• cropped-hi-hary.jpg

    cropped-hi-hary.jpg

Banyak orang menjadi musuh terbesar bagi diri mereka sendiri. Tidak sedikit yang menjadi korban dari pola pikir negatif diri sendiri. Karena itu, sangat penting menyadari bagaimana kita melihat diri.

Apakah pemikiran seperti ini menjadi tema hidup Anda ?

“Saya sangat kecewa kecuali segala sesuatunya sesuai dengan standar tertinggi, terutama hal-hal kecil dan kelakuan orang lain.”

“Hidup tidak ditakdirkan untuk menjadi mudah. Kesenangan itu milik orang lain.”

“Saya harus memperhatikan semua orang dan memastikan bahwa mereka semua baik-baik saja—apa pentingnya kebutuhan saya?”

“Lebih mudah untuk melakukan apa yang orang lain inginkan untuk saya kerjakan—saya tidak ingin mengecewakan orang lain (apalagi diri saya sendiri).”

“Saya seharusnya melakukan apa yang diinginkannya walaupun itu membuat saya marah. Saya harus seperti itu.”

“Saya harus melakukan yang mereka katakan karena mereka tahu yang paling baik.”

Hemmmm…….tentu masih banyak yang lainnya, bagaimana….?

Read more

Pengembangan Diri

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Semakin bertambah pengetahuanku, semakin aku mengetahui betapa dangkal dan sempit pengetahuanku..hemm..

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Bekerja lebih lama dalam satu bidang tidak menjamin lebih mumpuni dalam bidang tersebut, saat kita lalai belajar, di titik itulah kita jalan di tempat !

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Bila pengalaman adalah kejadian yang kita maknakan, maka pengalaman yang manakah yang tidak berkmakna?

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Apa yang kita dapatkan lebih disebabkan karena keputusan yang kita pilih, bukan kenyataan yang kita hadapi ….hemmmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Kita tidak selalu bisa mengendalikan situasi yang kita hadapi, tapi kita selalu bisa menentukan reaksi kita terhadap situasi tersebut” hemmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Bukan kesempatan yang enggan singgah, kesiapan kita lah yang tak pantas menerima….hemmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Angin kesempatan telah berhembus, kita tinggal bentangkan layar dan arahkan kapal menuju pulau impian….hemmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Kita tidak diminta menjadi yang terbaik, kita diminta untuk berbuat baik dan membuat perbaikan !

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Bagi penebar kebaikan, jebakan itu bernama harta, posisi dan popularitas…hemmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
sulit rasanya memberi tanpa berharap diberi, karena setiap kali memberi…malah…diberi berlipat ganda dan dari mana-mana hemmmm…

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
TINDAKAN BERTERIAK LEBIH KERAS DARI KATA-KATA !!!

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Banyak orang berhenti saat memulai perbaikan. Saat tinggal landas memang membutuhkan banyak energi, melelahkan memang tapi harus dilakukan bila kita ingin terbang ke awan, apalagi berhasrat meraih bintang…hemmmm…”

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Pendakian yang layak dinikmati, dibanggakan dan dirayakan biasanya tidak melalui jalan yang singkat dan mudah

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Kelegaan adalah rasa setelah melalui ketegangan, kesenangan adalah rasa setelah melalui penderitaan, kebanggaan di puncak keberhasilan adalah rasa setelah mendaki terjal dan berlikunya perjuangan…hemmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Ketidakpastian melahirkan kegelisahan, kegelisahan membangkitkan gairah, gairah memompa niat menjadi tindakan…. hemmmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Keengganan menerima resiko menghalangi kita dalam mengambil keputusan, padahal hampir semua keputusan beresiko, membiarkan waktu berlalu tanpa mengambil keputusan adalah sebuah keputusan yang juga beresiko…hemmmm…..

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Hasrat terbebas dari kesulitan dan kesakitan dapat memadamkan tekad melakukan perbaikan hemmmm….

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Kesulitan adalah salah satu pintu yang terbuka untuk menemukan kekuatan kita, hambatan adalah batu loncatan yang memberikan kesempatan naik di kelas yang lebih tinggi

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kesulitan meletakkan Anda di persimpangan : ketangguhan atau kerentanan

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kesulitan adalah alarm yang membangunkan kehebatan kita

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kesulitan menjadikan sebagian orang karatan dalam lingkaran keluhan, sebagian lagi mendulang peluang tak terbilang

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kesempatan akan menjemput mereka yang benar-benar mendambakannya

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Setiap orang memiliki perjalanan heroik, menelusurinya akan menghadirkan kenangan dan kekuatan…hemmmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kesuksesan itu meninggalkan jejak, hemm….

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Apresiasi menyuburkan kekuatan

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kelelahan mental karena banyaknya celaan lebih terasa melelahkan daripada kelelahan fisik karena banyakknya pekerjaan hemmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Keyakinan diri dapat terbangkitkan oleh percakapan apresiatif, percakapan apresiatif dapat diarahkan dengan pertanyaan apresiatif…WoW

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Mengubah pertanyaan dapat mengubah fokus pemikiran dan perasaan untuk memfasilitasi perubahan perilaku, kebiasaan dan kehidupan…WoW

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Berhenti berusaha merubah kenyataan yang seharusnya diterima adalah sebuah kekuatan….

Pengembangan Relasi

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Penanda keramahan itu bukan senyumanmu, tapi senyuman tulus orang kepadamu

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Orang akan merasa nyaman berdekatan dengan orang yang mengerti pikiran dan perasaannya

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Saling pengertian akan sulit terjadi ketika kita saling menuntut dan mempersyaratkan…hemmmm

Ternyata Oh Ternyata (ToT)
Sungguh indah saat menerima, jauh lebih indah lagi saat mampu memberi …WoW

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Penghambat PERCAKAPAN POSITIF itu bernama MENGHAKIMI. Lebih menyedihkan lagi, semakin banyak pengetahuan tentang orang lain, semakin besar godaan untuk menghakimi orang lain.

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Tatapannya, perkataannya tak akan melukaimu, kecuali kau mengijinkannya…

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Berhenti bertindak karena memikirkan “apa kata orang” adalah tindakan berlebihan yang merugikan, melemahkan dan nyaris sia-sia

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Perkataan orang lain yang kita ijinkan masuk dalam pikiran dan perasaan kita dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan kita

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Sebuah percakapan, bisa menyembuhkan, bisa pula sangat menyakitkan….hemmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Terlibat dalam membesarkan hati orang lain, membesarkan hati kita …hemmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Percakapan yang menyenangkan bersama pasangan dapat menjadi pelepas penat dan pembangkit semangat. Sebaliknya, percakapan yang menyebalkan dan menegangkan bisa menjadi virus yang menggerogoti kekuatan hubungan, bahkan bisa menjadi pemicu runtuhnya komitmen untuk bersama.

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Perlu pengertian dalam memberikan bantuan, kepedulian saja tidak cukup; tindakan yang kita niatkan untuk membantu dapat menjadi beban atau malah gangguan bagi dirinya

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Keinginan yang kuat untuk membantu belum tentu menjadi bantuan bagi orang lain bila tanpa pemahaman tentang apa yang sebenarnya dibutuhkannya…hemmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Salah satu pendidikan paling berharga dari seorang ayah pada anak lelakinya adalah dengan mencintai dan menghormati ibunya

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Belalai gajah demikian lunak sehingga tampak nyaman digunakan untuk membelai punggung anaknya namun demikian kuat untuk melindungi diri dan anaknya dari bahaya

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Kemewahan itu bernama waktu luang bersama keluarga

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Istirahat dan bercengkerama bersama keluarga adalah pemulih kekuatan

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Dengan siapa kita sering bercengkerama, mencerminkan siapa diri kita

Ternyata oh Ternyata (ToT)
ADA-mu menegaskan KEBERADAANKU, meski KEHADIRANKU tak hanya untuk-mu

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Salah satu kecerdasan yang harus kita miliki : mencintai dan membuat orang lain mencintai kita…WOW

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Mencintai adalah hasrat yang begitu menggebu untuk memberi hemmmm…waspadalah ada orang yang mulutnya menyatakan “aku mencintaimu” padahal hatinya berteriak “aku ingin engkau mencintaiku”….

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Di awal pertemuan, kesan pertama tercipta lebih banyak dari penampilan dan cara bicara kita hemmm…

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Akhir sebuah percakapan bisa membuat Anda menjadi orang yang dirindukan, atau dihindari…hemmm…

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Apa yang terdengar dan terlihat dari diri kita, menyatakan apa yang kita pikirkan dan kita rasakan”

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Persahabatan memiliki khasiat dan batas kadaluwarsa tak terbatas…WOW….

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Ikatan keluarga, jalinan persahabatan jauuuuuuuhhhhhh lebih berharga daripada uang, popularitas dan posisi…hemmmmm….

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Bertanya membutuhkan banyak energi, mendengarkan pertanyaan membutuhkan lebih banyak energi….hemmm…”

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Banyak masalah yang terjadi di sekitar kita, berawal dari keengganan untuk mendengarkan dan menghargai kecemerlangan orang lain. Padahal, kehebatan kita tak berkurang secuil pun ketika kita melakukan keduanya…hemmm…”

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Semakin bertambah umur seseorang, tidak menjamin Ia semakin mengerti, meski itu hanya ekspresi wajahnya…hemmm…mungkin kita musti sering berkaca pada pantulan tingkahlaku kita perilaku orang lain yang menjadi pasangan bicara kita

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Mendengarkan orang lain tidak hanya membutuhkan telinga, tetapi juga mata dan hati…hemmmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Mendengarkan membutuhkan 3 K (Kepedulian, Konsentrasi & Keterbukaan), berbicara membutuhkan 2 K (Kejelasan & Keselarasan) hemmmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Sebuah tim yang luar biasa, ketika diikat oleh impian bersama, dijalin oleh rasa saling percaya, saling mengerti, saling mendukung dan saling menghargai

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Masalah rumit menjadi lebih mudah bila bekerjasama, masalah menjadi semakin besar bila saling menyalahkan….hemmmm

Ternyata oh Ternyata (ToT)
Tidak mudah mengapresiasi pekerjaan orang lain. sebaliknya, begitu mudahnya menemukan kekurangan orang lain . . .hemmm

Read more

Kemanjaan
Bila Anda merasa begitu spesial, memiliki hak istimewa untuk menuntut & mengendalikan, segala sesuatunya harus sesuai dengan cara Anda. Ketika Anda sulit mengerti orang lain, sedikit sekali kepedulian tersisa di hati. Anda mengambil apapun yang Anda inginkan tanpa merasa bersalah. Anda sedang terjerembab, terjebak dalam Jebakan Psikologis Kemanjaan.

Read more

Hey..berhentilah..MENGELUH dan MENUNTUT, pasangan, sahabat, rekan kerja atau orang-orang disekitar Anda untuk MENGERTI dan melipatgandakan KEPEDULIANNYA !

Apakah Anda merasa kecewa, kesal, marah, sedih atau mungkin putus asa, karena mereka tidak memenuhi harapan Anda? Tidak menampilkan perilaku seperti yang Anda inginkan Ia tampilkan?

Sebelum, MENGELUH dan MENUNTUT, bercerminlah :

– Apakah Anda sudah MENYATAKAN pikiran, perasaan dan harapan Anda kepadanya ?
– Apakah Anda menyelimuti diri dengan gengsi sehingga Anda sulit untuk meminta ?

Sebelum hubungan Anda dengan mereka menjadi runyam,

Hey…BERHENTILAH MENGELUH & MENUNTUT. Manfaatkan energi untuk belajar menngerti dan memudahkan orang untuk mengerti. Belajar MENYATAKAN pikiran dan perasaan secara SLJJ (Selaras, Langsung, Jelas dan Jujur).

Read more

Bila Anda sering merasa tidak cukup waktu untuk mengerjakan pesanan/perintah orang sehingga tidak memiliki waktu lagi untuk dinikmati bersama keluarga, atau sendirian,

Bila Anda sering berpikir bahwa masih banyak Agenda yang belum terselesaikan, masih sangat jauh pencapaian Anda dari harapan sehingga Anda sulit sekali bersantai atau menikmati prosesnya ….

Bila hubungan Anda dengan orang-orang yang signifikan bagi Anda menjadi semakin renggang karena semakin jarangnya berbagi kasih sehingga hubungan Anda membeku diatas bara kekesalan …..

Bila kerja keras meraih posisi, kekayaan dan popularitas begitu melelahkan sehingga menggerogoti kesehatan Anda . . .

Berhentilah sejenak untuk berpikir . . .semoga Anda tidak sedang DIBELI DIAM – DIAM oleh pekerjaan atau posisi Anda saat ini….

Hemmmm

Read more

Sumber kecemasan fasilitator :

a.Materi. Materi yang kurang dikuasai dengan baik dapat menjadi sumber kecemasan. Fasilitator dapat menjadi kurang percaya diri apabila ia merasa ia kurang menguasai/mengetahui tentang suatu materi yang akan diberikannya.

b.Tim. Tim kerja yang kurang mendukung fasilitator dalam memberikan pelatihan bahkan yang perilaku tim yang dapat menjatuhkan kredibilitas fasilitator di depan peserta.

c.Peserta. Banyak hal dari peserta yang dapat memicu kecemasan kita antara lain karakteristik dan perilaku peserta saat pelatihan.

d.Fasilitas. Keterbatasan fasilitas pelatihan merupakan salah satu pemicu yang dapat mengganggu focus konsentrasi fasilitator dalam menyampaikan pelatihan

e.Diri sendiri. Ketakutan, ketidakpercayaan diri, rasa kurang memiliki pengetahuan dan banyak hal dalam diri yang memicu munculnya kekhawatiran dalam diri.

Tips untuk Mengatasi kecemasan sebelum memfasilitasi, antara lain :

Persiapan
Siapkan dan tata segala hal yang anda butuhkan untuk menjalankan kelas pelatihan baik dari sisi materi, tim maupun fasilitas yang dibutuhkan.

Persiapan Materi :
– Susun materi sesuai dengan kebutuhan peserta
– Susun alur/agenda pelatihan sesuai dengan kebutuhan peserta
– Kembangkan material pelatihan yang dibutuhkan (slide, handout, workbook, references)
– Pastikan Anda menguasai materi yang akan diberikan

Persiapan Tim Fasilitator :
– Briefing dengan tim yang akan bekerjasama dengan anda dalam memberikan pelatihan, jelaskan peran dan tanggung jawab masing-masing anggota tim.

Persiapan Fasilitas :
– Persiapkan audiovisual untuk melakukan pelatihan
– Persiapkan alat-alat yang dibutuhkan untuk menunjang metode pelatihan

Visualisasi
Dengan menciptakan bayangan visual tentang keadaan kelas pelatihan yang akan dibawakan, anda secara aktual membuat perilaku yang diinginkan dengan spesifik yang akan membuat anda untuk melakukan hal tersebut pada kelas yang akan anda bawakan. Visualisasikan kelas pelatihan dalam pikiran anda. Bayangkan jalannya pelatihan dari awal hingga akhir. Mengingat hal ini dilakukan dalam bayangan anda, bebaskan diri anda dari segala kecemasan dan ketika anda sedang dalam kelas pelatihan bayangan anda, ciptakan peserta-peserta yang penuh keingintahuan dan bayangkan kesuksesan pencapaian tujuan pelatihan.

Latihan
Berlatih untuk menyampaikan materi pelatihan. Latihan akan membuat anda lebih yakin bahwa anda memang mampu untuk melakukannya.

Relaksasi
Banyak cara untuk melakukan relaksasi. Metode-metode yang dapat dilakukan antara lain: Menikmati hiburan, Mengelola Pernafasan dan Relaksasi Otot.

Temukan Pendukung
Pendukung adalah orang-orang yang bersedia memberikan penguatan pada Anda, melalui pernyataan verbal maupun non verbal.

(bersambung)

Read more

Dalam sebuah pelatihan, akan memungkinkan ada beberapa orang peserta yang menantang, mengkonfrontasikan dan merusak suasana pelatihan. Individu-individu ini harus ditangani sesuai dengan tingkah laku dan gaya mereka. Jika tidak, mereka akan mempengaruhi sikap negatif kepada peserta yang lainnya dan memperburuk suasana pelatihan.

Lingkungan belajar yang interaktif membuka kesempatan untuk para peserta yang menyulitkan untuk muncul. Pada pelatihan yang menekankan pada peserta (participant centered), teknik menangani orang-orang sulit ini merupakan salah satu teknik yang paling penting untuk mencegah terganggunya proses pelatihan. Tetapi tidak selalu memungkinkan untuk mencegah mereka.

Berikut ini adalah 10 tipe peserta yang merepotkan dan beberapa cara yang dapat digunakan oleh fasilitator untuk menanganinya.

THE SNIPER
Seperti namanya, peserta ini bekerja secara sembunyi-sembunyi. Tujuannya adalah secara diam-diam berupaya untuk menurunkan kredibilitas Anda sebagai fasilitator dimata peserta yang lain. Hal ini mungkin terjadi saat perbincangan dengan peserta lain selama aktivitas kelompok. Hal ini mungkin juga terjadi di luar kelas saat istirahat. Peserta tipe ini hanya bekerja secara tersembunyi, jika fasilitator menghilangkan kesempatan ini maka peserta tipe ini tidak akan membuat kerusakan yang mengganggu pelatihan, Ia tidak akan dapat mempengaruhi peserta lain. Jika dibiarkan maka peserta ini dapat membuat banyak kerusakan dalam proses pelatihan.

Teknik menangani:
– Ciptakan suatu panduan untuk sesi yang produktif dengan berjalan mengelilingi peserta dan mendengar dengan baik saat aktivitas diskusi. Hal ini akan memunculkan semua peserta sehingga peserta tipe ini tidak mendapatkan kesempatan untuk mempengaruhi orang lain.
– Ciptakan kelompok baru dengan merotasikan peserta. Bila perlu, lakukan ini satu kali setap harinya. Hal ini membuat peserta untuk bekerja dengan orang lain dan membuat peserta ini tidak dapat menciptakan pengikut karena ia membutuhkan waktu untuk itu.
– Jika anda telah menduga bahwa seseorang telah menjadi The Sniper, tanyakan suatu pertanyaan padanya. Ajak dia untuk terlibat. Beberapa pertanyaan yang bisa anda pergunakan antara lain: “Bagaimana pendapat anda?”, ‘Bagaimana anda menangani situasi ini?”, “Cara lain apa yang terpikir oleh anda untuk menangani masalah ini?”.
– Diskusi kelompok membuat The Sniper terlibat dalam proses diskusi dan jika ia cenderung untuk menyebarkan pengaruh negatif, kemungkinan akan banyak partisipan yang melawannya.
– Jika hal ini semakin menjadi, ajak dia untuk berbicara secara pribadi.

THE FIGHTER
Seperti layaknya petarung, tipe ini menyukai pertengkaran. Peserta tipe ini menyukai melawan dan menantang orang lain. Individu ini biasanya memiliki kepribadian yang kuat dan sangat keras dalam mengajukan pendapat serta agresif untuk memastikan bahwa orang lain mendengarkannya. Mereka memiliki mentalitas “Saya Menang dan Anda Kalah”. Kekuasaan dan kekuatan adalah penting agar mereka memiliki kendali.

Teknik menangani:
– Pergunakan keinginan berkelahinya sebagai bahan diskusi, apa yang terjadi, apa yang dapat dipelajari dan bagaimana kondisi aktual dalam pekerjaan.
– Pergunakan tiga pertanyaan ini kepada peserta untuk memberikan feedback yaitu Apa yang benar mengenai situasi tersebut?, Bagaimana situasi itu dapat ditangani secara berbeda? Dan Bagaimana anda memodifikasi tingkah laku untuk mengimplemetasikannya?.
– Perkenalkan sudut pandang yang berbeda.
– Pergunakan Bola Bicara. Sehingga peserta yang ingin menantang lebih sedikit kesempatannya.

THE COMPLAINER
Peserta tipe ini adalah individu selalu yang mencari hal-hal yang dapat dikeluhkan. Menurut mereka, tidak ada yang berjalan dengan baik. Mereka dikenal sebagai orang yang mengeluh atau orang dengan sindroma “aku tidak bisa”. Yang mereka inginkan adalah perhatian dan mengeluh bagaimana mereka mendapatkannya. Ia enggan untuk mencoba suatu hal yang baru dan bekerjasama dengan orang lain untuk menyelesaikan tugas dengan alasan tidak mampu. The Complainer menginginkan simpati bahwa ia adalah korban yang mencari penyelamat untuk memperhatikannya. Ia selalu memberikan alasan kenapa tidak bisa melakukan sesuatu atau kenapa sesuatu tidak berjalan dengan baik.

Teknik menangani:
– Minta mereka untuk menjelaskan situasi yang mereka rasakan
– Jangan coba-coba untuk menjadi penolong! Setelah situasinya jelas, tanyakan: “apa yang tidak berjalan?”, “cara apa lagi menurut anda tepat untuk menangani situasi ini?”.
– Tanyakan apakah ada pelajaran tambahan yang ia inginkan untuk ia pelajari Pergunakan aktivitas tim yang memiliki peran yang spesifik
– Tanyakan pada dirinya “langkah apa yang dapat kamu ambil untuk dapat maju?” atau “bagaimana anda menangani situasi ini untuk maju ke arah yang lebih produktif?”

THE HECKLER
Peserta tipe ini adalah individu yang menginginkan untuk dilihat dan akan menyela untuk mendapatkan perhatian. Ia akan membuat komentar untuk tim dan biasanya dengan niat untuk menjadi lelucon dan dengan suara keras agar dapat didengar. Ia adalah individu yang sering melemparkan lelucon yang tidak berkaitan dengan topik diskusi untuk mencari perhatian orang lain.

Teknik menangani:
– Dekati The Heckler ini dan katakan : maaf, saya melewatinya tadi. Apa observasimu? Atau apakah anda punya pertanyaan?
– Secara sopan berikan perhatian kepada tata tertib pelatihan
– Peserta tipe ini tidak suka untuk di pamerkan. Dengan konfrontasi akan meminimalkan keinginannya
– Secara pribadi, minta padanya untuk meminimalkan lelucon-leluconnya.
– Rangkum seluruh sessi sebelum terjadi gangguan lelucon tersebut sehingga partisipan dapat kembali fokus pada proses diskusi
– Peserta lain mungkin akan mengingatkannya dengan cara yang lebih tidak sopan.

THE TALKER
Peserta ini adalah individu yang selalu memiliki opini mengenai berbagai macam hal dan menginginkan agar semua orang mendengarkannya. Ia akan menjelaskan dengan detil meskipun kedetilan ini tidak diperlukan. Ia memiliki kesulitan untuk meng-edit informasi yang dimilikinya. The Talker ini selalu siap dan ingin berbicara kepada siapapun yang mau mendengarkannya.

Teknik menangani:
– Dengan menggunakan teknik “bola bicara” dapat meminimalkannya. Yang memegang bola yang berbicara, yang lainnya tidak. Peserta yang melempar dan menentukan siapa yang akan bicara berikutnya. Biasanya The Talker tidak akan mendapatkan bola tersebut.
– Ubah peserta dalam tim
– Tekankan prinsip KISS (keep it simply structured) dalam berkomentar

THE STUBBORN
Seperti rekaman yang rusak, peserta ini seperti berhenti pada satu poin (fokus yang sempit) dan tidak mau berubah. Mereka memiliki pemikiran yang spesifik dan tidak terbuka dengan ide lain. Mereka memiliki Closed-minded. Biasanya The Stubborn memfokuskan pada bagaimana ia akan berespon ketika ia ditanya apa yang ia dengar dan ia akan mengakui bahwa ia tidak terlalu mendengarkannya. Tujuannya bukan untuk mempermalukannya tetapi untuk menunjukkan ada pandangan yang berbeda. Fasilitator dapat memberikan rangkuman dari beberapa pandangan tersebut. Dan ini merupakan kesempatan yang baik untuk menekankan pentingan memahami berbagai sudut pandang.

Teknik menangani:
– Ingatkan mengenai keanekaragaman pemikiran. Mereka tidak harus selalu setuju tetapi adalah penting untuk memahami berbagai sudut pandang.
– Jika ia tetap bersikeras dan memegang jalannya sesi, ubah fokusnya dengan mempergunakan pertanyaan. Sebagai contoh fasilitator dapat berkata: “itu merupakan salah satu sudut pandang dari situasi ini, sekarang ada pendapat lain? (gunakan bola bicara) ketika sampai pada The Stubborn tanyakan “apa yang anda dengar?” Biasanya The Stubborn memfokuskan pada bagaimana ia akan berespon ketika ia ditanya apa yang ia dengar dan ia akan mengakui bahwa ia tidak terlalu mendengarkannya. Tujuannya bukan untuk mempermalukannya tetapi untuk menunjukkan ada pandangan yang berbeda. Fasilitator dapat memberikan rangkuman dari beberapa pandangan tersebut. Dan ini merupakan kesmpatan yang baik untuk menekankan pentingnya memahami berbagai sudut pandang.

THE KNOW-IT-ALL
Individu ini selalu ingin menambahkan sesuatu untuk setiap diskusi dan selalu memiliki komentar dari yang dibicarakan peserta lain. Ia menganggap dirinya sebagai yang paling tahu segalanya. Kegemaran peserta ini adalah mengajukan pendapat. Kegemarannya ini bisa jadi karena ia cerewet, keras kepala dengan pendapatnya atau ia merasa mengetahui segalanya. Jika ini dibiarkan, ia akan mengganggu dan peserta lain akan mulai bebrbicara dengan pendekatan yang negatif untuk menghadapinya.

Teknik menangani:
– Tunggu sampai ia menarik napas kemudian ucapkan terimakasih dan katakan, “mari kita dengar dari yang lainnya”.
– Buat The Know-It-All ini berpikir dengan mengajukan suatu pertanyaan yang sulit pada dirinya.
Jika ia jelas-jelas melakukan kesalahan maka ajukan kembali kepada peserta lain untuk memperbaikinya.
– Gunakan bola sebagai alat bantu. Peserta yang memegang bola adalah peserta yang berbicara, setelah ia selesai berbicara maka lemparkan bola tersebut dan orang berikutnya yang berbicara. Sehingga orang yang terlalu sering berbicara akan diam jika bukan gilirannya.

THE OFF-TRACK
Biasanya, peserta tipe ini seringkali tidak sejalan dengan topik diskusi dan tidak dapat mengerti topik diskusi tersebut. Mereka mungkin punya ide bagus tetapi mereka tidak fokus. Mereka berpkir secara keras dan mungkin tidak mengerti materi yang diberikan. Seringkali, mereka cenderung menampilkan diri mereka sebagai individu yang kekurangan rasa percaya diri dengan menempatkan diri mereka lebih rendah dihadapan peserta lainnya.

Teknik menangani:
– Saat latihan atau diskusi dalam kelompok, tekankan untuk melakukan dengan benar tanpa terburu-buru. Hal ini akan membangun rasa percaya diri.
– Saat aktivitas dalam kelompok, buat jadwal dengan tugas yang sangat spesifik. Hal ini membantu mereka untuk tetap fokus
Tanyakan pertanyaan yang spesifik yang menuntut jawaban yang telah terspesifik pula

THE DROOPY EYES
Peserta tipe ini adalah peserta yang tampak tidak bersemangat dalam mengikuti pelatihan seperti hobi terlambat, malas mengerjakan tugas dan seringkali mengantuk ketika sedang berlangsung proses pembelajaran. Mereka tidak memperhatikan pada proses pelatihan. Mereka tidak mengganggu, bahkan tidak peduli.

Teknik menangani:
– Dalam aktivitas tim, Jaga agar ia tetap terlibat. Dengan terlibat maka ia akan lebih banyak menggunakan tubuhnya sehingga dapat tetap terjaga untuk fokus sehingga tidak mengantuk. Cara ini merupakan cara paling efektif.
– Pastikan anda tetap melibatkannya ketika memberikan pertanyaan. Terutama dengan bola sehingga ia akan tetap terbangun walaupun dengan sedikit kaget! Bangun situasi yang terpusat pada partisipan dan sangat interaktif sehingga tidak waktu untuk mereka-mereka ini untuk tidur siang.

Semakin banyak jam pelatihan yang Anda alami. Tentu semakin banyak pengalaman Anda dalam menghadapi berbagai tipe peserta. Apapun yang akan anda lakukan, ingatlah PADA DASARNYA SETIAP PESERTA ADALAH ORANG BAIK. Selamat berlatih.

Read more

Sejak memulai karir sampai bulan ini, masih ada beberapa sahabat yang mengajukan pertanyaan ini. Sungguh pertanyaan yang meneguhkan. Biasanya, setelah bertanya mereka memberikan pertanyaan retoris…
“Bukankah gajinya kecil…?”
“Apa gajinya cukup untuk membiayai biaya operasionalmu (transport, makan, pulsa, buku, internet)?”
“Apa nggak iri dengan teman-teman seusia yang gajinya 10 x dari gajimu”?
“Sorry ya, kayaknya gajimu sebulan lebih kecil dari satu sesi?”
“Bukankah karirnya lama…10 tahun di perusahaan yang sama, u sudah jadi GM..”

dan banyak lagi pertanyaan, yang kurang lebih isinya, meragukan imbalan yang akan diterima.

Dulu Saya menjawab dengan jawaban seperti ini :
“Saya telah mengamati, meski gajinya kecil, dosen-dosen Saya bisa kuliah, punya rumah, punya kendaraan & bisa menyekolahkan anaknya….”
“Saya memiliki banyak waktu untuk diskusi, belajar dengan kolega dan bercengkerama dengan keluarga”
“Saya terngiang-ngiang nasehat orang tua, harta tidak dibawa mati…amal baik, ilmu yang bermanfaat dan doa yang akan menemani…”

dan jawaban serupa yang kurang lebih isinya, betapa Saya penuh pertimbangan sebelum menekuni profesi ini.

Setelah lebih dari 9 tahun mengabdi dan berkarya….banyak sekali hal-hal yang semakin meneguhkan pilihan Saya…beberapa diantaranya adalah umpan balik seperti ini :

“mata kuliah ini benar-benar mendongkrak kemampuan, kepercayaan diri, dan keberanian saya untuk berpikir lebih kritis dan lebih berani mengungkapkan ide-ide”

“Pada awalnya saya merasa asing dan tidak terlalu suka dengan cara Mas Hary membimbing yang cenderung agak cerewet (hehe maaf Mas). Tetapi, lama-kelamaan saya malah menjadi suka dan terbiasa dengan cerewetnya. Karena saya pikir cerewetnya itu bukan sekedar cerewet, tetapi cerewet yang memang benar-benar logis, rasional, dan memang penting untuk penelitian yang kami lakukan. Setiap kecerewetan yang ada itu selalu menimbulkan insight untuk saya, membuat saya menyadari bahwa sesuatu itu harusnya begini dan harusnya begitu…”

“terdengarlah isu-isu bahwa Mas Hary itu perfeksionis, sangat kritis dan sebagainya, sedikit-sedikit saya ikut terpengaruh dan bawaannya jadi ikut tegang, takut salah, atau takut terlihat bodoh…..” (upsss)

“Mas Hary sering memberikan apresiasi terhadap apa yang telah kita lakukan, tidak peduli hasil akhirnya seperti apa, tapi lebih menekankan pada kesungguhan dalam prosesnya. Dengan apresiasi itu, walaupun saya menyadari banyak sekali kekurangan yang saya lakukan dalam penelitian atau dalam pembahasan, saya merasa sedikit terangkat. Saya merasa, perjuangan saya tidak sia-sia, meski banyak hal yang harus dibenahi. Saya suka cara Mas mengatakan, “kelompok ini ada peningkatan,” atau “Kelompok ini sudah baik dalam hal …”

“jadwal Mas Hary yang padat sehingga tidak memungkinkan untuk berada di kampus setiap hari…” (upssss…)

Bagi Saya umpan balik mahasiswa adalah imbalan yang tak ternilai….

bersambung….

Read more

terbayang jelas kulit Ayahku menghitam, peluhnya belum kering benar, senyumnya tetap mengembang.
lahan yang digelutinya tak lagi ramah, meski demikian tak surut langkahnya ke sawah.

bila tak ingat mimpi-mimpinya terwujud karena sawah ini, sudah dijualnya Ia
bila tak ingat langkah-langkah besar anak-anaknya berawal dari sawah ini, sudah lelah rasanya Ia

maafkan ayah…aku tak menemanimu…
ketika harga pupuk melambung
ketika harga beras terjerembab

maafkan Ayah Aku tak bisa menemanimu seperti dulu, membajak sawah, menabur benih,
anakmu menyibukkan diri dengan keangkuhan kota besar…

(ditulis dengan deraian air mata dan gelora kerinduan)

Read more

Ia menulis sesuatu yang tak engkau pahami,
Ia terdiam saat engkau bertanya,
bahkan saat ditanya apa yang ditulisnya.
Apakah Ia bodoh ? atau
Mungkin Ia perlu banyak belajar mengungkapkan pikirannya

Perhatiannya begitu mendalam pada hal-hal yang kau anggap biasa-biasa saja,
Gagasannya tidak sama dengan gagasan kebanyakan orang,
Pilihan katanya terasa asing di telingamu,
Koreografi argumentasinya tidak mengikuti pakem yang kau yakini,
Cara kerjanya tidak mengikuti apa yang biasanya kau kerjakan,
Apakah Ia mengalami gangguan mental? atau
Mungkin Ia memiliki temuan unik ?

Engkau kecewa karena Ia jarang datang,
Engkau kecewa karena Ia terlambat datang saat kau undang,
Engkau kecewa karena Ia tidak memberikan hasil seperti yang engkau harapkan,
Apakah Ia tidak bertanggungjawab? Atau
Mungkin Ia mengalami kesulitan dalam memenuhi harapanmu ?

Saat orang lain perhatian pada hal rinci, Kau bilang Ia cerewet
Saat orang lain kurang perhatian pada hal rinci, Kau bilang Ia teledor
Saat orang lain berusaha keras mempertahankan pendapatnya, Kau bilang Ia keras kepala
Saat orang lain mengikuti pendapatmu, Kau bilang Ia plin-plan
Saat orang lain berusaha menegakkan peraturan, Kau bilang Ia kaku
Saat orang lain melakukan uji coba cara baru, Kau bilang Ia kacau

Hemmm….

Read more