Anda langganan tukang cukur pembunuh ?

cukurrambut.JPG
Pernah bertemu dengan dengan tukang cukur rambut pembunuh ?

Mungkin sering, tapi anda tidak pernah menyadarinya.

Koq bisa ?

Sejak dahulu, ketika saya mencukur rambut saya, saya selalu menolak tukar cukur yang akan merapikan rambut saya dengan silet atau pisau cukur. Bahkan ada tukang yang cukur yang sudah hapal kalau saya tidak pernah mau dirapikan dengan silet atau pisau cukur, walaupun mereka menawarkan pijat leher kalau saya mau dirapikan pakai pisau cukur. Mereka selalu keheranan, dan mungkin keheranan mereka belum terjawab sampai sekarang.

Keengganan saya memakai pisau / silet cukur mereka adalah karena :

Saya melihat bahwa terdapat beberapa penyakit mematikan yang menular melalui bertukarnya cairan tubuh atau menular melalui bagian tubuh yang terluka, seperti HIV/AIDS, Hepatitis B, dan Hepatitis C. Namun berapa banyak laki-laki yang menyadari bahwa pisau cukur adalah salah satu penyebabnya ?

Ketika rambut anda dicukur, perhatikan pisau cukur yang digunakan. Berapa kalikah pisau itu diganti saat mencukur rambut? Coba bayangkan bila yang dicukur sebelum anda adalah penderita penyakit berbahaya. AIDS misalnya. Kemudian pisau cukur yang telah dipergunakan penderita itu, dipakai juga untuk anda. Hiiiiyy

Sadar atau tidak, saat pisau cukur itu menggores kulit anda, luka kecil akan terjadi pada kulit. Luka ini akan terasa perih jika kena air saat mandi setelah bercukur. Luka yang secara kasat mata tidak terlihat dan bahkan tidak anda rasakan, sudah cukup merupakan gerbang yang terbuka lebar untuk keluar masuknya bibit penyakit.

Lalu, apakah sebelum mencukur rambut pisau itu disteril terlebih dahulu? Sayang, kita tidak bisa memaksa tukang cukur untuk menerapkan prinsip sterilisasi seperti di klinik klinik kesehatan. Mereka akan mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan prinsip tersebut. Kita juga tidak bisa mengharapkan pemerintah untuk menindak tukang cukur yang mengabaikan prinsip ini. He he he

Lalu apa yang bisa dilakukan ?

Satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan membawa silet atau pisau cukur sendiri. Sarankanlah tukang cukur untuk menggunakan silet atau pisau cukur yang anda bawa. Pengalaman saya pribadi, mereka akan senang hati menerima karena mereka akan mendapatkan silet baru tanpa harus membelinya. Harganya pun tidak terlalu mahal jika dibandingkan resiko yang akan anda terima bila menggunakan silet/pisau cukur bekas.

Anda pelanggan tukang cukur jalanan? Mungkin sebaiknya anda lebih berhati-hati. Memang layanan pijatan leher yang ditawarkan oleh tukang cukur (jalanan) tampak menggiurkan, namun tanpa anda sadari, anda juga juga bisa mendapatkan bonus bibit penyakit mematikan yang mengalir dalam darah mereka. 🙂