Skip to content


Berhentilah Untuk Berharap

Pelupuk mata hanya mampu menghadirkan bayangan dengan sepandangan tatap yang picik. hingga seringkali membuat hati nurani berhenti berfikir dengan jujur. membikin otak kehilangan akal sehatnya. pingsan ditengah rumput liar yang bernama harapan. dan berakhir dalam lubuk derita akibat putus asa.

Kau tahu apa penyebabnya? ya, cintalah penyebabnya. sebongkah rasa yang tak jelas asal usulnya. siapa ayahnya dan siapa ibunya. siapa yang menanam benih dan memupuknya sehingga kini jadilah ia seonggok embrio dan tumbuh membesar menjadi mahluk hidup sempurna. kukatakan bahwa cinta adalah makhluk hidup. apa buktinya? buktinya adalah karena ia tumbuh, bergerak, bernafas, bahkan berkembang biak selayaknya ciri dari makhluk hidup lainnya.

Atas nama cinta kadang akal sehat jadi taruhan. orang selalu membenarkan apa yang mau ia lihat dan ia dengar. padahal belum tentu kenyataannya akan seperti apa yang ia khayalkan. kasihan sang  waktu, ia yang terus menerus terbuang, sampai sadar bahwa pada akhirnya apa yang dihabiskan hanya menghasilkan mimpi kosong, mimpi yang tak berbekas sama sekali. dan kalaupun ada bekas, bekas itu hanyalah bekas kesedihan, bekas yang tesimpan dalam raut wajah sang hati yang tak kunjung menerima keadaan.

Ah.. aku sering bertanya kenapa di dunia ini harus ada yang namanya cinta, walau aku sadar berkat jasa cinta pulalah aku bisa hadir di dunia ini, dunia yang kata para filusuf hanya sekedar numpang lewat. sudah jutaan korban dibuat karena cinta, kisah romeo dan juliet atau kisah laila majnun dan qais rasanya sudah cukup mewaliki derita itu. lalu apa lagi yang kita harapkan dari cinta, kalau ternyata cinta yang ada hanyalah cinta yang menyiksa, yang tak pasti, atau cinta yang fatamorgana dan berujung pada pengirisan konstelasi hati  ini.

Memang, aku tak menafikan cinta itu indah adanya. bukan hanya aku kurasa. orang lainpun akan begitu. akan tetapi yang aku sadari sekarang bahwa cinta yang menggantunglah yang menyiksa. maksudku cinta yang hanya berbaut kata-kata tanpa janji ikatan suci di depan orang banyak, atau di depan tuhan sekaalian. cinta yang banyak diumbar dengan kata-kata termasuk kata-kata di dalam hati sekalipun.

Jujur aku benci dengan itu sementara di sisi lain aku harus mengakui akupun telah melakukannya. persetanlah dengan itu, kini semuanya telah membatu, menghitam bersama keruhnya hati dan gelapnya semesta pasca ditinggalkan oleh matahari. aku terlanjur mencaci maka sebuah kalimat akhir disini aku menggenapinya dengan untaian kata hancurkanlah perasaanmu jika engkau tak mau hatimu sakit, karena kesakitan sejatinya hanya akan terobati dengan sebuah tindakan nyata, di kehidupan yang serius, bukan hanya dalam permainan kata, retorika, atau gombalan tak bermutu. karena cinta hanya sepantasnya diberikan pada orang yang sungguh-sungguh.

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.