• cropped-hi-hary.jpg

    cropped-hi-hary.jpg

Saya belajar dari Anak Saya, ternyata :

“Dia lebih tertarik dengan boneka, patung, gambar yang “TERSENYUM”. Sdh dicoba dg mengajukan bbrp pilihan dan hasilnya menguatkan dugaan awal….ternyata oh ternyata “SENYUMAN” memiliki daya tarik luar biasa….mengapa orang berat ya?”

“Saat terbangun Ia memperhatikan sejenak, klo terlihat Bunda, Ayah atau orang-orang yang dikenalnya Ia tersenyum, tidur lagi atau mengajak bermain”

“tersenyum lebar, tertawa lepas saat berhasil duduk sendiri (setelah berulangkali gagal & terjatuh), terus dilanjutkan dengan bermain….hemmm…”

“makan tepat waktu, istirahat tepat waktu, puppy tepat waktu….indah sekali irama hidupmu nak…Ayah harus mencontohnya…terutama makan & tidur tepat waktu…”

“bangun pagi, tersenyum, menyapa keluarga trus olahraga…..hemmm…yang terakhir yang jarang kulakukan..pantesan jadi MAJU PERUT PANTAT MUNDUR”…

“jatuh…bangun…jatuh….bangun…jatuh…bangun…tergengah-engah itu biasa, berhenti sejenak saat lelah…jatuh…bangun…jatuh..bangun…tak terdengar tangisan….hanya nafas yang kadang tersenggal…tetap tersenyum..”

Read more

Apakah puisi itu? Saya awam ilmu sastra, tapi tak memungkiri telah jatuh cinta.
Jadi bagi saya, puisi itu seperti tari yang hentakannya di hati; rintihan rindu yang jeritannya menggema di dada.

#
Bila bukan cinta yg menjadi terdakwa, siapa yang mendendangkan nada ini?
Bila bukan rindu yg menjadi tertuduh, siapa yang menyerap rasa ini?
Bila bukan cinta, trus ini apa? Pelita diujung lorong gulita.
Bila bukan sayang, trus ini apa? Kehangatan yang menyeruak dari balik jendela.
Bila bukan rindu, trus ini apa? Senyuman yang tak layu tergerus waktu

#
sungging senyummu memecah pagi,
merona oh betapa manisnya
tak tahu bagaimana lagi aku menahannya,
bingung aku dimana menyembunyikannya,
aku sayang kamu..
upsss

#
kuselipkan rindu,
semoga engkau mengerti.
semestinya aku berdiri di beranda hatimu,
mengetuk pintu dan menyapa pagimu,
tapi aku masih disini, terpaku.
berharap lintasanmu menyentuh lembut bersama semilir angin …oh…

#
aku masih disini, menemanimu,
dengan segenap cinta kurengkuh kerinduan,
geliat asaku kuasa gelombang, masih di sini!

#
mengapa aku MASIH DISINI BERSAMAMU ?
bukan karena aku tidak bisa pergi darimu,
bukan hanya karena mimpi kita,
tapi karena cinta yang menghunjam mengakar dalam,
menjalari nadi

#
Bukan sakitku yang menyakitkan,
Tersayat kepeningan sanggup kuhiraukan
Bukan lelahku yang melayukan
Bukan letihku, bukan perihku
Dipaksa kenyataan tidak menikmati riang malam bersamamu
yang lebih memilukan

#
Aku mengalami kesakitan yang tak hendak kusembuhkan
kegelisahan yang enggan kuredakan
Rinduku akan pelukmu telak menampar jantungku
memporandakan kecerdasanku
Pada sayap keheningan kurintihkan …..
kurindukan pelukanmu malam ini

#
Bila tak sempat kugenggam tanganmu
Kan kugenggam rinduku dalam doaku
Bila tak sempat kupeluk tubuhmu
Kan kupeluk gemasku dalam mimpiku
Bila tak sempat kukecup keningmu
Kan kukecup sayangku dalam nafasku

#
Rengkuhlah aku
Kedinginan ini tlah mengiris-iris nadiku
Dimana senandungmu ?
Aku menggigil dalam kesepian
Rengkuhlah aku….

#
Kerinduan ini tlah begitu lama menggodaku
Semakin kupendam, semakin genit kurasa
Bilakah Ia melepaskanku
Ohhhh……….

#
Meskiku tak segagah sang panglima
Kukan jagamu sepenuh daya
Meskiku tak serimbun rimba raya
Kukan damaikanmu sepenuh asa
Meskiku tak setegar karang selatan
kukan temanimu sepenuh jiwa
Wahai gelombang pasang jiwaku
Larutkanlahku dalam rindumu

#
Kuhamparkan pantaiku
Kubiarkan
Gelombang pasangmu jilati pasir putihku
Semilir hasratmu
Gelorakan rintih sunyi
Iringi tarian pelangi
Di retakan karang selatan
Bidukku kutambatkan

#
kubisikkan impian di mimpimu,
kucitakan keindahan hidupmu,
kusematkan doa dalam namamu
lelapmu luruhkan lelah letihku,
rima nafasmu menghalu senyap …
hembus nafasmu membelai lembut,
puisi pun tak kuasa lukiskan,
tak jua senandung.

Read more

Catatan kecil ini untuk mengingatkan diri Saya sendiri, semoga bermanfaat pula untuk Anda ….

“Allah SWT akan menuntunmu menemukan jalan itu atau memberikan kekuatan padamu untuk membuatnya. Jadikan sholat dan sabar sebagai senjatamu, sungguh keduanya lebih kuat dibandingkan bakat dan pendidikan”

“bila pemandangan di sekitar kita terlihat kusam, jangan terburu-buru menyalahkan keadaan, periksa kacamata…siapa tahu kotor oleh debu jalanan….”

“berbahagialah orang yang selalu mampu melihat seberkas cahaya dibalik kegelapan”

“buka mata, buka telinga, buka hati ….membaca yg tersembunyi”

“Lebih baik menyalakan sebatang lilin kecil daripada mengutuk kegelapan!”

“melayani merupakan salah satu wujud syukur atas anugerah yang diberikan TUHAN kepada Kita”

“dalam keremangan, di tengah kegamangan, cahayamu begitu bermakna; dipeluk gemerlap pesta, ditampar kilauan lensa kamera, dibuai helaian harta, ADA-kah DIRI-mu disana?

“berbuat baiklah untuk orang lain, bukan karena Ia orang baik, tapi karena engkau orang baik. hormati orang lain, bukan karena Ia orang besar, tapi karena engkau berjiwa besar…”

“fokus pada kemudi dan bentangan layarmu kawan, bukan memaki-maki badai dan gelombang…pelaut yang ulung belajar dari petualangan bukan kemudahan…”

“indahnya dunia bila mencintai itu lebih dimaknakan hasrat membara untuk memberi bukan memiliki!”

“suatu ketika . . .CINTA menjadi terdakwa”

“bila suatu saat anakku menuliskan biografinya, semoga Ia menuliskan “.. Aku dibesarkan dengan cinta dan harapan”

“meluangkan waktu menyimak apa yang ingin disampaikan anakku, belajar untuk mengerti”

” ‎…pendidikan yang MENGGERAHKAN kehidupan, oh…semoga aku bukan tidak terlibat di dalamnya”

“…kehilangan itu hanya ketidakhadiran, bukan tercerabutnya kenangan …”

“bagi seorang fasilitator, membuat orang terinspirasi untuk : mensyukuri kehebatan yang dianugerahkan Tuhan pada dirinya, meyakini bahwa Ia mampu meraih impian, memulai langkah pertama pilihan perjuangan hidupnya dan melakukan lompatan saat menghadapi hambatan adalah sebuah kebahagiaan…melebihi…uang dan popularitas yang diperolehnya”

“bukan demam, pusing, lelah, lunglai yang menyakitkanku, menghadapi kenyataan tidak menikmati bermain dan bercanda bersamamu yang membuatku ngilu”

“bisa memeluk anak setiap pagi serasa bisa memeluk dunia …”

“Niat memotivasi & mengembangkan orang lain melalui kritik TIDAK CUKUP !! Perhatikan juga caranya, bukankah kita diajarkan untuk menyampaikan KEBAIKAN dengan cara yang BAIK pula ?”

Read more

Pertanyaan berikut, bukan pertanyaan biasa. Pertanyaan pembangkit gairah. Pertanyaan penarik diri untuk merenung, sejenak…

“Apa yang ingin Anda lakukan, tapi ternyata belum Anda lakukan?”

“Apa yang tidak ingin Anda lakukan, tapi ternyata sering Anda lakukan?”

“Apakah Anda sudah melengkapi pemahaman Anda dengan pemahaman orang lain?”

“Apakah mereka merasa dihargai dan bangga belajar bersamamu di sini ?”

“Bila gambaran tentang diri Anda akan dituliskan di sebuah majalah terkemuka, judul apa yang paling PAS menggambarkan tentang diri Anda ?”

“Apa yang akan disampaikan Anakku pada temannya tentang diriku ?”

“Apa yang sebenarnya kudambakan akan terjadi tahun depan pada diriku ? Apa yang akan kulakukan untuk mewujudkannya ?”

Sebelum tidur, melihat ke cermin, “terlihat seperti apa diriku hari ini ?”
Bangun tidur, melihat ke cermin, “akan terlihat seperti apa diriku hari ini ?”

“Apa hal istimewa yang Anda lakukan minggu ini ?”

“Apa yang akan kulakukan saat aku terperangkap?”

“in what way are you unique ?”

Read more

Ketika Aku ingin selalu di dekatnya, dan hanya Aku yang paling dekat dengan dirinya
Ketika Aku ingin memeluknya, dan hanya Aku yang boleh memeluknya
Ketika Aku ingin menjadi istimewa di hatinya, dan hanya Aku….

Apakah ini berarti Aku mencintainya…?

(di sudut ruang hening ada yang berbisik)

Tidak, itu berarti Engkau INGIN MEMILIKINYA

Engkau mencintainya ketika Engkau
memberikan lebih banyak waktumu untuknya
bersedia melindungi dirinya, bahkan dari dirimu
memberikan kesempatan padanya MENJADI

Ohh, Kekasihku, apakah aku sudah mencintaimu?

Read more

I
Bukan sakitku yang menyakitkan,
Tersayat kepeningan sanggup kuhiraukan

Bukan lelahku yang melayukan
Bukan letihku, bukan perihku

Dipaksa kenyataan tidak menikmati riang malam bersamamu
yang lebih memilukan

II.
Aku mengalami kesakitan yang tak hendak kusembuhkan
kegelisahan yang enggan kuredakan

Rinduku akan pelukmu telak menampar jantungku
memporandakan kecerdasanku

Pada sayap keheningan kurintihkan …..
kurindukan pelukanmu malam ini

III
Bila tak sempat kugenggam tanganmu
Kan kugenggam rinduku dalam doaku

Bila tak sempat kupeluk tubuhmu
Kan kupeluk gemasku dalam mimpiku

Bila tak sempat kukecup keningmu
Kan kukecup sayangku dalam nafasku

IV
Rengkuhlah aku
Kedinginan ini tlah mengiris-iris nadiku

Dimana senandungmu ?
Aku menggigil dalam kesepian

Rengkuhlah aku….

V
Kerinduan ini tlah begitu lama menggodaku
Semakin kupendam, semakin genit kurasa

Bilakah Ia melepaskanku

Ohhhh……….

VI
Meskiku tak segagah sang panglima
Kukan jagamu sepenuh daya

Meskiku tak serimbun rimba raya
Kukan damaikanmu sepenuh asa

Meskiku tak setegar karang selatan
kukan temanimu sepenuh jiwa

Wahai gelombang pasang jiwaku
Larutkanlahku dalam rindumu

VII
Kuhamparkan pantaiku

Kubiarkan
Gelombang pasangmu jilati pasir putihku

Semilir hasratmu
Gelorakan rintih sunyi
Iringi tarian pelangi

Di retakan karang selatan
Bidukku kutambatkan

Read more