Skip to content


Curhat tentang menulis

Kemaren-kemaren saya banyak banget ngegunain waktu buat beli sama baca buku. tapi entah kenapa hal itu malah bikin saya jadi ga punya banyak waktu apalagi kemauan buat menulis. lama banget hampir satu bulan saya kaya gini. apa emang kalo banyaknya bacaan bikin kita malah males untuk nulis? ya bisa jadi ini mungkin ada benernya.

Dulu saya sempet baca buku digital (PDF) tentang gen. judulnya Tuhan  dalam gen kita, cuma saya lupa siapa pengarangnya. nah di buku itu ditulis bahwa kalo seorang saintis yang lama bergelut di suatu bidang ga menjamin dia bakal sukses menciptakan teori atau menemukan sesuatu yang baru. akan tetapi menurut si penulis buku tersebut, terkadang yang malah menemukan teori yang baru bahkan teori yang bisa dibilang spektakuler justru ditemukan oleh orang-orang yang biasa saja.

Jadi pertanyaannya, kenapa itu bisa terjadi? masih dalam buku tersebut, sang penulis yang ternyata juga seorang profesor di bidang biologi dengan fokus studi tentang genetik mengatakan bahwa seseorang yang sudah lama menggeluti suatu bidang, cenderung untuk ahli dan mengetahui berbagai seluk beluk tentang apa yang ia pelajari tersebut. namun di sisi lain hal ini membuat seorang yang ahli itu merasa malas untuk melakukan penelitiannya. alasannya karena terlalu mengenali objek yang ditelitinya.

Hal ini akan menjadi berbeda manakala dihadapkan pada orang yang kurang ahli di bidang tersebut. karena merasa kurang ahli, orang ini biasanya memiliki kemauan dan keinginan yang keras untuk menghasilkan sebuah penemuan baru. dan karena banyak ketidaktahuannya justru menjadikan ia lebih berusaha mencari ketimbang orang yang sudah ahli tersebut.

Kembali ke persoalan menulis yang saya ungkapkan di awal. bisa jadi bahwa karena saking banyak hal yang kita tahu malah menyebabkan kita malas untuk melakukan (menulis, red). bahkan  di dunia enterpreuner hal ini memang sudah sangat mahfum adanya bahwa orang yang banyak mengetahui informasi tentang suatu bisnis biasanya gagal melakukan karena berbagai pertimbangan yang sebenarnya terlalu berlebihan. misalnya terlalu takut akan persaingan,takut break even pointnya lama hingga takut kalau bisnisnya akan ditipu orang.

Begitupun dengan menulis. dalam menulis sering terjadi kegagalan karena biasanya merasa bingung memikirkan apa yang hendak ditulis hingga pada akhirnya tak satupun yang tadi dipikirkan itu jadi ditulis. lantas apa solusinya? mudah saja ketika kita mengalami kebimbangan untuk menulis, langkah yang harus ditanamkan adalah pemahaman bahwa menulis itu hakikatnya adalah pekerjaan otak kanan. tau apa ciri pekerjaaan yang dilakukan oleh otak kanan? ya, langsung mengerjakan. spontan tanpa perlu banyak berfikir. tulis apa saja yang ingin ditulis, tidak usah memperdulikan nanti jadinya seperti apa. bahkan saat menulis “curhatan” inipun saya melakukannya dengan cara tersebut. mulai menulis dengan tidak banyak berfikir, dan membiarkan imaginasi saya yang mengarahkan tulisan ini.

Sekian dulu ya curhatan saya kali ini. mohon maaf apabila saya ada salah kata. oh ya,  saya juga memohon doa dari para pembaca sekalian yang tentunya juga sangat budiman untuk senantiasa mendoakan saya agar segera mendapatkan jodoh, eh salah,, maksudnya senantiasa diberi kekuatan oleh Allah untuk bisa istiqomah kembali menulis di blog ini. 🙂  wassalam.

 

 

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.