Skip to content


Kata-kata mutiara dalam buku “Jalan cinta para pejuang”

“Jika kita mnghijrahkan cinta; dari kata benda menjadi kata kerja maka tersusunlah sebuah kalimat peradaban dalam paragraf sejarah, jika kita menghijrahkan cinta; dari jatuh cinta menuju membangun cinta maka cinta akan menjadi sebuah istana, tinggi menggapai surga”

 

Satu kata cinta Bilal : ” Ahad”… Dua kata Sang Nabi : “selimuti aku..!” … Tiga kata cinta Ummu Sulaim: “Islammu, itulah maharku!” … Empat kata cinta abu bakr: “Ya Rosulullah, saya percaya…” …. Lima kata cinta Umar: ” Ya Rosululllah, ijinkan kupenggal lehernya !”

 

“Cinta berjalan di hadapan kita dengan mengenakan gaun kelembutan, tetapi sebagian kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan,dan sebagian yang lain mengikutinya untuk melakukan kejahatan atas nama cinta” (Kahlil Gibran)

 

“Aku tidak tertarik siapa dirimu, atau bagaimana kau tiba disini. Aku ingin tahu apakah kau mau berdiri di tengah api bersamaku dan tak mundur teratur. Aku tidak tertarik di mana atau dengan siapa kau belajar. Aku ingin tahu apakah yang menjagamu dari dalam, saat segala hal berjatuhan. Aku ingin tahu apakah kau bisa sendirian bersama dirimu, dan apakah kau benar-benar menyukai temanmu di saat-saat hampa” (Jean Houston, A Passion for The Possible)

 

“Seringkali, yang paling mencintai kita Tak menjadi yang paling kita cintai… Dan mungkin pernah, yang paling kita cintai Membuat hati kita bagai dirajam duri”

 

milik nggendong lali.. rasa memiliki membawa kelalaian” (peribahasa jawa)

 

“Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdirNya, sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: MENCINTAI” ( Ust M.ANIS MATA)

 

“Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukan cinta padaNya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selama memberi yang bisa kita berikan, selama membahagiakan orang-orang yang kita cintai” ( Ust M.ANIS MATA)

 

“Jika cinta adalah matematika, maka yang mencintai kita akan mengalikan kebahagiaan sampai tak hingga,membagi kesedihan hingga tak berarti, menambah keyakinan hingga utuh, mengurang keraguan hingga habis”

 

 

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.