Skip to content


The Show Must Go On

Belakangan ini saya selalu kepikiran tentang apa yang idealnya bakal saya lakukan setelah saya lulus dari kuliah. sebagian dari kawan sudah banyak yang berceloteh tentang harapan yang akan mereka gapai. ada yang mau membuka usaha, ada yang mau jadi pegawai negeri dan banyak juga yang mau lanjutin kuliah ke S2. semua sudah menentukan target langkah kehidupan selanjutnya. akan tetapi saya jadi berfikir (tepatnya bengong) mengapa waktu itu jadi cepat berlalu? seolah waktu itu berhembus seperti angin. tak terasa sudah banyak kawan yang akan menyusun penelitiannya. belum lagi kakak-kakak yang dikampus perlahan sudah jarang dilihat lagi dan berganti wajah-wajah muda nan asing. padahal rasanya baru beberapa bulan yang lalu saya menjadi mahasiswa baru. waktu seakan menghukum kita dengan tak sempat memahaminya.

Saya sendiri sebenarnya sudah mempunyai beberapa planning untuk ke depan. tapi entah mengapa yang selalu jadi fikiran saya adalah saya masih sangat ingin menikmati suasana perkuliahan. ya walau kadang suka bosen juga pas lagi kuliah di kelasnya, tapi saya harus akui bahwa menjadi mahasiswa itu adalah sebuah kenikmatan tersendiri. kita bisa belajar dengan sesukanya, bisa pergi ke tempat-tempat yang menarik sesukanya, bisa pulang malam tanpa harus ada yang khawatir dan menunggu kita , juga melakukan hal-hal konyol bersama teman-teman, baik di kampus ataupun di kosan. semuanya begitu indah. kenangan yang tidak akan pernah bisa dibeli dengan apapun. kebahagiaan yang tak ternilai dengan balasan harga berapapun.

Namun waktu tetap saja bergulir, melintasi hari-hari yang telah kita lalui.  ia tidak peduli seberapa dalamnya kita memaknainya, yang jelas ia tetap saja melintasi kita. waktu juga tidak peduli berapa nilai yang sudah kita ambil dari kehidupan ini, yang pasti kita kadang hanya bisa menyesalinya dikemudian hari. terkesan kejam, tapi itulah faktanya.

Setelah jauh merenungi saya ambil kesimpulan bahwa sudah saatnya kita tidak mengatakan terlambat untuk hal yang belum pernah kita lakukan dan bukan juga untuk menyesali apa yang telah kita lakukan. anggap saja semuanya adalah proses kehidupan. toh rangkaian kejadian itu pulalah yang menjadikan kita seperti sekarang ini. maka jangan pernah sesali apa yang telah kita perbuat, karena yang penting adalah seberapa hebat tekad kita untuk meraih mimpi dimasa depan tanpa terpengaruh kegagalan yang pernah kita alami. bersama kita manfaatkan sisa waktu yang ada.

Maka jalan yang harus ditempuh adalah mempersiapkan kehidupan dengan berbagai aksi yang akan kita lakukan di masa mendatang. Show must go on. jangan jadikan sedih kita di masa lalu menghambat diri kita untuk mendapatkan kebahagiaan di masa mendatang. sesuatu yang tidak pasti untuk diraih bisa saja kita lupakan serta kita ganti dengan yang menurut kita itu pasti dan lebih baik. tapi jangan sampai kita berhenti dalam berjuang. karena berhenti berjuang akan sama saja dengan menyerah. dan menyerah itu adalah salah satu ciri dari seorang pecundang. Relakah kita disebut sebagai seorang pecundang? tidak tentunya.

“Janganlah engkau mencintai apa yang tidak engkau miliki, tapi cintailah

apa yang engkau miliki.” (Sayyid Qutbh)

Posted in Article.

Tagged with , , , .


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. irwanto musa says

    cerita mu sangat indah sekali sesuai dengan kondisi saya saat ini. makasi bro uda buat saya senyum!
    lau ada cerita menarik, jangan lupa di share ye ke e-mail sy. maksh seblumnya.:)

    • irwanto musa says

      oh ya, sy lupa…………
      ralat…….seharusnya kata ‘indah’ di ganti dengan ‘menarik’
      boleh ga copy ceritamu???

      • ibnunashr says

        waduh.. jadi tersanjung saya..hehe.. boleh aja bro asalkan ditulis aja nama dan sumbernya.. 🙂



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.