• cropped-hi-hary.jpg

    cropped-hi-hary.jpg

Saya belajar dari sahabat, keluarga, mahasiswa, rekan kerja yang didekatnya Saya merasa nyaman. Berbicara dengannya waktu seolah berputar lebih cepat. Apa yang Saya temukan? Ternyata oh Ternyata : “orang akan merasa nyaman berdekatan dengan orang yang mengerti pikiran dan perasaannya”.

Saya berusaha mengingat lebih dalam, apa yang dilakukannya dan mencoba menguraikan dalam bentuk resep sederhana untuk diri Saya sendiri. Saya ingin seperti mereka, menjadi orang yang menyenangkan, menjadi orang yang dirindukan kehadirannya.

Mendengarkan. Yah, itu yang mereka lakukan. Sederhana tapi sungguh sangat bermakna dan sering diabaikan. Banyak orang yang menuntut didengarkan tapi tidak bersedia mendengarkan orang lain. Bagi orang yang tidak peduli dengan pemikiran dan perasaan orang lain mendengarkan adalah kegiatan yang sangat sulit dilakukan. Begitu pula bagi mereka yang tidak bersedia memberikan kesempatan orang lain menyatakan pemikiran dan perasaannya, mendengarkan adalah kegiatan mewah.

Belajar dari orang-orang penuh pengertian itu, ada dua hal yang sering mereka lakukan : menunjukkan bahwa Ia sedang mendengarkan Saya dan menunjukkan pada Saya bahwa Ia memahami apa yang Saya pikirkan dan rasakan. Hemmm….

Read more

Berhati-hatilah, saat anda mulai sering mengeluh. Melenakan diri kedalam perasaan menjadi korban adalah jebakan beracun, yang seringkali terasa nyaman. Sikap ini biasanya muncul dari pengalaman-pengalaman kesulitan masa lalu dimana Anda merasakan minimnya pengendalian dan kepedulian.

Orang yang memiliki sikap seperti ini, bila merasa karirnya mentok, biasanya sibuk mengeluh dan menggerutu kepada rekan-rekan senasib dan atau mencibir “nasib baik” orang lain. Bila Anda mulai terjangkit demam seperti ini, segeralah keluar dari jebakan beracun. Akan lebih sehat dan produktif bila Anda memupuk disiplin mental untuk bekerja dengan giat sembari menambah pengetahuan dan keterampilan.

Bila Anda merasa memiliki kompetensi yang tinggi namun kurang memperoleh imbalan yang sepadan, berhentilah mengganggap ini sebagai bencana. Tingkatkan keterampilan hubungan antar pribadi Anda dan promosikan diri Anda dengan prestasi kerja. Konsentrasikan energi Anda untuk membenahi diri sendiri terlebih dulu bukannya kasak-kusuk mencari borok perusahaan atau unjuk keprihatinan mengharap perusahaan mengasihani kondisi Anda.

Mengapa demikian? Karena setiap perusahaan akan berupaya untuk mencari dan memelihara karyawan yang memiliki kompetensi dan motivasi yang tinggi dalam bekerja. Perusahaan akan rugi bila tidak mampu menghargai mereka, karena karyawan seperti ini biasanya laku di bursa kerja dan tidak tahan bekerja di perusahaan yang tidak mampu menghargai mereka dengan layak.

Akhirnya, selamat berkarya. Kendalikan keberhasilan Anda, atau orang lain yang akan melakukannya.

Read more