Skip to content


Ekspresi Siang Hari

“Ada tujuh miliar penduduk bumi saat ini. jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada satu miliar lebih cerita cinta. akan ada setidaknya 5 kali dalam setiap detik, 300 kali dalam semenit, 18.000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta sehari-semalam, seorang entah di belahan dunia mana, berbinar, harap-harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya.” (TERE LIYE, dalam Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah)

Cinta adalah fitrah manusia. bahkan manusia sendiri lahir karena buah dari cinta. maka jangan heran kalau manusia seringkali mengagungkan cinta. cinta adalah anugrah dari Dia Yang Maha Cinta. cinta adalah komoditas. Ia ada dimana-mana dan kadang bisa diperjualbelikan. cinta adalah imajinasi. mengharap cemas sambil berfantasi. menanti sesuatu berhari-hari untuk hal yang kadang tidak pasti. karena cintalah yang menggerakkannya. cinta yang membuat si pendiam menjadi periang. si pendusta menjadi seorang yang hanif. si pemurung menjadi periang, dan  si bodoh terlihat jenius.

Energi cinta sangatlah luar biasa. mengalahkan rasa kantuk, rasa lelah dan mengalahkan ego. begitu dahsyatnya ia hingga sampai-sampai ada orang yang loncat dari jembatan atau terjun ke jurang saat ianya tak tergapai. ah cinta… kompleksitasnya begitu tinggi. menerpa sanubari yang sedang kosong hati. menabur benih kesenangan dengan taruhan kesedihan. tak ikhlas kalau ia pergi begitu saja setelah sekian lama menanti dalam ketidakabadian.

“cinta..cinta..cinta.. dari dulu beginilah cinta, deritanya tiada akhir” kata Pat Kai.

 

Posted in Eksitasi Makna.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.