Skip to content


Terima Kasih Senja

degup sore menata fikir

berhembus buayan hari biru

gemerlap jalan menuai badai

menghempas kerikil tanah tautan

 

senyum redam menghias wajah

lelah kemuraman tampak di sebelah

susah nian mencari titian

menapaki duri memecah sunyi

 

diam merdu penuh goyah

lainan tawa meraih asa

kian heran menatap dusta

semerbak wangi para durjana

 

wanita sana terbang angkasa

para pemuja hinggap di jendela

merebahkan daya tanpa upaya

seraya merasa bahwa tak berguna

 

ada makna derita bahagia

meski lapuk dengan usia mudanya

lari dari anggapan fatamorgana

mengurut belas dengan tangan terbuka

terima kasih senja

Posted in Eksitasi Makna, Puisi.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.