<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Irvan Sophian</title>
	<atom:link href="http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian</link>
	<description>Geotechnics Laboratory Staff of FTG-UNPAD</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jul 2012 10:40:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5</generator>
		<item>
		<title>Bijaksana dalam memilih PC atau Laptop</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=51</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=51#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jul 2012 09:26:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irvan Blogs</dc:creator>
				<category><![CDATA[IT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya terlebih dahulu saya ucapkan selamat bagi bapak/ibu atas keterimanya putra-putri bpk/ibu di perguruan tinggi. Bulan Juli – Agustus merupakan masa peralihan tahun ajaran akademik di seluruh universitas/ perguruan tinggi di Indonesia. Penerimaan mahasiswa baru pada tahun ajaran baru menjadi topik yang hangat bagi semua masyarakat terutama putra-putrinya yang melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="aligncenter" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/481270_3936103734785_2029577423_n.jpg" alt="" width="461" height="346" /></p>
<p>Sebelumnya terlebih dahulu saya ucapkan selamat bagi bapak/ibu atas keterimanya putra-putri bpk/ibu di perguruan tinggi.</p>
<p>Bulan Juli – Agustus merupakan masa peralihan tahun ajaran akademik di seluruh universitas/ perguruan tinggi di Indonesia. Penerimaan mahasiswa baru pada tahun ajaran baru menjadi topik yang hangat bagi semua masyarakat terutama putra-putrinya yang melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Perguruan Tinggi.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan Teknologi tidak terlepas dari perkembangan pengetahuan, kebutuhan terhadap teknologi semakin meningkat terutama produk IT berupa Komputer untuk menunjang perkembangan pengetahuan.</p>
<p>Kebutuhan perangkat komputer semakin meningkat di kalangan mahasiswa, dikarenakan kebutuhan dalam kegiatan pada umumnya untuk mencari informasi di dunia maya, penulisan paper, tugas, skripsi, dan kegiatan lainnya.</p>
<p>Penggunaan jenis komputer sebagai alat bantu mengalami peralihan, dengan alasan mobilitas tinggi  banyak user terutama mahasiswa beralih  dari PC desktop menjadi Laptop/ notebook/ netbook. Selain alasan mobilitas tinggi juga mahasiswa yang kost merasa lebih aman jika pada liburan alih tahun ajaran (mudik) tidak meninggalkan perangkat komputer di dalam kamar kost/ kontrakan.</p>
<p><span id="more-51"></span>Pada kesempatan ini saya ingin berbagi pengalaman bagaimana memilih komputer baik PC-desktop maupun Laptop sesuai kebutuhan terutama dosen/mahasiswa. Perkembangan komputer saat ini sangat pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang diusung pada PC-desktop maupun Laptop saat ini.</p>
<p>PC-desktop maupun laptop terbagi menjadi 3 kelas sesuai dengan teknologi yang digunakan terutama jenis processor (<em>high-end, mid-end, low-end)</em>. Komputer juga dapat dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan fungsi peruntukkannya seperti PC-Office, Multimedia, Gamers, dan Professional. PC juga dapat dibagi menjadi kelas berdasarkan dana yang ada seperti <em>Cheap-pc, Performance-pc, dan Office-pc.</em></p>
<p>Pemilihan PC maupun laptop sesuaikanlah dengan kebutuhan penggunaan sehingga tidak terjadi pemborosan fungsi, dana, dan<em> feature</em> yang digunakan .</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?feed=rss2&#038;p=51</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Landslide Zone</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=18</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=18#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 03:30:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irvan Blogs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Slope Stability]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Slope Stability Zonation Map of the Citanduy River Catchment Area, West Java, Indonesia MA FULLPAPER Irvan1 Irvan Sophian* and Dicky Muslim* Abstract In Indonesia, West Java Province is well known for the most frequent landslide occurrence from time to time. Physically destructed land by geological hazard such as landslide could widely affect people and infrastructures. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Slope Stability Zonation Map of the Citanduy River Catchment Area, West Java, Indonesia</strong></p>
<p><strong><a href="http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/files/2011/03/MA-FULLPAPER-Irvan1.pdf">MA FULLPAPER Irvan1</a></strong></p>
<p>Irvan Sophian* and Dicky Muslim*</p>
<p><strong>Abstract</strong></p>
<p>In Indonesia, West Java Province is well known for the most frequent landslide occurrence from time to time. Physically destructed land by geological hazard such as landslide could widely affect people and infrastructures. In the eastern part of West Java landslide frequently occurs on the Citanduy  River catchment area. This phenomenon is approached through slope stability analysis.</p>
<p><span id="more-18"></span>Quantitative analysis of slope stability (SF) and plotting of previous landslides occurrences on Geological map are carried out to produce slope stability map. Conditions of geomorphology, hydrogeology, soil types and distribution and also current landuse are considered as supported data.</p>
<p>Result of analyses shows that there are 3 zones of slope stability on the study area. SF more than 1.25 is stable zone. SF 1.25 to 1.1 is critical to stable zone. SF 1.1 to 1.0 is critical zone. SF less than 1.0 means unstable slope where landslide occurs. Stable zone is characterized by plain area on thin soil, coarse grain soil. Critical to stable zone is of hilly to mountainous land, fine grain thick soil of sedimentary or volcanic rocks. Critical zone is of swelling-shrinking type of thick soil on high-angle slope, high density of geological structures, high run-off caused by drainage on the top of slope (ponds, paddy fields, etc).</p>
<p><strong>Keywords:</strong> Landslide, Slope Stability, Citanduy River, Safety Factor</p>
<p>* Postgraduate Program of Geosciences, University of Padjadjaran, Bandung,  Indonesia</p>
<p>Corresponding Author: irvansss@yahoo.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?feed=rss2&#038;p=18</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Land Subsidence</title>
		<link>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=7</link>
		<comments>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=7#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2011 03:03:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Irvan Blogs</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geotechnics]]></category>
		<category><![CDATA[normal-konsolidasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[PENURUNAN MUKA TANAH DI KOTA-KOTA BESAR PESISIR PANTAI UTARA JAWA (Studi Kasus : Kota Semarang) Full_paper_2010 Abstrak Kota-kota besar di pesisir pantai utara Jawa banyak berkembang di daerah muara aliran sungai. Secara genetik, di wilayah tersebut tersebar material endapan aluvial. Endapan-endapan hasil pelapukan dan erosi terbawa oleh air sungai yang mengendap di muara sungai. Karakteristik [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>PENURUNAN MUKA TANAH DI KOTA-KOTA BESAR PESISIR PANTAI UTARA JAWA</p>
<p>(Studi Kasus : Kota Semarang)</p>
<p><a href="http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/files/2011/03/5-Irvan-Sophian-41-60.pdf">Full_paper_2010</a></p>
<p><strong>Abstrak</strong></p>
<p>Kota-kota besar di pesisir pantai utara Jawa banyak berkembang di daerah muara aliran sungai. Secara genetik, di wilayah tersebut tersebar material endapan aluvial. Endapan-endapan hasil pelapukan dan erosi terbawa oleh air sungai yang mengendap di muara sungai. Karakteristik material penyusun wilayah sangat tergantung oleh batuan yang digerus oleh sungai tersebut.</p>
<p><span id="more-7"></span>Aluvium merupakan material yang banyak tersebar di daerah kota-kota besar pesisir pantai utara Jawa seperti di kota Jakarta, kota Semarang, dan kota Surabaya. Endapan aluvial ini merupakan endapan yang belum terlitifikasi sehingga masih dalam proses konsolidasi dan kompaksi.</p>
<p>Fenomena amblesan/ penurunan muka tanah (<em>land subsidence</em>) banyak terjadi di wilayah ini. Secara alami daerah tersebut mengalami penurunan muka tanah akibat dari sifat material endapan aluvial yang <em>loose. </em>Penyebab terjadinya penurunan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, salah satunya akibat beban tanah itu sendiri, sehingga terjadi penurunan secara alami.</p>
<p>Semarang, terutama bagian Semarang Utara (kota lama) tersebar endapan aluvial klastika halus yang belum sepenuhnya terkonsolidasi maupun terkompaksi. Pada beberapa tempat terjadi penurunan yang cukup besar, penurunan ini dapat diakibatkan oleh berbagai faktor salah satunya beban tanah itu sendiri (endapan aluvial) selain dari beban bangunan dan pengambilan air tanah.</p>
<p>Secara alami, konsolidasi yang terjadi di daerah ini masih termasuk normal konsolidasi. Faktor yang diperhitungkan dalam mengetahui penurunan yang terjadi adalah beban tanah itu sendiri pada setiap lapisan sehingga dapat diketahui penurunan tiap lapisan akibat beban <em>overburden</em>.</p>
<p>Dalam jangka waktu tertentu penurunan muka tanah masih akan terjadi di kota Semarang ini terutama bagian utara (kota lama) yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir<em></em> sehingga perlu dipikirkan penanggulangannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blogs.unpad.ac.id/irvansophian/?feed=rss2&#038;p=7</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
