Skip to content


Tandem Intelektual

Wah udah lumayan lama nih saya ga nulis lagi. kali ini saya mau coba nulis apa yang pernah disampaikan dalam serial tv The Big Bang Theory. ada yang pernah nonton acara ini? ya bagi yang udah pernah mungkin akan tau tokoh utama dalam serial ini. sheldon cooper namanya. dalam serial itu dikisahkan bahwa sheldon adalah seseorang yang jenius, punya IQ 183. nah tapi sekarang saya ga bahas bagaimana personal dari sheldon itu sendiri. yang saya bahas adalah tentang ketertarikan intelektual sheldon dengan seorang tokoh TBBT (The Big Bang Theory) dalam season 4 yaitu Amy farrah fowler. di ceritain dalam scene itu bahwa Sheldon menyukai Amy hanya sebatas pada ketertarikan hubungan intelektual. saya sendiri mengartikan hubungan itu sebagai hubungan antara dua orang yang memiliki ketertarikan yang sama dan bisa menggali informasi antara satu dan lainnya. fokus utama dari hubungan mereka adalah intelektual meski saya juga sedikit yakin bahwa sheldon juga sebenarnya punya ketertarikan emosional.

Jujur saya sendiri juga pernah punya ketertarikan itu terhadap seseorang. Ia yang secara pengetahuan saya anggap sama atau di atas saya membuat saya tertarik untuk lebih dalam mengenalnya. akan tetapi saya sendiri kadang tidak yakin apakah pada akhirnya  perasaan saya ini memang berpangkal pada hubungan intelektual atau sudah berdasar pada hubungan emosional. namun sedikit saya yakin bahwa ternyata kedua hal itu bisa saja berhubungan. saya yang mungkin mulanya mengenal ini sebagai hubungan intelektual pada akhirnya beralih pada hubungan emosional. namun entahlah, sejauh ini saya belum mengerti tentang bias hubungan ini.

Ada lagi yang mengganjal hati saya, seseorang itu bilang bahwa ia mencari seseorang yang memiliki tipe yang berbeda dari dirinya. dari pernyataan ini saya bisa ambil hipotesis bahwa saya tidak termasuk kriteria yang diharapkan mengingat saya memiliki keterkaitan intelektual yang (mungkin) juga sama. berarti secara intelektual “kode” yang kami miliki sama akan tetapi kode emosional kami akan jadi berbeda. tapi lucunya kadang kode emosional dari pasangan normalnya akan berjalan dengan kondisi yang sama. sebagaimana dalam alquran juga disebutkan bahwa pasangan itu akan menyamai dari pasangannya. berarti kondisi ini jika diasumsikan terjadi karena diferensiasi pribadi padahal umumnya saya melihat diferensiasi terjadi karena memang sudah ditetapkan seperti itu.

Namun saya akui saya masih kurang memahami akan esensi makna pemikiran seperti ini. sepertinya ranah psikologi akan lebih mampu menghadirkan jawaban yang memuaskan dari pertanyaan ini. begitu juga dengan filsafat yang mungkin mampu memunculkan jawaban yang bijaksana akan pemikiran yang (menurut saya) tidak lazim ini.

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.