BAB I

PENDAHULUAN

                       

  1. Latar Belakang

Pengembangan Teknologi Informasi kini kian pesat menjadikan kebutuhan akan Komputer dan perangkat teknologi lainnya yang berkaitan dengan Teknologi Informasi semakin menjadi kebutuhan tersendiri. Perangkat-perangkat teknologi yang berkembang saat ini tidak terlepas dari kebutuhan akan IP address. Dalam IP Address juga dikenal sebuah istilah subnetting yang bertujuan untuk membagi jaringan kedalam subnet – subnet sehingga memudahkan dalam pembagian network dan pengontrolan dari sebuah jaringan.

Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru.

Sebagai seorang mahasiswa Sistem Informasi, tentu saja konsep subnetting perlu untuk di ketahui. Oleh karena itu dalam tulisan ini akan dijelaskan konsep dasar subnetting dan perhitungan subnetting.

 

  1. Rumusan Masalah
  2. Apa pengertian subnetting ?
  3. Apa tujuan subnetting ?
  4. Apa fungsi subnetting ?
  5. Bagaimana proses subnetting ?
  6. Pengertian Subnet Mask ?
  7. Aturan- aturan dalam menentukan subnet mask ?
  8. Bagaimana perhitungan subnetting ?

 

  1. Tujuan
  2. Mengetahui pengertian subnetting.
  3. Mengetahui pengertian subnetting .
  4. Mengetahui konsep Subnetting.
  5. Mengetahui tujuan subnetting .
  6. Mengetahui fungsi subnetting ?
  7. Mengetahui proses subnetting ?
  8. Mengetahui Pengertian Subnet Mask ?
  9. Mengetahui Aturan- aturan dalam menentukan subnet mask ?
  10. Mengetahui Bagaimana perhitungan subnetting ?

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Subnetting

Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru. Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut.

Subnetting bertujuan untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address. Selain itu subnetting juga berfungsi untuk mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik. Subnetting juga dapat meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.

Jika seorang pemilik sebuah IP address memerlukan lebih dari satu network ID maka harus mengajukan permohonan ke Internic untuk mendapatkan IP address baru. Namun persediaan IP address pada saat ini angat terbatas. Untuk mengatasi kesulitan ini maka muncul suatu teknik untuk memperbanyak Network ID dari satu Network ID yang sudah ada. Teknik ini dinamakan subnetting, dimana sebagian Host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat Network ID tambahan.

 

  1. Konsep Subnetting

 

Subnetting adalah termasuk materi yang banyak keluar di ujian CCNA dengan berbagai variasi soal. Juga menjadi momok bagi student atau instruktur yang sedang menyelesaikan kurikulum CCNA 1 program CNAP (Cisco Networking Academy Program). Untuk menjelaskan tentang subnetting, saya biasanya menggunakan beberapa ilustrasi dan analogi yang sudah kita kenal di sekitar kita. Artikel ini sengaja saya tulis untuk rekan-rekan yang sedang belajar jaringan, yang mempersiapkan diri mengikuti ujian CCNA, dan yang sedang mengikuti pelatihan CCNA

Sebenarnya subnetting itu apa dan kenapa harus dilakukan? Pertanyaan ini bisa dijawab dengan analogi sebuah jalan. Jalan bernama Gatot Subroto terdiri dari beberapa rumah bernomor 01-08, dengan rumah nomor 08 adalah rumah Ketua RT yang memiliki tugas mengumumkan informasi apapun kepada seluruh rumah di wilayah Jl. Gatot Subroto.

Ketika rumah di wilayah itu makin banyak, tentu kemungkinan menimbulkan keruwetan dan kemacetan. Karena itulah kemudian diadakan pengaturan lagi, dibuat gang-gang, rumah yang masuk ke gang diberi nomor rumah baru, masing-masing gang ada Ketua RTnya sendiri-sendiri. Sehingga ini akan memecahkan kemacetan, efiesiensi dan optimalisasi transportasi, serta setiap gang memiliki previledge sendiri-sendiri dalam mengelola wilayahnya. Jadilah gambar wilayah baru seperti di bawah:

Konsep seperti inilah sebenarnya konsep subnetting itu. Disatu sisi ingin mempermudah pengelolaan, misalnya suatu kantor ingin membagi kerja menjadi 3 divisi dengan masing-masing divisi memiliki 15 komputer (host). Disisi lain juga untuk optimalisasi dan efisiensi kerja jaringan, karena jalur lalu lintas tidak terpusat di satu network besar, tapi terbagi ke beberapa ruas-ruas gang. Yang pertama analogi Jl Gatot Subroto dengan rumah disekitarnya dapat diterapkan untuk jaringan adalah seperti NETWORK ADDRESS (nama jalan) dan HOST ADDRESS (nomer rumah). Sedangkan Ketua RT diperankan oleh BROADCAST ADDRESS (192.168.1.255), yang bertugas mengirimkan message ke semua host yang ada di network tersebut.

Masih mengikuti analogi jalan diatas, kita terapkan ke subnetting jaringan adalah seperti gambar di bawah. Gang adalah SUBNET, masing-masing subnet memiliki HOST ADDRESS dan BROADCAST ADDRESS.

Terus apa itu SUBNET MASK? Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNET MASKnya. Jl Gatot Subroto tanpa gang yang saya tampilkan di awal bisa dipahami sebagai menggunakan SUBNET MASK DEFAULT, atau dengan kata lain bisa disebut juga bahwa Network tersebut tidak memiliki subnet (Jalan tanpa Gang). SUBNET MASK DEFAULT ini untuk masing-masing Class IP Address adalah sbb:

 

CLASSOKTET PERTAMASUBNET MAS DEFAULTPRIVATE ADDRESS

A 1-127 255.0.0.0 10.0.0.0-10.255.255.255
B 128-191 255.255.0.0 172.16.0.0-172.31.255.255
C 192-223 255.255.255.0 192.168.0.0-192.168.255.255

 

  1. Tujuan Subnetting

Tujuan dari subnetting adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengefisienkan pengalamatan (misal untuk jaringan yang hanya mempunyai 10 host, kalau kita menggunakan kelas C saja terdapat 254 – 10 =244 alamat yang tidak terpakai).
  2. Membagi satu kelas network atas sejumlah subnetwork dengan arti membagi suatu kelas jaringan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
  3. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak. Menempatkan suatu host, apakah berada dalam satu jaringan atau tidak.
  4. Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address.
  5. Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan daam suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network yang unik.
  6. Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu network.
  7. Mereduksi Trafik Jaringan yaitu mereduksi ukuran broadcast domain. Broadcast secara berkesinambungan dikirim ke semua host yang ada di jaringan dan sub jaringan. Saat trafik broadcast mulai mengasumsi begitu banyak bandwidth tersedia, maka administrator perlu mengambil langkah subnetting untuk meredukasi ukuran broadcast domain tersebut.
  8. Mengoptimasi Performansi Jaringan

Sebagai hasil dari reduksi jaringan, maka otomatis akan diperoleh performansi jaringan lebih baik.

 

  1. Fungsi Subnetting

Fungsi subnetting antara lain sbb:

  1. Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan (collision) atau macet.
  2. Teroptimasinya unjuk kerja jaringan.
  3. Pengelolaan yang disederhanakan.
  4. Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.

 

  1. Proses Subnetting

Untuk melakukan proses subnetting kita akan melakukan beberapa proses antara lain :

  1. Menentukan jumlah subnet yang dihasilkan oleh subnet mask.
  2. Menentukan jumlah host per subnet.
  3. Menentukan subnet yang valid.
  4. Menentukan alamat broadcast untuk tiap subnet.
  5. Menentukan host – host yang valid untuk tiap subnet.

 

  1. SubnetMask

Cara menentukan berapa banyak bit dalam network-portion dan berapa banyak host-portion yaitu dapat menggunakan subnet mask.

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32-bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID dan menunjukkan letak suatu host. Seperti halnya IP adrres, subnet mask juga merupakan 32  bit angka biner yang diekspresikan dalam bentuk dotted-decimal. Hanya saja, didalam bentuk subnet mask semua bit network-portion diwakili oleh 1 angka 1 sedangkan bit host-portion diwakili dengan angka 0. Subnetmask digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST.

 

Berdasarkan tabel di atas, nilai Subnet Mask yang digunakan untuk subnetting adalah 128, 192, 224, 240, 248, 252, 254, dan 255.

 

Tabel 2. Nilai-nilai subnet Mask yang mungkin untuk subnetting

 

Berikut ini adalah subnet mask yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting:

  1. Untuk kelas A subnet mask yang digunakan adalah :

255.128.0.0, 255.192.0.0, 255.224.0.0, 255.240.0.0, 255.248.0.0, 255.252.0.0, 255.254.0.0

  1. Untuk kelas B subnet mask yang digunakan adalah :

255.255.128.0, 255.255.192.0, 255.255.224.0, 255.255.240.0, 255.255.248.0, 255.255.252.0, 255.255.254.0, 255.255.255.0

  1. Untuk kelas C subnet mask yang digunakan adalah :

255.255.255.128, 255.255.255.192, 255.255.255.224, 255.255.255.240, 255.255.255.248, 255.255.255.252

Berapa jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan berapa yang termasuk host ID, bergantung pada kelas dari IP address yang dipakai. Untuk mempermudah pemakaian bergantung pada kebutuhan pemakai.

Agar jaringan dapat mengetahui kelas mana yang dipakai oleh suatu IP address, dipergunakan default subnet mask. Angka desimal 255 atau biner 11111111 dari default mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP address adalah network ID sedangkan angka desimal 0 atau 00000000 dari default subnet mask menandakan bahwa oktet yang bersangkutan dari IP Address adalah untuk Host ID.

 

  1. Aturan-aturan dalam Subnet Mask:
  2. Angka minimal untuk network ID adalah 8 bit. Dan oktet pertama dari subnet pasti 255.
  3. Angka maksimal untuk network ID adalah 30 bit. Kita harus menyisakan sedikitnya 2 bit untuk host ID, untuk mengizinkan paling tidak 2 host. Jika anda menggunakan seluruh 32 bit untuk network ID, maka tidak akan tersisa untuk host ID. Ya, pastilah nggak akan bisa. Menyisakan 1 bit juga tidak akan bisa. Hal itu disebabkan sebuah host ID yang semuanya berisi angka 1 digunakan untuk broadcast address dan semua 0 digunakan untuk mengacu kepada network itu sendiri. Jadi, jika anda menggunakan 31 bit untuk network ID dan menyisakan hanya 1 bit untuk host ID, (host ID 1 digunakan untuk broadcast address dan host ID 0 adalah network itu sendiri) maka tidak akan ada ruang untuk host sebenarnya. Makanya maximum network ID adalah 30 bit.
  4. Karena network ID selalu disusun oleh deretan angka-angka 1, hanya 9 nilai saja yang mungkin digunakan di tiap octet subnet mask (termasuk 0). Tabel berikut ini adalah kemungkinan nilai-nilai yang berasal dari 8 bit.
BINARY OCNET DECIMAL
00000000 0
10000000 128
11000000 192
11100000 224
11110000 240
11111000 248
11111100 252
11111110 254
11111111 255

 

  1. Penghitungan Subnetting

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah yaitu:

  1. Perhitungan Subnetting pada Class A

Analisa: 10.0.0.0 berartikelasA, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet= 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet= 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet= 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Perhitungan Subnetting pada Class B

Analisa: 172.16.0.0 berartikelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet= 2x, dimana x adalahbanyaknyabinari 1 pada 2 oktetterakhir. JadiJumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet= 2y – 2, dimana y adalahadalahkebalikandari x yaitubanyaknyabinari 0 pada 2 oktetterakhir. Jadijumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet= 256 – 192 = 64. Subnet berikutnyaadalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnyaadalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  1. Perhitungan Subnetting pada Class C

Analisa: 192.168.1.0 berartikelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Penghitungan:

  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelasA). Jadi Jumlah Subnet adalah 22= 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat Host- Broadcast.

Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24 artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.

 

  1. Contoh Kasus

Diketahui sebuah IP address adalah 192.168.1.2/28

Tentukan : a. Jumlah nilai subnet mask

  1. b. Jumlah host
  2. Jumlah subnet/network
  3. Scope ip addsress

Jawab

  1. Jumlah nilai Subnet Mask

28 = 8 + 8 + 8 + 4

255.255.255.xxx (kelas C)

128 + 64 + 32 +16+0+0+0+0 = 240

Subnet Mask >> 255.255.255.240

 

 

  1. Jumlah host

1 1 1 1 0 0 0 0 (n = 4)

(2n)-2 = (24) – 2 = 16 – 2 = 14 host

Jumlah Host = 14 host

  1. Jumlah Subnet / network

Rumus >> 24 = 16

  1. Scope IP Address

0, 16, 32, 48, 64, 80, 96, …240

  • Network 1

192.168.1.0/28

192.168.1.1 – 192.168.1.14

192.168.1.15 (broadcast)

  • Network 2

192.168.1.16/28

192.168.1.17 – 192.168.1.30

192.168.1.31 (broadcast)

  • Network 3

192.168.1.32/28

192.168.1.33 – 192.168.1.46

192.168.1.47 (broadcast)

  • Network 4

192.168.1.48/28

192.168.1.49 – 192.168.1.62

192.168.1.63 (broadcast)

Network 5

192.168.1.64/28

192.168.1.65 – 192.168.1.78

192.168.1.79 (broadcast)

BAB III

PENUTUP

 

  1. Kesimpulan
  2. Subnetting adalah teknik memecah suatu jaringan besar menjadi jaringan yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit Host ID pada subnet mask untuk dijadikan Network ID baru.

 

  1. Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

 

  1. Saran

Makalah yang saya susun mengenai perbandingan review ipv4, ipv6 dan subneting mungkin belumlah cukup tanpa penjelasan lebih lanjut dari Dosen pengajar Mata Kuliah Jaringan Komputer

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://blognovansyap.blogspot.co.id/2016/09/makalah-tentang-ip-address-dan.html

http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2013/01/Perhitungan-Tentang-Subnetting.pdf

https://kharisma-adzana.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-ip-address-dan-kelas-kelasnya.html

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *