Skip to content


Ode Sang Pemalu


Saat berdiri disebuah sudut yang sempit
Aku menyaksikan itu
Sebuah hamparan pemandangan yang anomali
Seorang anak yang penuh dengan kesendirian

Memegang cemas yang dalam
Tertampak dari raut wajah yang khas
Menafikan apa yang ia inginkan
Akan sebuah kenyataan harapan

Oh.. adakah ia tahu bahwa aku jua demikian
Sama menunggu hal yang ia tunggu
Melihat semua impian jadi nyata
Meski sadar tak semudah yang dibayangkan

karena Sang pemalu itu adalah aku
Aku yang melihat diriku
Tak berdaya mengaku sebagai aku
Aku yang menanti aku menjadi aku

Di sudut sempit itu aku berdiam
Di sudut sempit itu aku berharap
Di sudut sempit itu aku berfikir
Dan di sudut sempit itu pula aku terus menengadah
Sebuah harapan yang indah

Posted in Puisi.

Tagged with , , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.