Skip to content


Yang terpenting adalah Pendidikan

Tadi siang gw baru aja menghadiri sebuah seminar tentang ketenagakerjaan. jujur aja awalnya gw kurang begitu interest dengan hal yang beginian. karena yang ada difikiran gw masalah ini tuh udah lama banget ada dan dari dulu ga pernah ada solusi yang bener-bener nyata buat nyelesein hal krusial tersebut.

Pemateri ganti-gantian nyampein makalahnya. mereka sampein apa yang menjadi kegundahan mereka. mereka presentasikan data dengan ekspresi meyakinkan. tapi entah yang mana yang benar dan bakal jadi solusi buat perubahan negara ini. tapi hal yang patut gw apresiasikan dalam acara tersebut adalah acaranya yang dikemas bagus sama panitia. trus udah gitu juga ada acara prasmanannya pula. ya, jadi nilai tambah buat seminar kali ini. panitianya juga bagus dan kerjanya rapih. ga ada yang repot sana-sini. pokoknya baguslah.

Nah yang gw permasalahkan adalah tentang solusi yang disampaikan kadangkala hanya merupakan batang atau ujung dari inti permasalahannya, jadi bukan core atau dasar dari masalah itu sendiri yang dicarikan solusinya. misalnya tadi pembicaranya bilang  bahwa solusi mengatasi ketenagakerjaan terutama mengenai TKI dan TKW adalah dengan mengadakan MoU dengan negara tujuan serta membuat badan pengawas ketenagakerjaan yang bekerja di negara tujuan dari para TKI dan TKW tersebut. aslinya itu memang solusi yang bener dan jitu. tapi bukankah itu malah menambah anggaran negara karena kan tujuan para pekerja indonesia bukan satu dua negara aja tapi bisa sampai puluhan negara, makanya gw bilang itu ga akan efektif karena setiap negara kita harus datangi untuk melakukan negosiasi dalam penetapan MoU dan itu tuh memakan biaya yang besar.

Ada solusi dari seorang pembicara untuk meniru India dengan membuat kementerian yang khusus mengurusi tenaga kerja luar negeri.  tapi hal itu secara ga langsung mensugestikan bangsa indonesia untuk terus menjadi pekerja bagi negara asing, bukannya membangun negara dengan mengembangkan sumberdaya alam yang melimpah di negeri ini. dengan adanya kementerian khusus itu menunjukan bahwa kita masih bermental pekerja bukan mental penguasa atau mental enterpreneurship (bisnis).

Menurut pendapat gw, core atau inti dari masalah yang ada di negeri kita adalah masalah pendidikan dengan  sistemnya yang harus diperbaiki tentunya. karena dengan pendidkan kita bisa mengatur sumber daya manusia dengan baik dan otomatis akan berpengaruh terhadap ketenagakerjaan.  gw sangat setuju dengan ibu pembicara yang tadi bahwa sistem pendidikanlah yang harus dioptimalkan dengan maksimal. misalnya proporsi antara teori dan praktek yang harus ditegaskan dan diperjelas bagiannya. juga sistem wajib belajar yang harus naik dari 9 tahun menjadi 12 tahun bahkan kalo bisa sampai jenjang kuliah diwajibkan bahkan digratiskan. percuma anggaran besar tapi tidak maksimal. percuma juga penerimaan negara besar tapi malah dipakai habis untuk belanja negara bukan untuk pengembangan negara diberbagai sektor. kadangkala pembangunan disektor apapun tidak akan pernah maksimal selama pembangunan kualitas sumber daya manusianya tidak memumpuni. dan pendidikanlah jalan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang memumpuni. kita bisa berkaca kepada malaysia ( jangan cuma mengutuk, tapi kita harus sadar siapa kita dan bagaimana posisi kita saat ini) yang membangun negara dengan lebih dahulu membangun sumber daya manusianya dengan pendidikan. juga jepang yang bangkit dari keterpurukan dengan membangun manusianya dengan memaksimalkan SDM guru. dan kita pun bisa bangkit dari keterpurukan selama pendidikan menjadi titik tolak dalam perbaikan negeri ini.

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.