Skip to content


Bersyukur

Dalam hidup akan banyak sekali rangkaian masalah yang datang menerpa diri kita. ini wajar, karena kita manusia, dan teman dari kehidupan manusia itu sendiri adalah masalah. sering kali kita juga bertanya, mengapa  setiap permintaan yang kita ajukkan kepada Tuhan tidak selalu dikabulkan. padahal Tuhan itu maha pengabul dan mustahil untuk Tuhan berbohong dengan tidak mengabulkan setiap permintaan kita. selalu saja pertanyaan itu menghampiri diri kita manakala permohonan kita belum juga dikabulkan.

Namun pernahkah kita sedikit berfikir bahwa apa yang diberikan Tuhan adalah yang terbaik bagi kita. pernahkah kita berfikir akan begitu banyaknya jumlah pemberian yang telah Tuhan beri kepada kita seperti bernafas, melihat, mendengar, merasakan yang itu semua tak ternilai harganya dan mengapa kita tidak pernah protes kepada Nya atas segala anugrah yang telah diberi, yang bahkan tidak pernah kita minta sebelumnya, tetapi mengapa juga kita selalu protes akan permintaan yang belum dikabulkan olehNya. apakah kita adil kepadaNya? lalu apakah kita tidak berterima kasih kepada Tuhan atas otoritasnya dengan tidak menyegerakan siksaan atas segala dosa yang telah kita perbuat?

Sebagai manusia biasa sayapun mengakui bahwa akan sangat sulit sekali berfikir jernih ketika masalah datang menghampiri. namun mengutip nasehat teman saya beberapa hari yang lalu bahwa hidup itu harus penuh dengan keikhlasan. kita harus ikhlas menerima hidup yang memang tidak (akan) pernah sempurna. karena hanya pecundanglah yang menginginkan hidup yang sempurna. pecundang menginginkan hidup yang sempurna atas kegagalan dirinya menerima kelemahan diri yang tidak sempurna. dan cara untuk ikhlas menerima hidup adalah dengan selalu bersyukur atas keadaan yang kita miliki sekarang. bersyukur karena kita masih bisa makan sehari 3 kali, sementara diluar sana banyak orang yang hanya bisa makan sekali dalam tiga hari. bersyukur kita masih bisa bergerak kesana kemari, berjalan-jalan menghirup udara, sementara diluar sana banyak orang yang kakinya diamputasi atau bahkan tidak memiliki kaki sejak lahir. bersyukur kita mampu berfikir dan bisa menikmati indahnya menuntut ilmu di perguruan tinggi, sementara itu ditempat nun jauh disana ada seorang anak yang mempertaruhkan hidupnya untuk menuntut ilmu dengan menyebrangi jurang, melintasi curamnya jalan atau bahkan melewati jembatan reot dengan air sungai deras dibawahnya. bersyukur, bersyukur dan bersyukur, itulah kata kuncinya.

Maka berhentilah untuk mencari hidup yang sempurna, karena hidup memang tidak (akan) pernah sempurna. selalu bersyukur, bermimpi dan bekerja keras. orang yang hanya punya mimpi, sebesar apapun mimpinya tanpa pernah sedikitpun bekerja keras, maka ia adalah seorang pembual sejati bagi dirinya. dan orang yang hanya bekerja keras tanpa punya mimpi, maka ia adalah seorang pembohong besar bagi dunia.

Bangkitlah kawan, harapan itu (selalu) masih ada.

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.