Skip to content


S.R.I apa C.I.N.T.A ya?

S.R.I

Entah bagaimana dan seperti apa, kondisi politik negara ini makin carut marut saja. politisi yang ada seolah hanya hadir untuk menjadi pedagang. ya, pedagang,lebih tepatnya pedagang sapi, istilah yang sering dibunyikan di ranah politik. mereka bermunculan setiap musimnya (pemilu maksudnya) dengan bergonti-ganti tunggangannya (nah kalo yang ini partai politik maksudnya). mereka umumnya banyak mendirikan partai politik baru (tanpa ideologi yang jelas karena bagi mereka yang jelas itu adalah UANG) dengan berbagai semboyan idealis namun menyesatkan rakyat. jadi ingat  acara semalam, Proactive-provocative di Metro TV. acara itu begitu tajam dalam mengkritisi kondisi politik negeri yang katanya sih gemah ripah loh jinawi ini. bahkan saking tajamnya, salah seorang pembawa acara mereka sampai bilang ” minggu depan kita masih bisa tampil di sini (Metro TV) gak ya? ”  wah saya langsung senyum-senyum sendiri tuh mendengarnya. dalam acara itu para pembawa acaranya juga terhitung “sadis”. mereka bahkan mengkritisi.. ehm..  ormas eh partai deh.. Partai Nasdem kalo ga salah. itu tuh partai yang dipimpin sama si empunya metro TV pak Surya paloh, yang dulu bilang kalo nasdem itu cuma ormas dan ga akan jadi partai. eh tapi kenyataannya malah berbalik  sekarang. nasdem akhirnya jadi partai. kontan aja anak-anak Proactive-provocative jadi semangat buat bikin ini jadi lelucon mereka di TV. ah tapi saya sedih juga, kasian pak Surya paloh sudah memberikan dana buat terselanggaranya Proactive-provocative, eh merekanya malah “membalas budi” dengan seperti itu. eh tapi biarin deh, itumah urusan mereka.

By the way, di acara itu juga ga cuma masdem loh yang di kritik habis-habisan. ada salah satu partai yang namanya kaya nama orang jawa. apa tu ya namanya.. lupa lupa pengen inget deh namanya. ayu, dewi, apa jupe ya? tapi kayanya yang terakhir itu bukan nama jawa deh. hehe.. oh iya baru inget, namanya S.R.I (Serikat Rakyat Independen). partai ini konon katanya terobsesi sama ibu Sri mulyani, mantan menteri keuangan dan ingin menjadikan ibu Sri sebagai bakal calon presiden untuk pemilu 2014 nanti. wah sebuah tujuan yang mulia sekali. tapi apa tanggapan anak-anak Proactive-provocative? Ya betul, mereka lagi-lagi mengkritisi partai baru ini. katanya partai ini sarat dengan muatan neolib-nya dan kalo boleh saya menanggapi, kurang lebih ini hanya sebagai partai “penggembira” pemilu saja. dulu-dulu juga sudah banyak partai bermunculan tiap pemilu. dan hasilnya? ya tau sendirilah.. ga ada yang bertahan lama. yang bertahan lama itu UANG. ohya lupa, satu lagi.. yang bertahan itu yang punya sokongan dana besar,yang punya kekuasaan, dan yang punya “Ideologi” yang kuat. apa itu “Ideologi” yang kuat? ya apalagi selain UANG. hehe..

Andaikan saya punya uang banyak, saya juga mau buat partai ah. nanti saya ngegandeng grup band d’bagindas dengan nama partai C.I.N.T.A. Cinta = Cukup IndoNesia Tidakada yang lAin. hehe…kalo semboyan partainya saya kasih nama yang mirip yaitu,CINTAH alias CINta rupiAH. hehe…

Ngomong-ngomong, gimana kelanjutan acara Proactive-provocative ya? kita liat aja deh pekan depan. kalo ada ya syukur alhamdulillah, kalo ga ada siaran ya mungkin tim Proactive-provocative lagi mencari stasiun TV lain yang bisa menampung mereka. 🙂

Wuih udah pagi ternyata. matahari juga mulai menampakan dirinya.dan saya juga mulai mengantuk. saya sudahi dulu deh “curhatan” saya saat ini. insya Alloh kalo ada ide lagi nanti saya tulis lagi disini. intinya ” Rakyat tidak butuh pemerintah yang pandai beretorika, rakyat hanya butuh erotika eh salah ding maksudnya rakyat hanya butuh sembako murah”  udahan dulu ya. Wassalam

Ibnu nashr alfarabi 26/08/2011

Posted in Article, pengalaman.

Tagged with , , , , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.