Hari Setyowibowo

Belajar_Berkarya_Berbagi

Archive for the ‘Curahan Hati’ Category

Senja Menjelang

without comments

Ketika senja menjelang…
Saat menjalani hidup dengan beraneka peran dan tuntutan. Kusadari, setiap kenyataan adalah buah pilihan.
Di depan cermin aku bertanya…
Selama ini kemana waktumu berlalu?
Dengan menghabiskan banyak waktu yang tak kembali, apa yang sebenarnya kau cari?
Dengan begitu banyak yang akan dikorbankan, apa yang sesungguhnya kau perjuangkan?
Dan saya tercekat …
“semoga kita masih bisa memanfaatkan waktu yang tersisa; semoga kesempatan dan kesehatan yang kita miliki bisa terisi dengan berbagi kebenaran dan kebaikan; semoga ilmu yang telah dan sedang kita pelajari bisa diamalkan dan terus tersebar terbagi; semoga harta yang kita miliki halal dan mampu menjadi bekal di akhirat yang kekal…”
#catatansenjahary

Written by Hari Setyowibowo

June 2nd, 2018 at 8:03 am

Posted in Curahan Hati

BISIKAN HATI, MERENGKUH CINTA

without comments

Apakah puisi itu? Saya awam ilmu sastra, tapi tak memungkiri telah jatuh cinta. Jadi bagi saya, puisi itu seperti tari yang hentakannya di hati; rintihan rindu yang jeritannya menggema di dada.

I.
sungging senyummu memecah pagi,
merona oh betapa manisnya
tak tahu bagaimana lagi aku menahannya,
bingung aku dimana menyembunyikannya,
aku sayang kamu..
upsss

II.
kuselipkan rindu,
semoga engkau mengerti.
semestinya aku berdiri di beranda hatimu,
mengetuk pintu dan menyapa pagimu,
tapi aku masih disini, terpaku.
berharap lintasanmu menyentuh lembut bersama semilir angin …oh…

III.
aku masih disini, menemanimu,
dengan segenap cinta kurengkuh kerinduan,
geliat asaku kuasa gelombang, masih di sini !

IV.
mengapa aku MASIH DISINI BERSAMAMU ?
bukan karena aku tidak bisa pergi darimu,
bukan hanya karena mimpi kita,
tapi karena cinta yang menghunjam mengakar dalam,
menjalari nadi

V.
hembus nafasmu membelai lembut, puisi pun tak kuasa lukiskan, tak jua senandung
lelapmu luruhkan lelah letihku, rima nafasmu menghalau senyap,
kubisikkan impian di mimpimu, kucitakan keindahan hidupmu, kusematkan doa dalam namamu.

VI.
Bukan sakitku yang menyakitkan,
Tersayat kepeningan sanggup kuhiraukan
Bukan lelahku yang melayukan
Bukan letihku, bukan perihku
Dipaksa kenyataan tidak menikmati riang malam bersamamu
yang lebih memilukan

VII.
Aku mengalami kesakitan yang tak hendak kusembuhkan
kegelisahan yang enggan kuredakan
Rinduku akan pelukmu telak menampar jantungku
memporandakan kecerdasanku
Pada sayap keheningan kurintihkan …..
kurindukan pelukanmu malam ini

VIII
Bila tak sempat kugenggam tanganmu
Kan kugenggam rinduku dalam doaku
Bila tak sempat kupeluk tubuhmu
Kan kupeluk gemasku dalam mimpiku
Bila tak sempat kukecup keningmu
Kan kukecup sayangku dalam nafasku

IX
Rengkuhlah aku
Kedinginan ini tlah mengiris-iris nadiku
Dimana senandungmu ?
Aku menggigil dalam kesepian
Rengkuhlah aku….

X
Kerinduan ini tlah begitu lama menggodaku
Semakin kupendam, semakin genit kurasa
Bilakah Ia melepaskanku
Ohhhh……….

XI
Meskiku tak segagah sang panglima
Kukan jagamu sepenuh daya
Meskiku tak serimbun rimba raya
Kukan damaikanmu sepenuh asa
Meskiku tak setegar karang selatan
kukan temanimu sepenuh jiwa
Wahai gelombang pasang jiwaku
Larutkanlahku dalam rindumu

XII
Kuhamparkan pantaiku
Kubiarkan
Gelombang pasangmu jilati pasir putihku
Semilir hasratmu
Gelorakan rintih sunyi
Iringi tarian pelangi
Di retakan karang selatan
Bidukku kutambatkan

XIII
Bila bukan cinta yg menjadi terdakwa, siapa yang mendendangkan nada ini?
Bila bukan rindu yg menjadi tertuduh, siapa yang menyerap rasa ini?

IV
Bila bukan cinta, trus ini apa? Pelita diujung lorong gulita.
Bila bukan sayang, trus ini apa? Kehangatan yang menyeruak dari balik jendela.
Bila bukan rindu, trus ini apa? Senyuman yang tak layu tergerus waktu

Written by Hari Setyowibowo

January 28th, 2016 at 4:03 am

Posted in Curahan Hati