih lama hanya karena kepentingan pribadiku, yang tak ada kaitannya dengan tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) nya. Ketahuilah ada beberapa alasan kenapa aku menyuruhnya pulang.
1. Keluarganya memilihi hak atas waktunya.
2. Tubuhnya memiliki hak untuk istirahat
3. Saya tidak berkuasa memberinya uang lembur.

Saya paham betul bahwa karyawan saya bukan superman, karena itu saya lebih suka jika staf saya pulang tepat waktu dan memiliki waktu istirahat yang cukup, sehingga besok ia dapat bekerja dengan segar dan penuh semangat. Saya tidak suka jika karyawan saya masuk pagi dengan mata yang belel karena terlalu capek, dan loyo, karena bekerja terlalu panjang. Jika saya melakukan itu, maka saya jadi pimpinan yang dzalim. Sungguh saya tak mampu mempertanggung jawabkan hal itu di hadapan Allah kelak.

Memang, seseorang pimpinan yang picik bisa saja bergembira dengan stafnya yang workholic (gila kerja) sehingga mau bekerja overtime tanpa bayaran lembur. Tapi sesungguhnya dia sedang melakukan kedzaliman terhadap karyawan tersebut dan mempersiapkan kehancuran kehidupannya.

Masih ingat ketika saya ambruk karena terlalu capek bekerja sehingga harus terbaring di tempat tidur. Sepulang sekolah, anakku yang baru kelas 3 SD mulai melihat keadaanku yang tergolek lemas.

Melihat itu, anakku mulai menangis. Hu.. hu… abi kenapa….. abi terlalu capek ngasuh aku ya…. abi terlalu capek kerja buat sekolahin aku ya.. Hu…Hu.. Abi, ayo kita ke dokter ! Ayo kita ke dokter!” sambil dibawanya kunci motorku, dan menyorongkannya ke istriku, memintanya untuk membawaku ke dokter.

Ah engsel pintu hati siapa yang tak terjungkal mendengar tangis pilu seperti itu. Saya bimbing kepala kecil itu ke dadaku, sebagaimana ku rapatkan kepalanya ke dadaku ketika dia masih bayi. Dada inilah tempat yang paling tepat untuk meredam kekhawatirannya.
Kekhawatiran akan hadirnya hari-hari “sepi tanpa seorang ayah” tampak jelas di antara kedua matanya yang bening berkaca-kaca.

Ah, Maafkan ayahmu anakku, mungkin saya seorang ayah yang tak pandai mengatur waktu untukmu.
Mungkin sang ayah masih rapat berkepanjangan, ketika sang anak merindukannya. Mungkin juga masih dalam perjalanan, atau mampir dulu ke tempat lain. Apapun alasannya.

Kuciumi kepala anakku sambil membisikkan, “Abi, tak apa-apa anakku, cuma flu ringan. Nih badan abi cuma sedikit koq panasnya……”. (Padahal meriangnya mana tahan…….)

Dirabanya keningku, kemudian diletakkannya kuping kecilnya didadaku dengan maksud menengarkan bunyi detak jantungku. Ah dokter kecilku… Tak lama kemudian, ia melompat dari pelukanku, dan berlari ke kotak obat di tengah rumah. Kemudian ia berlari lagi ke belakang. Entah ke ruangan mana ia menuju.

Tak lama ia kembali sambil membawa es di dalam mangkok dan satu strip obat panas anak-anak yang biasa dipakainya. Rupanya ia berusaha menurunkan panas badanku, dengan es dan obat penurun panas yang dikenalnya.

Ku terima es yang dibawa anakku, sambil istriku mengalaskan sapu tangan untuk es di keningku untuk menurunkan panasku. Ku tolak obat yang dibawakan anakku. Saya rada alergi untuk memasukkan racun yang ada di obat pada tubuhku. Saya lebih menyukai obat alami. Rupanya istriku sudah pafhum akan keinginanku. Segera disiapkannya habbatussauda yang dicampur madu untukkku. Setelah itu, kakiku mulai dipijiti istriku dengan air garam. Anakku ikut-ikutan memijiti punggungku. Ah keluarga kecintaanku, tak percuma aku mengajarkan metode pengobatan rasul kepada kalian.

Tak sampai lima menit, mata anakku sudah mulai sayu. Kelelahan dia memijitiku rupanya. Perlahan istriku merebahkan anakku di sebelahku, dan tak lama ia pun terlelap dalam damai. Lupa kal au ayahnya masih sakit, he he he.

Dua hari mendapatkan perlakuan “pasien VIP” dari keluargaku, siapa yang tak cepat sembuh….

Di hari ke tiga saya masuk kerja, anakku berpesan sambil memegang kunci motorku. “Abi, jangan capek-capek ya kerjanya….. jaga kesehatan abi…. Aku ngak suka abi sakit, karena aku ngak bisa main dengan Abi kalau Abi sakit.

Ah anakku, ku kelitiki pinggangnya sambil tertawa terkekeh-kekeh, dan senyum itu kembali terkembang di sudut bibirnya.

Ah, andaikan semua perhatian manusiawi itu bisa didapat dari bos yang mempekerjakanku di kantor, tentu suasana akan lain jadinya. Tapi saat itu mungkin hal itu hanya mimpi. Jarang-jarang ada pimpinan yang menjenguk stafnya ketika sakit, kecuali kalau diopname di rumah sakit atau di operasi. Jarang-jarang pula ada bantuan dana untuk berobat bagi karyawan biasa-biasa seperti saya.

Cerita di atas hanya berusaha untuk mengingatkan kita semua bahwa terdapat hak-hak orang lain yang ada dalam diri kita. Hak istri, hak anak, hak tubuh untuk beristirahat dll, yang sering kali luput dari perhatian karena kita terlampau sibuk dengan pekerjaan

Pesan moral blog ini adalah berusahalah hidup seimbang, keluarga, pekerjaan, jasmani dan rohani. Bukankah itu yang terbaik ?.

Drama boss tetangga, satu babak

Pagi tadi, tetangga sebelah dengan gaya bicaranya yang bak senapan otomatis mitraliur menceritakan kekesalannya terhadap kebijakan baru yang ada di tempat kerjanya. Walaupun sambil menyapu halaman, kudengarkan juga ocehannya, anggap saja sebuah suspensi dalam sebuah cerita petualangan. Kalau sebuah melodrama tak ada riaknya tentu tidak ramai kehidupan jadinya.

Hal yang pertama yang dikeluhkannya adalah mengenai pemotongan gaji, terkait dengan keterlambatan masuk kerja. Toleransi keterlambatan hanya sepuluh menit. Betul-betul ngedumel dia kali ini. Hi hi hi. Lucu juga. Melihat raut mukanya yang sudah berlipat 100 lipatan itu. Mulailah tetanggaku ini ngedumel dengan gaya lu-gue-nya

“Iya, gue ngerti, untuk mendisiplinkan karyawan maka aturan perlu ditegakkan. Salah satunya dengan sistem punishment (hukuman) dan reward (penghargaan). Memang tanpa itu semua akan terjadi kekacauan. Yang rajin, rajin, yang males, tetep males. Tapi toleransi keterlambatan hanya sepuluh menit ini benar-benar keterlaluan.”

“Kalau si bos mengadaptasi toleransi sepuluh menit ini dari dunia barat, maka bisa gue ngerti. Di dunia barat sana kan sarana transportasi memang dapat diandalkan ketepatan waktunya. Sedangkan transportasi lokal di kita, jalanan macet, angkot ngetem nunggu penumpang, mana hujan, becek, ngak ada ojek, Halah…… capek deeeeeee. Mangkanya gue pengen dia bijaksana. Jangan asal main ceplok copy-paste aturan dari barat ke kita tanpa melihat muatan lokal. Mungkin kalau semua karyawan punya mobil kayak dia bisa enak. Tapi kan gak semua kayak gitu. Ada yang buat ongkos aja pas-pasan. Anak aja belum dibeliin susu. Nah pusing kan……?”

Gue pengen si bos bijak. Kita ini bukan mesin atau robot yang tanpa perasaan. Kita ini manusia yang bisa sakit hati. Jaman “man as a Machines” kan sudah lama lewat. Sekarang karyawan bukan lagi jadi sapi perahan, karyawan sekarang adalah manusia yang dihargai harkat dan martabatnya.”

Gue pengen si bos, ngajak kita bicara dulu kalau mau nerapin aturan. Kan banyak juga hal yang dia gak tau, tapi bisa dia tahu lewat pembicaraan dengan kita. Tapi si bos nerapin aturan seenak perutnya sendiri. Benar-benar sewenang-wenang. Padahal gue yakin, di perusahaan pusat, gak ada aturan kayak gini. Ini aturan dia sendiri aja.

Tadinya dengan melihat usia bos yang sudah lebih separuh baya, gue berharap banyak si bos bisa bijak, tidak seperti bos muda yang grasak-grusuk, dan gue berharap banyak bahwa si bos bisa jadi payung pelindung buat kita semua, eeeehhhhh ternyata…… malah jadi pagar makan tanaman.

Lagian di kita kan, karyawannya rajin-rajin semua. Tapi kenapa semua di sama ratakan diperlakukan sama seperti karyawan pesakitan yang sering mangkir sehingga harus dipotong segala. Padahal kan agak semua karyawan gitu.

Ngak ngerti gua….. Lu bayangin, kalau tiap hari terlambat satu menit gara-gara macet yang biasa terjadi pagi hari, lu cuma bawa pulang gaji pokok 300 rebu. Emang zaman sekarang, lu bisa hidupin keluarga lu sebulan pake duit segitu. Hari gene………

Wah, keteteran saya menghadapi serbuan kata-kata dari tetanggaku yang satu ini. Tapi belum selesai saya menghela nafas, dia sudah melancarkan serangan ke duanya.

“Mending kalau dia mau ngasih contoh. Dia juga kena potong gaji kalau terlambat masuk. Kan ini ngak. Emang perusahan nenek moyangnya apa ? Gue pengen si bos kasih contoh teladan ke kita. Dia juga ikut dipotong kalau telat. Biar dia juga tahu pedih perihnya. Memang, kalau aturan pilih bulu, yang paling enak yang bulunya paling banyak ya, monyet ya….. ha ha ha”

Sambil mengucapkan kalimat terakhir ini, tetanggaku yang satu ini tertawa lebar, sampai giginya yang tonggos itu kelihatan semua. Ketika tertawanya habis, mulai kelihatan kalau dia mulai capek ngedumel. Emosinya sudah keluar semua. Sudah lega dia. Biarin deh telinga saya hari ini jadi keranjang sampah ocehan dia. Namanya juga tetangga

Tapi saya juga ingin nesehatin dia. Ketika dia kecapean, berarti ini giliran saya yang berbicara kan ?


Tum, sebenarnya awalnya sederhana. Si bos kan butuh karyawan untuk ngebantu dia menyelesaikan pekerjaannya, karena ngak mungkin pekerjaan sebanyak itu, dia kerjakan sendiri. Kebetulan ada calon karyawan yang bisa bantu dia. Memang calon karyawan ini bisa bantu si bos, tapi ….. kalau dia bantu si bos, tentu dia akan kehilangan waktunya untuk mencari nafkah buat anak istrinya. Akhirnya si bos bilang, “Kamu bantuin saya di pekerjaan, nanti kamu saya kasih gaji untuk menghidupi anak istrimu.” Nah….. gini kan enak. Hubungan yang saling menguntungkan dan harmonis. Masing-masing tahu hak dan kewajibannya. Masing-masing merupakan komponen dari satu sistem yang saling membutuhkan. Bos juga gak bisa apa-apa tanpa bantuan karyawannya kan ?

Berdasarkan hubungan yang harmonis tersebut, pasti setiap karyawan berharap bahwa seorang bos itu dapat menjadi sahabat, yang datang menyapa, dan menepuk-nepuk punggung karyawannya. Seorang karyawan tentu berharap bahwa bos nya mau mendengar suara-suara dari bawah (tidak tertutup), dan memberi kesempatan bagi karyawan untuk maju. Sikap-sikap bersahabat ini sebenarnya sederhana, tapi akan mampu memberikan pengaruh gairah kerja yang luar biasa,

Tapi itu kan kondisi ideal. Kenyataannya…… mencari bos yang bijak memang tidak gampang. Terlebih realita sering berkata lain. Ada juga bos yang sewenang-wenang. Biasa….. kalau sudah menjabat di atas, suka lupa sama yang dibawah.

Memang sudah dikenal sejak zaman dahulu, bahwa perut kenyang gak pernah sempat memperdulikan perut-perut lain yang lapar. Ketika seseorang kaya, jarang inget orang miskin. Padahal orang-orang miskin itu ada di sekitar dia, karyawan-karyawannya. Dikiranya semua orang semakmur dia, dan sekenyang dia.

Banyak hal yang menyebabkan hal yang tidak ideal ini. Mungkin hal ini karena banyak orang yang mengkhawatirkan pudarnya jabatan yang dipangkunya, karena itu ia enggan mengakui kelemahan. Memang sebagian orang khawatir jika toga jabatan nya lepas dari kepala. Atau, bisa karena jaim (jaga image), maka sering kali seorang bos sibuk menghindar dari pedas, deras, atau sulitnya masalah-masalah yang dihadapi, atau pertanyaan dan tuntutan karyawan yang mendadak, sulit, nyeleneh, aneh, kurang ajar, terlalu jauh, terlalu remeh, dan sebagainya yang diajukan oleh karyawan-karyawannya.

Mulailah perangai buruk tersebut bermunculan. Sering kali karyawan tidak dipersilahkan untuk maju dan berbicara. Jangankan dibukakan kesempatan untuk berdialog, sering kali karyawan yang “banyak bicara” dimusuhi, dipindahkan kerjanya, dan dikucilkan karena “banyak bicara”. Karenanya sering kali karyawan mati kutu, karena bosnya yang kurang bijak dan tertutup

Sesungguhnya satu tugas utama yang harus dilakukan oleh seorang bos adalah mendengarkan pasokan semua informasi valid yang diperlukannya dari tiga pihak : atasan, se-level dan bawahan-bawahannya. Para atasan diperlukan untuk penyatuan visi dan misi, para orang se-level diperlukan sebagai perbandingan, dan para bawahan diperlukan karena mereka adalah orang-orang yang tahu detail pelaksanaan teknis dari sebuah tugas. Jika informasi itu bisa didapatkan, maka seorang bos akan dapat memutuskan dengan bijak, seimbang, adil dan tidak merugikan orang lain. Dengan informasi yang akurat, bos bisa berdiri tegak dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Ketika bos bijak maka kepentingan karyawan tidak akan terpangkas.

Kalau menurut saya, bos yang baik bukanlah bos yang ditakuti. Bos yang baik adalah bos yang disenangi oleh bawahannya. Bisa melihat perbedaannya kan ?

Benar, bahwa seorang bos bisa saja memecat karyawan yang “banyak bicara”, tapi itu kan power of destruction (kekuatan yang merusak). Sedangkan kekuatan sebenarnya adalah kekuatan yang membangun, kasih sayang, meminimalkan konflik kepentingan, dan sejenisnya.

Sayang orang lebih sering bangga dengan kekuatan yang merusak, dibanding dengan kekuatan yang membangun.

Bos sejati bukanlah dilihat dari bentakannya yang menggelegar, tapi dari kasih sayang dan kelembutannya kepada orang sekitar ketika ia meminta tolong di bantu pekerjaannya.

Bos sejati bukanlah dilihat dari persahabatan dengan atasannya, tetapi dilihat dari jumlah bawahan yang menyayanginya, dan me-ridha-i kepemimpinannya.

Bos sejati bukanlah dilihat dari kerasnya hukuman, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan

Bos sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada di balik itu.

Bos sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah, di mana posisi bos nya tidak ada lagi.

Bos sejati bukanlah dilihat dari banyaknya karyawan yang menjilatnya, tetapi dari komitmennya terhadap karyawan yang dicintainya.

Bos sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca ilmu-ilmu manajemen, tetapi dari konsistensinya menjalankan apa yang dia baca.

Bawahan / karyawan adalah cerminan keadaan bos nya. Jelek perwajah karyawan, jelek pula wajah bos.

Jika antum tidak bisa merubah si bos karena hatinya yang membatu, atau kalau bos antum tidak punya hati lagi, maka antum saja yang bersikap bijak dan sabar.

Barangkali nanti kalau antum menjabat, antum bisa membuat program employee-of-the-month (karyawan terbaik bulan ini) yang kemudian mendapatkan penghargaan yang pantas atas jasa-jasanya kepada perusahaan. Bukan begitu ?

Atau mungkin antum yang nanti harus mampu menatap karyawan-karyawan antum lewat dua mata mereka. karyawan-karyawan antum adalah saudara-sadaramu yang harus kau bela nasibnya kelak. Mereka miskin, mereka memerlukan pemimpin yang menolong mereka. Kelak, jadilah engkau pemimpin orang-orang yang memerlukan, jadilah sahabat mereka, perjuangkan nasib mereka. jadilah engkau pembela kaum yang miskin, lemah dan teraniaya.

Kulihat, tetanggaku ini mengangguk-anggukan kepalanya. Rupanya dia sekarang punya pegangan kalau suatu saat dia jadi bos. Semoga engkau dapat menjadi pemimpin yang bijaksana tetanggaku…….

Ku doakan tetanggaku, sambil pamitan pergi mandi………. dan drama satu babak hari itu pun selesai.

Main kodok dulu ah……

Lelah bekerja, sempatkan untuk berehat dengan bermain game sambil berpikir

Dalam Game ini, dua kelompok kodok ingin menyebrang berlawanan arah, dengan menggunakan satu-satunya jembatan batu yang ada.

Anda sebagai polisi lalu lintas diminta untuk mengatur sedemikian rupa sehingga dapat menyebrangkan kodok yang di sebelah kiri (berwarna hijau) ke sebelah kanan, dan demikian demikian juga sebaliknya. Tujuannya satu, yaitu untuk menyampaikan masing-masing kelompok kodok ke sisi tujuannya masing-masing, tanpa terjadi kemacetan (deadlock).

Seekor kodok melompat ke satu arah (tidak bisa berbalik arah) dan hanya bisa melompat ke batu yang kosong di depannya, atau melompati HANYA seekor kodok untuk menuju batu kosong di hadapannya.

Anda dapat membuat seekor kodok melompat dengan melakukan click pada kodok tersebut

Lakukan itu semua satu per satu, sehingga kedua jenis kodok bertukar tempat.

Ayo yang jago algoritma, silakan coba. Katanya siiih, IQ menengah ke bawah seharusnya bisa melakukannya di bawah 3 menit.

Tertantang ?

Kalau gagal, tak usah malu, click REINICIAR untuk me-restart permainan.

Anonymizer melawan rejim phobia internet.

danger.png

Sebuah anonymizer (alat untuk membuat anonim / tak bernama) adalah sebuah alat yang mencoba untuk membuat aktivitas berinternet tidak dapat dilacak, di mana hal ini dilakukan atas nama user oleh pemilik anonymizer. Hal ini dilakukan engan tujuan melindungi informasi pribadi user dan menyembunyikan informasi identitas komputer yang menjadi sumber aktivitas di internet.

Hal ini dicapai dengan cara sbb :

  1. User membuka anonymizer, kemudian menuliskan alamat internet yang menjadi tujuan
  2. Anonymizer akan membuka alamat internet yang menjadi tujuan dan meneruskannya ke user

Karena anonymizer menjadi pihak penengah, maka hal ini akan membuat aktivitas internet yang terlacak adalah alamat anonymizer tersebut, bukan alamat user asli.

Banyak hal yang menyebabkan sebuah alat anonymizer diperlukan. Salah satunya adalah :
– meminimalkan risiko
– menghindarkan penyerangan (abuse) terhadap hak privasi
– membicarakan hal tabu tanpa kehilangan reputasi
– mendapatkan informasi dalam regim yang bersifat represif.

Alasan ke empat ini yang menjadi alasan saya membuat tulisan ini.

Dalam hal ini terhubung dengan pengumuman telkom di
https://portal.telkomspeedy.com/index.php?act=newsdetail&now=162&id=3
yang mengatakan bahwa :

INFORMASI PEMBLOKIRAN FILM FITNA
08 April 2008 09:10:28 ( Sys Admin TSDC )

Mohon maaf, untuk saat ini situs-situs dan blog yang memuat Film Fitna kami blokir atas permintaan Menteri Komunikasi dan Informasi No.84/M.KOMINFO/04/08 tanggal 2 April 2008.
Situs dan blog yang ditutup:
* Youtube
* MySpace
* Metacafe
* Rapidshare
* Multiply
* Liveleak
* Themoviefitna.com

Situs-situs dan blog tersebut tidak akan bisa diakses hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Terimakasih

PT Telkom Indonesia Tbk.

seorang rekan saya di dunia maya mbot dengan gaya khasnya meramalkan bahwa
setelah mengultimatum situs video-sharing Youtube karena jadi sarana penyebaran film Fitna, lantas Multiply dan Myspace yang katanya juga bakal ikut kena berangus, berikut daftar situs lainnya yang mungkin (kali aja) akan ikutan diblokir:

Yahoo.com
alasan:
nama “Yahoo!” mengisyaratkan sebuah teriakan, yang mana bertentangan dengan adat ketimuran. Menurut adat ketimuran tidak sopan untuk berteriak-teriak / mengganggu sekitar. Apabila banyak orang gemar berteriak-teriak, dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat – oleh karena itu situs ini harus diblokir.

Detikinet.com
alasan:
karena situs ini sering memuat pernyataan-pernyataan seorang tokoh yang mengangkat diri sendiri sebagai “pakar” – sementara 68% masyarakat yakin bahwa 68% omongannya asal cuap. Hal ini sudah dan akan terus menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, oleh karena itu pilihannya: entah detikinetnya yang harus memblokir si pakar, atau si pakarnya yang sebaiknya diblokir jangan ngomong.

Flickr.com
alasan:
karena situs ini berawalan dengan huruf F sehingga sebagian masyarakat mungkin mengasosiasikannya dengan film “Fitna” sehingga menjadi resah. Alasan yang sama berlaku juga untuk situs friendster.com, freewebs.com, dan situs2 “F” lainnya.

Disney.com
alasan:
banyak menampilkan tata cara berpakaian yang kurang sesuai dengan adat ketimuran (bebek nggak pake celana, tikus nggak pake baju, dsb) yang dapat meresahkan masyarakat. Harus diblokir segera.

KLM.com
alasan:
karena belanda. Dan belakangan ini semua yang kebelanda2an bikin masyarakat resah.

Granmeliajakarta.com
alasan:
karena lokasi hotel ini dekat dengan kedutaan belanda sehingga masyarakat yang hendak menuju hotel ini menjadi teringat dengan Belanda sehingga membuat masyarakat resah.

situs-situs lain yang berakhiran *.com
alasan:
karena situs berakhiran *.com mengingatkan masyarakat pada youtube.com sehingga berpotensi membuat masyarakat resah.

Demikian prakiraan sementara mengenai fenomena pemblokiran internet di negeri tercinta ini. Mari berdoa bersama semoga kita semua kembali waras dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Saya senyum-senyum saja membaca tulisannya. Walaupun masih bersenyum saya tetap belum puas dengan keputusan pemblokiran ini. Masalahnya adalah situs-situs seperti multiply sebenarnya hanyalah blog yang memiliki fasilitas video, yang mungkin salah satunya mencantumkan video fitna. Tapi saya yakin, pasti jumlahnya hanya segelintir. Pasti lebih banyak yang tidak mengandung video yang satu ini. Kelihatannya multiply.com memberi manfaat lebih banyak dibanding bahaya film fitna-nya. Melakukan blok pada situs-situs ini seperti membakar rumah untuk membunuh tikus yang ada di dalamnya. Hi hi hi, masa membunuh tikus perlu pakai meriam sih, pakai kucing aja kenapa sih ? Kelihatannya negara tetangga malaysia dan brunai yang sama-sama berpenduduk mayoritas beragama islam, tidak membuat reaksi seperti ini. Semua kan ada cara yang tepat mengatasinya. Tapi apakah pemerintah dan antek-anteknya roy suryo ini mengetahuinya ?

Saya melihat bahwa pengguna situs-situs yang di blok ini mulai mempergunakan anonymizer untuk mengakses situs-situs yang di blok tersebut. Tapi sesungguhnya anonymizer ini tidak sepenuhnya aman. Karena jika anonymizer itu berada di negara yang memiliki aturan bahwa pihak berwenang dapat melakukan penggeledahan, maka pihak berwenang dapat melakukan proses reverse-engineering dan mengidentifikasi seluruh user yang mempergunakan anonymizer itu dan menemukan cara bagaimana mereka mempergunakannya.

Memang klaim yang menyatakan bahwa sebuah anonimizer tidak mencatat semua lalu lintas internet yang datang dan keluar, bertebaran di setiap anonymizer, tapi tak ada satu pihak pun yang dapat membuktikannya.

Anonimizer juga tidak sepenuhnya aman, karena :

  1. Anonymizer yang buruk dapat menjadi pihak yang berada diantara dua pihak yang saling serang
  2. Anonymizer yang buruk dapat menjadi pihak yang melakukan injeksi dan memodifikasi isi pesan yang dikirim atau diterima user.
  3. Anonymizer yang buruk dapat merekam informasi tak ter-enkripsi seperti username, password, dan nomor kartu kredit
  4. Anonymizer yang buruk tidak dapat memfilter kode-kode berbahaya yang dapat membuka identitas user yang ingin tetap anonim. Contohnya adalah anonymizer yang melakukan anonimyzer terhadap koneksi HTTP tapi tidak melakukan anonymizer terhadap koneksi DNS dapat membuka lokasi dari seorang user.

Salah satu cara terampuh adalah melakukan daisy chain, yaitu membuka anonymizer untuk membuka anonymizer yang lain, barulah membuka situs yang sebenarnya dituju, sehingga terdapat dua kali proses anonymizer.

Walaupun keberadaan anonymizer ini sering disalahgunakan untuk menyerang seorang user oleh pihak lain tanpa ketahuan, namun….. (silakan lanjutkan sendiri… he he he)

Saya pikir kalau yang di Blok IP Indonesia, Proxy Indonesia, berarti harus cari cara biar bisa nyamar jadi IP luar negeri. toh dua situs itu kan masih aman2 saja kalo dibuka di negara2 lain. ah pake Software Putty. terus masuk Server luar yang gratisan, rubah settingan Proxy Browser jadi localhost. masuk port: 9999 oh ya dalam hal ini server yg saya masuki tuh terletak di Singapura. Setelah semua langkah tadi dijalankan. eing ing eng….IP Saya berubah menjadi IP Singapura. Penyamaran berhasil. buka deh Multiply.

Walaupun blog saya di multiply kena cekal tapi ada cara lain koq untuk tetap nge-blog ala multiply. Seorang pengguna multiply menuliskannya sbb :

  • Blog – Ajak temen buat ketemuan lewat SMS atau telpon, nongkrong di suatu tempat lalu ceritakan pengalaman kalian belakangan ini dan tumpahkan semua pikiran atau kekesalan kalian.
  • Photos – Daripada hanya memperlihatkan temen tempat yang indah, kenapa gak coba ajak mereka ke tempat itu dan berbagi pengalaman visual yang indah dalam waktu yang bersamaan.
  • Video – Ajak teman untuk menonton DVD bareng atau bikin video sendiri di mana kalian bebas ngapain aja, lalu evaluasi lagi hasilnya bareng-bareng.
  • Music – Pilih lagu-lagu yang menarik dari koleksi MP3 dalam harddisc kalian dan bikin mix-CD dengan CD/DVD writer, lalu berikan pada teman sambil ungkapkan pendapat kenapa mereka harus dengar lagu-lagu di dalamnya. Dengarkan bareng-bareng dan coba nyanyikan beberapa part liriknya yang kalian hapal.
  • Link – Rekomendasikan tempat-tempat di luar dunia maya, lalu ajak teman kalian untuk ke sana dan buktikan langsung apa yang baru saja kalian rekomendasikan.
  • Event – Rekomendasikan acara-acara yang menarik dan ajak teman yang kalian anggap akan menikmati acara tersebut.
  • Review – Kemukakan pendapat atas suatu produk secara langsung, sambil menikmatinya bersama-sama.
  • Market – Jajakan barang dagangan kalian secara langsung. Biarkan calon pelanggan kalian melihat sendiri bagaimana bagusnya produk kalian ketika digunakan.
  • Recipe – Ajak teman dan keluarga untuk bikin pesta kecil-kecilan dan sajikan hasil racikan kalian yang dimasak sendiri. Jangan lupa juga tanya pendapat mereka mengenai rasanya.
  • PM – Lupakan pola komunikasi dengan keyboard komputer atau layar SMS, cobalah telpon teman kalian dan nikmati kembali sensasi berkomunikasi dengan medium suara.
  • Profile – Cara terbaik untuk mengenal orang lain lebih adalah dengan bertanya langsung.
  • Guestbook – Mau meninggalkan pesan yang akan dilihat orang lain? Coba aja tinggalkan unread SMS di mailbox teman kalian.

Halah, konyol memang…….

Sssttttt. …. Kalau emang udah kebelet pengen ber-multiply atau ber-rapidshare pake aja cara ini :

  1. Untuk nge-Rapid (donlot file dari RapidShare ato MegaUpload). akali aja pakai http://nbe-broadcast.com/download/
  2. Untuk mengakses multiply, pakai jalan samping aja http://anonymouse.org/anonwww.html

Atau silakan pilih sendiri dibawah ini :
http://www.hidemyass.com
http://www.invisibleurl.com
http://www.vtunnel.com
http://www.sitesurf.net
http://www.anonasurf.com

list lengkapnya ada di sini: http://www.freeproxysite.com

http://sca-cellular.com/index.php?option=com_content&task=view&id=135&Itemid=122
http://youhide.com
http://saintproxy.com
http://www.proxeey.com
http://www.stealthy.us/

vtunnel.com
dtunnel.com
pimpmyip.com
http://www.freeproxies.org/
http://freetoview.net/
http://apushistory.info/
http://polysolve.com/
http://beatfilters.com/
http://apchemistry.info/
http://unblock-bess.com/
http://imsly.com/
http://slyuser.com/
http://weprox.com/
http://weprox.net/
http://hidemybox.com/
http://englishm8.info/
http://wisdomhelp.info/
http://studybook.info/
http://scienceaid.info/
http://apbiology.info/
http://2bebo.net/
http://www.schoolsurf.in/
http://iphide.890m.com/
http://concealizer.hu.tl/
http://www.grabb.info/
http://www.stacee.info/
http://www.rr88.info/
http://www.frazz.info/
http://www.grabb.info/
http://kringo.info/
http://chiquin.info/
http://zotzoo.com/