Pengelolaan Sumber Daya Manusia ICT

Data dari hasil studi The Standish Group, menyebutkan hanya 28% proyek TI besar yang mampu mencapai harapan.

Alasan terbanyak yang membuat sebuah proyek IT gagal adalah :
1. Idle (tidak digunakan
2. Penggunaan di bawah kapasitas. (low utilization)

Dari hasil penelitian terhadap berbagai implementasi ERP di perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, pada akhirnya di-simpulkan bahwa yang menjadi penyebab utama kegagalan implementasi dan instalasi ini ada beberapa faktor yaitu:

1. Ketika tidak ada atau kuranngya support dan sponsorship dari Top Executive

Karena sebuah proyek ICT biasanya melibatkan seluruh lini dalam sebuah struktur organisasi, maka para Top Executive, harus keputusan dengan cara Top Down. Apalagi dengan implementasi dan instalasi ini akan berakibat perubahan terhadap proses business. ICT adalah crossfuction dalam satu perusahaan. Masing-masing karyawan harus komit untuk melakukan perubahan di bagian masing-masing. Orang yang dimasukkan dalam proyek akan meluangkan waktunya sebagian besar untuk proyek ini yang pada awalnya tentu kelihatan seperti hal yang tidak berguna sama sekali. Disinilah dibutuhkan support dan sponsorship dari Top Executive.

2. Ketika proyek dianggap sebagai proyek dari satu departemen saja

Asumsi bahwa proyek ini hanya milik satu bagian atau departemen saja, maka deparetemen lain merasa tidak berkepentingan dan jika terjadi kegagalan, maka kegagalan tersebut hanya milik depertemen yang bersangkutan. Padahal ICT memiliki keterkaitan yang erat antar departemen dan terjadi transparansi dan juga sinergi antara satu bagian dengan bagian yang lain. Sebagai contoh misalnya saat jumlah mahasiswa naik atau trendnya lagi meningkat maka otomatis bagian registrasi segera mengetahuinya dan meningkatkan kapasitas layanannya dan bagian umum dapat mempersiapkan sarana dan prasarana untuk penerimaan mahasiswa baru secara tepat.

3. Ketika tidak ada yang diserahkan untuk menjadi Person In Charge (PIC) atau project Manager yang full time

Untuk satu proyek seperti ini maka sangat dibutuhkan seseorang yang memang ditugaskan untuk menjadi PIC atau project manager atau owner project. Hal ini untuk meningkatkan komitmen dan mampunya terpenuhi semua pekerjaan sesuai dengan schedule yang direncanakan. Implementasi dan instalasi ini membutuhkan biaya, waktu dan resources yang tidak sedikit sehingga dibutuhkan seseorang yang bertanggung jawab.

4. Ketika untuk segala proses dan prosedur implementasi diserahkan hanya ke team ICT saja.

Hal ini sangat umum terjadi, dimana para anggota team yang terlibat di proyek implementasi umunya suka menyerahkan saja untuk pengambilan keputusan atau perubahan prosedur ke pihak IT dengan alasan mereka orang teknikal yang menguasai secara baik bidang teknikal. Padahal yang mengetahui prosedur yang benar dibagian masing-masing adalah pihak yang terlibat utama didalamnya, misalnya orang kemahasiswaa untuk di bagian kemahasiswaan, orang umum untuk dibagian umum dan seterusnya.

5. Ketika vendor yang melakukan implementasi kurang atau tidak memiliki kemampuan dan kompetensi yang baik dalam melakukan implementasi dan instalasi.

Disini dibutuhkan vendor yang akan melakukan instalasi dan implementasi sudah memiliki jam terbang yang baik sehingga sudah mengetahui kira-kira problem yang akan muncul dan memiliki kemampuan untuk melakukan solve sesuai dengan pengalaman yang telah didapat sebelumnya.

Melihat itu semua, maka kebutuhan sumber daya manusia bidang ICT di UNPAD adalah sebagai berikut :
………… (masih mikir…..)

UNPAD’s Scalable IT Infrastructure

seminar.jpg

Satu hal yang (saya pikir) harus ada dalam infrastruktur IT UNPAD adalah sifat “SCALABLE”, yaitu kemampuan infrastruktur IT untuk mengantisipasi perkembangan dan untuk dapat berkembang di masa yang akan datang (tidak mentok). Tiga hal yang harus diperhatian dalam hal scalable ini :
– Building
– Scaling
– Optimizing
Next Generation of UNPAD’s IT Technology

Untuk itu, saya membutuhkan lingkungan manajemen IT yang terintegrasi untuk semua fase server dan PC life-cycle, termasuk kemampuan untuk menangani konfigurasi yang berbeda-beda, khususnya untuk Mission Critical System 24-7 (jalan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, atau istilah buminya adalah “always on”. Ngak ada matinye……). Saya juga butuh Global Server monitoring pada server farm yang ada di UNPAD.

Untuk itu, tadi saya sempat melirik solusi untuk sistem yang scalable pada dua vendor, yaitu HP OpenView dan IBM OpenTivoli. Tapi Unpad belum memiliki kerja sama dengan mereka, akhirnya saya kemudian beralih ke Microsoft System Center IT Management Solution (Microsoft System Management Server 2003 dan Operation manager 2005). Lirikan ini hanya karena mengingat UNPAD sudah memiliki kerjasama dengan Microsoft.

Ada beberapa fitur yang saya rasa sangat mendukung. Microsoft mengklaim bahwa 5 Server operation manager mampu mendukung dan memonitor 4000 server. Termasuk diantaranya :

  1. Memonitor free-space dari masing-masing user, untuk menjamin user tidak kehabisan free-space untuk menyimpan file mereka
  2. Memberikan solusi / perbaikan melalui remote-access
  3. Application delivery. Dell IT Manager pernah melakukan pilot testing dengan memasang Windows Vista pada 100.000 PC di tahun 2007 melalui System Manager Server, sehingga pak erwin (pemegang lisensi Microsoft UNPAD), tak usah mondar-mandir instalasi windows, ya p erwin).
  4. Off-site storage atau DataCenter storage (solusi SAN punya HP, dan pengalamannya)
  5. Scalable computing power

seminar.jpg

Solusi dari Microsoft ini saya pikir mencukupi untuk infra struktur IT UNPAD.

…….. Terus berpikir……..

UNPAD AS “CONNECTED CAMPUS” : IT Infrastructure

seminar.jpg

Sekedar coretan, (abis…. diburu-buru sih…….)

Komponen infra struktur seharusnya meliputi hal ini :

1. Human Capital : staf profesional ahli dalam jumlah yang mencukupi yang ditugaskan membantu fakultas, mahasiswa dan staf dalam menggunakan ICT

  1. Melalui rekruitment dan in-house Training, lakukan upgrade pada keahlian fakultas, staf, mahasiswa agar memiliki kompetensi yang tinggi
  2. Berinvestasi dengan sumber tambahan dari luar dalam hal IT Training dan bantuan konsultasi
  3. Membuat komitmen jangka panjang untuk merekrut, melatih, mengambangkan dan memelihara staf IT yang qualified dalam pasar kompetisi

2. Kebijakan, pengaturan dan manajemen teknologi informasi

  1. Rampingkan manajemen dan mekanisme pengaturan ICt agar seluruh kampus dapat mempergunakan ICT pada waktu yang tepat
  2. Sediakan layanan terpusat untuk area yang memiliki kontrol terhadap finansial dan hukum seperti hak-cipta, keamanan dan manajemen-risiko.
  3. Sediakan layanan teknologi informasi lokal.
  4. Sediakan “Campus IT Pricing and services Commission”

3. Kepastian keamanan dan kualitas informasi yang mencakup seluruh kampus

  1. Bangun kemanan yang mencakup seluruh kampus, dan urusan yang menjamin ketersediaan informasi yang akan mereview kebijakan security dan prakteknya.
  2. Bangun team untuk merespons terhadap krisis informasi, untuk berhadapan dengan serangan kejahatan komputasi.

4. Infrastruktur fisik (pengkabelan, campus backbone dan koneksi eksterbal)

  1. Tingkatkan kecepatan sampai 1 GB, 100MBps minimum
  2. Upgrade infra strukru campus backbone sampai kapasitas mencapai 10 Gbps.
  3. Lengkapi setiap kelas dengan akses terhadap jaringan, dan lengkapi beberapa kelas khusus dengan akses terhadap multimedia.
  4. Ajarkan bagaimana mempergunakan teknologi tsb


5. Teknologi dan layanan yang advance untuk teknologi baru

  1. Investasi pada wireless networking seluas kampus
  2. Mulai membangun prototype Research terhadap instruksional aplikasi, seperti high-performance computing, data set yang berukuran sangat besar, manajemen terhadap data yang bersifat sangat besar dan bersifat real-time, kolaborasi teknologi.
  3. Memulai membangun Voice-Over IP di seluruh jaringan
  4. Memaksimalkan kemampuan komputasi

UNPAD harus menggunakan teknologi untuk menyediakan kelebihan yang kompetitif dalam core-area di bidang edukasi dan research. Hardware dan software dengan kelas Enterprise sudah menjadi keharusan untuk memberikan layanan berkualitas tinggi dan tidak pernah mati dalam sebuah 24-7 system (24 jam sehari, 7 hari seminggu) tanpa terganggu. UNPAD harus memiliki Web dengan dua bahasa (Bahasa Inggris dan Indonesia), dan database server untuk menampung kebutuhan data seluruh komunitas Unpad.

FITUR

  1. LAN menghubungkan 100% kampus, dengan kecepatan Gigabit dan mengimplementasikan kebijakan yang ketat dalam hal keamanan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan jaringan komputer.
  2. Akses wireless pada lokasi-lokasi tertentu
  3. Fasilitas audio-visual yang baik dalam ruang kuliah biasa dan ruang kuliah berbentuk theather
  4. Fasilitas browsing dan e-mail terintegrasi yang dapat diakses di manapun di dalam kampus, memfasilitasi intra-kampus dan kolaborasi eksternal.
  5. Website Unpad harus memiliki informasi mendalam tentang UNPAD, karya ilmiah dosen, karya ilmiah mahasiswa dan aktivitas-aktivitas lainnya
  6. Menempatkan portal kolaborasi antar mahasiswa yang sudah lulus, layanan karir, dan pemberi kerja yang prospektif.

DATA CENTER

UNPAD harus dapat membangun dan memelihara sebuah sistem kolaborasi, terutama Wet-site atau portal, memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan ide secara global antar mahasiswa, fakultas, pemberi kerja dan alumni. Akses terhadap pustaka Online-database di fasilitasi oleh pusat data dengan teknologi tinggi. Data center paling tidak memiliki dua bank server yang terhubung ke Storage Area Network yang berkapasitas tinggi yang dikonfigurasi secara RAID.

AUDIO VISUAL FACILITIES

UNPAD harus dilengkapi dengan fasilitas teknologi audio visual yang modern. Fasilitas konfrensi – video digunakan untuk memberikan layanan Online-seminar, atau untuk keperluan konferensi edukasi atau bisnis. Fasilitas ini harus meliputi :

  1. Konektifitas dan proyeksi dari perangkat / media audio-visual apapun
  2. Microphone pada setiap meja, dan AV system yang terintegrasi
  3. Central AV control-room, menyediakan fasilitas untuk merekam, mengedit, mengkonversi format dan mengurut secara digital

Halah, capek…. istirahat dulu.

Menyelaraskan ICT dengan UNPAD world-class university

Setelah kemarin ikut seminar Microsoft Unified Communication dan Live@edu – di mana UNPAD jadi universitas pertama di Indonesia yang menerapkannya (he he he, jadi kelinci percobaan …..).

seminar.jpg

Saya ngobrol lagi sama p dito, tentang rencana ICT UNPAD. Tadinya saya pikir rencananya sebatas teknis, ternyata scopenya jauh lebih besar lagi. Minimal level universitas. Weleh……..

Ngak apa-apa. Masih bisa ditangani. Hanya kalau lihat visi dan misi unpad menjadi world-class university, kenapa ngak sekalian jadi LEADING word-class university. Jadi bisa main di strategi. Sebenarnya saya melihat bahwa ada gap (jurang pemisah) antara keadaan UNPAD yang ada sekarang (NOW assessment) dengan kondisi UNPAD wanna-be. Apa yang harus saya lakukan hanya membuat jembatan, agar jurang pemisah itu dapat dihubungkan.

bridging2.jpg

Sebenarnya apa sih syarat dan ketentuan sebuah universitas dikatakan world-class university ?

Coba lihat Kriteria the Times Higher Education Supplement-Quacquar elli Symonds (THES-QS) World University Rankings. Kriterianya didasarkan kepada:

  1. Research Quality (indikatornya adalah Peer Review bobotnya sebesar 40% dan Citations per Faculty bobotnya sebesar 20%).
  2. Graduate Employability (indikatornya adalah Recruiter Review bobotnya sebesar 10%).
  3. International Outlook (indikatornya adalah International Faculty bobotnya sebesar 5% dan International Students bobotnya sebesar 5%).
  4. Teaching Quality (indikatornya adalah Student Faculty bobotnya sebesar 20%)

Total skor 100%

Sebuah definisi lain tentang world-class university bisa didapat di sini. Di lain pihak ada situs internet dai negara tetangga yang membahas masalah ini di sini dengan menerapkan enam atribut word-class university.

Kali ini saya harus keluar dari unpad sementara waktu sehingga dapat memandang unpad dari luar, bukan sebagai orang dalam. Ketika saya melihat unpad sebagai system, coret-coret dikit, kurang lebih seperti ini :

unpad-context-diagram.jpg

Tinggal identifikasi di mana harus di masukkan ICT di dalamnya bukan ?

Komunikasi antar pihak-pihak terkait menciptakan inner-cicle secara kasar sebagai berikut :

inner-circle.jpg

Penyelarasan ICT dengan core-business UNPAD dapat dilakukan dengan cara seperti ini :

alignict200.jpg

beberapa langkah perlu diprioritaskan terkiat dengan strategi penerapannya :
1. Menyelaraskan teknologi dengan strategi bisnis UNPAD
2. Mengimplementasikan solusi terbaik dan terkini
3. menyediakan dan memperbaiki akses terhadap informasi
4. Meningkatkan layanan konsumen
5. Menciptakan hubungan (link) dalam organisasi
6. Melatih dan memberikan kewenangan pada karyawan
7. menciptakan hubungan (link) dengan customer dari luar
8. Mendukung re-engineering bisnis
9. beraksi sebagai agen perubahan
10. mengedukasi unit bisnis tentang IT
11. Mengevaluasi teknologi baru
12. Mengimplementasikan standar dan arsitektur sistem.

Sedangkan prioritas yang terkiat dengan jaringan adalah sebagai berikut :
1. Meraih inter-operability pada sistem-system yang berbeda yang ada sekarang
2. Berpindah ke open-computing
3. Meningkatkan komunikasi di antara departemen
4. menyelerasakan I/S dengan goal bisnis UNPAD
5. Mengimplementasikan pemrosesan komputasi yang terdistribusi
6. mengurangi biaya IT
7. Mengkonsolidasikan jaringan yang berdiri sendiri
8. Re-engineering proses bisnis unpad
9. Memusatkan pembelian

kepanjangan ya… ceritanya. Terlalu bersemangat…..
Udah ah, takut yang baca jadi tambah tebal kacamatanya.

Software : JIGDO – Linux ISO Download Manager

rencana-ict.jpg

Seperti yang telah diketahui bahwa software biasanya didistribusikan melalui media CD atau DVD. Pihak yang mengalami kesulitan untuk mendapatkan CD atau DVDnya dapat melakukan download melalui internet dengan file yang ber-extension .iso. File .iso ini dapat langsung dibakar langsung ke dalam keping CD atau DVD. Karena file .iso ini adalah cermin dari sebuah CD atau DVD, maka ukurannya sangat besar dan memakan bandwidth internet yang besar dan lama ketika di download.

Pengguna linux yang biasa melakukan download file .iso untuk mendapatkan versi linux terbaru dapat bergembira dengan hadirnya JIDGO. Jigdo adalah software gratis, didistribusikan di bawah GNU GPL. JIGDO adalah alat yang didesain untuk mempermudah pendistribusian file yang berukuran sangat besar melalui internet (misalnya DVD image). Tujuannya adalah untuk memudahkan proses mendownload CD / DVD image bagi user, semudah melakukan click pada download link dalam sebuah browser, di samping menghindarkan masalah bagi administrator seperti melakukan hosting file yang besar.

Kenapa JIGDO lebih baik?

Karena lebih cepat ! Untuk berbagai macam alasan, tidak banyak situs internet yang me-mirror CD image. Sebagai konsekwensinya, jika anda mengunduh sebuah CD-image dari sebuah server-mirror, maka tidak hanya lokasi server mirror tersebut yang letaknya semakin jauh secara geografis, tetapi server mirror tersebut juga akan mengalami overload, terutama ketika sebuah linux versi baru di release.

Lebih jauh lagi, beberapa server bisa jadi tidak menyediakan tempat untuk sebuah sebuah image CD berbentuk file .iso untuk di download karena besarnya file .iso tersebut dan terbatasnya ruangan penyimpan yang ada pada sebuah server.

JIGDO mengatasi hal ini dengan cara mengarsipkan setiap CD image dengan melakukan download secara individual pada seluruh file yang ada pada CD, kemudian menyebarkannya pada beberapa server. Pada saat download, JIDGO menggabungkan file-file yang tersebar ini ke dalam sebuah file .iso yang membentuk sebuah CD image. Tidak perlu khawatir tentang sesuatu yang rumit, semua hal ini terjadi di balik layar – anda hanya perlu memberitahukan lokasi dari file .jogdo untuk di proses oleh JIDGO..

Informasi lebih banyak bisa didapat dari jigdo homepage.

Review : Firefox Portable Edition

Mozilla Firefox, Portable Edition, Browser gue, cara gue, di saku gue

Mozilla Firefox®, Portable Edition adalah Mozilla Firefox web browser yang telah populer yang di bundel dengan launcher PortableApps.com sebagai aplikasi portable, dengan demikian bookmark, extension dan password yang telah di simpan (saved password) bisa di bawa-bawa ke mana-mana, walaupun berganti komputer.

Firefox Portable edition ini dioptimimalkan penggunaannya pada USB key drive, sehingga dapat berjalan cepat di USB drive dan menghemat umur USB drive anda. Program ini juga dapat berjalan dari drive CDRW (dalam modus packet), ZIP drive, external had drives, beberapa MP3 player, flash RAM dan banyak lagi (catatan : tidak akan jalan pada media read-only seperti CD-R)

Firefox Portable edition ini juga sudah mengintegrasikan Download Accellerator Plus. Sehingga memiliki kemampuan download multi-saluran, yang biasanya hanya dimiliki oleh program-program Download Accelerator yang besar. Sayang beberapa plug-in (Add-on) firefox asli belum dapat diterapkan di sini. Beberapa gambar jenis .png juga belum dapat ditampilkan.

Situs resminya ada di sini. Download di sini atau di sini

Rencana Kebijakan ICT Kampus

rencana-ict.jpg
[Picture Taken & Edited from RICOH on FORBES Asia Magazine – December 2007]

Setelah pembicaraan tadi pagi dengan Pak Dito dari CCIT dengan pembuatan white-book infrastruktur campus network, maka hal yang pertama yang muncul dalam pikiran saya adalah “POLICY”, kebijakan atau aturan. Tanpa aturan yang baku, kelihatannya ICT ini akan tetap semerawut.

Mari kita lihat apa-saja kebijakan yang harus ada :

Kebijakan akses

  1. Kebijakan keamanan informasi
  2. Kebijakan akses terhadap sumberdaya teknologi informasi
  3. Kebijakan dan prosedur penggunaan sumberdaya komputasi dan jaringan komputer
  4. Kebijakan akses terhadap halaman-halaman internet dan publikasi elektronik lain.
  5. Perencanaan Komunikasi wireless
  6. Manajemen sumberdaya teknologi informasi
  7. Edukasi formal jarak-jauh.
  8. Penyalahgunaan aset-aset organisasi
  9. Penggunaan voice mail
  10. Penggunaan NPM, NIP / NIH, No Kayawan kontrak dalam infra struktur.

Kebijakan Software

  1. Penggunaan software berlisensi (UNPAD sudah punya Microsoft-Campus-Agreement)
  2. Manajemen penggunaan software berlisensi untuk sebuah organisasi (site-licensed)
  3. Infrastruktur Komunikasi elektronik
  4. Penamaan Domain Internet dan layanannya

Kebijakan Keluarga Mahasiswa
1. Kebijakan bagi keluarga mahasiswa dan hukum privacy
2. Catatan akademik mahasiswa (nilai)

Kebijakan mahasiswa
1. Aturan penggunaan sumberdaya komputasi oleh mahasiswa
2. Aturan penggunaan komunikasi elektronik oleh mahasiswa
3. Aturan penggunaan kamera pengintai di kampus

Coba break-down Kebijakan-akses :

Kebijakan ini harus mengidentifikasi teknologi, prosedur dan praktek terbaik yang ada, untuk memastikan bahwa organisasi tetap berfokus kepada proteksi informasi. Elemen kuncinya antara lain
– Klasifikasi data dan tanggung jawab individual
– pendataan risiko
– Perlindungan
– Pelatihan
– Personil yang “sadar”
– memonitor
– Audit dan kesediaan untuk mematuhi aturan

Rencana insiden – Rencana ini harus menggambarkan prosedur yang menggambarkan respon dalam waktu yang tepat ketika sebuah kebocoran informasi terjadi. Elemen kuncinya antara lain :
– Pelaporan insiden
– Investigas
– Komunikasi
– Analisis forensik
– Perlakuan terhadap suatu sistem yang “mati” terkena serangan

Rencana Pemulihan IT dari bencana – Rencana ini menggambarkan prosedur untuk memulihkan sumber daya teknologi informasi dan layanannya ketika terjadi interupsi atau bencana alam. Elemen kuncinya antara lain :
– Kesiapan organisasi
– Keberlanjutan dari aplikasi penting
– Restorasi dari operasi normal

Waduh, terlalu panjang ya…. Khawatir menyiksa para pembaca. :-D.

Kesimpulan :
Terlalu berat jika dikerjakan oleh seorang, harus dibentuk sebuah tim perumus dan bos-bos yang mendukung.

Mengontrol Wireless-Access

rencana-ict.jpg

Tantangan :

Jaringan komputer harus dilindungi dari ancaman dan gangguan seperti virus, worm dan spyware. Hal seperti ini dapat mengganggu berjalannya bisnis dan menyebabkan
– server tidak bekerja,
– proses patch yang tiada henti.

Kemampuan untuk dapat melihat dan mengontrol adalah inti dari tantangan ini untuk memastikan bahwa semua perangkat berkabel dan perangkat tanpa kabel yang mencoba mengakses jaringan komputer telah memenuhi kebijakan / aturan jaringan komputer. Perangkat yang terinfeksi atau memiliki sistem keamanan yang cacat harus segera terdeteksi, diisolasi dan dibersihkan.

Solusi Manajerial :

Dengan memastikan bahwa setiap perangkat yang mengakses mengikuti kebijakan / aturan yang berlaku dan menjalankan proteksi keamanan yang telah ditentukan, maka sebuah organisasi dapat mengurangi atau menghilangkan – secara signifikan – perangkat-perangkat yang menjadi sumber infeksi atau berpotensi untuk mendatangkan bahaya.

Solusi Teknis :

Seringkali saya melihat banyak admin yang berusaha menanggulangi masalah yang ditanganinya sendiri. Padahal sebenarnya solusi dari permasalahan yang ada sudah tampak di depan hidung. Perusahaan-perusahaan besar yang bergerang di bidang jaringan komputer seperti CISCO (Maaf bukan promosi) pasti memiliki solusi yang sudah jadi.

Keluhan pertama dari sebuah CORPORATE-SOLUTION pasti : “MAHAL”. Iya, kalau diukur dari kocek pribadi. Tapi kalau kocek organisasi pasti ada lah… Tinggal usahakan saja.

Saya ambil contoh sistem NAC (Network Admission Control) milik CISCO. Informasi singkat dapat diakses di sini

Lebih jauh lagi, karena UNPAD sudah punya Microsoft-Campus-Agreement, maka implementasinya sangat mudah, terkait dengan kerjasama CISCO dan Microsoft dalam penerapan NAC ini. Informasi singkat mengenai hal ini dapat diakses di sini

Kesimpulan :

Akan muncul suatu tekanan untuk mengikuti regulasi / aturan pengaksesan jaringan (Apalagi sekarang negara membentuk DEPKOMINFO). Regulasi ini harus ada, karena sistem keamanan yang buruk dapat menyebabkan kerusakan terhadap nama atau reputasi dari sebuah organisasi, yang kadang-kala tidak dapat dipulihkan.

Regulasi yang harus ada antara lain :

  1. Kerahasiaan : Mengamankan informasi dan menjaganya tetap rahasia
  2. Integritas : Mengamankan informasi dari kerusakan dan pencurian
  3. Ketersediaan : Memastikan bahwa informasi tersedia untuk pihak-pihak yang berhak, dan tak dapat diakses oleh yang tak berhak
  4. Audit : Memastikan bahwa informasi yang tersedia akurat

How Routers Work

Taken From www.linksys.com

The Router is the central component in connecting all of your computers and network devices together, allowing them to access and share one high-speed Internet connection. It organizes all of the devices in the home network so that they can communicate with each other and share information. A Router combines the functions of a switch, which organizes and controls data flow among your computers and network devices. A switch is best for wired networks that want to share files and printers, but does not provide Internet access capability.

A Router joins two networks, your home network and the Internet, passing information from one to the other. It also determines how the information is passed in the most efficient manner. The router’s two main jobs are:

* To make sure that information doesn’t travel where it’s not needed.
* To make sure that information travels to its intended destination.

rje0098l1.jpg

The Router also provides security measures to your network which prevent outside users from accessing your private data. This is important because a high-speed Internet connection is always on, which makes it more vulnerable to attacks from hackers. You may already have a basic software firewall installed on your computer, but the network can still be easily broken into.

Security : NAT (Network Address Protocol)

Taken from www.linksys.com

Network Address Translation (NAT) technology translates IP addresses of a local area network to a different IP address for the Internet. Each computer on your network has a local IP address. When the router gets the data transmission to forward out to the Internet, the router puts a different IP address on the transmission. This way, whoever receives the data transmission doesn’t know what the actual IP address of the computer is. The computer is hidden, safe from prying eyes.

An IP (Internet Protocol) address is a unique number that identifies every machine connected to the Internet. It is important to keep your IP address secure because hackers can gain control of your computer, or even launch an attack on other computers using your computer.

rje0098l1.jpg