Skip to content


Korupsi

KORUPSI. Sebuah kata yang sangat familiar di telinga kita. Bisa jadi begitu familiar karena memang ia ada di sekitar kita atau bahkan bisa jadi kita yang melakukannya. Kata korupsi sendiri menurut definisi Wikipedia berasal dari  bahasa latin yaitu corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok. Secara harfiah,korupsi adalah perilaku pejabat publik, baik politikus politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya, dengan menyalahgunakan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka. Korupsi sendiri sudah berlangsung lama, sejak zaman Mesir Kuno, Babilonia, Roma sampai abad pertengahan dan sampai sekarang. Korupsi terjadi diberbagai negara, tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Di negara Amerika Serikat sendiri yang sudah begitu maju masih ada praktek-praktek korupsi. Sebaliknya, pada masyarakat yang primitif dimana ikatan-ikatan sosial masih sangat kuat dan kontrol sosial yang efektif, korupsi relatif jarang terjadi. Korupsi juga dekat sekali dengan politik karena hakikatnya korupsi berasal dari penyalahgunaan politik itu sendiri.

 

Pada dasarnya setiap dari kita berpotensi melakukan korupsi baik itu korupsi waktu, penyalahgunaan wewenang hingga melihat jawaban teman atau melihat buku pada saat ujian berlangsung alias nyontek. Perilaku menyontek saat ini sudah dianggap sebagai hal yang biasa dan wajar. Para nyontekers(sebutan bagi para panghobi nyontek) mengaku bahwa mereka melakukan itu karena memang itu adalah sebuah kebutuhan. Namun ada lagi yang berpendapat bahwa menyontek merupakan tradisi dan kebiasaan yang harus dilakukan karena terjadi turun temurun dari tahun ketahun. Terlepas dari semakin tingginya standar nilai yang diberlakukan oleh sistem pendidikan yang sangat membebani dewasa ini, Perilaku menyontek sangatlah tidak dibenarkan. Dari sisi agama, moral, maupun etika menyontekpun merupakan perilaku tidak terpuji.

 

Sungguh akan miris sekali ketika mahasiswa yang katanya kaum intelejensia justru melakukan salah satu bentuk korupsi ini. Ketika para mahasiswa berteriak dengan lantang untuk memberangus korupsi di negeri ini, mereka dengan enaknya melanggar apa yang mereka teriakan, yaitu menyontek saat ujian. Apa yang akan terjadi kalau mahasiswa saja yang katanya juga agen perubahan melakukan hal yang tidak terpuji ini? Bagaimana rakyat akan percaya dengan mahasiswa kalau ternyata mahasiswa sendiri banyak melakukan tindakan yang merupakan pangkal dari cikal bakal terjadi korupsi seperti yang dilakukan pemerintah saat ini

Akan tetapi apakah dari setiap kita murni untuk tidak melakukan hal ini? Tentu saja setiap orang, sekali lagi berpotensi melakukan korupsi, dari tingkat yang paling rendah hingga yang paling tinggi. Namun lebih jauh usaha yang wajib kita lakukan saat ini adalah mulai berusaha untuk mengubah perilaku menyontek ini. Logikanya kita sebagai kaum muda adalah generasi pemimpin dan penerus bangsa. dan tentu saja bangsa ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang jujur dan amanah. Sementara sikap jujur dan amanah bisa didapatkan dengan melakukan segala sesuatunya dengan benar sesuai koridor agama, norma dan etika yang berlaku. Intinya kita harus menghindari atau minimal mengurangi sampai habis semua tindakan menyontek.

Setelah itu semua itu berhasil kita lakukan, maka percayalah perubahan bangsa ke arah yang lebih baik dan cemerlang sudah menanti didepan mata kita semua. Karena siapa? Ya karena kita-kita juga. Kita yang mau berusaha untuk berubah dan kita yang mau berusaha untuk mengubah. Kapan itu bisa dimulai? Saat ini juga jawabnya.

*Hidup Mahasiswa !!!

(*ps: Hidup Mahasiswa jangan Cuma jadi slogan belaka, mari kita resapi makna dan lakukan apa yang seharusnya dilakukan sebagai selayaknya seorang mahasiswa)

Oleh:  Ibnu Nashr A                                                                                                 Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara UNPAD 2009

 

Posted in Article.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.