Just another Blogs Unpad | Mari Kita Menulis weblog
RSS icon Email icon
  • Indonesia ‘Lumbung Dunia’ Masa Depan: Jepang Tanamkan Rp 2,5 T di Pertanian Merauke

    Posted on June 7th, 2010 hidayatpasadanagara No comments


    Jepang Tanamkan Rp 2,5 Triliun untuk Pertanian di Merauke

    Jum’at, 02 Oktober 2009 | 16:10 WIB
    TEMPO Interaktif, Jakarta – Pemerintah Jepang lewat Japan Internasional Cooperation Agency (JICA) berniat menggelontorkan investasi US$ 250 juta atau sekitar Rp 2,5 triliun untuk sarana pendukung pembangunan lahan pertanian berskala besar di Merauke, Papua Barat.

    Investasi itu merupakan bagian dari komitmen Jepang terhadap dunia. Sebelumnya negeri Sakura ini mendorong terbentuknya mekanisme investasi global yang bertanggung jawab di bidang pertanian dalam pertemuan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-64 di New York, Amerika Serikat, 23 September lalu.

    Deputi Menteri Koordinator Bidang Petanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi, mengatakan rencana investasi di Merauke ini masih dalam pembicaraan. “(Investasi) itu untuk pembangunan pelabuhan. Kesempatannya sudah terbuka, tapi saat ini masih dalam proses,” kata Bayu di Jakarta, kemarin.

    Namun, dia belum bisa memastikan kapan investasi itu akan terealisasi. “Ini bukan pekerjaan sebulan-dua bulan,” ujarnya. Yang jelas, kata Bayu, komitmen Jepang itu telah diungkapkan dalam Tokyo Seminar on Indonesia yang berlangsung akhir bulan lalu.

    Indonesia memiliki sedikitnya tiga lahan besar potensial untuk menjadi bagian dari investasi global di bidang pertanian, yakni Merauke dengan lahan 3 juta hektare, Sulawesi dengan beberapa blok lahan dan air yang mencapai 10 ribu-50 ribu hektare, dan Nusa Tenggara Barat memiliki lahan seluas 10 ribu hektare. “Namun untuk Merauke mungkin lahan 500 ribu hektare terlebih dahulu,” ucapnya.

    Jika rencana investasi pertanian di Merauke itu terealisasi, diperkirakan lahan seluas setengah juta hekatre itu bisa menghasilkan 3 juta ton beras per tahun.
    http://www.tempointeraktif.com/hg/bi…200499,id.html

    ————-

    Ada beberapa Negara yang sudah berencana menanamkan invetasinya bernilai ratusan juta dollar untuk lahan pertanian pangan, khususnya BERAS, di berbagai tempat di Tanah Air dalam beberapa tahun ini. Tercatat sebelumnya China, negara-negara Arab dan Malaysia, sudah berencana investasi pula. China kabarnya bahkan sudah jalan di Sulawesi sana untuk padi jenis hibrida.

    Pertanyaan hanya satu, mengapa? Jawabnya sederhana … negara-negara itu memang telah punya plan atau rencana masa depan untuk bisa memberikan makanan yang cukup bagi rakyatnya di masa depan di tengah-tengah kecemasan dampak ‘global warming’ yang akan menyebabkan hancurnya lahan-lahan pertanian di berbagai negara penghasil pangan, terutama biji-bijian seperti gandum dan padi. Kecemasan itu, harga beras dan gandum menjadi sangat mahal dan langka di masa depan yang dekat ini, membuat negara-negara kaya itu berani menginvestasikan duitnya jutaan dollar di sektor pertanian sawah. Paling tidak, mereka akan dapat jaminan supply bagi penduduknya kelak dari sawah-sawahnya di Indonesia yang telah mereka danai dan bangun sebelumnyua.

    Indonesia dipilih, karena di dunia saat ini hanya negeri ini yang masih punya lahan untuk pencetakan lahan sawah baru, terutama di luar Jawa. Dan, karena sifatnya tanaman padi sawah itu sangat boros air, maka hanya negeri yang lahannya subur serta supply airnya melimpah saja bisa memenuhi harapan itu. Juga tentunya diperlukan petani skilled yang bisa mengolah sawah irigasi untuk bisa menghasilkan produksi padi yang melimpah. Kebetulan, hanya Indonesia yang punya syarat-syarat itu.

    Kelangkaan pangan, terutama padi di masa depan, diperkirakan menyebabkan komoditi ini pun bakalan dijadikan senjata ekonomi dan komoditi yang punya prospek bagus untuk diajdikan barang spekulasi seperti halnya minyak bumi dewasa ini. Itulah sebabnya, mereka berani investasi jutaan dollar di negeri kita. Tinggalah kita dan Pemerintah saat ini, punyakah strategi pangan untuk menghadapi pemodal besar itu kelak? Atau kita hanya jadi kulli di negeri sendiri? …

    Leave a reply

    To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create