Skip to content


Demokrasi

Saat membaca buku di bawah bendera revolusi karya bung karno, saya baru tersadarkan bahwa dulu, saat zaman bung karno masih berkuasa, titah perintah untuk berdemokrasi masih sangat kental. maklum, pada zaman itu demokrasi adalah hal yang bisa dibilang baru, meski sebenarnya demokrasi sudah ada sejak zaman filusuf yunani. demokrasi begitu diagungkan, karena di waktu yang bersamaan kelompok sosialis sedang kuat-kuatnya menancapkan pengaruh di seluruh dunia. maka demi mencegah dominasi dari kelompok sosialis, dengan dimotori oleh AS dan sekutunya didengungkanlah konsepsi tentang demokrasi.

Secara sederhana demokrasi bisa diartikan sebagai kekuasaan dari atau berada di tangan rakyat. akar katanya demos dan kratos yang masing-masing berarti rakyat dan kekuasaan. dalam perjalanannya di Indonesia, ternyata tidak semua kalangan pada waktu itu menyetujui konsep ini. seperti yang saya baca di buku DBR (di bawah bendera revolusi, red) pada saat pidato bung karno pada tahun 1960 beliau berkata bahwa ia sendiri menentang demokrasi liberal ( dan hanya demokrasi liberal, tidak dengan demokrasi yang lain).

Kata bung karno, konsepsi demokrasi liberal tidaklah sesuai dengan kepribadian bangsa ini. seperti yang kita tahu bahwa bangsa ini bukanlah bangsa yang bebas tapi bangsa ini adalah bangsa yang beretika ketimuran yang santun nan taat pada aturan. oleh karena itu, konsepsi ini sudah gugur dengan sendirinya. namun celakanya sebagai alternatif terhadap penolakan dari konsep demikrasi liberal, bung karno malah mencetuskan sebuah konsep baru, sebagai varian dari demokrasi yang katanya khas ke-Indonesia-an yaitu demokrasi terpimpin.

Demokrasi terpimpin dalam wikipedia diartikan sebagai sebuah demokrasi dengan peningkatan otokrasi yang memfokuskan pada penyempitan ruang pemilihan publik sehingga tidak merusak arah kebijakan secara umum yang telah ditetapkan sebelumnya. namun dalam hal ini banyak kalangan yang mengatakan bahwa sebenarnya ini merupakan bentuk lain dari otoritarianisme dengan selimut demokrasi. terlepas dari pendapat tersebut, saya pribadi meyakini bahwa konsep demokrasi terpimpin sudah lebih baik dibandingkan demokrasi sebelumnya. bahkan kalau boleh saya tambahkan, konsep demokrasi terpimpin masih lebih baik dibandingkan dengan demokrasi-demokrasi yang ada hingga saat ini.

Sebenarnya, demokrasi memiliki sebuah prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum konsep ini benar-benar akan diaplikasikan. Menurut Rustow, prasyarat yang harus terpenuhi itu adalah; 1) Kemakmuran ekonomi,  hal ini mutlak dimiliki karena dengan adanya kemakmuran ekonomi akan menyebabkan kondisi politik lebih stabil dan cenderung untuk mengurangi ketegangan konflik kepentingan; 2) Struktur sosial, yang dimaksudkan disini adalah struktur sosial yang tidak hanya didominasi oleh peran pemerintah saja. dalam artian bahwa masyarakat harus mampu menciptakan kondisi sosial yang kuat dihadapan pemerintah sehingga membatasi kekuasaan pemerintah dalam mengeksloitasi sarana-sarana demokrasi yang ada; 3) pengaruh dari luar, yaitu proses pengaruh dari dunia luar apakah mampu menggerakkan masyarakat untuk bergerak ke arah demokrasi atau tidak.

Namun menurut saya, prasyarat lain yang harus dimiliki oleh sebuah negara yang akan menggunakan konsepsi demokrasi adalah dengan memberikan edukasi tentang politik secara komprehensif sehingga pada akhirnya partisipasi politik dari masyarakat akan meningkat. lainnya, masyarakat juga sudah harus diberikan pendidikan yang memumpuni, dalam artian seluruh masyarakat hendaknya memiliki tingkat pendidikan yang tinggi agar partisipasi politik meningkat dan input dari rakyat dalam hal perwakilan (orang-orang yang akan duduk di dalam lembaga perwakilan) sudah mempunyai kompetensi kerja sesuai dengan yang seharusnya.

Terlepas dari banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi, konsep demokrasi pada dasarnya sedikit menafikan peran dan hukum tuhan. dalam demokrasi hukum tertinggi berada di rakyat (vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara tuhan). padahal yang kita tahu bahwa rakyat bukanlah tuhan. rakyat adalah sekumpulan manusia yang memiliki kepentingan sendiri-sendiri. dan tentu saja produk hukum yang dihasilkan juga memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. karena hakikatnya manusia tidak akan pernah lepas dari kepentingan pribadinya meskipun berseloroh bahwa itu adalah demi kepentingan umum. tidak ada nila yang benar-benar objektif dalam diri manusia.

Maka menurut hemat saya konsep demokrasi bisa dikatakan sudah usang. mengapa? karena demokrasi sudah tidak lagi mampu mengakomodir keberlangsungannya suatu negara. coba kita bayangkan setiap manusia memiliki kepentingan didalamnya. kemudian menghasilkan produk hukum, maka sudah pasti hukum-hukum yang ada tidak akan mampu menyelesaikan permasalahan. bahkan mungkin malah semakin menambah permasalahan. maka jelas hukum terbaik adalah hukum tuhan, karena tuhan tidak punya kepentingan. tapi pertanyaannya adalah hukum tuhan mana yang akan digunakan? bukankah hukum tuhan (yang berarti hukum agama) itu akan banyak menimbulkan multitafsir, karena jumlah agama yang banyak di muka bumi akan menghasilkan banyak definisi pula tentang tuhan? bukankah dalam satu agama akan ada satu tuhan? sementara hampir setiap manusia memiliki tuhannya masing-masing? mana yang akan kita pilih?

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.