Skip to content


Curug Cimahi

Yak. akhirnya saya kembali menulis lagi di sini. belakangan rutinitas makin padat, jadi lebih punya banyak waktu yang dihabiskan buat berpikir tapi justru malah mengurangi waktu buat nulis. kebetulan kemarin ada waktu kosong jadi saya coba manfaatin aja buat jalan-jalan. lumayanlah bisa nambah pengalaman sekaligus cari hiburan .

Nah untuk perjalanan saya kali ini, saya memilih berkeliling kota Bandung. seperti biasa saya nggak sendiri tapi ditemani adik saya yang kebetulan juga lagi males kuliah. katanya sih bolos mata kuliah filsafat. entah karena emang bosen sama filsafat atau emang ga ngerti filsafat itu apa jadilah adik saya ini ikut. ya, kami memutuskan buat cabut dari rutinitas suasana yang mulai sumpek ini.

Awalnya tujuan kami adalah kerumah seorang kawan saya di daerah elang. tapi entah kenapa juga setelah muter-muter nyari jalan kami nggak sampe-sampe ke tujuan. walhasil kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah utara kota Bandung. disana kami menyempatkan diri untuk singgah di kawasan geger kalong buat soljum. itu tuh, tempat yang terkenal dengan ustad yang akrab dipanggil aa. yap, tiada lain dan tiada bukan aa gym namanya. tapi berhubung disana penuh maka kami mutusin buat soljum di tempat yang lain. masih deket-deket situ juga sih.

Abis beres solat, kami lanjutin perjalan ke arah lembang. tapi pas di pertigaan yang deket jalan sersan bajuri, kami mutusin buat belok ke arah situ dan naik ke atas sampai ke arah parompong. seperti biasa motor yang kami naiki mulai “ngeden”. maklumlah bobot badan kami jika dijumlahkan bisa sampai menyamai 4 buah karung beras yang isinya 40 kg perkarung. nah makanya dah itu motor mulai ngeraung-raung. mungkin kalo dia bisa ngomong bakalan teriak-teriak minta pulang. tapi berhubung itu cuma khayalan saya aja, maka kejadian kaya gitu ga terjadi dalam dunia yang sebenarnya.

Jalan yang kami lewatin murni hampir semuanya jalan menanjak. cuma sesekali ada turunan, tapi itu juga langsung dibalas lagi dengan tanjakan baru. udara dingin mulai menyapa kami. saya yang kemarin ga pake jaket sampe ngerasa merinding sendiri sama dinginnya udara disana. udara sejuk terus ditambah pepohonan yang berwarna-warni di kiri dan kanan jalan bikin suasana hati lebih segar.

Setelah nanjak akhirnya kami sampai juga di atas. perjalanan di teruskan hingga ke arah cimahi. tadinya kami mau lanjut ke cimahi kota lewat jalan ini. tapi beberapa detik kemudian saya teringat bahwa di sekitar sini ada objek wisata yang bagus. namanya curug cimahi. dulu waktu pulang dari KKN di subang. saya sama beberapa teman KKN dan beberapa temen dari fakultas ekonomi main kesini.

Yang unik, kalo kebanyakan curug itu kita musti naik ke atas buat ngaliat aliran air yang jatuhnya alias curugnya. tapi kalo disini beda. justru kita harus turun dulu buat liat curugnya baru naik ke atas pas pulangnya. itu yang jadi poin plus buat tempat ini.

Beres parkir kami lanjut beli tiket di loket. harga tiketnya Rp 10.000 per orang. nah ini yang seru. kalo kita hendak ke arah curugnya kita diharuskan buat menuruni tangga. jumlah anak tangganya sendiri saya kurang tau pasti. tapi kalo kata seorang temen sih sekitar 400 anak tangga. di perjalanan menuruni tangga saya ketemu beberapa orang yang baru saja dari sana dan sedang naik tangga untuk kembali ke tempat parkir. rata-rata wajah orang yang saya temui itu merah menyala. mungkin karena emang pas naik membutuhkan energi yang besar banget. ga jarang satu dua orang keliatan ngos-ngosan, bahkan ada yang bilang ke saya “turunnya gampang, tapi naiknya susah lho mas”. saya hanya tertegun dalam hati.

nih dibawah saya kasih gambar-gambarnya

Airnya jernih, tapi sedikit tidak terlalu deras seperti pas saya pertama kali kesini. kata ibu-ibu yang dagang disini memang volume airnya sedang sedikit, makanya jadi kelihatan tidak terlalu deras alirannya. sambil menahan lelah perjalanan, kami memesan mie dan teh panas. wuah, lumayan mengenyangkan juga ternyata. meski saya harus jujur sempat terbesit keinginan untuk nambah seporsi lagi.hehe

Setelah beres main-main di curug, kamipun memutuskan buat pulang ke kosan. diperjalanan kami istirahat solat sekaligus isi bensin di POM yang dekat kampus UPI.  wah ternyata saya lupa, hari ini kan masih hari kerja. dan benar saja perjalanan kami selanjutnya berhasil dihadang oleh macet, apalagi di sekitaran wilayah buah batu. tapi ini bukan masalah, anggap saja ini juga merupakan proses mencari pengalaman. sekian.

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.