Skip to content


Palestina, Lagi

Lagi. kejadian ini berulang lagi. israel kembali menyerang Gaza hingga menewaskan beberapa warga sipil.  sontak hal ini menyebabkan dunia mulai kembali mengutuk aksi biadab israel tersebut. kutukan menggema bersahut-sahutan diberbarengi dengan berbagai aksi solidaritas penggalangan bantuan bagi para korban serangan. dunia kembali mencekam.

namun sadarkah kita mengapa kejadian seperti ini selalu berulang? seolah-olah ini hanya drama televisi yang selalu tayang dengan episode yang berbeda tapi dengan isi yang sama. isi yang hanya menjadikan kita selalu berposisi sebagai penonton. kita yang menikmati sajian itu, dan kita juga mengutuk manakala kejadian buruk ditampilkan dalam drama tersebut.

saya tahu, dan saya tak boleh munafik, bahwa saya pun bagian dari penonton itu. namun ada hal lain yang sangat saya sesalkan. ditengah gentingnya suasana seperti ini, ternyata masih saja ada pihak yang saling serang opini satu sama lain, saling menjelekkan, saling mencemooh dan celakanya itu dilakukan oleh sesama muslim, yang padahal hakikatnya bahwa semua muslim adalah saudara.

contoh sederhana yang saya saksikan, ada seseorang di jejaring sosial yang mengatakan bahwa tidak ada kewajiban jihad ketika khilafah belum tegak, dan saya tahu pernyataan ini merupakan sindiran yang ditujukan kepada kawan-kawan hizbut tahrir yang memang konsen pada penegakan syariat islam dan khilafah. tapi hal ini sesungguhnya sudah disampaikan oleh hizbut tahrir sendiri, bahwa tidak perlu menunggu sampai khilafah tegak untuk melaksanakan kewajiban jihad. jihad dilakukan manakala kaum muslimin berada dalam kondisi yang terdesak. dan dengan ini, jihad wajib dilakukan walaupun kondisi sekarang kaum muslimin belum seluruhnya bersatu dalam satu negara.

contoh lainnya, ada statement yang menyatakan bahwa presiden mesir, Muhammad Mursi diharapkan untuk bersedia membuka pintu bantuan ke Gaza. ini memang bukan sebuah pernyataan “serangan”. namun bagi orang yang terlalu fanatik terhadap satu golongan tertentu, hal ini bisa memicu ketersinggungan bagi satu pihak. namun alhamdulillah, seperti yang saya baca dalam timeline twitter ustad felix siauw, presiden mursi sudah membuka pintu akses mesir-gaza.

sungguh, kalau mau kita sadari yang sebenarnya terjadi, bahwa yang menjadikan kasus sengketa wilayah dan pembantaian israel kepada warga palestina terus menerus berlangsung hingga sekarang adalah penghianatan yang dilakukan oleh kaum muslimin itu sendiri. mereka adalah negara-negara yang dekat dengan palestina (tak perlu saya sebut disini karena kita tahu siapa mereka). mereka yang mengaku saudara tapi mereka yang tega menjual saudara mereka sendiri, mereka yang membiarkan palestina di serang oleh israel. mereka yang diam-diam berkongsi dengan para kafir laknatullah. mereka yang menebar senyum pada musuh Allah. dan mereka yang cipika-cipiki mesra seakan tak merasakan apa yang dirasakan sesama muslim di palestina. mereka sesungguhnya BIADAB.

maka benarlah bahwa islam tidak akan hancur oleh musuh, tapi islam akan hancur karena diri mereka sendiri, tubuh mereka sendiri, saudara mereka sendiri, yang dengan pengkhianatannya, yang demi pengorbanannya untuk dunia melegalkan segala cara demi kebahagiaan semu, yang mereka kira itu abadi padahal hanya tipuan belaka. naudzubillah.

lantas, sebuah pertanyaan terlayang kembali pada kita, pertanyaannya adalah apa yang akan kita lakukan demi membela palestina? apa kontribusi yang sudah kita laksanakan demi saudara-saudara kita disana? pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya anda yang bisa menjawabnya. karena saya juga tak begitu yakin apakah saya sanggup menjawabnya.

 

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.