Skip to content


Kaum Intelejensia Kemanakah Engkau Kini?

Semuanya hanya bisa menunggu dan terus berharap akan datangnya pahlawan yang mampu mengubah dunia mereka sesuai dengan yang mereka harapkan. Dunia yang idealis tanpa tersisa. Akan tetapi mereka tak pernah menyadari bahwa sebenaranya merekalah yang seharusnya jadi pahlawan. Mereka yang seharusnya memulai dan mereka juga yang harus mengubahnya bukan menunggu orang lain yang belum tentu akan datang dengan cepat dan sesuai dengan ide yang mereka harapkan.

Berbagai konsepsi yang idealis sudah sangat sering di gaungkan tapi apa hasilnya? Hanya sebuah angin lalu saja tanpa bekas. Memaksimalkan pengamalan, restorisasi atau apapun namanya itu tak akan ada yang berhasil selama yang dipaparkan hanyalah sebatas konsep dan retorika belaka. Lantas apa sebenarnya yang harus dilakukan? Mungkinkah hanya keinginan yang akan perubahan yang menggebu tanpa pernah teralisasi.

Berbicara perubahan hanya akan menghabiskan  energi,waktu, tenaga dan fikiran. Tetapi percayalah memang hal itu yang dibutuhkan dalam sebuah perubahan. Sebuah perjuangan. Dan perjuangan hanya bisa dilakukan oleh orang yang mau dan konsisten terhadap apa yang sedang di usahakannya. Tak peduli aral melintang, tak peduli jebakan, bahkan tak peduli dengan pertentangan yang akan hadir seiiring berjalannya perjuangan.

Maka dengan kata lain yang harus dilakukan adalah perubahan nyata, perubahan yang terlihat. Sebagai kaum intelejensia, sudah seharusnya kitalah yang melakukan perubahan. kaum intelejensia dipandang sebagia golongan yang mampu dan sanggup untuk berbuat, untuk melakukan sebuah perjuangan. kaum intelejensia dianggap memiliki nilai idealisme dan moral yang tinggi serta belum terkontaminasi pemikiran yang hanya akan menguntungkan diri sendiri tanpa memikirkan orientasi konsensus terhadap masyarakat.

Hanya saja apa yang akan dilakukan masih terlalu mengawang-awang, sangat absurd. Saat ini kaum intelejensia seperti kehilangan ruh. Tak lagi bertaring seperti dulu. Angkatan 66 dan angkatan reformasi 98 sekarang hanya jadi buku bacaan kenangan yang terlintas sementara difikiran kaum intelejensia dewasa ini.  Namun seolah membenarkan apa yang ada, saat ini kaum intelejensia malah terjebak dalam kehidupan hedonis yang notabenenya sudah terbukti mengahancurkan kehidupan. Mahasiswa terjebak pada kesenangan semu. Pergi ke mall, menenteng tas yang modis, menggunakan behel hanya sebagai cara untuk mengikuti trend, bahkan pergi ke tempat yang mewah nan glamor sementara tak jauh dari situ ratusan bahakan ribuan gembel, para pemulung dan pelacur tidur sembari mencari nafkah ditempat-tempat yang kotor dan dianggap nista tersebut.

Lalu kemanakah hati nurani kaum intelejensia saat ini? Apakah mereka sudah tidak peka lagi. Apakah mereka sudah bangga dengan apa yang terjadi di negara tercinta saat ini dengan berbagai penderitaan yang hadir dengan konsistennya di negeri yang katanya surga dunia ini? dimanakah engkau kaum intelenjensia?

 

*Mahasiswa Universitas Padjadjaran                     11 Juni 2011

Posted in Article.


3 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. tablet g1 honeycomb terbaik acne says

    I admire the valuable information you offer in your articles. I will bookmark your blog and have my children check up here often. I am quite sure they will learn lots of new stuff here than anybody else!

  2. tablet g1 cellular terbaik murah degnan says

    Finally, an issue that I am passionate about. I have looked for information of this caliber for the last several hours. Your site is greatly appreciated.

  3. NombPlegeleab says

    I’ve been browsing on-line more than 3 hours these days, but I by no means found any interesting article like yours. It is beautiful price enough for me. In my view, if all webmasters and bloggers made just right content as you did, the net might be much more useful than ever before.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.